
Edzar mendudukkan tubuhnya di atas kursi pribadinya di kamar. Senyumannya kembali terkembang di wajah angkuhnya itu, ia merasa begitu puas dengan apa yang telah ia lakukan tadi.
"Tak kusangka, permainan yang kulakukan tadi cukup menyenangkan juga, bisa melihat si bedebah yang kesakitan dan adiknya itu yang menyedihkan ... haha malang, memang nasib mereka," gumamnya dengan dilanjut tawa besar, yang menggema di seluruh ruangan.
Sementara itu Claa kembali mendudukkan tubuhnya di atas kursi rias di depan cermin. Ia memandangi pantulan dirinya di dalam cermin, wajah sendu serta sorot mata yang sduah tidak menunjukkan adanya bahagia di sana, sungguh ia benar-benar terlihat menyedihkan.
"Ya Tuhan ... apa harus semenyedihkan ini hidup yang aku jalani?" lirihnya menunduk pelan sambil membuang nafas pasrah.
Ingin rasanya ia kabur meninggalkan istana yang terasa seperti neraka itu. Tapi apalah daya, jika ia kabur maka
bagaimana dengan nasib saudaranya. Lagi pula ia tak memiliki siapa-siapa lagi, selain Gerald seorang. Dan jika ia meminta bantuan kepada paman atau bibinya pun rasanya akan sia-sia. Mereka pasti tidak akan seberani itu berurusan dengan keluarga terkaya di California.
"Sudahlah Calra, lebih baik kau menurutlah padanya. Patuhi semuanya, lagi pula jika kau patuh, itu akan membuat hidupmu dan kak Kevin lebih baik," batinnya menyemangati diri sendiri.
"Setidaknya jika aku menurut, aku dan kak Kevin bisa tidur dan makan dengan tenang," ujarnya pada pantulan dirinya yang ada di dalam cermin.
Lalu ibu jarinya pun perlahan menghapus genangan air mata yang ada di ujung sudut matanya.
"Baiklah Tuhan, aku sudah siap melangkah," ucapnya sangat yakin.
***
Dan tak terasa waktu pun beranjak semakin siang. Jam di dinding udah menunjukkan pukul satu siang. Dari luar kamar terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Clara. Clara bergegas merapikan pakaiannya, lalu mempersilakan orang di luar kamar untuk masuk.
__ADS_1
Pintu kamar terbuka, dan ternyata Angel yang masuk. “Nona, sudah waktunya berangkat,” ujar Angel begitu sopan.
“Berangkat?”
“Iya Nona, sudah waktunya Nona pergi mempersiapkan diri untuk acara pernikahan Nona nanti. Mari ikuti saya, mobil jemputan sudah menunggu Nona di depan.”
Clara pun berjalan beriringan dengan Angel. Terlihat di luar sudah ada Pak Bram dan juga Sky yang penampilannya sedikit berbeda dari biasanya. Mereka terlihat lebih rapi dan keduanya pun memakai tuksedo hitam dengan model yang sama ditambah pita hitam yang melingkar di kerah kemeja yang mereka gunakan.
“Silakan, Nona.” Pak Bram membukakan pintu mobil itu untuk Clara.
Tanpa berkata apa-apa Clara pun memasuki mobil itu dengan pasrah. Ke mana pun Pak sopir membawanya pergi, ia sudah tidak peduli lagi.
^
Pesta yang Edzar adakan bukan sekedar pesta kecil, main-main. Semuanya serba mewah dan elegant. Mungkin pernikahan seperti ini adalah pernikahan yang dimimpikan oleh setiap pasangan, terlebih wanita, yang memang pada dasarnya lebih menyukai pesta yang mewah dan glamor. Tetapi, sama sekali tidak untuk Clara yang terpaksa menjalani semuanya.
Ketukan pintu kamar hotel terdengar, di iringi suara pintu yang sudah terbuka setengahnya. Edzar menoleh dan mendapati Sky yang berjalan menghampirinya.
“Permisi, Tuan," ucap Sky mendekati Edzar.
“Apa semuanya sudah beres Sky?” tanya Edzar yang masih sibuk merapikan dasi pita di lehernya.
“Sudah Tuan, acara 10 menit lagi akan segera dimulai" jawab Sky.
__ADS_1
“Hm, baiklah.”
Setelah selesai merapikan dasi dan tuksedonya, ia menghadap ke arah Sky. “Sky, lihatlah! Apa jas ini terlihat bagus untukku?” tanya Edzar, sambil sedikit mengangkat kedua bahunya.
“Iya, Tuan sangat bagus, dan cocok,” jawab Sky dengan jujur.
“Tuan .. Tuan, pakaian seperti apa pun juga pasti akan selalu terlihat bagus jika kau yang memakainya. Orang-orang akan terpana bukan karnea bagus atau tidaknya jas yang Anda pakai, tapi karena memang tampang wajah Anda yang mendukung penampilan,” gumam Sky dalam hati.
Mereka berdua pun segera pergi, karena acara yang sebentar lagi akan dimulai.
.
.
.
Bersambung....
Lapaknya masih sepi ya, jarang banget ada yang komen hihi, tapi gak apa-apa deh, kalian udah mau baca aja author udah seneng banget. Makasih ya buat kalian yang masih setia nunggu episode dari novel ini. Author sayang kalian. <3
__ADS_1