
Dan, betapa terkejutnya Clara begitu mendapati Edzar yang kini sudah ada di dekatnya. Clara langsung bangun dan terduduk dengan nyawanya yang belum kumpul.
"K-kau ... mau apa kau di sini?" tanya Clara gelagapan.
"Mau apa? Kau pikir sendiri saja, aku kemari malam-malam mau apa," ujar Edzar sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Clara. Minyasakan jarak 10cm.
Hembusan nafas Edzar, yang tercium wangi mint menguar kuat di hidung Clara, hal tersebut membuat Clara semakin menahan nafas, ia tak mau jika nafas mereka saling bersahutan menghirup udara satu sama lain dengan jarak sedekat itu.
"Bagaimana ... apa kau sudah siap untuk besok malam?" Lagi-lagi wangi mint itu masih dapat tercium oleh hidung Clara. Wangi khas yang begitu menyegarkan. Mungkin dia sudah menghabiskan sebotol permen mint, hingga wanginya tak menyurut sedikit pun.
Seringai senyuman sinis itu tercipta di wajah tampan Edzar. Tak bisa di pungkiri, dengan jarak wajah di antara mereka yang berkisar 10 cm itu. Clara dapat melihat dengan sangat jelas struktur kulit wajah Edzar yang begitu mulus bersih, hidung yang mancung dan bulu mata yang begitu hitam pekat, bahkan manik mata berwarna kelabu itu, cukup membuat jantungnya berdesir hebat. Dadanya terasa berdebar, hatinya seakan lumpuh tak bisa mengendalikan perasaannya.
"Kenapa menatapku seperti itu hah? Apa kau terpesona dengan wajah tampanku?" tanya Edzar mengejek, membuat Clara langsung menunduk, memalingkan wajahnya dari tatapan elang, milik Tuan jahat di depannya.
__ADS_1
Clara masih terdiam tak menjawab.
"Bersiaplah untuk menjadi mainan baruku," ucap Edzar begitu tegas penuh penekanan. Ia pun berdiri dan sejenak, melonggarkan dasi yang masih melingkar di kerah bajunya. Lalu Edzar pun pergi begitu saja, setelah berhasil membuat perasaan Clara bercampur aduk tak karuan.
"Astaga Clara, kau ini. Kendalikan dirimu, jangan sampai kau terpana hanya karena ketampanannya itu. Ingat Clara dia itu lelaki jahat, iya ... dia adalah musuhmu, kau tak boleh lemah Clara, tidak boleh!" gumam Clara.
Ia hendak bangkit, tetapi ia sadar akan suatu benda yang ada di tubuhnya. Clara sedikit tercengang ketika ia baru sadar bahwa setengah tubuhnya ternyata sudah di selimuti oleh jas hitam, yang ia kira itu milik Edzar.
"Apa dia yang membalutkan jas ini untukku?" batinnya merasa heran.
Sementara itu, setelah memasuki kamarnya. Edzar mendudukkan tubuhnya sejenak di atas kursi bulat di depan cermin rias yang begitu besar.
Ia memandang pantulan wajahnya yang ada di dalam cermin, wajah segar, dengan mimik arogan. Ia mengusap dagunya, lalu tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Lihatlah gadis bodoh itu, aku tatap seperti itu saja wajahnya sudah memerah. Apalagi kalau aku menyentuhnya. Ah ... aku jadi tidak sabar ingin segera memainkan boneka baruku itu," gumamnya tersenyum hambar.
Lalu Edzar pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yangsudah terasa tak nyaman.
Setelah selesai mandi. Edzar mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur. Kemudian ia mengambil suatu barang dari dalam laci. Barang itu tak lain ialah foto dirinya dengan Ralline. Ia kembali memandangi foto itu, dengan hati yang kembali terasa kacau.
"Ralline di mana pun kamu berada, aku berharap kau akan baik-baik saja. Aku di sini sedang berusaha mencarimu, aku berusaha menemukanmu adikku, dan aku pun sudah menyekap orang yang menjadi penanggung jawab atas kasus penculikanmu itu. Maafkan aku, aku harus menikahi gadis tak bersalah itu, tapi ... ini hanya satu-satunya cara agar aku bisa membalaskan dendam ku kepada Gerald. Aku ingin Gerald menderita, saat mengetahui adiknya hidup tersiksa denganku. Sama seperti aku, yang menderita atas kehilanganmu Ralline," gumam Edzar penuh tekad dan begitu bersungguh-sungguh. Rasanya ia sudah tidak sabar menantikan hari pernikahannya besok sore.
"Baiklah, rencana malam pertama akan aku mulai besok," gumamnya kemudian ia kembali menyimpan kembali foto itu dengan baik, ke dalam laci.
Dan setelah itu Edzar membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang luas, bersiap untuk pergi ke alam mimpi.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa dukungan like, komen dan votenya ya. Biar author makin semangat up ceritanya.