Love'S Mr. Arrogant

Love'S Mr. Arrogant
Mengulang Kejadian Semalam


__ADS_3

“Memangnya apa yang sudah aku lakukan? Aku sendiri bahkan tak pernah menggodamu!” ucap Clara dengan polosnya, ia benar-benar tak ingat akan kejadian semalam di mobil.


Edzar menyunggingkan kembali sebelah sudut bibirnya, kedua tangannya ia tempelkan di tembok, dan tubuhnya semakin ia dekatkan dengan tubuh Clara. Hingga saat ini, jarak wajah di antara keduanya hanya berkisar satu jengkal saja.


“Jangan berlagak polos seperti itu, Clara. Apa jangan-jangan kau begitu mudah untuk melupakannya?” tanya Edzar  masih dengan menatap dalam kedua bola mata indah milik istrinya itu.


“A-apa maksdumu? Apa yang aku lupakan? Aku sama sekali tidak mengerti ucapanmu,” tutur Clara sedikit gugup.


Edzar tidak percaya begitu saja. “Benarkah?” Edzar mengangkat sebelah alisnya, membuat damage-nya begitu keren abis. “Apa perlu aku mengingatkanmu kembali?” tanya Edzar.


Clara semakin kebingungan akan perkataan suaminya itu. “Apa maksudmu berbicara seperti itu. Seolah ingin membuktikan bahwa aku ini adalah wanita penggoda!” gerutu Clara semakin tak terima.


Edzar sejenak memalingkan wajahnya ke sembarang arah, sambil mengulum lidahnya, hingga terlihat bulatan lidah yang bergerak di pipi kanannya.


“Aih... kau ini. Apa ini juga termasuk caramu dalam menggodaku?” tanya Edzar, sambil menatap dalam bibir Clara yang kini seolah terlihat begitu memukau di matanya. Bibir berwarna peach kemerahan, yang sedikit terbuka, menampilkan sedikit celah yang rasanya ingin ia terkam kembali, seperti semalam.


“Hey, kenapa kau menatapku seperti itu hah?” tanya Edzar setengah berbisik dengan suara lelakinya yang begitu khas dan menggoda di telinga. Clara masih tak menjawab, ia masih terdiam.

__ADS_1


“Sepertinya kau memang tak mempercayai ucapanku ini. Kalau begitu bersiaplah,” ujar Edzar sambil menatap penuh damba ke arah bibir Clara yang semakin menarik perhatiannya.


“Bersiap apa?” Clara semakin bingung tidak mengerti.


Edzar menyeringai. “Bersiap, untuk mengulang kejadian semalam,” jawabnya.


Dan tanpa aba-aba apa pun, Edzar langsung membenamkan bibirnya dengan bibir Clara. Dengan sebelah tangannya yang menarik tengkuk kepala Clara, dan sebelah tangannya lagi menarik pinggang Clara agar lebih dekat dan menempel dengan tubuhnya.


Sontak hal itu membuat Clara amat sangat terkejut, ia membulatkan kedua matanya dengan begitu sempurna, saat bibirnya dengan bibir Edzar sudah menyatu. Tubuhnya meremang, desiran perasaan berdebar terasa di hatinya. Jantungnya pun terasa jedak-jeduk seakan sedang berdisko.


"Apa ini?" batin Clara, merasa shock.


Kini Edzar mulai menikmati manisnya bibir sang istri. Setelah kejadian semalam, yang ada di otaknya seharian ini adalah ingin kembali merasakan manisnya sentuhan bibir yang begitu membuat dirinya candu dan kembali menginginkannya.


Edzar melakukannya dengan cukup lincah, mulai dari gerakan pelan sampai gerakan yang cukup agresif. Membuat Clara hanya bisa menahan nafas, sambil memejamkan mata dan mau tak mau, ia pun harus menerima perlakuan suaminya itu. Meski pun jujur saja, tubuhnya itu tak bisa menolak sentuhan yang diberikan oleh Edzar, tapi hatinya berbanding terbalik, sedari tadi ingin melepaskannya, dan bercampur dengan perasaan sedikit marah.


Perlahan Edzar pun melepaskan penyatuan bibirnya, dan menjauhkan wajahnya dari wajah Clara. Clara langsung tertunduk malu. Edzar dapat melihat wajah Clara yang sudah memerah seperti tomat matang.

__ADS_1


“Hey, kenapa wajahmu memerah seperti itu hah? Apa kau malu jika melakukannya dalam keadaan sadar?" tanyanya, tanpa mendapat jawaban dari Clara.


"Kenapa kau diam saja hah? Kenapa tak selincah semalam, Clara?” tanya Edzar sambil menyunggingkan bibirnya merasa puas dengan apa yang telah ia lakukan.


Clara tak menjawab, ia benar-benar malu. Clara pun langsung mendorong tubuh Edzar agar menjauh darinya, dan dengan cepat Clara pergi ke kamar mandi, untuk mencuci bibir sekaligus menenangkan pikiran dan perasaannya yang sudah kacau tak beraturan.


“Hah, dasar, kau memang benar-benar wanita penggoda bagiku Clara. Dengan sikapmu yang seperti ini padaku, kau benar-benar menantang kejantananku. Lihat saja, suatu hari nanti aku akan menunjukkannya padamu,” gumam Edzar, sambil menyentuh sudut bibirnya dan tersenyum menyeringai. Dengan perasaan yang begitu puas dan sedikit terasa menyenangkan.


"Ya tuhan, apa yang sudah terjadi padaku?" batin Clara merasa ternodai.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


 


Jangan lupa bantu votenya ya... mau kasih gift juga boleh, dan jangan lupa berikan komentar di bawah, komentar apa aja deh, yang penting komen, biar lapak author gak sepi kayak kuburan hehe...


__ADS_2