
Acara pernikahan baru saja selesai, suasana yang awalnya ramai dan penuh sesak dengan orang-orang, kini sudah terlihat sepi, para tamu undangan satu persatu sudah pulang. Begitu pun dengan kedua mempelai yang terlihat lelah itu, mereka berdua juga hendak pulang.
"Pak Bram, antar dia pulang," titah Edzar ketika mereka sampai di basemen parkir.
"Baik, Tuan. Silakan, Nona." Pak Bram membukakan pintu mobil untuk Clara dan Clara pun masuk ke dalam mobil tanpa bertanya kenapa suaminya itu tak ikut pulang bersamanya.
"Sky, ayo."
Sky mengangguk, ia membukakan pintu mobil miliknya. Edzar tak langsung pulang bersama Clara karena ia ingin melakukan pesta bujang terlebih dahulu di sebuah bar.
Mereka pun masing-masing pergi dengan mobil yang berbeda. Edzar bersama Sky menuju bar. Sedangkan Clara dan Pak Bram pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Clara di sambut hangat oleh Angel dan juga Elin. Dua pelayan muda yang selalu membantunya dalam melakukan aktivitas di rumah ini.
"Mari Nona, saya antar Nona ke kamar," ucap Angel sambil mempersilakan Clara untuk berjalan terlebih dahulu. Sementara Elin, ia di belakang memegangi gaun panjang milik Clara yang menjuntai di lantai, agar Nona Mudanya itu tidak kesulitan berjalan.
"Nona, sekarang ini menjadi kamar Nona dan Tuan Muda," ucap Angel begitu membukakan pintu kamar yang cukup besar, terlihat sekali kemegahan yang menghias kamar itu.
"Huh, apa harus aku satu kamar dengan pria jahat itu?" gumamnya dalam hati, sambil memasang wajah lesunya.
"Hm... baiklah, tapi saya akan ke kamar saya yang dulu untuk berganti pakaian," ucapnya.
"Tidak perlu Nona, kamar itu sudah dikosongkan, dan sekarang semua perlengkapan Nona sudah tersedia di kamar ini. Mari ikuti saya," ucap Angel sambil berlalu masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Angel membawa Clara menuju ruang wardrobe yang begitu luas. Membuat kedua mata Clara membeliak tak percaya.
"Apa-apaan ini? Kenapa ada toko baju di kamar ini?" gumam Clara dalam hati.
"Semua perlengkapan Nona mulai dari pakaian, aksesoris, sepatu, tas dan yang lainnya, sudah tersedia di ruang ini, Nona. Dan di ruang itu, di sana adalah tempat untuk perlengkapan Tuan Muda. Jadi, jika Nona nanti ingin menyiapkan perlengkapan Tuan Muda, Nona bisa mencarinya di ruang itu." Tunjuk Angel ke sebuah pintu berwarna putih.
"Hm, baiklah ... terima kasih ya." Clara mengulaskan senyuman manis di wajahnya kepada dua gadis pelayan yang ada di depannya.
"Kami pamit keluar, Nona," ucap Angel dan Elin. Clara mengangguk mengiyakan, mereka berdua pun pergi meninggalkan Clara.
Kedua manik berwarna biru milik Clara masih, terpaut menatap pintu berwarna putih yang ada di depannya, ia penasaran dengan pintu berwarna putih yang tertutup itu. Lalu ia pun mendekat ke sana, perlahan membukanya dan lagi-lagi ia dikejutkan dengan pemandangan yang ia lihat. Ia benar-benar tercengang melihat semua benda yang ada di depan matanya.
"Apa ini? Apa ini toko pribadi? Atau sebenarnya Tuan kejam itu adalah pedagang?" Clara masuk ke ruangan yang bernuansa mall itu. Ia benar-benar tak percaya dengan semua hal yang ada di ruang itu. Mulai dari pakaian formal
hingga pakaian santai semuanya ada, begitu pun dengan aksesoris seperti jam tangan, dasi, kaca mata, topi dan perlengkapan lainnya semua tersedia di sana, tentunya dengan brand-brand terkenal seperti Gucci, Channel, Puma, LV, Crocodille, dan brand-brand mewah lainnya.
Setelah puas melihat-lihat, ia pun bergegas ke luar untuk pergi ke kamar mandi, membersihkan diri dan berganti pakaian menggunakan baju tidur yang tertutup.
***
Sementara itu, di sebuah Bar di dalam ruang karaoke, terlihat Edzar yang sedang duduk diapit oleh dua orang wanita cantik yang seksi Sang Pemandu Lagu. Namun, tetap ... Edzar adalah seorang yang tak mudah tergoda oleh wanita, ia tetap menjaga jarak dari kedua wanita pemandu lagu itu.
Dan Sky, lelaki itu hanya berdiri tegap di samping sofa, memantau Tuan dan kedua gadis yang ada di sekitarnya. Ia benar-benar sudah seperti robot yang hanya bergerak jika Tuannya memerintah.
__ADS_1
Kedua wanita pemandu lagu itu, hanya bisa memandangi wajah Edzar dari jarak lima puluh centi meter. Seandainya mereka bisa menarik perhatian Edzar, mungkin kedua wanita itu akan menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini, karena bisa mendapat perhatian dari Edzar, tapi sayan, semua itu hanya mimpi bagi kedua gadis sexy tersebut.
Kedua wanita itu juga mengetahui soal pernikahan Edzar, yang memang sedang ramai di perbincangkan di media sosial.
"Beruntung sekali wanita yang dinikahi oleh Tuan Edzar ini, dia benar-benar beruntung mendapatkan suami yang tajir, tampan dan mampu menjaga diri dari wanita," gumam salah seorang wanita itu dalam hati.
"Isi," ucap Edzar sambil menyerahkan gelas kosong kepada salah satu wanita itu. Dan pelayan itu pun dengan sigap menuangkan sebotol soda ke dalam gelas milik Edzar. Sementara satu pelayan lagi, Edzar menyuruhnya untuk menyanyikan sebuah lagu.
Perlahan ia meneguk soda miliknya sambil menikmati alunan musik dan nyanyian dari Sang Pemandu. Meskipun malam ini Edzar melakukan pesta bersama dua wanita pemandu lagu, tapi ia juga tahu batasan dirinya dalam menjaga jarak dengan wanita. Dan meskipun terlihat seperti playboy, sebenarnya Edzar adalah tipikal lelaki yang setia. Dan mampu tahan dengan godaan wanita-wanita yang hendak mencuri perhatiannya.
Waktu pun berlalu semakin malam. Sky sudah berdiri mematung di sana sekitar tiga jam lamanya. Tentunya, itu bukan hal aneh baginya. Ia bahkan mampu berdiri tanpa pergerakan sedikit pun selama 8 jam. Memang Sky memiliki kemampuan mematung yang luar biasa.
"Jam berapa sekarang?" tanya Edzar sambil menikmati alunan nyanyian dari salah satu pemandu lagu itu.
"Sudah jam tiga pagi, Tuan," jawab Sky.
Edzar pun berdiri dari duduknya, dan merapikan jasnya, tidak lupa ia menyimpan segepok dollar untuk dua gadis pemandu tersebut. Melayani Edzar adalah keberuntungan bagi pemandu lagu di sini, selain Edzar yang bersikap sopan dan tidak neko-neko, Tuan tajir melintir itu pastinya tidak lupa untuk memberikan tip yang sangat besar kepada dua gadis yang sudah menemaninya itu, dan tentu hal itu membuat dua gadis itu kegirangan bukan main. Lalu Sky dan Edzar pun bergegas untuk pulang.
Sesampainya di rumah, ia langsung masuk ke dalam kamarnya. Matanya mengelilingi seluruh ruangan, mencari suatu objek yang dinantikannya.
Salah satu bibirnya terangkat ke atas, menciptakan sebuah senyuman dingin di wajah tampannya itu. Ia melihat Clara yang sudah tertidur pulas di atas sofa, dengan selimut tebal yang menutup seluruh tubuhnya, kecuali bagian kepalanya.
Bersambung...
__ADS_1
Duh bang Edzar mau apa ya?
Maaf ya author salah setting tgl, harusnya tgl 28 ini malah 29 untung aja di cek lg