Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 10 Kejutan


__ADS_3

Author ingatkan lagi kakak-kakak reader, bantu author dengan tekan gambar hati 🖤🖤ya dan 👍👍 like...like..like.


*****


Ketika asik berbincang didepan rumah, terdengar suara deheman. Membuat Abelia dan Andy menghentikan pembicaraannya dan menoleh ke asal suara.


"Hemmh..!" Abel melihat kearah rumahnya, dan melihat abangnya Jonathan memandang ke arah Abelia dan Andy. Tangan Jonathan bersedekap didadanya, dan matanya tanpa ekspresi memandangi Abelia dan Andy.


"Gue masuk dulu.." melihat keberadaan Jonathan, Abel pamit pada Andy dan mendorong sepedanya masuk ke halaman rumahnya.


"Hai bang ." sapa Andy, tapi Jonathan hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam rumah kembali.


"Bye..bye Abel." ucap Andy.


"Bye.." balas Abelia.


"Hih..serem abang Abelia, tapi tidak apa-apa. Gue harus kuat mental, demi mendapatkan adeknya Abelia ." ucap Andy dan melanjutkan langkah kakinya menuju rumah kakek dan neneknya, yang tidak jauh dari rumah Abelia.


Setelah menyimpan sepedanya di garasi, Abelia melangkah masuk kedalam rumah sembari bersenandung kecil. Dia terus masuk tanpa memperhatikan ada orang yang selama ini dihindarinya sedang berada diruang tamu rumahnya, Damar memperhatikan Abelia yang masuk tanpa memperhatikan sekitarnya.


"Pasti dia tidak tahu, ada orang disini ." monolog Damar.


"Abel, dari mana saja ?" tanya Jonathan, yang baru datang dari arah dapur dengan membawa cemilan dan minuman kaleng.


"Jalan-jalan ." jawab Abelia.


"Siapa laki-laki tadi ?" tanya Jonathan.


"Teman sekolah Abel, cucu kek Bagus."


"Adek akrab dengannya ?" Jo menatap wajah Abelia.


"Dulu waktu sekolah lumayan akrab, kenapa sih bang. Andy lumayan ganteng, bisa jadi calon pacar Abelia sepertinya ." ucap Abelia dengan ekspresi wajah yang senang.


"Abang akan gantung dia di tiang listrik ." kata Jonathan, dan melanjutkan langkah kakinya menuju ruang tamu.


"Bang Jo..!" Abel membalikkan langkah kakinya mengikuti Jo, dan betapa kagetnya Abelia saat melihat keberadaan Damar di rumahnya. Karena Abelia mengira hanya mereka berdua berada dirumahnya saat ini.


"Kenapa dia ada disini?" dalam benaknya Abelia.


"Sini dek, lihat ada Damar di sini. Adek sudah lama tidak bertemu Damar kan ?" ucap Jonathan.


Abelia menghentikan langkahnya, dia berbalik untuk masuk kedalam kamar.


"Dek, sini. Mau kemana ?" tanya Jonathan, ketika di lihatnya Abelia memutar badannya untuk meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Abel capek, mau baring dulu." ucap Abel tanpa melihat kearah abangnya.


"Sini dulu.." Jonathan dengan cepat menarik lengan Abelia, dan menariknya untuk duduk didekat Jonathan.


Dengan ogah-ogahan Abelia menuruti kemauan abangnya.


"Nah gitu, anak baik." ujar Jonathan sembari tangannya mengacak-acak rambut Abelia.


"Hih bang Jo, kusut rambut Abel nih...." gerutu Abelia dan merapikan rambutnya yang berantakan akibat perbuatan tangan jahil Jonathan.


"Apa kabar Abelia ?" tanya Damar, tetapi Abelia pura-pura tidak mendengar. Dia mengeluarkan handphone dari sakunya dan sibuk dengan handphonenya tersebut.


"Hei Dek, ditanya Damar tu. Nggak sopan jika tidak di jawab sapaan orang ." kata Jonathan mengingatkan Abelia.


"Baik ." ucap Abelia, tetapi wajahnya masih fokus dengan handphone ditangannya.


"Dek bulan depan ulang tahun kan, adek minta kado apa ?" tanya Jonathan.


"Abang mau kasih kado ?" terlihat senyuman sumbringah dibibir Abelia dan matanya berbinar melihat ke wajah abangnya.


"Ya, Adek minta apa, nanti abang berikan. Tapi jangan yang aneh-aneh ya, jangan minta liburan ke bulan ya ." kata Jonathan memperingatkan duluan sebelum permintaan Abelia terucap.


"Abel tidak minta yang mahal dan yang sulit dan yang aneh-aneh, Abel cuma minta abang izinkan Abelia punya pacar ya. Abel sudah 20 tahun bulan depan, Abel sudah gede lho..." ucap Abelia dengan menatap Jonathan dengan penuh harap, Abelia mengharapkan izin Abangnya turun saat dia berusia 20 tahun nanti.


"No..! kalau yang itu permintaan adek, tidak akan abang izinkan ." tolak Jonathan atas keinginan Abelia untuk memiliki kekasih.


"Bagaimana jika dengan Damar saja .!" ujar Jonathan tiba-tiba, membuat Abelia menjadi


kaget dan terbatuk-batuk. Karena saat Jonathan mengucapkan nya, Abelia sedang makan cemilan yang berada dimeja didepannya.


Damar tertawa melihat Abelia kaget, ketika mendengar perkataan Jonathan.


"UHuk...huk...uhuk...!" Abel terbatuk mendengar ucapan Jonathan.


"Abel..!" Jonathan memberikan minuman dan menepuk-nepuk pundaknya dengan lembut.


"Abang..! kalau ngomong itu jangan asal keluar." ucap Abelia setelah merasa nyaman dengan tenggorokan nya.


"Abang serius, kalau dengan Damar Abang akan pertimbangkan." ucap Jonathan dan melirik Damar.


"Kalau Abelia setuju, kak Damar mau jadi suami saja langsung. Bukan jadi pacar lagi ." ucap Damar.


Mata Abelia mendelik menatap Damar, dan Abelia kemudian berdiri .


"Kalau pun di dunia ini tinggal dia seorang, lebih baik Abel hidup sendiri !" ujar Abelia dengan sedikit emosi, dan kemudian beranjak meninggalkan Jonathan dan Damar diruang tamunya.

__ADS_1


"Dek...Dek..Abang belum selesai bicara.." panggilan Jonathan tidak menghentikan langkah kakinya, Abelia tetap masuk kedalam kamarnya.


"Gila bang Jo, bisa-bisa nya dia melontarkan ide yang tidak masuk akal ." ujar Abelia sembari merebahkan badannya ke ranjangnya.


"Kenapa dengan jantung ini ." Abelia meraba detak jantungnya yang tidak beraturan.


"Tenang...tenang... Abelia, ingat 5 tahun yang lalu dia telah menolak mu ." ucap Abelia untuk dirinya sendiri.


"Dia makin tampan dan dewasa, membuat hati ini bergejolak kembali ." guman Abelia dan meraba dadanya.


"Dek...Dek.. ayo keluar, kita makan dulu ." kata Jonathan sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Abelia.


Abelia melihat jam yang ada diatas nakas disamping kamarnya.


"Jam dua siang, bang Jo belum makan siang ." heran Abelia, karena tidak biasanya Jonathan melewatkan makan siang.


"Abel sudah makan di warung Rozi tadi, abang makan saja sendiri. Atau abang makan saja dengan dedemit itu. " ujar Abelia, dan saat mengucapkan dedemit kalimatnya terucap dengan pelan. Sehingga Jonathan tidak dapat mendengarnya.


"Ayo Dek.." Jonathan tetap memaksa agar Abelia mau keluar.


Setelah menunggu Abelia dan yang punya kamar tidak menunjukkan wujudnya, Jonathan meninggalkannya.


****


Setelah ngambek seharian, keesokan paginya, Abelia kembali beraktivitas seperti hari-hari sebelumnya. Abelia bangun dan melihat para pekerja menyiapkan bunga-bunga yang akan dibawa ke pasar untuk dijual.


"Neng, ini bunga lily pesanan bu Sari. Apa dibawa kepasar juga ?" tanya Mang Sukri, pengawai paling lama bekerja dikebun bunganya.


"Iya Mang, tolong paking yang bagus ya ." ucap Abelia.


"Baik Neng.."


"Banyakin bunga lily putih yang dipanen ya Mang, biasanya hari senin lily putih banyak yang beli ." kata Abelia sembari jongkok dan melihat bunganya yang sudah dipotong.


"Oh ya Neng, semalam ada yang mesan bibit bunga mawar putih. Sudah Mamang siapkan, coba Neng Abel periksa apakah sudah cocok." kata Mang Sukri.


"Sudah Mamang saja yang ngurus, Abel percaya dengan pilihan Mang Sukri ." kata Abelia.


Abelia kemudian mengitari kebun bunganya, udara pagi yang dingin dan menusuk hampir ketulangnya. Tidak menyurutkan langkah kakinya, dia terus berjalan mengitari kebun bunganya.


Setiap hari hal ini dilakukan Abelia, hanya hari Minggu. Abelia dapat bermalas-malasan dengan guling kesayangannya di kasurnya.


Walaupun kadang-kadang Abelia jika bosan, jika kedua temannya tidak mengajak dirinya jalan-jalan. Abelia selalu kekebun bunganya.


**Bersambung

__ADS_1


Hai kakak-kakak reader kesayangan author, bantu author recehan ini dengan menekan like...like....like...ya


Makasih 🥰😍🤩**


__ADS_2