Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 20 fitting baju


__ADS_3

Salam jumpa lagi dengan cerita author, tolong bantu like.. like ya. Biar author semangat untuk berkarya.


***


Abelia ngikut saja, saat Damar mendorong dirinya untuk masuk kedalam mobilnya. Kemudian Damar masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan dengan perlahan mobilnya.


"Kita mau kemana ?" Abelia membuka suara, saat dilihatnya mobilnya yang dikemudikan Damar mulai meninggalkan Desa Mekar sari.


"Kita mau ke kota, Kita harus fitting baju. Walaupun pernikahan ini tidak Abel inginkan, kita harus pakai baju pengantin juga kan ." kata Damar sembari matanya fokus kedepan.


"Apa kak Damar tahu dimana bang Jo ?" tanya Abelia dan matanya melirik orang yang ditanyainya.


"Tidak.." jawab Damar singkat.


"Kalau perempuan itu ?" tanya Abelia lagi.


'Perempuan yang mana ?" Damar menolehkan wajahnya menatap Abel.


"Calon kak Damar yang kabur itu ." ketus Abelia.


"Oh.. perempuan itu.." Damar lupa dengan Melly yang ditanya Abelia.


"Iya, kenapa kakak secepat itu melupakan calon istri ?" heran Abelia.


"Untuk apa diingat lagi, orang yang sudah tidak penting. Buang-buang waktu dan tenaga saja.." ujar Damar dengan santainya.


"Berapa lama kak Damar berpacaran dengan nya ?" selidik Abel.


"Siapa ?"


"Pacar kak Damar, Melly. Apa selain Melly ada yang lain ?"


"Melly..?"


"Iya Melly..!" jengkel Abelia, karena Damar seperti nya tidak fokus menjawab pertanyaan Abelia.


"Lupa.."


"Apa kak Damar cinta tidak sih dengan Melly, masa berapa lama kakak pacaran sampai lupa ?" selidik Abelia, karena dia heran dengan jawaban Damar yang aneh.


"Laki-laki Itu, tidak mengingat hal-hal yang tidak penting ." kata Damar.


"Itu tidak penting kata kakak, jadi selama menjalin kasih dengan Melly. Kak Damar tidak pernah merayakan anniversary ?"


"Anniversary..? apa itu ." Damar melihat Abelia.


"Ulang tahun tanggal jadian kakak dengan pacar kakak ." kata Abelia.


"Tidak pernah ."


"Pantesan Melly meninggalkan dirinya ." guman Abelia pelan.


"Apa..?" tanya Damar, karena dia tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Abelia.


"Tidak ada.." Abelia menatap jalanan yang dipinggir nya dipenuhi tanaman bunga-bunga liar yang beraneka macam warna .


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, akhirnya mereka tiba di kota. Dan hari sudah menjelang sore.


Damar membawa Abelia menuju butik yang cukup terkenal .


"Damar, akhirnya kamu menikah juga. Aku kaget ketika tadi kau nelpon untuk memesan baju pengantin ." ujar Angelina, sahabat Damar yang membuka butik.

__ADS_1


"Kenapa, apa kau kira aku tidak laku ..!" ucap Damar.


"Ini gadis yang kau tunggu itu ?" celetuk Angelina .


"Hemhm.."


Angelina melihat kearah Damar, dan melihat tanda dari Damar untuk Angelina jangan banyak bicara.


"Humps... sorry.." Angelina mengerakkan bibirnya mengucapkan sorry.


Mata Damar melotot melihat kearah sahabat Angelina.


"Ayo cantik, akan kakak dandani agar Abelia akan menjadi pengantin tercantik di dunia ." Angelina menarik tangan Abelia untuk mengikuti nya.


Abelia melihat kearah Damar, dan Damar mengerakkan tangannya agar Abelia mengikuti Angelina.


Damar duduk dan mengambil majalah fashion untuk dibacanya, tapi dia hanya membolak-balik Majalah tersebut. Sepertinya pikiran Damar tidak pada majalah yang dipegangnya.


"Damar.." Angelina keluar duluan, dan kemudian menyibak tirai. Kemudian Abelia keluar dengan memakai baju pengantin seperti putri raja.


Abelia keluar, dan matanya menatap kebawah. Sedangkan Damar begitu melihat Abelia keluar dengan memakai gaun pengantin mata menatap Abelia tidak berkedip.



"Damar, tutup mulut mu. Jangan begitu bernafsu menatap calon istrimu.." Angelina menyikut lengan Damar, sehingga Damar tersadar dari terpukau melihat Abelia.


"Cantik, jangan menunduk saja. Tunjukkan wajah cantik mu sayang ." kata Angelina kepada Abelia, sehingga Abelia menjadi semakin tersipu malu. Karena dia merasa ada mata yang terus menatap tajam kearah nya.


Melihat Abelia terus menunduk, Angelina berjalan mendekati Abelia dan menaikkan dagu Abelia.


Begitu dagunya terangkat, Abelia melihat Damar berdiri didepannya. Dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Abelia.


"Ok sangat bagus, aku suka.." jawab Damar singkat, pandangannya tidak lepas dari Abelia.


Angelina memerintahkan anak buahnya, untuk membantu Abelia Mengganti bajunya.


"Bagaimana kau bisa menikahinya, katamu dia sangat membenci dirimu ?" tanya Angelina.


Damar menceritakan semua rencana nya dengan Jonathan, sehingga Abelia mau menikah dengan dirinya.


"Gila kamu Damar, dulu kau tolak dia.." kata Angelina.


"Dulu dia masih kecil, aku tidak ingin dia tertekan. Kau tahu bagaimana kehidupan ku ini dibawah kendali nenekku." kata Damar.


"Sekarang, kau ingin menentang nenekmu ?" tanya Angelina.


"Aku bukan menentang, tapi aku ingin menentukan pilihan hidup ku sendiri ." kata Damar.


"Kau harus hati-hati Damar, kalau sang ratu ngamuk kau akan tersengat ." ingatkan Angelina.


"Walaupun ratu sudah sepuh, tapi sengat nya masih menyakitkan itu ." sambung Angelina lagi.


"Terimakasih atas peringatan mu ." kata Damar.


Kemudian Abelia keluar, dan sudah memakai pakaian nya kembali.


"Ayo, Angel. dua hari lagi aku akan mengambil bajunya ." kata Damar, dan kemudian Damar meraih jemari Abelia. Dan ditautkannya dengan jemarinya, sehingga tangan mereka saling menyatu.


"Oke, sampai jumpa Abelia.." ucap Angelina.


"Ya kak, terimakasih kakak.." balas Angelina.

__ADS_1


Sepeninggal Damar dan Abelia, mata Angelina terus menatap pasangan yang baru keluar dari butiknya.


"Semoga tidak ada halangan Damar, semoga kalian bahagia ." guman Angelina, setelah bayangan Damar dan Abelia tidak terlihat lagi. Baru Angelina masuk kedalam butiknya kembali.


****


"Kita akan pulang sekarang kan kak ?" tanya Abelia, setelah dilihatnya hari sudah malam.


" Kita nginap disini, besok kakak ingin bawa Abel kesatu tempat ." kata Damar.


"Apa..! kita tidak pulang kak, Kita nginap di mana ?" terbersit rasa khawatir dalam diri Abelia, saat Damar mengatakan bahwa mereka tidak pulang hari ini.


"Kita nginap di apartemen ." ujar Damar.


"Kalau kita pulang sekarang, kita akan kemalaman di tengah jalan." kata Damar.


Abelia terdiam, dia hanya pasrah saja. Karena kebebasan abangnya jadi taruhannya, jika Abelia melawan. Pasti Damar akan benar-benar melaksanakan ancamannya.


"Demi abang Jo, aku akan melakukan ini semua." dalam benaknya Abelia.


Damar menghentikan mobilnya di parkiran dan mengajak Abelia untuk turun.


Begitu tiba didepan apartemen, Damar membuka pintunya. Dan menyuruh Abelia untuk masuk.


Abelia melihat apartemen Damar begitu luas dan mewah, Abelia melihat sekeliling.


"Dimana kamar mandinya ?" tanya Abelia, karena sejak tadi Abelia sudah merasa ingin ke kamar mandi.


Damar membawa Abelia untuk masuk kedalam kamar, begitu melihat Damar membawa masuk ke dalam kamar. Abelia menghentikan langkahnya didepan pintu.


"Kenapa kesini..?"


"Katanya mau ke kamar mandi ?" jawab Damar.


"Apa tidak ada diluar ?"


"Tidak ada ." kata Damar berbohong, sebenarnya ada kamar mandi didekat dapur.


"Apartemen seluas ini hanya mempunyai kamar mandi cuma satu ?" heran Abelia.


"Ya, untuk apa kamar mandi banyak. Kalau hanya satu orang penghuni nya ."


"Kalau kakak kedatangan tamu, apa kakak menyuruh mereka ke kamar mandi dikamar ?"


"Kakak tidak pernah kedatangan tamu, ayo masuklah. Jangan takut, kakak tahan nunggu dua Minggu lagi ." ucap Damar dan terlihat senyum disudut bibirnya.


"Awas, jangan ikuti Abel ." ujar Abelia dan kemudian masuk kedalam kamar mandi.


"Gila, luas sekali kamar mandinya. Ini seluas kamar gue ini ." ujar Abelia .


"Periksa dulu, jangan-jangan ada cctv-nya disini.." mata Abelia jelalatan melihat ke segala arah, untuk mencari hal yang mencurigakan.


"Sepertinya aman.."


Kemudian Abelia melaksanakan niatnya untuk buang air kecil, setelah selesai Abelia mencuci mukanya dan mengambil handuk bersih yang ada didalam kamar mandi.


Begitu ke luar kamar mandi, Abelia tidak melihat keberadaan Damar didalam kamar.


"Untung dia tidak ada didalam kamar, mewah sekali kamarnya ." Abelia beranjak menuju balkon, dan dilihatnya pemandangan dari balkon sangat indah. Lampu kelap-kelip seperti bintang yang menghiasi angkasa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2