Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 18 Mencari solusi.


__ADS_3

Mohon bantu like... like ya reader tersayang, tekan like gratis.🥰


****


Abelia berjalan cepat, dan Rozi dibelakangnya berjalan seperti berlari untuk menyamai langkah kaki Abelia yang panjang.


"Abel, kita mau kemana. Gue capek nih, elu jalan seperti mau menyerang musuh saja ?" ucap Rozi sembari ngos-ngosan, karena mengikuti langkah kaki Abelia.


"Hei Non, berhenti. Napas gue tinggal sedikit.." Rozi menarik lengan Abelia untuk menghentikan langkahnya kaki Abelia.


'Gue mau ke dukun..!" jawab singkat Abelia.


"Apa..!?" kaget Rozi mendengar perkataan Abelia.


"Gue mau dukunin si buluk itu, agar dia melihat gue jadi benci begitu.." terlihat binar di mata Abelia saat dia mengutarakan niatnya untuk ke dukun.


"Emang bisa dukun buat begitu ?" tanya Rozi.


"Gue baca di artikel, dukun bisa melakukan itu semua.." ucap Abelia dan kembali melanjutkan langkah kakinya.


"Elu tahu dimana rumah dukunnya ?"


"Tidak..!"


"Lah kita mau kemana, kalau elu tak tahu tempatnya.." ujar Rozi.


Abelia menghentikan langkahnya, dan Abelia menggigit kuku jemarinya. Setiap Abelia khawatir hal itu selalu dilakukan nya.


"Abel, jangan elu gigitin tu kuku jari elu. Habis entar. " kata Rozi dan menarik tangan Abelia dari mulutnya.


"Zi, coba tanya orang. Dimana rumah dukun terkenal ?" perintah Abelia kepada Rozi.


"Gue yang nanya..!" Rozi menunjuk dirinya.


"Lah iya, yang nama Rozi cuma elu disini." kata Abelia.


"Oh...tidak..! gue malu, bagaimana jika sampai ke telinga emak gue bahwa gue nanya dukun kepada orang-orang. Bakalan di sikat gue ama emak gue.." ujar Rozi spontan menolak keinginan Abelia agar dirinya yang bertanya rumah dukun.


"Lagi pula, elu ini ya. Jaman sudah maju masih percaya dengan klenik, doa Nona yang diperbanyak. Bukan nya ke dukun, apa elu mau nanti badan elu disembur-sembur oleh dukun dengan air nggak jelas gitu, bisa-bisa air yang disemburkan nya sudah bercampur dengan air liurnya. Hih...." ujar Rozi kepada Abelia.


"Terus gue harus lakukan apa, otak gue sudah buntu. Apalagi bang Jo ingin menyerahkan diri nya ." kata Abelia dan suaranya terdengar sedih.


"Abang elu yang cakep itu sudah menghubungi elu ?"


"Sudah, itu dia. Gue bingung, abang gue rencana mau nyerahin diri ke polisi. Terus Abang gue akan dihukum bertahun-tahun dibalik tembok penjara, ayah dan bunda akan sedih melihat dari sana. Sedangkan gue bisa membuat abang gue terbebas dari jeruji besi, dengan menikah dengan orang itu..." kata Abelia sembari berjongkok ditepi jalan.


"Kalau elu mau menyelamatkan bang Jo, ya nikah saja dengan Damar. Gampang kan."

__ADS_1


"Ngomong gampang, melakukan nya sangat sulit ." kata Abelia.


"Apa sulitnya sih, elu tinggal bilang iya. Selesai."


"Karena elu belum pernah disakitin, gue pernah ditolak nya dulu !" ujar Abelia.


"Mungkin dia menolak elu dulu, karena lu waktu itu masih sekolah. Elu masih kecil Nona, elu saja kenapa suka dengan laki-laki dewasa, bocah. Sudah cinta-cintaan ," ucap Mai.


"Kalau itu alasannya, bilang terus terang. Ini dia bilang dia suka dengan yang pintar..bla...bla...!" seru Abelia dengan suara yang jengkel.


"Sudah Abel, tidak usah di ingat lagi yang lalu. Sekarang elu terima saja, mungkin emang sudah jodoh lu dengan kak Damar. Terjadinya dengan cara ini." ujar Rozi untuk menenangkan Abelia.


Abelia masih jongkok di pinggir jalan, sedangkan Rozi berdiri didepannya.


"Ayo Abel, kita kemana ni. Apa kita ke rumah Mai ?"


'Gue mau ke tempat dukun !" ujar Abelia.


"Ye ilah..! ini anak mau ke dukun terus, ntar bukan Damar benci ama elu. Bagaimana jika elu yang bucin dengan Damar ?"


"Jangan sebut namanya didepan gue ." ujar Abelia.


Tiba-tiba ada mobil berhenti didepan Abelia dan Rozi, dan hampir mengenai tubuh Rozi sehingga Rozi kaget dan berteriak.


"Hei...!" teriak Rozi.


pintu mobil terbuka, dan keluar Damar. Begitu melihat Damar yang keluar, Rozi mengurungkan niatnya untuk marah.


"Kak Damar, mobil kakak hampir melindas diriku ya.." ujar Rozi dengan suara yang manja.


"Maaf.." kata Damar.


"No problem kak Damar." jawab Rozi.


"Hih Dasar Rozi, tadi mau ngamuk saja. Begitu lihat siapa yang turun, langsung luluh. Dasar tidak setia teman.." dalam benaknya Abelia.


"Mau kemana Abel ?" tanya Damar.


"Mau bunuh ular !" jawab Abel jutek.


"Dimana ada ular ?" tanya Damar heran.


"Ini didepan, gue lagi bicara dengan nya."


Damar tertawa geli, mendengar perkataan Abelia.


'Abel, didepan elu itu ada dua orang yang ular itu siapa. Gue atau kak Damar..?"

__ADS_1


"Terserah siapa yang merasa !"


"Rozi, kakak pinjam Abel ya. Kalian tidak mau pergi kemana-mana kan ?"


"Tidak kak, terserah kak Damar mau bawa Abel."


"Tidak bisa, kami ada kencan. Rozi pacar Abel ." kata Abel, dan itu membuat Rozi kaget dan syok.


"Abel, sejak kapan kita pacaran ?" tanya Rozi dengan bingung.


"Sejak semalam, sekarang Abel sedang hamil anak Rozi ." ujar Abel dan Abel merangkul pundak Rozi.


"Abel, kapan kita ngelakuin nya. Kenapa elu bisa hamil ?" lagi-lagi Rozi bingung mendengar perkataan Abelia.


Damar mendengar perkataan Abelia hanya tertawa geli, dia tahu bahwa Abelia berbohong. Agar terhindar dari pernikahan.


"Abel tidak bisa menikah, karena Abel sudah tercemar. Silahkan cari calon yang lain ." ujar Abelia dengan gembira, dia merasa pasti Damar akan mengurungkan niatnya untuk menikah dengan dirinya.


"Oh ya, baguslah. Kakak makin suka jika Abel sedang hamil sekarang, kakak dapat istri dan calon anak. Anggap saja anak itu sebagai bonus ." kata Damar


Sedangkan Rozi bengong dan terlihat diraut wajahnya yang tidak mengerti apa yang terjadi.


"Kamu tidak jijik, istri kamu sudah tidak suci lagi. Dan sedang mengandung saat ?" tanya Abelia.


"No, untuk apa jijik. Itu masa lalu, dan aku senang kita akan punya anak langsung begitu menikah ." kata Damar, dan terlihat senyuman disudut bibirnya.


"Kalau kamu tidak jijik, terima saja calon istri mu jika bang Jo mengembalikan nya ." kata Abelia.


"Tidak, itu beda. Dia sudah menghianati janji kami, aku sangat membenci penghianat ." kata Damar.


"Tapi aku tidak suci lagi..!" seru Abelia dengan frustasi.


"Tidak masalah.." jawab Damar.


""Dan aku bakal punya anak..!" usaha Abelia lagi.


"Akan kakak terima dengan tangan terbuka, Rozi kamu relakan anak kamu menjadi anak saya ?" tanya Damar kepada Rozi.


Rozi yang mendapatkan pertanyaan dari Damar hanya bengong, dia tak tahu harus menjawab apa.


"Lihat Rozi saja rela, anaknya menjadi anakku.."


Mendengar perkataan Damar, Abelia makin jengkel. Dan menghentak-hentakkan kakinya.


"Abel nggak mau nikah dengan kamu, Abel benci...benci..." ujar Abelia dengan emosional.


"Abel, jangan ngamuk ya. Kasihan baby yang didalam perut ." ucap Damar dan dia tersenyum melihat Abelia yang sewot menghadapi dirinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2