Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 41 Masih drama bumil


__ADS_3

Terimakasih sudah ngelike reader 🥰.


****


Drama kehamilan Abelia tidak sampai disitu saja, sampai-sampai Damar pusing memikirkannya. Keinginan dan perubahan mood yang tiba-tiba, tidak mengenal siang dan malam. Terkadang membuat Damar kalang kabut.


Seperti malam ini, tiba-tiba Abelia ingin makan pisang goreng keju. Membuat Damar kebingungan ingin mencari kemana Pisang goreng keju jam 10 malam di kampung, yang masyarakat nya jam 8 saja sudah bergulung dibawah selimut. Karena udara yang dingin.


"Kak...kak..." Abel menghampiri Damar yang masih sibuk didepan laptop nya.


"Hei kenapa bangun lagi ?" tanya Damar, karena tadi Abelia sudah menarik selimut sampai ke lehernya. Sudah terlelap dalam dunia mimpinya.


Damar meletakkan laptop nya keatas meja dan meraih Abelia agar duduk di atas pahanya.


Abel duduk diatas pangkuan Damar, dan kedua tangannya mengalungi leher Damar. Dan hidungnya mengendus-endus leher Damar.


"Kenapa manja begini ?" Damar heran dengan kelakuan Abel.


"Hei kenapa gue jadi ketularan kak Damar, kesurupan arwah pengendus.." batin Abelia.


"Kak.." Abel mengelus-elus dada Damar, sehingga membuat Damar panas dingin. Padahal suhu didalam kamarnya dingin tetapi Damar berkeringat.


"Abel mau dikunjungi...?" tanya Damar dengan suara yang bergetar menandakan dirinya sudah on fire.


"Dikunjungi, siapa yang mau berkunjung malam-malam. Bang Jo tidak mungkin, apa lagi Mai dan Rozi lebih tidak mungkin ." ucap Abelia dengan ekspresi yang bingung mendengar perkataan Damar.


"Bukan kunjungan mereka sayank ." ujar Damar, dengan tatapan dan tangannya yang sudah mulai bergerilya dipinggang dan perut Abel.


"Terus kunjungan siapa ? jangan bilang nenek akan datang berkunjung kak Damar. Hu..a...a..!" tiba-tiba Abelia menangis, membuat Damar kaget.


"Sayank kenapa menangis,cup...cup... jangan nangis ya.." Damar mengusap pundak Abel, akibat tangisan Abel on fire Damar turun seketika.


"Abel takut ketemu nenek kak, nenek tidak suka Abel. Hua..a...a.." tangisan Abel berlanjut.


"Nenek bukan tidak suka, cuma nenek itu hidup di jaman Siti Nurbaya. Nenek suka menjodohkan anak dan cucunya, dan anak dan cucunya tidak ada yang menurut. Makanya nenek akan jutek, mungkin sekarang jika tahu bahwa cucunya ini sudah membuat hamil cucu mantunya. Pasti dia akan gembira.." ucap Damar dengan panjang lebar.


"Benar ?" tanya Abelia dengan menatap Damar.


"Benar, tapi yang berkunjung bukan nenek. Ini yang ingin berkunjung ." Damar mengambil tangan Abel dan mendekatkan ke daerah penerusnya.


"Kakak..!" seru Abelia dan wajahnya sudah merah merona, walaupun dia sudah sering merasakan alat penerus Damar. Tapi dia tidak pernah menyentuh dan melihatnya dengan jelas.


Damar tertawa melihat ekspresi terkejut Abel.


"Hih..!" Abel memukul dadanya Damar.


"Kalau tidak minta dikunjungi, Abel mau apa malam-malam begini ?"


"Abel ingin makan pisang goreng keju kak.." ucap Abel.


"What...! di mana malam-malam begini ada yang jualan pisang goreng keju.?" Damar mengaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.


"Mana Abel tahu.."


"Kalau di kota pasti masih banyak yang jualan, ini di desa. Malam begini sudah tutup." ujar Damar.

__ADS_1


"Besok saja ya.."


"Hu..a..a...!" tiba-tiba Abel menangis kembali.


"Aduh.. nangis lagi ." Damar panik.


"Abel baru minta pisang goreng, kak Damar sudah tidak mau membelinya. Kak Damar jahat..." drama tangisannya ala-ala drama mulai lagi.


"Oke.. oke.. akan kakak cari ya, sayank tunggu dikamar saja ya." Damar mengangkat Abel dari pangkuannya keatas ranjang.


"Jangan lama ya kak, atau Abel ikut ya kak. Boleh..?" tanya Abel kepada Damar.


"Tidak..!" tolak Damar.


"Ini sudah sangat malam, dan udara diluar sangat dingin. Apa lagi diluar baru siap turun hujan." kata Damar sambil mengenakan jaketnya.


"Anak papa baik-baik disini ya, papa akan cari pisang goreng keju ." ucap Damar sambil mengelus perut Abel.


"Kami tunggu papa ." ucap Abel.


Pertama-tama Damar menghubungi Jonathan untuk membantunya mencari pisang goreng kejunya.


Damar tiba dirumah Jonathan, dan Jonathan sudah menunggunya diluar pagar.


"Bagaimana Jo, sudah tahu dimana ada jual pisang goreng keju ?" tanya Damar.


"Bilang tidak ya.." ujar Jonathan.


"Jo..! jangan main-main, Abel sudah menunggu di rumah ini. Nanti ke ponakan mu ileran..!" seru Damar jengkel, melihat Jonathan berusaha mempermainkan dirinya.


"Siapa malam-malam begini masih jualan pisang goreng ?"


"Orang aneh, Ayo kita kerumahnya ."


Damar dan Jonathan pergi mengambil pisang goreng keju yang diinginkan Abel, hanya dalam waktu 5 menit. Mobil yang dikemudikan Damar sudah sampai ditujuan.


"Ini kan rumah Rozi ?" ucap Damar setelah mereka sampai ditujuan.


"Kan sudah kubilang tadi orang aneh, lihatlah tuh orang anehnya.." Jonathan menunjukkan Rozi yang berdiri didepan rumahnya dengan mengunakan sarung untuk menutupi sekujur tubuhnya dari hawa dingin yang menusuk hampir ketulangnya.


"Kak Damar, kenapa lama sekali datangnya. Nih badan Rozi sudah membeku, sebentar lagi sudah bisa dijadikan es crem." kata Rozi


"Kenapa kau tunggu diluar Rozi, kan bisa didalam nunggu kami..?" tanya Jonathan.


"Rozi takut abang-abang ganteng ini tidak tahu rumah Rozi dimana.."


"Dengan mata terpejam juga tahu rumah kau Zi ." kata Jonathan.


"Kau jual pisang keju ?" tanya Damar.


"Iya kak, baru seminggu ini sih. Sebenarnya sudah tutup, tapi berhubung tuh Si Nyonya Abel minta pisang keju. Terpaksa dapurnya buka kembali.." kata Rozi.


"Terimakasih Rozi, untung ada kau.." kata Damar, dan menerima bungkusan yang diberikan Rozi.


"Untuk bang Jo juga ada ini.." Rozi juga memberikan kepada Jonathan bungkusan pisang goreng.

__ADS_1


"Tahu juga kau, aku lapar Rozi ." kata Jonathan, saat menerima bungkusan pisang goreng.


"Berapa Zi ?" Damar mengeluarkan dompetnya, untuk membayar pisang goreng tersebut.


"Nggak usah kak, gratis untuk Abel ." Rozi menolak pembayaran yang ingin dilakukan Jonathan.


"Ternyata selain aneh, kau juga baik ya Rozi." kata Jonathan.


"Huh bang Jo...!" Rozi memanyunkan mulutnya.


"Sorry Zi, bercanda." nyengir Jonathan.


"Terimakasih sekali lagi Zi, kami balik dulu. Kalau kelamaan nanti sudah tidur Abel ." kata Damar.


"Ya kak."


"Ah.. untung ada Rozi, gitu-gitu ada gunanya juga dia ." kata Damar, dan menjalankan mobilnya menuju rumahnya Jonathan sebelum dia kembali kerumahnya.


"Dia aneh, tapi sebenarnya anaknya baik.." kata Jonathan.


****


Damar tiba dirumah nya, dengan cepat Damar berjalan menuju kamarnya.


Dengan pelan-pelan Damar membuka pintu kamarnya, untuk melihat apakah Abel sudah tidur atau masih terjaga.


"Belum tidur.." ucap Damar saat dilihatnya, Abel masih asik melihat handphonenya.


"Ada kak ?" tanya Abel, begitu dilihatnya Damar masuk.


"Ada, siapa dulu suami Abel ." ujar Damar dengan menyombongkan diri.


"Mana ?" Abel menadahkan tangannya.


"Nih.." Damar menyerahkan bungkusannya dan kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Abel dengan cepat membuka bungkusannya, dan melihat pisang goreng keju yang masih hangat. Dan di atasnya bertabur keju yang sudah meleleh, menambah selera Abel makin meningkat.


Abel mengambil potongan pisang dan menyuapkan kedalam mulutnya.


"Ini.. sepertinya rasanya sangat familiar.." kata Abel, dan menyuapkan potongan berikut kedalam mulutnya.


"Kak, pisang gorengnya seperti buatan warung Rozi ya..?"


"Kok tahu ?"


"Ya tahulah, seminggu yang lalu waktu Rozi mulai jualan pisang goreng. Dia kirim kepada Abel." kata Abel.


"Kenapa tidak bilang bahwa Rozi jualan pisang goreng keju, ngga pusing kakak cari. Untung ada Jonathan."


"Sorry kak, Abel lupa. Ntah kenapa, belakangan ini ingatan Abel sering bermasalah."


"Nggak pa-pa, enak ?"


"Enak kak, apa lagi kejunya banyak sekali ." kata Abel sembari menjilati tangan yang kena keju.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2