Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 14 Kejutan


__ADS_3

**Cerita hanya hasil imajinasi penulis , dan tidak ada hubungan dengan nama dan tempat.


Happy reading kakak-kakak reader**.


***


Selama dua menit Abelia dengan abangnya berbincang, tapi lebih banyak Jonathan yang berbicara. Setiap Abelia bertanya apa yang terjadi dengan Jonathan, Abangnya sekalu tidak menjawabnya.


"Abang, sebenarnya ada masalah apa ?" tanya Abelia.


"Lebih baik adek tidak tahu, kalau ada yang bertanya kepada adek mengenai abang. Jawab saja tidak tahu." kata Jonathan.


"Sudah ya Dek, abang tutup. Nanti abang hubungi lagi adek." kata Jonathan dan kemudian menutup sambungan teleponnya, tanpa sempat dicegah Abelia.


"Abang..! bang Jo..!" tetapi sambungan teleponnya sudah diputuskan oleh Jonathan.


"Abang, kenapa diputuskan. Abel masih banyak ingin ditanyakan ." ucap Abelia dan air mata sudah mengalir dikedua pipinya.


"Ayah, bunda. Apa yang terjadi kepada bang Jo.." Abelia berkata didepan foto kedua orang tuanya.


"Hiks...hiks...." Abelia menangis sendiri di pembaringannya.


Disaat seperti ini, Abelia ingin mengadu tentang kegundahannya. Tetapi dia tak tahu mengadu kepada siapa.


Sebenarnya Abelia mempunyai paman, adik dari ayahnya. Tetapi pamannya tersebut tinggal diluar pulau Jawa.


Itu juga Abelia mendengar kabar bahwa pamannya sakit-sakitan, sehingga tidak mungkin rasanya untuk Abelia menelpon pamannya tersebut.


"Apa yang harus Abel lakukan ayah, bunda ."


"Abel...Abel..!" panggilan Mai memutuskan lamunan Abelia.


Abelia membuka kan pintu untuk Mai masuk.


"Abel, elu tidak apa-apa kan. Apa ada orang yang mencurigakan mengintai ?" tanya Mai.


"Gue tidak tahu, gue dalam rumah terus. Sudah seperti tahanan gue disini, terkurung disini ." ujar Abelia, dan mengambil remote untuk menonton TV.


"Bang Jo sudah ada menelpon ?" tanya Mai.


"Ada tadi."


"Terus apa kata Bang Jo ?"


"Bang Jo buru-buru bicaranya, gue tanya ada masalah apa. bang Jo enggan untuk menjawabnya, gue rasa pasti masalah Bang Jo besar ." cerita Abelia.


"Huh...! Abang elu itu ya, tidak mikir ya. Elu disini sibuk mikirin dia, seharusnya dia pulang. Dan ceritakan ke elu masalahnya dan cari solusinya, bukan begini dengan kabur meninggalkan elu disini ketakutan sendirian. Untung abang Jo ganteng kalau tidak tadi, sudah gue pelintir-pelintir wajah gantengnya itu ." cerocos mulutnya Mai yang geram dengan kelakuan Jonathan.


"Mungkin dia terpaksa sembunyi, mungkin juga dia juga sedih.." ucap Abelia.

__ADS_1


"Mungkin... mungkin, Mungkin juga dia lagi duduk manis di hotel..!" seru Mai yang masih kesal dengan abang Abelia.


Ketika Mai ingin melanjutkan Omelannya, terdengar suara ketukan dipagar rumah Abelia.


"Abel..! siapa tuh, jangan dibuka dulu. Kita lihat dari jendela ."


Abelia dan Mai pelan-pelan mengintai dari jendela, Abelia dan Mai menyibak sedikit gorden untuk mengintip.


"Yeah..kak Damar, gue kira penjahat bertato." kata Mai dan menghela napasnya.


Mai ingin membuka pintu, tapi dicegah Abelia dengan menahan tangan Mai .


"Jangan Mai, gue tidak mau berjumpa dengan dirinya." kata Abelia.


"Abel, mungkin dia tahu masalah abang Jo ." kata Mai.


"Abel, buka pintu. Kakak tahu Abel ada dirumah." terdengar suara Damar.


"Ayo Abel kita keluar saja, simpan kebencian elu sebentar. Selesai ini keluarkan lagi kemarahan lu." Mai berusaha untuk meluluhkan hati Abelia, agar Abelia mau untuk menemui Damar.


"Ok kita keluar." ujar Abelia.


Mai membukakan pintu, dan kemudian menuju pagar dan membukakan pagar yang tidak tergembok. Dan mempersilahkan Damar untuk masuk, sedangkan Abelia hanya berdiri didepan pintu. Terlihat dari wajahnya tanpa ekspresi.


"Terimakasih.." ucap Damar kepada Mai, karena sudah membukakan pintu untuk dirinya masuk.


"Abel, ada yang ingin kakak beritahukan. Boleh kakak masuk ?" kata Damar .


"Silahkan.." Abelia menggeserkan tubuhnya dari depan pintu, agar Damar dapat masuk kedalam.


Damar langsung mendudukkan dirinya, tanpa menunggu dipersilakan Abelia.


Abelia dan Mai juga duduk saling berdekatan.


"Abang Jo tidak ada ." ucap Abelia.


"Kakak tahu, dia tidak dirumah." kata Damar.


"Kalau tahu, untuk apa datang." jutek terdengar suara Abelia.


"Abel tahu, kenapa Jo pergi ?" tanya Damar.


"Kak Damar tahu ?" Mai yang bertanya, sedangkan Abelia diam.


"Ya, saya tahu kenapa dia bersembunyi." kata Damar.


"Apa kak, tolong kasih tahu kepada Abel kak !" seru Abelia, ketika didengarnya Damar mengetahui masalah yang menimpa Jonathan.


"Ya kak Damar, Abelia sejak bang Jo pergi nangis terus ." ujar Mai.

__ADS_1


"Bang Jo tidak mengatakan apapun juga penyebab dia bersembunyi." sambung Mai lagi.


Dengan menarik napas yang panjang, kemudian Damar berkata.


"Jonathan melarikan calon istri kakak.." ujar Damar.


ucapan Damar sangat mengangetkan Abelia dan Mai, ucapan itu seperti suara petir disiang bolong. Sangat mengguncang hati dan perasaan Abelia.


"Apa...!" suara Abelia dan Mai secara bersamaan.


"Iya, dia telah pergi dengan Melly. Diam-diam mereka telah berhubungan, Jonathan telah mempermalukan keluarga besar Wijaya Samudra ." kata Damar.


"Tidak mungkin, itu semua bohong..!" teriak Abelia sambil menangis.


"Tenang Abelia.." Mai memeluk Abelia, dia berusaha untuk menenangkan Abelia.


"Untuk apa kakak bohong, sejak semalam kakak sudah melacak keberadaan mereka. Tetapi belum ketemu juga, kalau ketemu kakak akan menjebloskan Jonathan ke penjara. " kata Damar dengan tegas.


"Minggu depan kakak dan Melly akan menikah, Jonathan telah membawa kabur mempelai wanitanya. Dia sudah mempermalukan keluarga kakak, kakak tidak akan memberikan pengampunan kepadanya."


"Kak Damar, biar kami cari dulu bang Jo. Kita cari kebenaran nya, mungkin saja ini hanya kesalah pahaman." kata Mai, karena Abelia sudah tidak sanggup berkata-kata. Dia tidak sanggup lagi untuk berucap.


"Bang Jo, apa yang sudah abang lakukan. Apakah benar semua yang dikatakan orang itu ." monolog dalam benaknya Abelia, air matanya terus bercucuran.


"Salah paham apa lagi, sebenarnya saya sudah curiga dengan mereka. Lihatlah !" Damar mengambil sesuatu dari kantong bajunya, dan melemparkannya keatas meja tepat didepan Abelia dan Mai.


Mai mengambil foto yang dilemparkan Damar, Abelia dan Mai cukup kaget begitu melihat foto tersebut. Dalam foto tersebut terlihat Jonathan dan seorang gadis sedang keluar dari hotel dan mereka berjalan saling berpelukan.


"Abel akan cari Bang Jo, Abel akan paksa dia mengembalikan calon istri kak Damar." ucap Abelia.


"Ha...ha..ha.. jika dia kembali, apa Abel kira kakak mau menerimanya kembali. Lihatlah dari mana dia itu keluar, apa kakak ini tempat penampungan barang sisa." suara Damar tegas.


"Mungkin saja, mereka ke hotel karena ingin makan kak ." kata Mai.


"kakak tidak perduli, kakak tidak mau lagi menerima gadis yang sudah lari dengan pria lain." ucap Damar datar dan wajah tanpa ekspresi.


"Apa kak Damar sudah melaporkan bang Jo ke polisi ?" tanya Mai.


"Belum, ini semua tergantung kepada Abelia..." Jawab Damar.


"Apa yang harus Abel lakukan ?" tanya Mai lagi.


"Dia harus menikah dengan kakak, untuk menggantikan mempelai kakak yang dibawa kabur Jonathan." kata Damar.


'Apa....!? teriak Abelia sebelum dirinya lunglai dalam pelukan Mai.


**Bersambung


Hai kakak-kakak bantu like ya, biar author semangat nulis ✍️ cerita halu ini**.

__ADS_1


__ADS_2