
Terimakasih yang sudah sudi mampir dan memberikan like dan coment, jangan lupa tekan bintang lima ya kakak-kakak reader.
****
Selama berada dikebun bunganya, Abelia selalu ceria karena Abelia sangat menyukai bunga. Karena sedari kecil Abelia selalu ikut dengan kedua orangtuanya, sehingga ketika kedua orangtuanya meninggal. Abelia bisa meneruskan usaha kebun bunga peninggalan orang tuanya tersebut.
"Neng, apa tidak capek. Sedari tadi kerja terus..?" tanya bi Ani.
"Tidak bi, kalau kita suka dengan yang kita kerjakan. Tidak ada kata lelah dalam kamus Abel ." jawab Abel sembari menampilkan senyuman dibibirnya.
"Ayo Neng rehat dulu, bibi ada bawa singkong rebus ini ." kata bi Ani dan menyodorkan piring berisi singkong rebus yang terasa masih hangat.
"Asik ini." Abel mendudukkan dirinya disamping bi Ani, dan mengambil sepotong singkong rebus dan memasukkan kedalam mulutnya.
"Enak neng ?" tanya pekerja yang lain, saat dilihatnya Abelia dengan lahapnya memakan singkong rebus.
"Enak bi, Mak yuss." ucap Abelia dengan menunjuk dua jempolnya dan mulutnya penuh dengan singkong.
"Eneng bisa saja, hanya singkong saja." ucap bi Ani.
"Di udara dingin begini, duduk sambil ditemani kopi dan singkong rebus. Sangat nikmat bi.." kata Abelia.
"Betul Neng.." timpali pekerja yang lain.
Setelah melahap habis singkongnya, Abelia bangkit dari duduknya.
"Abel balik dulu bi, mau bereskan rumah dulu. Bang Jo pasti tidak ada waktu untuk membersihkan rumah." kata Abelia.
"Iya neng, kami juga mau lanjutin kerjaan."
Abelia beranjak pergi meninggalkan kebun bunganya, berjalan menuju rumahnya. Yang tepat berada didepan kebun bunganya.
Abelia membuka pintu rumahnya, dengan kunci yang ada bersama dirinya.
"Akhirnya, aku tiba di kasurku lagi. love..love..bantal, kasurku.." Abelia menjatuhkan tubuhnya di kasurnya .
Tak begitu lama Abel merebahkan badannya di kasurnya, matanya terasa tertarik untuk terpejam. Sehingga Abelia tertidur dengan damai. Karena saat tidur di ranjang Damar, Abelia tidak dapat tidur pulas. Karena dia belum terbiasa tidur tempat baru dan juga dia khawatir Damar melakukan sesuatu disaat dia tertidur.
***
Damar masih berkutat dengan pekerjaannya, Damar disibukkan dengan produksi parfum bunga Lily yang akan disebar ke masyarakat.
Bukan tanpa alasan Damar meluncurkan produk terbaru dari dari harum bunga Lily, karena dia tahu bahwa Abelia sangat menyukai bunga Lily.
"Ah...!" Damar menegakkan punggungnya, dan melakukan perenggangan otot-otot nya yang terasa kaku. Karena terlalu lama duduk dalam mengerjakan pekerjaannya.
tok...tok... sebelum Damar mempersilakan orang yang mengetuk pintu masuk, pintu ruangan kerjanya sudah terbuka dari luar. Dan muncul wajah Sony.
"Pengantin baru tidak pergi honeymoon ?" tanya Sony langsung tanpa basa-basi.
"Masih sibuk, selesai ini semua baru bisa pergi ." kata Damar.
"Kau itu tidak pernah tidak sibuk, rehat sejenak Mar.." kata Sony dan langsung duduk di sofa yang ada didalam ruang kerjanya Damar.
"Launching produk baru selesai, baru aku bisa pergi liburan.." kata Damar, dan meneruskan kesibukan nya kembali.
"Sudah tahap mana, produk baru kita ?" tanya Damar mengenai produk baru dari Perusahaannya yang akan launching dalam waktu dekat ini.
Sony menceritakan tentang produk baru tersebut, yang akan menjadi andalan perusahaan saat ini.
"Siapa bintang iklan yang cocok ?" tanya Sony.
"Aku ingin bintang nya, yang berwajah innocent ." kata Damar.
"Hemhm siapa ya artis yang berwajah innocent, seperti yang kau sebutkan ." Sony berpikir dengan keras, untuk memikirkan wajah artis yang dapat membintangi iklan parfum tersebut.
"Ada yang muncul di pikiranmu, tentang artisnya. Otakku belum bisa menemukannya ?" tanya Sony, setelah dia tidak dapat menemukan artis yang diinginkan Damar. Dalam pikirannya.
__ADS_1
"Pelan-pelan saja carinya, tiga Minggu lagi syuting iklan nya kan ?"
"Iya, tapi kita harus cari sekarang. Kriteria yang kau inginkan sangat sulit untuk dicari.." ujar Sony.
"Kau pergi ke agency yang biasa kita pakai, sebutkan ciri-ciri yang ku mau. Biar mereka yang mencarikannya.." ucap Damar dan melihat kearah ponselnya.
"Kenapa kau memandangi ponsel terus-menerus, ada yang kau tunggu untuk menghubungi dirimu ?" tanya Sony.
"Aku menunggu Abelia membalas pesanku, tapi jangan kan di balas. Dia juga belum membacanya.." ucap Damar dengan kesal.
"Baru satu hari menikah, kalian sudah ribut ?'
"Hei kami tidak ribut.." ujar Damar.
"Terus kenapa dia tidak membaca pesan yang kau kirimkan..?"
"Mungkin dia lagi bersama dengan teman-teman nya.." jawab Damar.
"Positif thinking itu sangat bagus.." kata Sony, dan dia beranjak dari duduknya.
"Aku balik dulu.." ucap Sony seraya berjalan keluar dari ruangan kerjanya Damar.
"Kapan kau pindah ke rumah karyawan ? kau pulang balik ke villa sangat meletihkan dan membuang waktumu ." tanya Damar sebelum Sony benar-benar keluar dari ruangan kerjanya.
"Aku lebih suka tinggal di villa, di sana sangat sepi. Lebih enak suasananya untuk bekerja.."
"Terserah kau lah, aku sudah menyarankan. Jangan nanti kau sakit, dan menganggu launching produk kita.." ingatkan Damar.
"Beres boss, badanku Sangat kuat dan sehat.." Sony menunjukkan otot tangannya.
"Emang otot begitu sudah jelas sehat ?"
"Belum tentu sih, balik dulu. Bye..bye.." ujar Sony .
Sepeninggal Sony, Damar kembali melihat ponselnya. Dan pesannya masih centang satu, belum dibaca oleh Abelia.
"Pak Damar.." seorang pekerja memanggil Damar, sehingga Damar menghentikan dirinya yang ingin masuk kedalam mobilnya.
"Ada apa Pak Tony..?"
"Begini pak, ada karyawan yang membuat masalah." beritahu Pak Tony kepada Damar.
"Kalau kesalahannya memang sudah tidak bisa ditolerir lagi, ya.. pecat saja.." ucap Damar dengan tegas.
"Itu tugas HRD, kenapa harus saya yang selesaikan juga.." sambung Damar lagi.
"Masalahnya Pak, yang buat masalah keponakan Bu Patmi.." ujar Tony
"Bu Patmi yang bekerja dirumah saya ?" tanya Damar.
"Iya Pak.." jawab Tony.
"Apa yang dilakukan nya?"
"Berkelahi Pak, dengan seorang staf bagian gudang.."
"Masalah apa, apa ada hubungannya dengan pekerjaan ?" tanya Damar.
"Tidak Pak, Susi keponakan Bu Patmi ini dituduh Atik telah menggoda suaminya.." cerita Tony.
"Apa benar..?"
"Benar sih Pak, Susi dengan suami Atik satu bagian pak. Sama-sama dibagian pengepakan ."
"Pindahkan saja, kalian urus saja mau dipindahkan kebahagiaan mana jangan disatukan dibagian sama lagi. Sekali lagi ada masalah seperti ini selesai saja dengan bagian HRD. Sudah saya mau pergi mencari istri saya ." ujar Damar dan bergegas untuk naik kedalam mobilnya.
"Neng Abel hilang ?" tanya Tony spontan.
__ADS_1
"Bukan hilang, dia tidak membalas pesan saya. Mungkin dia keasikan bermain dengan teman-temannya." kata Damar.
"Kalau dengan Rozi tidak usah khawatir Pak, aman neng Abel.." kata Tony.
"Pak Tony sangat kenal dengan Rozi, saya hanya mengenalnya sekilas. Beberapa tahun yang lalu Abel sering menemui saya bersama dengan Rozi ?" tanya Damar dengan menjulurkan kepalanya sedikit keluar dari dalam mobilnya untuk berbicara dengan Tony
"Dia keponakan saya pak, yah gitu anaknya setengah mateng. Dia sahabatan dengan Neng Abel dari kecil.." ujar Tony sembari tertawa ngekeh saat menyebutkan Rozi sebagai keponakannya.
"Aman pak, kalau dia pergi dengan Rozi dan satu lagi si Mai.." sambung Tony.
"Ok lah Pak Tony, cepat selesaikan permasalahan pengawai yang ribut ." kemudian Damar menjalankan mobilnya meninggalkan pak Tony.
"Dasar Susi, wanita penggoda." ujar Tony dengan perasaan jengkel, karena belum setahun bekerja. Susi sudah membuat ulah dua kali dan bertambah dengan kasus ini menjadi tiga kesalahan yang sudah menjadi catatan hitam dirinya dalam Perusahaan.
****
Damar ingin menjemput Abelia dirumahnya, karena kemungkinan Abelia masih asik bersama dengan bunga-bunganya. Sehingga menjadi lupa waktu, karena dalam perjalanan tadi Damar menghubungi ponsel Jonathan untuk menanyakan keberadaan Abelia.
Dalam perjalanan Damar melihat Mai dan Rozi, Damar menghentikan kendaraannya. Dan turun untuk bertanya kepada kedua temannya Abelia.
"Kak Damar..?" kaget Mai melihat Damar, sedangkan Rozi langsung berlari kebelakang badan Mai. Ternyata apa yang diceritakan Abelia kepada Mai tadi pagi, telah diceritakan Mai kepada Rozi sehingga Rozi takut melihat Damar.
"Ada apa ? Kenapa kau bersembunyi ?" tanya Damar kepada Rozi.
"Kak Damar ada perlu apa..?" Mai menyilangkan kedua tangannya didada, seperti ingin berkelahi.
"Ada apa dengan kalian berdua, apa kepala kalian terkena benturan. Sehingga menjadi aneh begini .?" tanya Damar heran, melihat kelakuan Mai dan Rozi.
" Tidak kak, kenapa kak Damar menemui kami ?" tanya Mai masih dengan posisi waspada, begitu juga Rozi dibelakangnya.
"Apa Abelia tidak bersama kalian ?" tanya Damar, dan masih heran dengan kedua temannya Abelia.
"Tidak kak, tadi pagi jumpa. Sepertinya Abelia dirumahnya kak ." kata Mai.
"Terimakasih, saya akan kerumahnya." ketika ingin kembali ke mobilnya, tiba-tiba Mai memanggil Damar.
"Kak Damar.." panggil Mai, dan Damar menghentikan langkahnya dan kembali membalikkan badannya menghadap Mai dan Rozi kembali.
"Ada apa..?"
"Apa kakak suka dengan Rozi..?' tanya Mai dengan spontan.
"Mai.." Rozi kaget mendengar perkataan Mai, begitu juga dengan Damar.
"Apa..!?" ekspresi kaget tercermin dari raut muka Damar.
"Kakak suka dengan pria ya..?" perjelas Mai, dengan ragu-ragu, karena takut Damar marah.
"Siapa yang mengatakannya !?"
"Abel..!"
"Apa yang dikatakan anak nakal itu, karena itu. Kau takut terhadap diriku Rozi ?" tanya Damar kepada Mai dan Rozi.
Rozi hanya mengangguk, untuk mengiyakan pertanyaan Damar.
Mai menceritakan semua apa yang dikatakan Abelia tadi pagi, saat bertemu dengan Abelia.
"Dasar bocah nakal, bisa-bisanya menjelekkan suaminya. Awas dia malam ini siap-siap saja dia.." ujar Damar, dan terlihat smirk 😏 disudut bibirnya.
Damar bergegas naik ke mobil nya untuk mencari keberadaan Abelia.
"Mai, sepertinya. Abelia akan habis malam ini ." kata Rozi, dengan perasaan lega. Ternyata apa yang ditakutkannya tidak benar.
"Abel sih, bisa-bisanya mengatakan yang tidak benar tentang kak Damar. Sudah tidak usah kita urus pasangan suami istri itu." Mai dan Rozi Kembali melanjutkan jalan nya.
Bersambung
__ADS_1
Bantu like dan tekan bintang lima ya..