Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 24 Marah


__ADS_3

Bantu like ya reader, nekan like tidak membutuhkan waktu yang lama.


***


Abelia menyusuri trotoar dengan perasaan yang marah dan kesal, hatinya sakit mendengar perkataan nenek Damar. Tak terasa air matanya sudah mengalir membasahi pipinya, Abelia tidak perduli orang-orang melihatnya menangis sembari mengomel sendirian dijalanan.


"Emang gue tidak punya hati, enak saja menjelekkan orang tua gue. Coba orang tuanya dijelekkan, pasti dia akan ngamuk juga.." sembari berjalan Abelia ngomel terus, dia tidak perduli ada orang yang memperhatikan dirinya berbicara sendiri.


Abelia mengusap air matanya, saat ada berapa orang yang berselisih jalan dengan dirinya memperhatikan dirinya yang menangis.


"Siapa yang mau menikah dengan cucunya, walaupun tinggal dia satu-satunya pria di dunia ini. Aku tetap akan menolaknya jika tidak terpaksa." Abelia terus ngedumel sembari berjalan, dia tidak menyadari ada mobil yang berjalan perlahan dibelakangnya.


Tiba-tiba mobil tersebut berjalan pelan mendekati sisi trotoar tempat dia berjalan.


"Abel, ayo masuk.." suara Damar terdengar memanggilnya, tetapi Abelia tidak mengindahkan nya. Dia terus berjalan dengan cepat untuk menghindari Damar.


"Abel...!" teriak Damar, untuk menghentikan langkah Abelia. Sekali lagi Abelia terus berjalan, dia pura-pura tidak mendengarkan panggilan Damar.


"Jangan ikuti aku..!" teriak Abelia dengan suara yang nyaring dan lantang.


Melihat Abelia terus melangkah dan tidak mengindahkannya, Damar menghentikan mobilnya. Dan kemudian turun dan mengejar Abelia dan kemudian memanggulnya seperti memanggul sekarung tepung dipundaknya.


"Turunkan gue laki-laki kurang ajar, jangan sentuh gue..!!" teriak Abelia sembari memukuli punggung Damar.


""Tidak akan.." Damar terus memanggulnya menuju mobilnya.


"Turunkan Damar, kepalaku pusing..!" posisi kepala Abelia dibawah, membuat darah Abelia seperti turun.


"Diam.." Damar dengan gemas memukul bokong Abelia yang berada didepan matanya.


"Kurang ajar Damar, kenapa kau memukul bokong ku. Kau mesum..!" teriak Abelia, sehingga orang yang berada disekitar mereka tersenyum. Karena mereka merasa bahwa terjadi pertengkaran antara sepasang kekasih. Sehingga mereka hanya menonton saja, dan ada juga yang mengabadikan dengan telepon seluler mereka.


Damar membuka pintu mobil dan mendudukkan Abelia, kemudian Damar masuk kebahagiaan kemudi.


"Pakai setbelt nya sendiri, atau kakak yang akan memakaikan nya." kata Damar tegas.


"Tidak mau, kak Damar jahat. Nenek kak Damar nyebelin. Abel tidak mau menikah dengan nenek ..!" seru Abelia dengan emosi yang meluap-luap, sampai dia salah ucap apa yang dikatakannya.


"Siapa suruh Abel nikah dengan nenek, Abel nikah dengan kak Damar ini. Cinta pertama Abel.." ucap Damar dengan mengungkapkan masa lalu Abelia yang pernah mengucapkan cinta kepada dirinya.


Mata Abelia mendelik melihat kewajah Damar, Abelia marah karena Damar mengingatkan kebodohannya di masa lalunya, dan ingin dilupakannya.


"Tidak usah mendelikkan matanya Abel, kakak tidak akan membatalkan pernikahan ini. Minggu depan kita akan resmi menjadi suami istri, suka tidak suka. Itu akan terjadi.." ingatkan Damar kepada Abelia.


"Abel akan kabur..!" seru Abelia dengan lantang.


"Lakukanlah, dan lihat saja. Abang tersayang mu akan tidur dibalik terali besi, walaupun kami berteman. Tetapi Jonathan telah merusak persahabatan kami." kata Damar, dan matanya melirik Abelia sekilas.


"Apa kak Damar tidak bisa memaafkan kesalahannya bang Jo ?" tanya Abel dengan penuh harapan agar Damar dapat memaafkan perbuatannya.


"Aku harus menjadi orang suci dulu, baru bisa memaafkan kesalahannya. Abang mu telah mengkhianati kepercayaan yang kuberikan kepada dirinya, dan kau tentu saja tidak bisa menyalahkan kenapa aku bisa naik darah kepada Jonathan ." kata Damar.

__ADS_1


"Tapi kalian bersahabat ." kata Abelia lagi.


"Persahabatan yang telah rusak, akibat perbuatan Jonathan. Coba pikirkan, bagaimana jika Abelia yang mengalami seperti kakak, calon suami Abel lari dengan sahabat Abel. Apa Abel tidak marah ?" tanya Damar.


"Abel tidak punya pacar, untuk apa Abel pikirkan.." ujar Abelia.


Damar tersenyum mendengar perkataan Abelia.


"Abel tidak punya pacar bukannya Abel tidak laku ya, tapi karena bang Jo tidak memberikan izin." ujar Abelia, yang takut Damar mengira dia belum bisa melupakannya.


"Iya...iya, kakak tahu Abel banyak peminatnya.." goda Damar.


"Jangan melucu, Abel masih marah ini.." ujar Abelia dengan sewot dan jutek.


"Abel lapar..!" seru Abelia seraya mengusap-usap perutnya.


"Kenapa perutnya, sudah ada isinya ya. Padahal belum kakak sentuh, baru pelukan saja. Sudah jadi saja.." goda Damar.


"Hih..apaan sih.! laper perut Abel. Tadi pagi hanya makan roti, apa lagi tadi Abel mengeluarkan tenaga marah-marah dengan nenek."


"Abel, maafkan nenek ya. Nenek masih berpikiran jaman dulu, cari jodoh harus lihat status." kata Damar.


"Abel tidak marah, Kalau hanya diri Abel yang direndahkan. Tetapi jika orang tua Abel yang telah tiada dibawa-bawa, Abel akan lawan. Abel tidak perduli tua dan muda akan Abel lawan.." ujarnya.


"Maaf sayang.." tangan Damar mengelus pipi Abelia.


"Hih..sayang..sayang, sana tangannya. Jangan elus-elus bukan muhrim..!" Abelia menepiskan tangan Damar.


"Dasar cowok mesum, seenaknya saja main pegang pipi orang.." Abelia mengusap bekas tangan Damar di pipinya.


"Kak, Abel lapar.." ucapnya lagi, karena dia sudah tidak sanggup lagi menahan lapar lambungnya. Kebiasaan Abelia jika dalam suasana hati yang sedih, selalu dilampiaskan dengan makan.


"Sorry, kakak lupa. Abel mau makan apa ?"


"Terserah, yang pasti yang bisa dimakan.." kata Abelia.


Saat melihat satu restoran siap saji, Damar menghentikan kendaraan nya.


"Kita makan disini saja ya ."


"Iya, Abel juga lagi ingin makan ini."


Abelia mengikuti Damar turun, dan masuk kedalam restoran siap saji.


****


Abelia memeriksa kebun bunganya, setelah dua hari dia absen merawat bunga-bunganya.


"Hai bunga-bunga sayang, maaf ya. Dua hari ini Abel menganak tirikan kalian, apa kalian baik-baik sajs.." Abelia berbicara dengan bunga-bunganya, sepertinya bunga-bunga mengerti semua perkataannya.


"Neng Abel, kemana semalam. Mamang panggil-panggil pagi hari, tapi tidak ada yang nyahut. Nak Jo belum balik Neng ?" tanya Mang Sukri.

__ADS_1


"Abel ada kerjaan dikota mang, mendadak perginya. Sedangkan bang Jo masih sibuk dengan pekerjaannya." kata Abelia kepada mang Sukri.


"Bagaimana dengan bunga-bunga kita mang, ada terserang penyakit. Saya dengar kebun tetangga ada yang terserang penyakit ?" tanya Abelia.


"Alhamdulillah Neng aman, mungkin karena kita tidak menanam banyak macam bunga neng ." ucap mang Sukri.


"Mungkin ya mang, kasihan petani yang lain. Yang terkena penyakit bunganya.." kata Abelia sambil mengitari kebun bunganya dan mang Sukri terus mendampingi nya.


"Neng, apa boleh Mamang bertanya..?" tanya Mang Sukri kepada Abelia.


"Apa Mang ?" Abelia menatap wajah Mang Sukri.


"Itu Neng.." terlihat Mang Sukri ragu untuk mengutarakan pertanyaannya.


"Apa sih Mang, utarakan saja. Abel tidak akan marah.." kata Abel kepada Mang Sukri.


"Mamang dengar gosip nih Neng, katanya Eneng akan menikah dengan yang punya pabrik cosmetics itu ya ?" ucap Mang Sukri.


"Dari mana Mamang dengar !?" kaget Abelia mendengar pertanyaan Mang Sukri.


"Tadi Neng, saat nganterin bunga ke pasar ."


"Sudah tersebar ya Mang? siapa yang nyebarin ya ?


"Bener ya Neng..?"


"Iya Mang ." jawab Abelia sembari menganggukkan kepalanya, membenarkan cerita yang tersebar.


"Alhamdulillah, Eneng akhirnya menikah. Tinggal Nak Jo lagi." ucap Mang Sukri bahagia, mendengar rencana pernikahan anak majikannya.


"Siapa yang memberitakan pertama kali Mang ?" tanya Abelia.


"Sepertinya pengawai pabrik Neng, karena boss lagi merenovasi rumahnya. Karena akan membawa Eneng tinggal disana, kata mereka." kata Mang Sukri.


"Orangnya baik Neng, walaupun Mamang belum pernah berjumpa. tapi kata karyawan pabrik orang nya sangat baik dan sangat menjaga kesejahteraan para karyawan ." kata Mang Sukri.


"Pokoknya, Neng beruntung mendapatkan jodoh seperti itu ." ucap Mang Sukri lagi.


"Nikah terpaksa.." guman Abelia.


"Apa Neng..?" tanya Mang Sukri yang tidak begitu jelas apa yang dikatakan Abelia.


'Nggak apa-apa Mang ."


'Pokoknya Neng, pak Damar orangnya baik." Mang Sukri terus memuji Damar.


"Itu tahu mang, dia baik. Tapi dia pernah mematahkan hati Abel ." ucap Abelia dalam hatinya.


Bersambung..


**Bantu tekan like πŸ‘πŸ‘πŸ‘like ya.

__ADS_1


Trims**.


__ADS_2