Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 35 Ada apa


__ADS_3

**Cerita hanya hasil imajinasi author ya, tidak ada berhubungan dengan nama dan tempat.


Terimakasih sudah mampir dan menekan like, coment dan bintang lima. Jangan bosen ya bantu author terus**.


Abelia berusaha beringsut untuk menjauhkan dirinya dari Damar, tetapi Damar menahannya dengan menarik lengannya. Sehingga Abelia jatuh kedalam pelukannya Damar.


"Kak lepasin dulu, sesak nih." ujar Abelia.


Damar meleraikan pelukannya sedikit tapi tidak melepaskannya.


"Mau membohongi kakak ya, dengan berpura-pura tidur ?"


"Abel nggak bohong, emang Abel sudah tertidur tadi. Kak Damar mandinya lama sekali, ngalahin anak gadis mandinya ."


"Siapa anak gadis, apa istri kakak ini masih merasa anak gadis." goda Damar.


"Hih sebel, awas sana. Abel mau tidur lagi ." Abel melepaskan dirinya dari pelukan Damar.


"Pura-pura tidur maksudnya ya." kata Damar.


"Napas Abel saja, bukan napas orang yang sudah tidur ." Damar menarik Abelia untuk tidur dalam pelukannya.


"Kak, jangan malam ini ya. Libur ya.."


"Ha..ha.. pura-pura tidur, karena takut ya ?" terlihat senyuman dibibirnya Damar.


"Ehe..kakak sih, mesum akut.." ujar Abelia.


"Tapi Abel sukakan, tiap kakak sentuh. Abel selalu bilang lagi kak... lagi..!" goda Damar.


"Idihh ! mana ada, kak Damar mengada-ada saja ya.." Abel mencubit dada Damar dengan gemasnya.


"Aduh ! Abel tanggung jawab ya, bangun ini kembaran kak Damar." Damar menarik tangannya Abelia untuk memegang kembaran Damar yang tegak menjulang seperti tugu Monas.


"Hih..kak Damar.." Abelia menarik tangannya, dan kaget merasakan tugu Damar yang sedang on fire siap tempur untuk mencari sasaran.


"Tanggungjawab.." Damar langsung beraksi, dia langsung mendaki puncak kenikmatan yang berada dalam dekapannya. Abel yang tadi berusaha untuk meminta cuti untuk bertempur, akhirnya gagal cuti. Sehingga dua manusia Adam dan Hawa malam ini beraksi kembali untuk meraih kenikmatan surgawi dunia.


Senjata tempur Damar terus beraksi sampai Abelia lelah dan lemah, sehingga Damar melepaskan senjata tempurnya dari sarangnya.


"Terimakasih sayang, yah tidur.." Damar beringsut bangkit, dan beranjak menuju kediaman kamar mandi dan mengambil air hangat dan handuk kecil. Kemudian Damar dengan telaten mengelap sekujur tubuh Abelia dengan air hangat, melihat betapa indahnya tubuh Abelia. Damar menahan hasratnya kembali, dia hanya dapat menelan salivanya. Dia tahu Abelia sudah letih, Sehingga saat Damar melap tubuhnya, Abelia tidak terbangun sama sekali. Jika bangun tadi tidak mungkin Abel mau dibersihkan semua area sensitif oleh Damar.


Setelah selesai melap tubuh Abel, dan memakaikan bajunya. Damar juga membersihkan dirinya sendiri, dan setelah selesai dia merebahkan tubuhnya dan membawa tubuh Abelia kedalam rengkuhannya dan ikut masuk kedalam dunia mimpi.


"Love you my lovely.." Damar mencium kening Abelia dan kemudian memejamkan matanya.


***


Suara alarm yang dipasang Damar tadi malam berbunyi, karena pagi ini Damar berencana cepat untuk kekantor. Karena pekerjaannya semalam banyak yang tertunda.


Damar dengan cepat mengambil alarm yang ada diatas nakas dan mematikan, karena dia takut Abelia ikut terbangun.


Damar dengan pelan turun dari ranjang, dan masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai dengan masih berbalut handuk dipinggang, Damar mengambil baju kerjanya. Biasanya Abelia sudah menyiapkan, tapi karena saat ini Abelia belum bangun. Damar mengambilnya sendiri.


Setelah selesai berpakaian, Damar memberikan kecupan dikening dan bibir Abelia.


"Sweet dream baby.." bisik Damar, kemudian keluar dari kamarnya.


Damar menuju meja makan untuk sarapan.


"Neng Abel mana Den ?" tanya Bu Patmi, karena biasanya. Selalu Abelia yang turun duluan.


" Abel belum bangun Bu . Jangan dibangunkan ya, biarkan saja dia tidur. Karena dia letih . Dan satu lagi tolong awasi Abel saat makan telur rebusnya ." kata Damar.


Saat Abelia terbangun, hanya ada dia sendiri diatas ranjangnya.


"Ah..! telat.." Abelia duduk dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.


"Hi..a..a.." Abelia merenggangkan otot-ototnya yang terasa letih, akibat pergumulan dengan Damar tadi malam.


"Kenapa seperti murahan sekali tubuh ini, begitu terkena sentuhan tangan kak Damar langsung beraksi menjijikkan. Dasar otak tidak bisa diajak kerja sama, ingat dia pernah menolak mu Abel. Tapi bagaimana, rasa cinta ini makin besar tumbuh disini.." Abelia menyentuh dadanya.


"Telat lagi bangunannya, kak Damar ini kenapa tidak bangunkan Abel sih.." Abelia merangkak turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi, untuk melakukan ritual mandi paginya.


Selesai mandi Abelia keluar kamar, dan dilihatnya Bu Patmi sedang membersihkan ruangan tamu.


"Bu Patmi, kak Damar sudah berangkat kantor ?"


"Sudah Neng, tadi Den Damar pesan jangan bangunkan Neng. Katanya Neng Abel capek." kata Bu Patmi.


"Abel tidak kerja, kenapa bisa capek.." gerutu Abelia.


"Ayo Neng sarapan dulu, biar ibu buat susu coklatnya kembali. Yang ini sudah dingin." Bu Patmi membawa susu coklatnya ke dapur, untuk membuatkan yang hangat kembali.


"Asik..! hari ini terbebas dari telur.." ujar Abelia dengan semangat, setelah melihat diatas meja makan hanya ada mie goreng.


"Ini Neng susu dan telurnya, kata Den Damar. Ibu harus mengawasi Neng Abel makan ini telur.." Bu Patmi meletakkan susu dan telur dihadapan Abelia.


"Yeahhh.. kegembiraan hanya sekejap.." Abelia lesu begitu melihat telur bulat dihadapannya.


Bu Patmi tersenyum melihat wajah Abelia yang ditekuk, begitu melihat telur yang berada didepannya.


"Makan Neng, biar sehat." kata Bu Patmi.


"Abel tidak suka telur Bu, bau amis ." ujar Abel dan menutup mulut dan hidungnya.

__ADS_1


"Sebentar Neng." Bu Patmi pergi ke dapur dan kembali membawa botol.


"Makan pakai sambel ini Neng, dijamin wenak ." ucap bu Patmi.


"Bener Bu ?"


"Iya, cobalah. Tidak amis telurnya." Bu Patmi, menuang sambel disisi telur tersebut.


"Makan Neng.."


Abelia mengambil sedikit telur dan memberikan sambel sedikit, dan menyuapkan kedalam mulutnya.


Terus berulang Abelia lakukan, sehingga tak terasa telur tersebut tidak tersisa lagi dihadapannya.


"Finish Bu !" seru Abelia senang.


"Betulkan, tidak bau amis kan."


"Betul Bu, kenapa tidak dari awal ibu katakan, sehingga Abel tidak tersisa menelan telur itu."


"Ada Den Damar, mana berani ibu beritahu." kata Bu Patmi.


"Besok sediakan sambel dimeja sini ya Bu ."


"Iya Neng." ucap bu Patmi, dan kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


****


Damar masih sibuk didepan laptopnya, sehingga dia tak menyadari suara ketukan dipintu ruang kerjanya.


"Pak Damar, ini rekaman hasil syuting ." Chintia menyerahkan flashdisk kepada Damar.


"Siapa yang memberikannya ?"


"Kurir tadi yang mengantarkannya pak."


"Oh.."


Chintia kembali keluar, menuju meja kerjanya.


"Boss sibuk ?" tanya Sony.


"Boss tidak pernah tidak sibuk pak Sony ." ujar Chintia.


"Iya juga.." ngekeh Sony, dan berjalan menuju ruangan Damar.


"Hai bro..!" seru Sony.


"Berisik.." ujar Damar.


"Lihat apa, jangan bilang lagi nonton video mesum ." ucap Sony.


Sony melihatnya dengan serius, tanpa berkedip.


"Keren lokasinya.." kata Sony.


"Oh lokasinya yang bagus, aku kira model nya yang kau lihat sampai tidak berkedip." ucap Damar.


"Modelnya juga cantik, tapi tidak tipeku." kata Sony.


Huuk..hoek..


Tiba-tiba Damar merasa ingin muntah.


"Wow.. kenapa bro..?" tanya Sony.


"Tidak tahu, tiba-tiba mual. Bau apa ini..?" Damar menutup hidungnya dengan tangannya.


"Bau apa, tidak ada bau apa-apa ." jawab Sony, dan dia mengendus untuk mencium apa yang bau kata Damar.


Tiba-tiba Damar lari kedalam kamar mandi, dan memuntahkan sarapan pagi yang dimakannya tadi pagi.


"Damar, apa kau sakit. Ayo aku antarkan kau ke Dokter, atau kita panggil saja Dokter kesini ?"


"Tidak apa-apa ! aku hanya merasa pusing dan mual tiba-tiba, tidak panas ini. Mungkin masuk angin, istirahat sebentar pasti sudah sembuh.." Damar merebahkan tubuhnya disofa dan memejamkan matanya.


Sony keluar dari ruangan Damar dan tidak lama datang kembali dengan membawa minyak gosok dan memberikannya kepada Damar.


"Gosok ke dada dan kening mu , biar angin ditubuh mu keluar. Jangan biasakan mandi tengah malam, jika siap enak-enak dengan istri elap saja badan jangan mandi.." ucap Sony dengan sambil tertawa.


"Buset..!" Damar melemparkan bantal kecil yang dipeluknya kepada Sony.


"Sedang sakit saja masih galak, pulang saja, istirahat dirumah ." kata Sony.


"Pekerjaan masih menumpuk itu." Damar menunjukkan berkas-berkas yang berada di atas meja kerjanya.


"Pekerjaan tidak akan pernah selesai, kau harus pandai bagi waktu. Antara istirahat dan bekerja, apa lagi kau sudah ada istri sekarang. Jangan sampai dia merasa diabaikan dan kabur meninggalkan dirimu yang gila kerja ." kata Sony.


"Sekarang kau sudah menjadi pakar percintaan ya.." sindir Damar.


"Walaupun aku belum menikah, tapi masalah rumah tangga aku pakarnya. Karena aku nonton drama Korea." kata Sony.


Damar tertawa, mendengar perkataan Sony yang suka nonton drama Korea.


"Mirip anak gadis dan emak-emak saja kau, nonton drama Korea.." ngekeh Damar membanyakkan Sony nonton drama Korea sambil menangis, seperti yang dilakukan mamanya.

__ADS_1


"Pria banyak juga suka nonton drama Korea." ujar Sony.


"Pria itu kau Sony..ha...ha...!" tertawa Damar.


"Sudah sehat kau, sudah bisa menertawai diriku."


"Aku tidak sakit, istirahat sebentar aku sudah sehat.."


"Istirahatlah, aku keruangan ku dulu." Sony meninggalkan Damar yang berbaring di sofa.


"Sony, bilang kepada Chintia. Jangan ada orang yang masuk kedalam ruangan ku." kata Damar.


"Oke.." Sony keluar ruangan Damar dan menyampaikan perintah Damar kepada Chintia.


"Apa boss sakit pak Sony ?" tanya Chintia.


"Dia hanya pusing dan mual, mungkin masuk angin atau salah makan." kata Sony


"Biarkan dia istirahat satu jam."


*****


Sedangkan dirumah, Abelia hanya bermalas-malasan tiduran diruang keluarga dengan TV menyala. Matanya memandang ke TV tetapi pikirannya tidak berada disitu.


"Huh bosen, mau keluar males. Kenapa sekarang males sekali keluar rumah bertemu Mai dan Rozi, ada apa dengan diriku ini. Sudah seperti ibu rumahtangga saja, menunggu suami pulang. Mengurus anak dirumah ." Abelia berbicara sendiri.


"Neng tidak keluar ?" Bu Patmi bertanya kepada Abelia, karena hampir setiap hari Abelia mengunjungi kebun bunganya. Tetapi sekarang dia melihat Abelia hanya tiduran di sofa.


"Males Bu, ntah kenapa sekarang saya males kemana-kemana. Inginnya tiduran begini ." kata Abelia dan masih dalam posisi berbaring di sofa.


"Apa Neng Abel sakit .?" Bu Patmi menyentuh kening Abel.


"Tidak panas."


"Abel tidak sakit bu, cuma males saja ngapa-ngapain, bawaannya ingin tidur saja ." kata Abelia.


" Neng Abel mau makan apa, biar bu buatkan ?" tanya Bu Patmi.


"Tidak ada Bu, Abel mau tidur di saja nunggu kak Damar." Abel memejamkan matanya.


"Ibu tinggal ya Neng, kalau ada perlu apa-apa. Panggil saja.." kata Bu Patmi.


"Oh ya Bu Patmi, Susi kemana ?" karena sudah dua hari Abel tidak melihat keberadaan Susi.


"Pulang kampung Neng, bapaknya sakit. Makanya dia disuruh pulang ." cerita Bu Patmi.


"Ya sudah Bu, lanjutkan pekerja ibu. Abel ingin tidur dulu." Abel kembali memejamkan matanya.


****


Setelah makan siang, Abelia kembali tidur di sofa. Sepertinya sofa diruang keluarga sekarang menjadi tempat favoritnya untuk tidur selain ranjang dikamar nya.


Abelia terbangun dari tidurnya, setelah ada benda dingin menerpa bibirnya.


"Putri tidur ayo bangun, bibirnya ini sudah diberi kecupan oleh pangeran tampan ." ucap Damar yang duduk dipinggir sofa dan tangannya mengusap-usap pipi dan bibirnya Abelia.


"Bangun, atau kecupan tadi tidak cukup. Apa mau yang lebih dari kecupan, kakak siap melakukan nya.." ucap Damar.


"Hemh.. Abel masih ngantuk kak, kenapa kakak cepat pulang ?" tanya Abelia yang merasa hari belum sore.


"Ini sudah jam lima Abel, kata Bu Patmi. Abel sudah tidur dari tadi, kenapa ? apa Abel kurang sehat ?'" tanya Damar khawatir.


"Tidak kak, Abel malas saja ngapa-ngapain. Maunya tidur begini, peluk ." Abelia mengalungkan tangannya keleher Damar untuk minta dipeluk.


"Kenapa manja begini, tidak biasanya begini manja ?"


"Kenapa ? kak Damar tidak suka melihat Abelia manja, ya sudah sana.." Abelia melepaskan kalungan tangan nya keleher Damar, air matanya serasa ingin keluar. Bibirnya merucut kedepan.


"Maaf, jangan nangis. Kakak heran saja, tidak biasa Abel manja begini. Kakak suka melihat Abel manja begini kok, makin menggemaskan ." ucap Damar dan menarik gemas hidung bangir Abelia.


Terlihat raut wajah Abelia sudah cerah kembali, dan tangannya kembali memeluk leher Damar dan menariknya untuk mendekati wajahnya.


Setelah dekat, tiba-tiba Abelia memberikan kecupan yang lama dibibir Damar. Sehingga si empunya bibir kaget melihat Abelia yang pertama berinisiatif untuk mengecup dirinya.


Tidak butuh waktu lama, Damar menyambut kecupan Abelia dan membalas kecupan itu dengan ******* dan mengecap apa yang ada dibibir Abelia.


Setelah merasakan pasokan oksigen yang menipis kedalam paru-paru mereka masing-masing, tautan bibir kedua insan tersebut terlerai dengan sendirinya.


"Istri kak Damar semakin liar dan nakal, siapa yang ngajarin ?"


"Kak Damar lah, kan kak Damar setiap malam minta jatah ." sindir Abelia.


"Oh ya, ternyata Abel cepat belajar ya. Tapi kakak harap jangan praktek kan kepada pria lain ya, hanya kepada kak Damar Abel dapat melakukannya." kata Damar.


"Lihat nanti, kalau Abel marah dengan kak Damar. Mungkin Abel akan praktekkan kepada orang lain."


"Kak Damar akan ajar pria itu, ingat kak Damar tidak akan memberikan wanita kakak kepada siapapun juga. Jika ada yang menyentuh istri kakak ini, kakak akan patahkan tangannya." ancam Damar dengan serius.


"Hih kak Damar..!" kaget Abelia.


"Sudah, ayo kita naik kekamar." Damar mengangkat Abelia.


"Kak, Abel bisa jalan sendiri..!" seru Abelia.


"Sudah tenang, nanti kita jatuh.

__ADS_1



Maaf jika banyak typo ya..


__ADS_2