
Bantu like... like...like ya, biar author semangat untuk ngehalu tingkat tinggi ððĪŠ.
****
Abelia duduk ditempat tidur Rozi, dan matanya mengitari dekorasi kamar Rozi yang yang baru. Terlihat senyuman dibibir.
"Heh Non, kenapa elu senyum. Tadi wajah ini butek, sekarang malah senyum. Kesurupan elu ya ?" tanya Rozi sembari menggoyang-goyang lengan Abelia.
"Setan juga kaget melihat kamar elu ni, apa yang elu lakukan dengan kamar elu. Kenapa seperti nya yang tidur di sini Miss pinky..?" Mai juga seperti Abelia begitu melihat dekorasi kamar Rozi yang bernuansa pink.
Dari wallpaper dinding sampai gorden dan sprei semua berwarna pink.
"Jangan-jangan baju tidur elu warna pink ?" ujar Abel.
"Hih kalian, sebel..! ini semua kerjaan emak gue. Semalam begitu balik dari rumah elu, kamar gue sudah berubah jadi begini. Mungkin entar lagi badan gue ini di cat mak gue dengan warna pink ." ujar Rozi, dan bibirnya manyun.
"Hih..gile bener emak elu, jangan-jangan waktu elu tidur. Kelamin elu sudah di ganti emak elu jadi wanita." ledek Mai.
"Hey Nona, enak saja elu bilang mak gue gile ya. Tapi emang iya sih.." ngekeh Rozi .
"He stop bahas yang lain, gue datang ke rumah elu mau minta saran elu Zi..!" seru Abelia.
"Tumben elu butuh isi otak gue..?"
"Apa saran elu ?" tanya Abelia.
"Nikah saja dengan Damar, bukan nya elu juga ke sengsem dengan dirinya sejak lama. Elu belum move on kan dari kak Damar ?" ujar Rozi.
"Tapi tidak bisa begitu juga, yang salah bang Jo. Kenapa harus Abel yang nanggung ..!" kata Mai.
"Ada kabar dari bang Jo?" tanya Rozi.
"Hari ini belum ada bang Jo nelpon ." kata Abel.
"Apa begitu cantiknya tu cewek ya, sampai-sampai bang Jo dan Damar rebutan tu cewek ." kata Rozi.
"Gue pernah lihat, waktu yang gue bawa pulut kuning itu. Saat itu gue lihat tu cewek di rumah Abel. Kalau gue rasa sih nggak ada istimewa nya itu cewek, badannya tinggi dan kuning Langsat. Lebih cantik Abel sih kalau gue kata ." ucap Mai.
"Elu teman gue, ya elu anggap gue cantik. Dua cowok itu anggap si Melly wanita tercantik dimuka bumi." kata Abelia.
'Gile bener tu cewek ya, bisa-bisa nya mainkan dua cowok disaat bersamaan. Lagian bang Jo, apa tidak bisa lihat. Itu cewek tidak bener, sudah ada calon suami. Masih melirik laki lain." geram Rozi.
"Laki-laki pantang lihat badan mulus dan kerlingan mata, langsung ngikut." kata Mai.
__ADS_1
"Gue nggak tu.." jawab Rozi.
"Elu laki apa ?" kata Mai spontan.
"Gue laki tulen ya..!" semprot Rozi.
"Sepertinya gue ke sini tidak mendapatkan solusi, gue balik saja. Kalian lanjutkan saja berdebat nya ." Abelia bangkit dari ranjang Rozi dan beranjak dari kamarnya.
"Elu mau kemana ?" tanya Mai.
"Balik dulu, kasihan bunga-bunga gue. Sudah dua hari tidak gue jenguk, ntar mereka ngambek tidak mau berbunga."
"Tidak perlu gue temanin ?" tanya Mai.
"Tidak...! sudah tahu penjahat nya siapa. Gue tidak takut lagi, sekarang waktunya untuk mencari bala bantuan agar terhindar dari orang itu ." Ujar Abelia, dan berlalu dari hadapan Mai dan Rozi.
"Kasihan Abel.." ujar Rozi.
"Bang Jo itu, padahal masih banyak cewek cantik disini. Kenapa harus yang sudah ada pemiliknya yang di goda ." kata Mai.
'Seperti elu gitu ya, yang jomblo abadi." kata Rozi sembari melirik Mai.
"Iya lah, gue gitu lo. Elu kan cowok jadi-jadian, gue bukan tidak laku ya. Tapi gue milih yang terbaik diantara yang terbaik.. !" selesai berucap Mai kabur dari hadapan Rozi yang ngedumel mendapatkan ledekan dari Mai.
"Wek..." Mai menjulurkan lidahnya ð kearah Rozi yang melotot kearah Mai.
"Hih...kalau gue cowok jadi-jadian, lah elu.. cewek jadi-jadian... !" teriak Rozi, tetapi seperti nya teriakkan Rozi tidak didengar, Karena Mai sudah terlalu jauh untuk mendengarkan ucapan Rozi.
Rozi ngedumel sendirian didepan warungnya, sampai-sampai dia tidak menyadari keberadaan emaknya dibelakangnya.
"Ele..ele.. kenapa anak emak yang ganteng ngomel sendiri, mana Abel dan Mai..?" tanya emaknya.
"Tu dah balik mak, emak ini. Kenapa kamar Rozi harus ditempeli wallpaper warna pink sih. Dah gitu bergambar princess lagi, Abel dan Mai ngeledek Rozi mak. Rozi jadi malu kan..!" ucap Rozi sembari bergelayut manja di lengan emaknya.
"Kenapa harus malu, sayang itu wallpaper kalau dibuang kan. Apalagi itu wallpaper dikasih orang ." ucap mak Rozi dengan santai.
"Terus kenapa gorden dan sprei Rozi harus pink juga..?"
"Iya lah, biar matching gitu.." ucap emak Rozi, dan kemudian meninggalkan Rozi yang sewot mendengar ucapan emak nya.
"Emak ini, mau buat gue makin melayang ya. Gue sudah mau tobat gini.." Ujar Rozi yang kemudian berjalan dengan langkah tegap.
*****
__ADS_1
Hari sudah mulai senja, Abelia sudah duduk didepan TV. Walaupun matanya fokus memandang ke arah TV tetapi pikiran nya tidak kepada yang dilihatnya.
"Kemana sih Mai dan Rozi, kenapa mereka belum datang?" Abelia menunggu kedatangan Mai dan Rozi untuk menemani nya malam ini.
Walaupun dia sudah tahu masalah yang menimpa abangnya, tetapi Abelia tetap meminta keduanya untuk menemani nya dirumahnya. Karena ada rasa takut dirinya, jika tiba-tiba Damar menculiknya.
Saat menunggu kedatangan Mai dan Rozi, handphone Abelia berbunyi. Saat melihat siapa yang menghubunginya, Abelia terlihat gembira.
"Abang..!" teriaknya, saat dia mendengar suara abangnya diseberang telepon.
"Adek, baik-baik saja kan. Tidak ada yang terjadi kepada adek dirumahkan ?" pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut abangnya, melalui sambungan telepon.
"Adek baik bang, abang bagaimana ?"
"Abang juga baik Dek." Jawab Jonathan.
"Abang dimana, Abel ingin ketemu bang ?"
"Abang dirumah teman Dek, abang belum bisa pulang."
"Bang, apa benar abang melarikan calon istri Damar..?"
Begitu Abelia menanyakan apa yang dikatakan Damar, Jonathan tidak menjawab perkataan Abelia. Jonathan hanya membisu.
"Bang...bang...abang dengar apa yang Abelia katakan ?"
"Abang dengar Dek, Damar yang mengatakannya kepada adek?"
"Iya bang, tadi dia datang. Kenapa abang harus melakukan itu bang ?" terdengar suara Abelia sudah terisak, dan air matanya sudah mengalir.
"Maaf Dek... maafkan Abang ya Dek." hanya maaf yang diucapkan Jonathan berkali-kali.
"Bang, Damar akan melaporkan Abang ke polisi.." kata Abelia.
"Dek, abang tidak mau masuk penjara. Ayah dan bunda pasti kecewa melihat abang.." ucap Jonathan.
"Bang, Damar mengajukan syarat. Jika abang tidak mau masuk kedalam penjara.." ucap Abelia.
"Apa syarat nya Dek..?"
"Dia....dia....." Abelia ragu untuk mengucapkannya.
"Apa Dek...?"
__ADS_1
Bersambung..