Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 43 Marah ala bumil Lanjut lagi dengan kisah cinta Abelia dan Damar


__ADS_3

**Apakah dengan ucapan kata cinta kemarahan seorang wanita bisa luruh?


Cerita hanya rekaan, bacanya santai saja say**..


****


Damar dan Sony kaget mendengar suara dengan terbukanya pintu dengan cukup lebar, terlihat Abelia dengan tatapan mata yang tajam dan dikedua sudut bola matanya sudah mengalir air yang bening. Sedangkan Susi yang berada dibelakang Abel sama terkejutnya dengan Abelia, mulutnya terbuka lebar dan matanya terbelalak.


Sayank..! Abel.." ujar Damar dengan gugup, karena Abelia sudah mendengar rahasia dirinya dan Jonathan.


"jangan dekat-dekat..!" Abel menunjuk Damar agar berhenti mendekatinya.


"Sayang..! kakak akan jelaskan semua. Please..!" mohon Damar dengan menunjukkan wajahnya yang memelas.


"Cukup..! tega kak Damar dan bang Jo membohongi Abel, sedangkan kalian berdua tertawa dibalik penderitaan Abel..!" ujar Abelia dengan setengah berteriak.


"Abel benci kalian berdua..!" teriak Abelia dengan menghentak-hentakkan kalinya, dan tangannya menunjuk kearah Damar dan Sony.


"Aku tidak terlibat.." Sony mengangkat kedua tangannya keatas.


"Bodo..! Abang tahu persekongkolan kak Damar dan bang Jo.." tuduh Abel kepada Sony, yang cukup dikenalnya juga. Karena Sony dulu juga sering kerumahnya mengunjungi Jonathan.


Abel menghentakkan kakinya dengan kesal.


"Jangan hentak-hentakkan kakinya, nanti baby kita jatuh..." ingatkan Damar kepada Abelia.


Abelia tersadar dan menghentikan perbuatannya.


"Bagaimana bisa jatuh, baby masih diperut ." yang hanya dapat diucapkannya dalam benaknya Sony.


"Sayang..!" Damar melangkah mendekati Abel, tetapi Abel menyuruhnya untuk berhenti mendekatinya.


"Jangan dekat-dekat, Susi kau bodyguard ku kan ?" tanya Abel kepada Susi yang masih dengan setia dibelakangnya.


"Ya Neng ." jawab Susi.


'Halangi dia untuk mendekat.." ucap Abel.


Dengan sigap, Susi langsung berdiri didepan Abel dan kedua tangannya di depan dada dengan jari terkepal. Dalam posisi mengajak Damar bertinju.


"Susi..! awas.." perintah Damar untuk Susi minggir dari depan Abel.


"Maaf pak boss, saya bodyguard neng Abel.." ucapnya masih dalam posisi kuda-kuda untuk bertinju.


"Bagus Susi..!" seru Abel puas, melihat Susi berdiri didepannya.


"Susi....!" teriak Damar dengan keras.


"Pak boss jangan teriak, berisik..!" balas Susi.


"Aku benci kalian..!" kemudian Abel berlari meninggalkan ruangan Damar.


" Neng tunggu..!" Susi berlari mengejar Abelia.


Melihat Abel berlari meninggalkan ruangannya Damar berteriak memanggilnya.


"Abel..!" panggil Damar, tetapi Abelia berlari.


Abel dan Susi sudah masuk kedalam lift, dan Damar terlambat sekian detik.


"Neng, jangan lari-lari neng. Lagi hamil neng ." ingatkan Susi kepada Abelia, yang ingin berlari kembali begitu pintu lift terbuka.

__ADS_1


Terimakasih Susi, kamu sudah mengingatkan saya ." kata Abelia.


"Neng, kenapa marah dengar perkataan pak boss. Kalau saya senang neng ada laki-laki yang melakukan apa saja untuk mengajak saya menikah." ucap Susi yang berjalan beriringan dengan Abel.


"Tapi dia tidak mencintai diriku Susi, dia dulu pernah menolak aku ." kata Abelia.


"Pak boss pernah nolak neng Abel, kok bisa ya ?" heran Susi.


"Bisalah, karena pacar nya lebih oke..!" seru Abel, sambil meneruskan langkahnya.


"Kita kemana neng ?" tanya Susi yang masih berada dibelakang Abelia.


"Kabur..!" ujar Abel dengan geram.


"A...a.., jangan neng. Kalau neng kabur nanti pak boss didekati banyak perempuan, neng mau nanti di madu, saya juga mau dengan pak boss ." kata Susi.


"Biarin, mau di madu atau di lebah sekaligus juga. Suka dia.." cetus Abel yang Abel yang masih beremosi.


"Apa...! kau mau nusuk aku dari belakang ?" mata Abel melotot memandangi Susi.


"Lo..kok nusuk neng, saya nggak bawa pisau. Sumpah.." Susi menunjukkan kedua tangannya.


"Susi..! nusuk bukan pakai pisau, kamu itu mau ambil suami ku. Suami majikan lu ini ya..!" ucap Abel dengan gemas.


"Kalau neng Abel kabur, pak boss sendiri. Nggak salah kan ." ucap Susi.


"Sebel...sebel !" Abel meremas kedua tangannya.


"Lah neng, kita mau kemana?" Susi baru sadar, mereka tidak dari jalan mereka datang tadi.


"Pulang..!" ketus Abel menjawab Susi.


"Kenapa jalan jelek begini neng, kenapa tidak dari jalan tadi ?" tanya Susi.


"O...o..o..!" Susi hanya ber o ria saja, dia terus mengikuti Abelia.


Sedangkan dikantor, Damar baru saja turun kelantai satu. Setelah menunggu lift yang tidak naik-naik Damar menggunakan tangga untuk turun.


"Akhirnya..!" seru Sony setelah sampai dilantai dasar.


"ini semua gara-gara kau Sony, mulut mu seperti mulut perempuan tidak bisa menyimpan rahasia. Awas kau jika Abel kabur, ku pindah kerja kau ke kutub Utara.." ujar Damar sambil berjalan cepat.


"Damar, apa kau tidak capek berjalan. Kenapa tidak kau naik mobil saja lebih cepat..?" ucap Sony dengan napas yang tinggal satu-satu.


"Huh... kenapa tidak kau katakan dari tadi.." Damar memutar langkahnya menuju keparkiran mobilnya.


****


Abel masuk kedalam rumahnya, dan berjalan cepat menuju kamarnya. Susi masih mengikutinya dari belakang.


Sampai dikamar, Abel membuka lemari dan mengeluarkan baju-bajunya.


"Neng, betul mau kabur..?" tanya Susi.


"Betullah..! kau kira main-main, mana tas.?" Abel mencari-cari tas tempat bajunya.


"Terus saya bagaimana ?" tanya Susi bingung.


"Kau bodyguard ku kan, kemana aku pergi kau harus ikut.." perintah Abel.


"Ambil baju mu kita pergi.." kata Abel.

__ADS_1


Ambil masih mencari-cari tas untuk tempat bajunya.


"Kemana tas semua, apa kak Damar tahu aku ingin kabur. Aku tidak butuh tas, Abelia mengambil bajunya dan sepasang pakaian dalam. Kemudian menyampirkannya benda tersebut ke pundaknya.


Dengan cepat Susi berlari menuju kamarnya, dan tidak begitu lama Susi sudah kembali dengan membawa koper berisi baju. Dan di arah belakang muncul Bu Patmi dengan wajah bingung dan panik.


"Lah neng mau kemana bawa baju segala, dan Susi si gendeng ini ikutan juga..?" tanya Bu Patmi dengan mengikuti Abelia dan Susi menuruni tangga.


"Pergi Bu Patmi, jaga rumah baik-baik saat saya tidak ada ." ujar Abelia dan berjalan menuju halaman samping.


"Neng jangan begitu, neng lagi hamil, Bagaimana jika Den Damar pulang dan neng tidak ada dirumah, nanti dia khawatir.." bujuk Bu Patmi.


"Dia tidak akan khawatir.." ucap Abel.


"Susi, kau lagi ikut-ikutan.." Bu Patmi mencubit keponakan nya.


"Bi, Susi itu bodyguard neng Abel. Kemana neng Abel pergi, Susi harus ikut untuk menjaga keselamatannya." kata Susi.


"Bodyguard... bodyguard..gaya kamu..!"


"Pak Umar..!" panggil Abel, saat dilihatnya Pak Umar sedang memotong rumput.


"Ya Neng.." Pak Umar berlari mendekatinya.


"Pak Umar, tolong ambilkan tenda di gudang saya ada lihat tenda di gudang ." kata Abelia.


"Untuk apa neng ?" tanya Pak Umar suami Bu Patmi.


"Saya mau tinggal disini sejak saat ini dan hari ini, cepat pak Umar. Ambil dua ya, karena Susi juga akan tinggal di sini bersama saya ." perintah Abel.


"Neng, kita kaburnya hanya ke halaman samping ?" bengong Susi.


"Iya, kan kamu yang bilang supaya jangan kabur. Nanti suami saya diambil orang, kalau kabur kesini bisa saya pantau dari sini." kata Abel, dan kemudian duduk direrumputan.


"Kenapa tidak bilang neng, untuk apa saya bawa baju pakai koper.." ujarnya dan meletakkan kopernya kerumput.


"Baguslah, saya cari koper nggak ada. Terpaksa begini bawa bajunya.." ucap Abel.


"Begini cara bawa baju untuk minggat, bukan minggat namanya neng. Tapi mau mandi ke sungai ." kata Susi.


"Neng, ayo masuk neng. disini dingin kalau malam." kata Bu Patmi.


"Tidak Abel mau tinggal di sini.." Abel berkeras ingin tinggal ditenda.


"Ini tendanya neng ." ucap pak Umar.


"Pasang pak.." perintah Abel.


"Abel.Abel...!" terdengar suara Damar dari dalam rumah.


Abel berdiri dari duduknya, begitu mendengar suara Damar.


"Pak boss neng ." kata Susi.


"Biar..!"


Mendengar suara Damar, Bu Patmi berlari masuk dan tak lama kemudian keluar diikuti oleh Damar.


"Sayang..! Jangan marah ya ." ucap Damar.


"Jangan dekat-dekat, bodyguard. Tolong jangan kasih dekat orang ini ." perintah Abelia.

__ADS_1


Susi berlari menghalangi Damar untuk mendekati Abelia.


Bersambung..


__ADS_2