Love The Flower Girl

Love The Flower Girl
Bab 27 First


__ADS_3

Hai kakak-kakak reader terimakasih telah sudi membaca cerita ini.


Bantu like and bintang 5 ya.


***


Abelia berendam di bathtub, untuk merilekskan badannya yang terasa remuk. Karena berdiri menyalami tamu yang banyak, dia sangat kaget melihat banyaknya jumlah orang yang di undang oleh Damar.


"Ah.. sakit semua badan, kenapa ngundang tamu segitu banyak.." Abelia memijat betisnya yang terasa kaku, begitu juga dengan telapak kakinya.


"Bagaimana kehidupan yang akan ku hadapi, jelas-jelas nenek kak Damar sangat membenci diriku. Apa aku harus melawan neneknya, orang seperti apa diriku. Jika melawan orang tua.." Abelia mengingat pertemuan nya dengan nenek Damar saat dia pergi ke toilet saat resepsi tadi.


Flash back


"He.. jangan kau anggap setelah kau menikah dengan Damar hidup mu akan enak, aku akan pastikan hidupmu seperti didalam neraka.." ucap Neneknya Damar, sembari menunjuk Abelia dengan tongkatnya yang selalu berada ditangannya.


"Nenek, jangan marah-marah nek. Nanti gigi palsu nenek copot.." kata Rozi yang menemani Abelia ke toilet.


"Diam kau..!" serang nenek Damar kepada Rozi.


"Aduh nenek, ngomong jangan keras--keras. Kaget gue nek.." ucap Rozi yang terus melawan nenek Damar.


"Awas kau..!" kemudian nenek Damar meninggalkan Abelia dan Rozi.


"Itu nenek, makan apa waktu mudanya ya ? ngomongnya pedes bener. Sepertinya mulut nenek itu ada kebun cabenya..." kata Rozi.


Sedangkan Abelia tidak melawan apa yang diucapkan nenek Damar, ntah dia males untuk melawan atau dia sudah kehabisan energi karena letih menghadapi resepsi.


"Yuiii...Abel, kenapa elu diam saja. Lawan tu nenek ." kata Rozi kepada Abelia.


"Gue tidak mau masuk neraka, sudah ayo kita kembali.." Abelia mengandeng tangan Rozi, karena dia merasa lemas. Walaupun dia berusaha untuk tak meladeni ucapan nenek Damar, tetapi ucapan nya terngiang-ngiang terus dipikirannya.


Flash back end.


"Apa yang akan dilakukan nenek ya, tapi nenek tidak tinggal disini.." Abelia berbicara sendiri .


Tok...tok... terdengar suara ketukan di pintu kamar mandi, dan kemudian suara Damar yang memanggilnya.


"Abel, kenapa lama sekali. Apa kau akan tidur didalam kamar mandi..?" suara Damar, membangunkan lamunan Abelia.


"Cepat sayank...!" panggil Damar kembali.


"Sebentar..! huh..kalau bisa aku ingin tidur disini, ah... apa yang harus kulakukan. Apa kak Damar akan meminta haknya malam ini, aku belum siap.."guman Abelia, dia khawatir Damar akan meminta dia melayani dirinya diranjang.


"Rencana lama-lama dikamar mandi, agar kak Damar ketiduran gagal. Ternyata rencana yang jahat itu tidak direstui semesta ya.." guman Abelia, dengan jengkel.


"Seharusnya gue minta Rozi beli obat tidur, biar ku kasih minum obat tidur dia. Biar tidur seharian.." sambung Abelia sambil ngedumelnya.


Abelia keluar dari bathtub, dan mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya dan rambutnya. Kemudian Abelia memakai baju tidurnya model piyama, kemudian Abelia mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya. Setelah kering Abelia keluar dari kamar mandi dan dilihatnya Damar duduk bersandar diujung kepala tempat tidur.


Abelia ragu untuk berjalan ketempat tidur, ingin rasanya dia kabur dari kamar.

__ADS_1


"Kenapa berdiri saja, ayo kita tidur.." Damar menepuk-nepuk kasur disampingnya, agar Abelia naik ke ranjang.


"Kita tidur bersama kak..?" tanya Abelia ragu-ragu.


Damar tertawa mendengar pertanyaan Abelia yang sangat lucu dirasakan oleh Damar.


"Abel, kita itu sudah menikah. Setiap orang yang sudah menikah tidur bersama pasangan nya." kata Damar.


"Tapi kita tidak saling cinta.." kata Abelia.


"Siapa bilang.." Damar bangkit dari ranjang, dan berjalan mendekati Abelia. Setelah dekat Damar mengendong Abelia dan membawanya ke ranjangnya.


"Kak..! turunkan, Abel bisa jalan sendiri...!" seru Abelia yang kaget, karena Damar dengan tiba-tiba mengendong dirinya.


"Hus diam, setiap pasangan yang baru menikah. Sang suami selalu mengendong pengantinnya memasuki kamar, karena tadi kita masuk kamar tidak bersamaan. Sekarang kakak akan gendong pengantin kakak ke ranjang.." Damar meletakkan Abelia ke ranjang, kemudian Damar mengkungkung Abelia dibawahnya.


"Kak Damar mau apa..?" Abelia berusaha mendorong tubuh Damar yang tepat berada diatas badannya.


"Ini malam pengantin kita, apa yang dilakukan setiap pasangan pengantin baru..?" Damar melekatkan bibirnya ke leher Abelia, sehingga Abelia merasa kegelian. Karena Damar juga menjilati leher Abelia.


"Tidur, semua orang tidur jika malam kak.." ujar Abelia, dia terus berusaha mengerakkan lehernya dari jilatan dan kecupan Damar.


"Aduh.. kenapa kak Damar menjilati leherku, apa kak Damar kesurupan arwah anjing gentayangan.." dalam benaknya Abelia.


Damar terus melakukan nya, sedangkan Abel terus berusaha melepaskan Kungkungan tubuh Damar sembari membacakan Doa-doa pengusir arwah gentayangan.


"Kenapa tidak berhasil juga dengan baca ayat-ayat pengusir setan..." ujar Abelia.


Damar menghentikan perbuatannya, diangkatnya kepalanya dari leher Abelia dan dilihatnya Abelia dengan mata terpejam dengan mulut yang komat-kamit.


"He.. kenapa komat-kamit begitu, apa yang Abel ucapkan..?" tanya Damar yang masih berada diatas tubuh Abelia.


Abelia membuka matanya, dan dilihatnya wajah Damar tepat diatas wajahnya. Sedang memperhatikan dirinya.


"Kak Damar sudah sadar, tandanya Doa yang Abel baca tadi berhasil mengusir setan yang ada didalam diri kak Damar ." kata Abelia dengan perasaan yang lega.


"Apa..!? kapan kakak kesurupan ?"


"Tadi, kakak Damar menjilati leher Abel. Kakak sepertinya kesurupan arwah anjing penasaran.." ucap Abelia dengan serius.


Damar tertawa terbahak-bahak, dan menggeser tubuhnya dari atas badan Abel. Dia terus tertawa, membuat Abelia merasa khawatir arwah penasaran kembali merasuki tubuh Damar.


"Abel...Abel..! masih seperti yang dulu, masih sangat menggemaskan.." Damar mengacak-acak rambut Abelia.


"Tadi itu kakak berusaha agar....." Damar membisikkan sesuatu kepada Abelia, sehingga wajah Abelia merah merona. Ketika mendengar apa yang dibisikkan Damar.


"Hih...!" ujar Abelia dan menggeser tubuhnya menjauhi Damar.


"Mau kemana..?" tanya Damar, saat dilihatnya Abelia menggeserkan tubuhnya agak menjauh.


Damar menarik Abelia, sehingga Abelia sekarang berada dalam pelukan lengan kokoh Damar.

__ADS_1


"Tenang, kakak tidak akan mengambil hak kakak malam ini. Kakak akan tunggu sampai Abel siap, tapi jangan lama-lama . Karena mama dan papa sudah lama sangat menginginkan cucu.."


Cup


Damar mengecup bibir Abelia, membuat Abelia kaget dan dengan spontan memukul dada Damar.


"Enak saja kakak mencuri ciuman.." ujar Abelia dengan sewot.


"Ini bukan mencuri namanya, tapi itu sudah hak kakak. Abel sudah menjadi milik kakak ya, tidak ada istilah curi mencuri disini ingat itu ." ujar Damar.


"Ayo kita tidur, besok kita harus bangun pagi. Mama dan papa akan kembali besok pagi.." kata Damar.


"Nenek ?" tanya Abelia.


"Ikut pulang, kenapa .?" Damar mengangkat dagu Abelia agar dia dapat melihat wajah Abelia yang berada dalam dekapannya.


"Nggak apa-apa, ingin tahu saja.." Jawab Abelia.


"Masih takut ya dengan nenek, sebenarnya nenek tidak jahat. Cuma bicaranya yang sangat arogan.." kata Damar.


"Nenek tidak suka dengan Abel ." kata Abelia.


"Dengan mama, nenek juga tidak suka. Tapi nenek tidak bisa berbuat apa-apa.." kata Damar.


"Nenek tidak suka dengan mama juga ?" kaget Abelia mendengar perkataan Damar.


"Iya, nenek tidak setuju dulu saat papa menikahi mama. Alasannya karena mama hanyalah anak penjual jamu, walaupun sekarang orang tua mama sudah menjadi pengusaha jamu tradisional yang terkenal sampai keluar negeri, nenek tetap juga tidak menyukainya." cerita Damar.


"Apalagi dengan Abel, hanya penjual bunga. Mungkin sampai kapan pun juga nenek tidak akan merestuinya.." ucap Abel dengan suara yang lirih.


"He.. kenapa sedih, yang penting mama dan papa merestui.." kata Damar.


"Sudah, kita tidur.." tangan Damar mengelus-elus lengan Abelia yang berada dalam pelukannya, sehingga Abelia terbawa kedalam mimpi indahnya.


"Sweet dream.." Damar mengecup pucuk kepala Abelia, dan kemudian dia juga masuk dalam tidurnya.


****


Pagi-pagi Abelia sudah bangun dan dengan cepat dia terlonjak dari tidur.


"Aduh.. untung tidak kesiangan, bisa-bisa nenek akan makin membenciku.." ujar Abelia dan dilihatnya Damar masih dalam posisi tidurnya.


"Kak Damar masih seperti dulu, sangat ganteng ." Abelia menyentuh hidung Damar yang mancung.


"Hih hidung kak Damar mirip perosotan TK.." Abelia tertawa pelan, takut dia Damar terganggu dengan ulahnya.


"Mandi ah, nanti dia tahu gue mengagumi ketampanannya." Abel turun dari ranjang dan mengambil baju ganti, dan kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandi paginya.


Setelah Abelia masuk kedalam kamar mandi, Damar membuka matanya. Dia tersenyum melihat apa yang dilakukan Abelia tadi, karena sebenarnya Damar sudah bangun sedari tadi.


"Dasar Abel, hidung bagus begini. Di bilang mirip perosotan TK.." Damar menegang hidungnya.

__ADS_1


Bersambung..


Bantu like and jangan lupa tekan rate 5 🥰😍🤩


__ADS_2