
Dukung karya author ya, kakak-kakak reader dengan cara like... like...like...Trims,,🥰
****
Sebelum Abelia masuk kedalam rumah, Abelia mendengar Damar berkata.
"Abel, bilang kepada Jonathan. Besok kak Damar kerumah menemuinya." ujar Damar, tetapi Abelia tidak menanggapi. Dia membuka pintu rumahnya dan kemudian menutupnya dengan keras, sehingga Damar juga mendengarnya.
"Menarik.." terlihat senyuman dibibir Damar, ntah apa yang ada dibenaknya sehingga senyuman nya begitu lama singgah dibibirnya.
Begitu melihat cahaya lampu hidup dikamar Abelia yang terlihat dari tempat mobil Damar berhenti, Damar melanjutkan jalan mobilnya menuju rumahnya. Yang kira-kira hanya berjarak satu km dari rumah Abelia.
Sedangkan Abelia yang tiba dikamar nya langsung merebahkan tubuhnya ke kasur, tanpa mandi dan menganti baju yang dikenakan nya tadi.
Matanya menerawang menatap langit-langit kamarnya.
"Sial...! kenapa harus bertemu dengan dia lagi." gerutu Abelia, dan mengambil bantal untuk menutupi wajahnya.
Tok....tok.... suara ketukan di pintu kamarnya, tetapi Abelia tetap berbaring. Malas rasanya untuk berdiri atau menyahut.
"Dek...Dek..." suara Jo sembari mengetuk pintu kamar Abelia.
"Dek sudah tidur..?" tanya Jonathan, karena tidak mendengar ada suara pergerakan didalam kamar adeknya.
"Apa sudah tidur, tapi baru saja masuk. Masa sudah tidur, cepat sekali tidurnya ." guman Jonathan sembari berjalan meninggalkan depan pintu kamar Abelia menuju ruang tengah dan mengambil remote untuk melihat tayangan TV.
Drrtt...drrt... getaran handphone Jonathan bergetar disaku piyamanya, Jonathan meletakkan remote Tv yang dipegangnya dan mengeluarkan handphone dari saku piyamanya.
Jonathan melihat pesan masuk kedalam handphonenya.
Mel : Dah tidur Jo ?"
Jo. : Belum, kenapa ?
Mel : Aku juga belum ngantuk Jo.
Hampir satu jam Jo dan Mel berbalas pesan di Wa, sampai ngantuk menyerang baru mereka mengakhiri saling berbalas pesan.
****
Suara burung dan ayam jago bernyanyi, sesuai dengan suara yang masing-masing Tuhan berikan kepada masing-masing ciptaan Nya. Membuat Abelia bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Dengan cepat Abelia bangun untuk memasak sarapan untuk dirinya dan abangnya.
"Masak apa hari ya ?" Abelia berpikir keras, menu apa yang akan dimasaknya untuk sarapan pagi di hari Minggu ini. Sebelum dia berangkat ke kebun bunganya.
"Buat nasi uduk saja, biar sekalian bawa untuk para pekerja." ujar Abelia sembari mengeluarkan bahan untuk memasak nasi uduk.
Setelah berkutat di dapur hampir satu jam an, Abelia menghidangkan nasi uduk di meja makan. Dan sebagian dimasukkan nya kedalam rantang untuk dibagikannya kepada para pekerja yang tidak libur dihari Minggu.
"Harum sekali, masak apa dek ?" tanya Jonathan yang sudah bangun.
"Nasi uduk bang, ini ada Abel bawa ke kebun."
"Oh..ya, hari ini mau nanam bibit bunga ya." kata Jonathan, dan menarik kursi untuk ditempatinya.
'Hih...abang mandi dulu, malu tu masih kelihatan aliran Iker abang." ejek Abelia kepada Jonathan yang ingin sarapan tanpa mandi dahulu.
"Abang tidak mandi juga masih ganteng kok !" ujar Jonathan sembari menyuapkan nasi uduk ke dalam mulutnya.
"Jorok ih..." Abelia mengidikkan bahunya.
Jonathan hanya tertawa kecil, melihat Abelia merasa jijik terhadapnya.
"Dek semalam kemana ? Abang balik, adek belum pulang ?" tanya Jonathan.
"Bersama siapa ?"
"Rozi dan Mai."
"Sepeda motor kemana dek ?"
"Semalam kami pergi naik sepeda motor, terus ban motornya bocor. Kami titip ke warung. Hari ini Abel akan ngambil tu motor."
"Kalian boncengan tiga orang ?"
"Iya.."
"Bener...bener ya Dek, bagaimana jika ada sesuatu yang menimpa kalian bertiga diperjalanan. Apa yang harus abang lakukan, ayah dan bunda pasti marah kepada abang. Karena abang sudah lalai mengawasi adek ." ujar Jonathan sembari memandang adeknya.
"Maaf bang ." ujar Abelia sembari menundukkan kepalanya, dia menyesalkan tindakannya yang mengendarai sepeda motor bonceng tiga. Tanpa memperdulikan keselamatannya.
"Sudah abang bilang, jangan dekat-dekat kedua teman adek itu. Mereka membawa pengaruh buruk terhadap adek ." kata Jonathan lagi dengan perasaan yang kesal, dia merasa telah lalai mengawasi adeknya. Padahal dia telah berjanji kepada ayahnya, saat Ayahnya sedang merenggang nyawa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
Dan Jonathan berjanji akan terus menjaga adeknya sesuai pesan terakhir ayahnya.
"Maaf bang.." Abelia mendekati abangnya, dan mentowel-towel lengan abangnya.
"Hari ini minta maaf, belum satu jam. Pasti buat ulah lagi dek, Abang sudah tahu kelakuan mu Dek...." ucap Jonathan.
"Abang sih ..! semalam Abel sebel kepada abang, Abel mau punya pacar. Tapi abang tidak izinkan, makanya Abel ajak Mai dan Rozi ke Mall ."
"Dek, pacar adek itu sudah ada. Tapi belum kelihatan, tunggu umur adek 20 tahun. Pasti dia muncul, dan abang nikahkan langsung adek dengannya." kata Jonathan, dan dia berdiri membawa piring kotornya ke dapur.
"Hih...abang, Abel masih kecil dan belum cocok menikah. Abel punya pacar aja dulu ya bang..?" Abelia mengikuti abangnya ke dapur.
"Tidak ada pacar-pacaran, kalau mau langsung nikah saja. Dan itu juga atas restu abang, jika abang tidak suka dengan cowok itu jangan berani backstreet..!" ujar Jonathan.
"Hih...sebel..!" gerutu Abelia, dan mengambil rantang yang berisi nasi uduk dan kemudian berangkat ke kebun bunganya.
"Dek, hari ini abang mau ketemu Damar. Mau ikut ?" tanya Jonathan, sebelum Abelia keluar menuju kebun bunganya.
"Ogah.. nggak demen Abel bertemu dengannya ." ujar Abelia sambil meneruskan langkahnya menuju kebun dibelakang rumahnya.
"Yeehh Dek, pura-pura nggak mau ketemu. Ketemu nanti klepek-klepek tu hati ." ujar Jonathan.
"Dek, dua bulan lagi Damar jadi suami orang. Puas-puasin mandanginnya, nanti kalau sudah jadi sudah suami orang bakal marah nanti istri nya." kata Jonathan lagi, seraya mengiringi langkah adiknya dari belakang.
"Kenapa abang seperti wartawan infotainment saja, mengatakan hal yang tidak berguna. Cukup...! Abelia tidak ada berkepentingan dengan yang abang ucapkan ." Abelia menjauhi Jonathan yang masih berdiri dan memandang adeknya dari belakang.
"Ah...Dek, abang tahu. Cintamu kepada Damar masih begitu besar, abang kira cinta mu dulu cinta monyet ." Jonathan bicara sendiri
****
Selama seminggu Abelia selalu kucing-kucingan dengan Damar, dia selalu menghindari pertemuan dengan Damar. Saat Damar kerumah menemui abangnya Jonathan, Abelia selalu secara diam-diam pergi dari rumahnya.
"Hei...beib, kenapa elu selalu ke warung gue. Apa dirumah elu nggak masak sehingga hampir setiap hari mangkal disini ?" tanya Rozi yang merasa heran, karena selama seminggu Abelia selalu ke warung makan.
"Kenapa, elu bosan melihat gue di sini ?" tanya Abelia.
"Tidak beib, cuma heran saja. Nggak biasanya elu begini, jangan bilang elu buang tabiat ya ?"
"Busettt...elu kira gue mau koit ya, parah....elu !" seru Abelia seraya mencubit lengan Rozi.
"Aduh beib...sakit tahu ." ujar Rozi.
__ADS_1
Bersambung
Maaf jika ada typo dan dalam penulisan ✍️ yang sedikit rancu.maklum author hanya penulis recehan.