Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Pengakuan Aleqxa


__ADS_3

"Rehan, panggil Ratih saat membuka matanya.


" iya Tante Rehan disini, syukurlah Tante sudah bangun, "kata Rehan sambil tersenyum, "tolong bawa Tante ke ruangan Aleqxa, pinta Ratih kepada Rehan.


" tapi Tante masih lemah , Aleqxa baik2 saja Tante ,istirahatlah dulu kalau sudah lebih baik nanti baru Tante ke ruang Aleqxa."kata Rehan kepada Tante Ratih.


Tante baik2 saja Rehan, tolong bantu Tante ke kamar Aleqxa ya, pinta Ratih lagi kepada Rehan, " baiklah Tante, jawab Rehan.


Rehan membantu Ratih naik ke kursi Roda di bantu oleh bik Endah, lalu mendorong kursi roda yang dinaiki Ratih menuju ke kamar Aleqxa yang ada disebelah kamar Ratih di rawat.


Sampai di kamar Aleqxa, Dr Arya masih ada di dalam kamar menunggu Aleqxa siuman, Ratih langsung memeluk Aleqxa saat sampai di samping Aleqxa tertidur, dan menagis" Aleqxa sayang cepat sadar nak" kata Ratih dalam tangisnya.


"Dr Arya bagaimana keadaan Aleqxa?" tanya Ratih kepada Dr Arya." Aleqxa sudah melewati masa kritis sebentar lagi pasti bangun,Aleqxa hanya tidur saja tidak usah kuatir Nyoya Ratih, jangan terlalu banyak pikiran ingat kondisi Nyoya juga". kata Dr Arya memperingati Ratih.


"iya Dr Arya, trimakasih sudah menolong saya membawa saya kerumah sakit, jawab Ratih

__ADS_1


Sesaat kemudian Aleqxa membuka matanya, yang dilihatnya pertama kali adalah Rehan yang berdiri tepat diatasnya berbaring disisi Ratih, melihat Aleqxa sudah membuka mata Rehan tersenyum dengan tulus dan rasa bersyukur" Aleqxa kau sudah bangun, sambil tangannya mengelus rambut Aleqxa.


" Aleqxa sayang kau sudah bangun nak, sambil memeluk tubuh Aleqxa dan masih menagis karena bahagia melihat Aleqxa sudah membuka matanya.


"Mama" Aleqxa mengalihkan pandangannya ke arah Ratih dan kembali mengalihkan pandanganya ke arah Rehan yang masih mengelus rambut Aleqxa dengan penuh kasih sayang.


FLASH BACK OFF


" Mas Rehan, maafkan aku" kata Aleqxa pelan sambil menahan tangisnya, tapi tetap saja air mata mengalir dari sudut matanya.Rehan merasakan hatinya tidak enak melihat sikap dan kata2 Aleqxa yang terus minta maaf, Rehan mengingat kemarin Aleqxa berboncengan sangat mesra dengan seorang laki2, Rehan merasakan ada sesuatu yang salah.


Aleqxa tidak bisa menjawab karena dia bingung harus menjawab apa, Aleqxa hanya menundukkan wajahnya dan menagis, Aleqxa tidak ingin menyakiti hati Rehan yang sudah begitu baik kepadanya dan keluarganya selama ini, dan yang sll menjadi dewa penolong keluarga Aleqxa.


Hati Rehan semakin kacau melihat sikap Aleqxa, dengan kedua tangannya Rehan menangkupkan tangannya ke pipi Aleqxa dan mendekatkan wajah Aleqxa ke wajah Rehan, dan bertanya dengan lembut " apa kau mencintai laki2 itu Aleqxa?" jawablah Aleqxa, apapun jawabanmu aku tidak akan marah dan aku akan menerimanya dengan ikhlas, jawablah Aleqxa jangan membuatku dalam kebingungan melihat sikapmu seperti ini", kata Rehan kepada Aleqxa.


Aleqxa memandang Rehan dengan air mata yang menetes di pipinya, dan dengan pelan menganggukkan wajahnya, rasanya Aleqxa tidak bisa berkata2 hanya angota badannya saja yg bisa mengisyaratkan kalau Aleqxa memang mencintai laki2 yang dimaksud Rehan, melihat Aleqxa menganggukkan kepalanya rasanya hati Rehan hancur, dengan lemah Rehan menarik tangannya dan terduduk di sofa kamarnya, kepalanya tertunduk dengan tangan yang menopang wajahnya,Rehan sangat mengasihi Aleqxa dan mencintai Aleqxa dengan sangat, tapi selama ini Rehan memang tidak pernah mengutarakan perasaannya kepada Aleqxa karena sesungguhnya Rehan merasa tidak sebanding dengan Aleqxa.

__ADS_1


Aleqxa adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya dengan perusahaan yang tersebar diseluruh pelosok negri, sedangkan Rehan hanya anak seorang pegawai rumah sakit biasa dengan tingkat ekonomi dan sosial yang berbeda, hanya saja keluarga Rehan dan Rehanlah yang selalu menjadi dewa penolong untuk keluarga Aleqxa Wijaya, sehingga keluarga Aleqxa sangat menyayangi keluarga Rehan, dan dua keluarga sudah sangat dekat terutama Ayah Aleqxa Alfin Wijaya sangat berhutang Budi dan berhutang nyawa kepada keluarga Rehan.


Sehingga Alfin Wijaya juga sangat menyayangi Rehan dan menganggapnya adalah seperti anak sendiri, kemanapun mereka pergi berlibur Keluarga Rehan pasti diajak sehingga antara Rehan dan Aleqxa juga sudah seperti adik dan kakak, Alfin Wijaya bahkan meminta Rehan untuk menjadi wakil Presiden direktur di perusahaan Alfin Wijaya, tapi Rehan bukanlah orang yang gila harta dan tidak punya harga diri, demi harga dirinya dan keluarganya Rehan tidak mau menerima itu semua, karena Rehan ingin bekerja dan bisa menjadi pemimpin dengan kemampuannya sendiri bukan karena orang lain yang memberikannya.


Rehan adalah Rehan yang memiliki harga diri begitu tinggi, bahkan saat ini pun walau hatinya porak poranda melihat gadis yang dicintainya ternyata mencintai orang lain dia tetap berusaha untuk tenang, dan tidak memaksakan keinginannya untuk menikahi Aleqxa, walaupun itu bisa dia lakukan karena Alfin Wijaya beserta istrinya Ratih sudah berjanji akan menikahkan Rehan dan Aleqxa didepan mendiang Alan Saputra ayah Rehan.


Karena mereka sudah seringkali diselamatkan oleh keluarga Rehan, maka Alfin Wijaya ingin berterima kasih dengan menikahkan Aleqxa dengan Rehan, dan dikarenakan Alfin Wijaya juga kagum dengan sifat Rehan yang baik ,punya harga diri yang tinggi dan seorang pekerja keras.


Saat Ratih berhasil diselamatkan nyawanya berkat donor ginjal yang diberikan oleh Alan Saputra ayah Rehan. Tiga hari setelah mendonorkan ginjalnya Alan Saputra menolong


Alfin Wijaya yang hampir saja ditabrak oleh sebuah mobil yang melintas di jalan di depan rumah sakit saat Alfin Wijaya hendak menyeberang jalan, tapi akhirnya Alan Saputra ayah Rehanlah yang menjadi korbannya.


Disaat kritis Alan Saputra yang mengetahui anaknya Rehan mencintai Aleqxa menyampaikan kepada Alfin Wijaya kalau Rehan mencintai Aleqxa dan Alan Saputra akan bahagia sekali jika mereka bisa menikah ,karena Alan Saputra juga sangat menyayangi Aleqxa ,mendengar perkataan Alan Wijaya bahwa Rehan mencintai Aleqxa , Alfin Wijaya sangat bahagia karena memang Alfin Wijaya ingin sekali Rehan bisa menjadi menantunya, dengan tanpa berpikir panjang Alfin Wijaya dan Ratih langsung berjanji di depan Alan Saputra bahwa mereka akan menikahkan Rehan dan Aleqxa kalau Aleqxa sudah lulus kuliahnya.


Saat itu Aleqxa ,Rehan, dan Tante Retno juga ada di dalam kamar tempat Alan Saputra di rawat setelah oprasi.

__ADS_1


"Aleqxa mendekati Rehan dan duduk di bawah sambil memeluk lutut Rehan,"Mas Rehan,maafkan Leqxa, air mata Aleqxa tidak bisa berhenti mengalir, Aleqxa juga sangat menyayangi Rehan ,dia tidak tega melihat Rehan sakit hati,tapi rasa sayang Aleqxa bukanlah cinta untuk seorang laki2 tapi untuk seorang kakak.


__ADS_2