
Rehan sedang asyik ngobrol bersama mama dan kedua orang tua Aleqxa , saat itu Aleqxa datang menghampiri mereka diruang keluarga, mereka ngobrol sambil menonton telivisi, ditemani pisang goreng , singkong goreng dan teh manis hangat, makanan rakyat yang sangat mereka gemari, "Aleqxa kemari", panggil Alfin Wijaya saat melihat Aleqxa menuju ke arah mereka, Aleqxa pun duduk di samping Papanya, " besuk Mama sudah undang Tante Rona untuk datang kemari, dia akan membawakan foto- foto baju pengantin untuk kalian, Mama harap kalian luangkan waktu besuk siang untuk memilih baju pengantin kalian, dan juga, Mama juga sudah undang IO paling terkenal di negri ini untuk menyiapkan pesta pernikahan kalian" , kata Ratih kepada Rehan dan Aleqxa dengan bahagia,mendengar kata-kata Ratih, Rehan dan Aleqxa saling berpandangan, " Maaf Tante mungkin sebaik nya pernikahannya di adakan sesederhana mungkin, dan mengundang orang-orang yang terdekat saja, saat ini kami berdua belum siap Tante untuk di dilihat di depan umum sebagai sepasang suami istri".
Rehan akan bergabung di perusahaan Wijaya, Rehan tidak mau mereka berpikir hanya karena sebagai menantu Wijaya Rehan bisa bekerja di perusahaan Wijaya, dan mereka meremehkan kinerja Rehan nantinya, biarlah Rehan membuktikan diri kalau memang Rehan mempunyai kemampuan untuk bekerja di perusahaan Wijaya dan bukan hanya karena Rehan adalah menantu di keluarga Wijaya, dan Rehan rasa Aleqxa pun akan lebih nyaman jika saat ini status Aleqxa masih sendiri bukan sebagai istri Rehan, jika nanti Aleqxa membantu Rehan bekerja di perusahaan kita bisa saling membantu dan mengawasi, Rehan belum tahu kondisi perusahaan seperti apa, mana orang-orang yang benar-benar loyal kepada perusahaan dan mana orang-orang yang hanya mencari keuntungan saja di dalam perusahaan", kata Rehan kepada semua yang ada di ruang keluarga, biarlah Rehan membantu Mama dahulu nanti jika Aleqxa sudah siap bergabung dengan perusahaan barulah Tante Ratih melepas Rehan,
" Tante Rehan masih harus banyak belajar dari Tante dan Om " ,kata Rehan untuk meyakinkan ke dua orang tua Aleqxa dan Mamanya kalau pernikahan mereka untuk sementara tidak di publikasikan dahulu.
Alfin Wijaya, Ratih Wijaya dan Retno Mama nya Rehan mengangguk- anggukkan kepala tanda mereka mengerti dan bisa memahami alasan Rehan, walaupun sesungguhnya alasan Rehan yang utama sebenarnya adalah karena saat ini Aleqxa belum atau tidak mencintainya, Rehan hanya takut pernikahan mereka tidak berjalan seperti yang di inginkan, Rehan hanya takut pernikahan ini hanya sementara hanya untuk membuat sang Mama tercinta bahagia.
__ADS_1
" Rehan bagaimana kalau sampai Aleqxa hamil, orang-orang akan mengira Aleqxa hamil di luar nikah", kata, Papa tidak mau sampai itu terjadi," kata Alfin Wijaya kepada Rehan.
Aleqxa dan Rehan saling bertatapan, sesaat kemudian Rehan menjawab pertanyaan Alfin Wijaya, " Om Alfin saya rasa Aleqxa tidak akan hamil secepat itu saya rasa Aleqxa juga masih belum siap untuk memiliki momongan, Aleqxa masih harus menyelesaikan kuliahnya dan juga bekerja membantu saya nanti di perusahaan, Rehan sendiri saat ini juga belum siap Om, Tante jadi Rehan juga akan menjaga Aleqxa agar tidak hamil dulu jika nanti kami menikah.
Retno, Ratih dan Alfin menampakkan kan wajah sedih mereka mendengar kata-kata Rehan, mereka semua sesungguhnya sudah menginginkan cucu, tapi mereka juga menyadari anak-anak mereka masih muda masih ingin bersenang-senang menjalani kehidupan, apalagi Rehan baru akan memulai karirnya di perusahaan Wijaya.
"Jeng Retno, Rehan kalian tinggal disini saja , jangan pulang kerumah jeng Retno lagi, menurut laporan anak buah saya, geng King Cobra masih mencari-cari keberadaan Rehan dan Aleqxa , kami hanya takut kalau saat jeng Retno di rumah sendirian mereka datang menyerbu rumah jeng Retno, lebih aman jika jeng Retno dan Rehan tinggal disini, Rehan juga pasti akan lebih tenang kalau jeng Retno ada disini," kata Alfin Wijaya.
__ADS_1
" Jeng Retno kita makan malam dulu aja yuks , perut saya sudah mulai lapar ini," kata Ratih mengajak Retno dan lainnya untuk makan malam, dan sesaat kemudian mereka sudah berjalan menuju meja makan dan mulai makan malam.
Sementara di tempat lain Bimo sedang memandang masakan yang sudah dia masak untuk Aleqxa, masakan yang sudah tertata rapi di meja berharap Aleqxa mengubah pikirannya dan mau datang lagi ke apartemen nya untuk makan malam bersamanya, satu minggu ini Bimo sangat bahagia setiap hari bisa makan bareng bersama Aleqxa kalau tidak bisa makan malam, makan siang kalau tidak bisa makan siang Aleqxa menyempatkan dirinya mampir pagi-pagi mampir ke apartemen Bimo hanya untuk makan,
Aleqxa sendiri ingin menikmati waktu yang masih tersisa untuk bersama Bimo, karena jika sudah menikah Aleqxa tidak akan bisa bertemu Bimo seperti ini lagi, begitu pula Bimo dia tau akan kehilangan Aleqxa sebentar lagi, Bimo tidak akan bisa memeluk dan mencium Aleqxa lagi jika Aleqxa sudah menikah, Bimo hanya ingin menggunakan waktu yang tersisa untuk membuat Aleqxa bahagia, untuk membuat Aleqxa mengingatnya seumur hidupnya, akan kenangan-kenangan indah yang mereka ukir bersama, tak terasa air mata menetes dari sudut mata Bimo, hatinya merasa sangat kesepian tidak ada Aleqxa malam ini, semakin memikirkan Aleqxa akan segera dimiliki orang lain membuat Bimo semakin merasa tertekan , tapi Bimo berusaha untuk bisa menerimanya, Aleqxa dalam hal ini juga tidak bersalah apa-apa dia pasti juga tersiksa jika harus menikah dengan orang yang tidak dicintainya, begitupula Rehan.
Bimo terus berfikir tentang Aleqxa tentang Rehan tentang dirinya sendiri setelah pernikahan itu terjadi, semua pikiran buruk seperti berputar-putar di pikirannya, Bimo melihat jam dinding , waktu sudah menunjukkan pukul 20.05 WIB Bimo merasa Aleqxa tidak akan datang, Bimo mengambil HP nya dan melihat pesan WA " Bimo aku tidak bisa makan malam bersamamu jangan menungguku, maafkan aku Bimo", kata Aleqxa dalam pesannya, kamu harus makan dan selalu bkuat dan bahagia untukku, Aku sangat mencintaimu Bimo", jika kita berjodoh pasti ada jalan untuk kita bisa bersatu, maafkan aku sekarang mungkin aku tak bisa sering-sering bertemu denganmu," kata Aleqxa dalam pesannya.Bimo memejamkan matanya dan menitik kan air mata.
__ADS_1