
Rehan membuka telapak tangan yang menutup wajahnya ada tetesan air mata yang mengalir di sudut matanya , walau berusaha sangat keras tetap saja air mata mengalir dari sudut matanya, Rehan melihat Aleqxa yang terus menagis sambil memeluk lututnya " Aleqxa bangunlah , aku sangat mencintaimu , aku tidak ingin melihatmu menagis, jika kau memang mencintai laki2 itu aku ikhlas , aku tidak akan pernah memintamu menikah denganku jika kau tidak mencintaiku dan hanya terpaksa menikah denganku karena janji perjodohan orang tua kita, dari kecil kita sudah bersama, kau tidak punya kakak laki2 wajar saja kalau kau menyayangiku hanya sebagai seorang kakak, dan aku tau itu, tapi hati ini tidak bisa aku kendalikan, aku mencintaimu Aleqxa lebih dari seorang kakak ke adiknya, aku memang ingin menikah denganmu , jujur saja aku bahagia dengan perjodohan ini, karena aku mencintaimu.
Tapi aku tidak mau membuatmu kehilangan masa mudamu yang masih suka bergaul dengan siapapun, karena itu aku membiarkanmu bebas selama ini pergi bersama siapapun agar kamu bisa menikmati hidupmu tanpa memikirkan perjodohan, dengan harapan kasih sayangmu kepadaku bisa berubah menjadi cinta, dan sampai cinta itu datang dengan sendirinya dalam hatimu untuk aku, tapi ternyata dengan berjalannya waktu hatimu memang tidak bisa mencintaiku sebagai seorang laki2, dan sekarang kamupun sudah jatuh cinta dengan laki2 lain, aku yang akan memupus perasaan cintaku ini pada mu Leqxa, hanya berjanjilah padaku kamu akan selalu bahagia , bersama siapapun kamu nantinya, karena kebahagiaanmu juga kebahagiaanku, kemudian Rehan menangkupkan kedua tangannya di pipi Aleqxa dan mencium Kening Aleqxa dengan lembut, dengan penuh kasih sayang.
Aleqxa merasakan tubuhnya bergetar karena rasa bersalah yang sangat dalam, selama ini di dalam hidupnya Rehanlah yang selalu menemaninya, menyayanginya begitu tulus ,mendengar kata - kata Rehan hati Aleqxa terasa sesak seandainya hatinya bisa memilih untuk mencintai, Aleqxa akan memilih untuk mencintai Rehan, tapi entah kenapa hati Aleqxa selama ini sudah terikat dengan teman masa kecilnya, sehingga Aleqxa tidak bisa berpindah kelain hati untuk bisa mencintai laki2 lain termasuk Rehan yang selama ini sudah mengisi hari2 nya dan menjadi dewa penolong untuk keluarganya.
Rehan yang sangat tampan dengan tubuh atletis berkulit sawo matang dan rambut ikalnya yang hitam pekat dengan matanya yang bersinar cerah memberikan keceriaan bagi siapa saja yang melihatnya, termasuk Aleqxa yang selalu bahagia jika di dekat Rehan.
Aleqxa yang selama ini selalu menyebut Rehan adalah kakaknya dan dia sangat bangga karena Rehan disukai semua teman - temannya karena ketampanannya.
Mencintai Rehan adalah hal yang sangat mudah mungkin, buat semua wanita lain yang melihatnya karena Rehan laki2 tampan yang lembut dan baik hati, bertanggung jawab, dan mememiliki harga diri yang tinggi, tapi entah kenapa selama ini Aleqxa hanya bisa menyayanginya sebatas kakak.
__ADS_1
"Mas Rehan trimakasih, maafkan aku", kata Aleqxa dengan lirih, dan memeluk Rehan dengan kuat , Rehan menyambut pelukan Aleqxa dengan pelukan kasih sayang yang sangat tulus dan itu bisa di rasakan oleh Aleqxa, dan membuat Aleqxa semakin merasakan sesak di dadanya karena dia semakin merasa bersalah kepada Rehan.
"Maafkan aku mas Rehan", kembali Aleqxa mengulangi permintaan maafnya yang sangat dalam yang bisa dirasakan oleh Rehan," Aleqxa berhentilah minta maaf kalau kamu ingin aku melupakan perasaan cintaku kepadamu, mulai hari ini kita akan menjalani hari2 kita sebagai seorang adik dan kakak, tapi Mas Rehan minta kita rahasiakan dulu dari Mama karena saat ini kondisi mama sangat tidak baik untuk menerima berita yang mengejutkan, kemarin mas Rehan bawa Mama ke Rumah sakit untuk di lakukan pemeriksaan karena mama akhir2 ini sering merasakan sakit di dadanya, dan ternyata Mama.....Rehan tidak meneruskan kata2 nya, Rehan menangis tak bisa membendung air matanya, Karena Mamanya di vonis kanker hati stadium 3.
"Mas Rehan Tante Retno kenapa, Aleqxa sangat panik melihat Rehan yang menggantung kata2 nya dan malah menangis tertahan , hati Aleqxa semakin kacau , Aleqxa sangat menyayangi Retno seperti menyayangi mamanya sendiri, "Mas Rehan ,Tante Retno kenapa?" sambil menggoyang2-goyangkan pundak Rehan yang hanya diam dan terus menangis.
Rehan benar2 sudah tidak kuasa lagi membendung air matanya, awalnya Rehan ingin memberitahu Aleqxa tentang penyakit yang diderita mamanya, tapi melihat Aleqxa tidak seperti biasa ya Rehan jadi penasaran ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Aleqxa, dan ternyata kenyataannya membuat beban hati Rehan semakin bertambah , rasa sakit karena tahu kondisi mamanya yang sakit parah, ditambah pujaan hatinya yang sudah dijodohkan denagannya dan tahun depan akan menikah malah mengaku mencintai laki2 lain, rasa ingin marah pasti ada di hati Rehan, tapi ditahan sekuatnya karena Rehan sangat mencintai Aleqxa, air mata yang cukup deras mengalir kepipi Rehan yang sedikit tirus karena akhir2 ini Rehan terlalu sibuk mengurusi mama dan kerjaannya sehingga Rehan sendiri sering lupa makan sehingga berat badannya turun beberapa kg.
"Mendengar jawaban Rehan, mendadak tubuh Aleqxa menjadi lemas, dan melepaskan tangannya dari wajah Rehan dan tangisnya semakin menjadi tapi sekuat tenaga ditahan agar tidak terdengar kedua orang tua mereka yang ada diluar, sambil menyebut nama Tante Retno Aleqxa menagis terisak2 , Aleqxa semakin merasa bersalah kepada Rehan disaat seperti ini harusnya Aleqxa menghibur Rehan yang sudah banyak menolong keluarganya , tapi malah menambah kesedihan di hati Rehan.
"Maafkan Aleqxa Mas Rehan" kata Aleqxa dalam hati, dia tau betapa berat beban hati Rehan sekarang , harus mengetahui kenyataan kalau mama yang sangat dia cintai sakit kangker hati stadium 3 dan juga mengetahui kenyataan kalau dirinya mencintai laki2 lain, bahkan dalam keadaan seperti ini pun Mas Rehan masih memikirkan kebahagiannya,
__ADS_1
Aleqxa merasakan dirinya yang begitu bodoh kenapa hatinya tidak bisa mencintai orang sebaik Rehan orang yang berhati malaikat.
tapi cinta memang seringkali tidak bisa memilih jika hati sudah bicara ,kita juga tidak bisa mengendalikannya.
"Tuhan aku sangat beruntung bisa memiliki teman, sahabat dan juga kakak seperti Mas Rehan , kiranya Engkau berikan kebahagian untuk Mas Rehan, Tuhan sembuhkan Tante Retno dan berikan Tante Retno kesehatan,pulihkanlah keadaannya" Doa Aleqxa dalam hati.
Dari luar terdengar panggilan Tante Retno,
"Aleqxa ,Rehan ayo keluar kita makan siang bareng , dengan cepat Aleqxa dan Rehan menghentikan tangisnya dan menetralkan suaranya. " Iya Mam ,bentar teriak Rehan"
Aleqxa masuk kekamar mandi di ikuti Rehan mereka membasuh muka mereka dan berusha menghilangkan bekas tangisan diwajah mereka, agar tidak terlihat oleh kedua orang tua mereka.
__ADS_1