Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Mimpi Bimo


__ADS_3

Sementara Bimo yang duduk di kursi rodanya saat ini berada di balkon kamarnya sedang termenung sendirian sambil menatap langit yang mulai berubah warna, dari semenjak menghadiri pernikahan Aleqxa Bimo tidak bergerak sama sekali dari tempatnya, sang Nenek yang berusaha menghibur dengan kata-kata dan sikap yang lucu pun tidak mampu membuat Bimo tersenyum, Bimo hanya diam saja seperti patung dengan tatapan yang kosong, sehingga sang Nenek menjadi sangat sedih melihat cucu kesayangan nya bersikap seperti itu, karena sudah tidak sanggup melihat sikap Bimo akhirnya Nenek memutuskan untuk untuk pulang beristirahat, dan sang Nenek pulang diantar oleh Rico jadi sekarang tinggal Talita sendirian yang menemani Bimo di kamar nya, sedari tadi Talita hanya memperhatikan Bimo yang terdiam duduk di atas kursi rodanya di balkon kamar tersebut , sesekali Talita melihat Bimo menghapus air mata yang terus menetes dari sudut mata nya, Talita mengerti apa yang di rasakan Bimo saat ini " patah hati" ya dan itu memang sangat menyakitkan karena Talita pernah merasakan nya saat dia ditinggal oleh pacar nya menikahi gadis lain karena harus bertanggung jawab sudah menghamili selingkuhan nya.


Di luar sudah mulai dingin rintik hujan pun mulai turun, Talita berdiri dari sofa tempat dia duduk sambil mengamati Bimo dan berjalan perlahan ke arah balkon, setalah sampai di samping Bimo Talita memeluk bahu kedua bahu Bimo sambil berkata, " berjuanglah kamu harus kuat Bimo aku tahu perasaan mu saat ini karena aku juga pernah mengalaminya, kamu boleh jatuh menagis dan terpuruk atas kejadian ini, tapi hanya boleh untuk hari ini saja, besuk kamu harus kembali menjadi Bimo yang kuat seperti semula karena sama sekali tidak ada gunanya untuk diri kita sendiri bersikap seperti ini , hidup terus berjalan kamu harus terus berjalan maju dan jangan berhenti sampai disini, dulu kamu ada untuk aku saat aku mengalami hari-hari yang buruk itu kamu memberikan aku semangat untuk terus melanjutkan hidup ku dengan bahagia, sekarang aku juga akan ada untuk kamu Bimo dan seperti kau dulu memberikan aku semangat untuk terus menjalani hidup dengan bahagia aku harap kau juga melakukan apa yang kau katakan kepadaku dulu," kata Talita pelan di telinga Bimo, dan Talita pun memeluk saudara sepupunya Bimo dengan tulus penuh perhatian dan kasih sayang karena hubungan antara Talita dan Bimo memang cukup dekat sebagai saudara sepupu, sedangkan Bimo malah semakin tidak bisa mengendalikan air matanya yang terus mengalir saat mendengar kata-kata Talita, Bimo benar-benar menagis sekarang suara tangisannya pun menjadi terdengar semakin keras, dan Talita pun memperkuat pelukan nya dan hanya diam mendengar Isak tangis Bimo, setelah beberapa saat Bimo mulai bisa menguasai diri nya dan Isak tangisnya pun mulai mereda.

__ADS_1


Talita melepas pelukan nya dan mendorong kursi roda Bimo masuk ke dalam kamar karena hujan pun mulai turun dengan cukup deras." Bimo seharian kamu belum makan, makanlah walau hanya sedikit agar kamu cepat sembuh," kata Talita dengan suara yang sangat lembut kepada Bimo, tapi Bimo hanya diam saja tanpa menjawab sepatah kata pun yang ada dalam pikiran nya hanya ada Aleqxa Aleqxa dan Aleqxa, walau dari pagi Bimo belum makan perut nya tidak berasa lapar sama sekali yang dia rasakan saat ini hanya rasa sakit karena telah kehilangan Aleqxa.


" Kalau kau memang mau puasa tidak makan terserah kamu saja, hari ini aku tidak akan memaksa tapi kalau kamu besuk pagi tetap tidak mau makan aku akan panggil Aleqxa untuk menyuapi mu, biar Aleqxa dan Rehan menjadi salah paham dan bertengkar, kata Talita kepada Rehan lalu berjalan menuju sofa dan memejamkan matanya, seharian Talita menemani Bimo dia sendiri juga kecapean, untuk terus menemani Bimo Talita meminta ART membawakan baju ganti dan Talita pun mandi di rumah sakit, tak membutuhkan waktu lama Talita pun tertidur pulas.

__ADS_1


Aleqxa berjalan perlahan menghampiri Bimo yang tertidur pulas di ranjang, dan duduk di sebelah Bimo, diambilnya tangan kiri Bimo dan di genggamnya erat-erat, "Bimo aku merindukan mu, aku merindukan suara mu, aku juga merindukan pelukan dan ciuman mu," kata Aleqxa ke pada Bimo, " maafkan aku Bimo karena aku sudah membuat mu menderita dengan menikahi Mas Rehan", kata Aleqxa kepada Bimo dan Aleqxa pun dengan perlahan membungkukkan badan nya dan mencium kening Bimo, dan saat itu terbukalah mata Bimo dan tersenyum memandang Aleqxa, Bimo merengkuh tubuh Aleqxa dengan kedua tangannya sehingga tubuh Aleqxa pun jatuh di atas tubuh nya, "Aleqxa kamu datang padaku, aku sangat bahagia melihat mu disini, aku juga sangat merindukan mu", kata Bimo Kepada Aleqxa dan kedua nya pun saling berpandangan Bimo pun mulai menyentuh bibir Aleqxa dan mengusapnya dengan lembut, " aku mencintai mu Aleqxa sangat mencintai mu," kata Bimo kepada Aleqxa dan kemudian mencium bibir Aleqxa dengan lembut Aleqxa pun membalas ciuman Bimo dengan semangat kedua nya pun tenggelam dalam ciuman yang menggairahkan Aleqxa dengan lembut menggigit pelan lidah Bimo yang bermain dengan lembut di rongga mulutnya, keringat mulai membasahi tubuh mereka berdua, Bimo pun sangat menikmati permainan bibir dan lidah Aleqxa yang begitu nikmat di rasakan oleh Bimo dengan dua gunung kembar yang dirasakan turun naik menempel di dada Bimo yang bidang, membuat Bimo semakin merasakan kenikmatan luar biasa yang diberikan oleh Aleqxa, senjata pusaka miliknya pun dirasakan Bimo sudah berdiri tegak karena merasakan sensasi yang luar biasa dari setiap sentuhan dan gerakan bibir lidah dan tubuh Aleqxa, tapi saat itu tiba-tiba Rehan muncul dari balik pintu kamar dan langsung menarik tubuh Aleqxa yang ada di atas tubuh nya.


"Aleqxaaaa teriak Rehan sambil menarik tubuh Aleqxa dari atas tubuh Bimo, apa yang kau lakukan kau adalah wanita yang sudah bersuami kenapa kau melakukan semua ini", teriak Rehan sambil menampar pipi Aleqxa berkali-kali, " Rehan aku yang salah bukan Aleqxa jangan sakiti Aleqxa," kata Bimo memohon kepada Rehan tapi kata- kata Bimo malah membuat Rehan semakin murka dan mengambil pisau yang ada di meja kemudian Rehan menghujam perut Aleqxa dengan pisau tersebut, dan Aleqxa pun jatuh terkulai di lantai dengan darah yang mengalir diperutnya," tidaak Aleqxaaa, Aleqxaa" teriak Bimo berkali- kali memanggil nama Aleqxa.

__ADS_1


" Bimo, Bim, bangun - bangun Bimo, kata Talita mencoba membangunkan Bimo dari tidur nya sambil menepuk-nepuk pipi Bimo, " Aleqxaa" teriak Bimo terengah-engah dan bangun terduduk dari tidur nya, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, Bimo melihat keseluruhan ruangan kamar dan hati nya pun menjadi lega karena semua itu hanyalah mimpi, " kamu pasti mimpi buruk," minumlah air putih ini biar kamu bisa lebih tenang, " kata Talita sambil menyodorkan gelas berisi air putih, Bimo pun menerima gelas tersebut dan meminum airnya hingga tandas," Talita boleh minta tolong ambilkan air putih lagi? aku sangat haus," kata Bimo kepada Talita, dan tanpa menjawab pertanyaan Bimo, Talita mengambil gelas dari tangan Bimo dan mengisinya kembali dengan air putih, lalu memberikan gelas yang sudah terisi air putih kepada Bimo.


__ADS_2