Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Serangan King Cobra


__ADS_3

" Aleqxa awas" seru Bimo yang melihat Aleqxa dikepung oleh beberapa pria, Bimo segera mendekati Aleqxa walau tau Aleqxa jago beladiri tapi tetap saja Bimo sangat kuatir, mereka mendesak Bimo ,Aleqxa dan para penjaga masuk kedalam villa.


Sementara itu Rehan yang berada agak jauh dari villa berusaha lari dari orang2 yang menyerangnya , Rehan sangat mengkuatirkan Aleqxa saat ini, dan saat itu datang sebuah mobil mobil Pajero berwarna hitam dan turunlah sekitar enam orang laki laki berbaju hitam, melihat mereka Rehan semakin kuatir, mereka segera mendekat dan menyerang orang orang yang telah menyerang Rehan, dan salah satu dari mereka mendekat ke arah Rehan," Tuan pergilah kami yang akan menghadapi mereka, kami anak buah Tuan Bimo" kata salah seeorang dari mereka dan tanpa menjawab Rehan segera berlari menuju Villa ,dari jauh Rehan melihat di depan villa sudah terjadi pertarungan, Rehan segera berlari sekencang2 nya karena melihat Aleqxa dan yang lainnya sudah di desak masuk kedalam villa.


"Aleqxa" seru Rehan berlari kearah Aleqxa , melihat Rehan Aleqxa sangat senang, semangatnya semakin berkobar untuk menghabisi lawan2 nya apalagi, Aleqxa di serang di villanya sendiri, villa itu memang dibuat untuk rumah perlindungan selain untuk berlibur, banyak tombol2 jebakan yang hanya keluarga Wijaya dan orang2 terpercaya yang tahu dimana tombol2 jebakan tersebut, termasuk Rehan.


8 orang dari kubu Aleqxa melawan 17 orang dari kubu king cobra, mereka semua membawa senjata ada yang bawa besi panjang ada yang bawa pedang ada yang bawa rantai, dan lainnya, beberapa orang dari mereka juga membawa pistol tapi tidak mempergunakannya karena pasti suaranya akan membangunkan seluruh warga desa, para penjaga villa pun segera berlari mengambil senjata mereka masing 2 yang ada di pos penjagaan , walaupun jumlahnya kalah banyak tapi kubu Aleqxa masih bisa mengimbangi serangan dari kubu king cobra , seluruh penjaga villa adalah orang2 pilihan yang digaji cukup tinggi karena mereka memang memiliki kemampuan yang bisa diandalkan.

__ADS_1


Rehan dan Bimo selau berusaha berada didekat Aleqxa untuk melindungi Aleqxa mereka bekerjasama dengan baik untuk itu, karena mereka berdua sangat menyayangi Aleqxa bahkan lebih dari nyawanya sendiri, walaupun Aleqxa bukan wanita lemah, tapi wanita yang jago beladiri, tapi tetep saja karena cinta mereka berdua selalu mengkuatirkan Aleqxa.


Aleqxa menggiring mereka dimana ada jebakan di tempat itu Aleqxa bergerak mendekat ke arah sebuah patung kuda putih, Rehan yang tau apa yang akan Aleqxa lakukan segera mendekati Bimo agar tidak ikut mendekat ke arah patung kuda," Bimo jangan ikuti Aleqxa, cukup sampai disini, kata Rehan pelan kepada Bimo dengan memberi tanda gelengan kepala, Bimo tidak tau apa yang akan Aleqxa lakukan tapi Bimo sangat percaya kepada Rehan, karena Bimo tau Rehan sangat menyayangi Aleqxa.


Empat orang mengejar Aleqxa segera setelah mereka masuk ke titik sasaran Aleqxa memencet sebuak tombol tersembunyi yang ada di patung kuda putih, puluhan anak panah meluncur mengarah ke titik sasaran dan semua tepat mengenai empat orang tersebut,karena mereka sama sekali tidak menyangka akan mendapat serangan anak panah, merekapun langsung jatuh terkapar, Bimo yang tidak tahu jebakan2 yang ada di villa Aleqxa di buat kagum oleh pengamanan yang ada di villa Wijaya.


Sedangkan Rehan yang bertarung denga tiga orang laki2 menggiring mereka ke arah lampu taman yang ada disudut kanan taman , taman itu di buat dengan ubin berwarna warni disekitarnya ada warna hijau merah dan kuning dan ada satu ubin berwarna putih, kedua pria itu pun tak sadar masuk dalam perangkap Rehan saat Rehan sudah berada di ubin warna putih di samping lampu taman, Rehan memencet tombol tersembunyi di lampu itu, dan mendadak para anggota king cobra berteriak karena tersengat aliran listrik, dirasa cukup sudah cukup untuk melemahkan mereka , Rehan segera memencet kembali tombol tersembunyi tersebut.

__ADS_1


Tiba2 dari jalan masuk dua buah mobil Harier berwarna hitam menerobos pertarungan antara para penjaga dan king cobra, mereka membawa pistol dan langsung menembakkannya ke arah para penjaga, dua orang penjaga Aleqxa yang tidak sempat berlindung dan menghindarpun terkena tembakan di lengan kanan dan perutnya, sementara itu para anak buah Bimo yang tadi menolong Rehanpun sudah melumpuhkan angota king cobra dan langsung menuju villa , mengikuti mobil Harier , mereka segera membantu para penjaga villa dan baku tembak antara kubu king cobra dan kubu Aleqxa pun terjadi,


Bimo yang melihat hal tersebut lari menuju Mobilnya untuk mengambil senjatanya, sedangkan Aleqxa dan Rehan berlari hendak masuk ke dalam villa.


Si gadis gila Mona ternyata ada dalam mobil Harier ,saat dia melihat Aleqxa, dia memerintahkan anak buahnya yang mengemudi mobil tersebut untuk langsung mengejar Aleqxa dan menabraknya, Rehan mendorong tubuh Aleqxa dengan cepat agar tidak tertabrak , dan Rehanpun dengan cepat meloncat ke atas mobil tersebut dan naik ke atasnya , sementara Aleqxa yang di dorong tubuhnya oleh Rehan jatuh terguling dan segera bangun, Mona dengan leluasa membidikkan senjatanya ke arah Aleqxa , tapi dengan cepat pistolnya di tendang oleh Rehan yang berdiri diatas mobil sambil meloncat ke arah Aleqxa.


Bimopun dengan cepat melajukan mobilnya ke arah mereka untuk melindungi Aleqxa dan Rehan. Bimo berhasil menempatkan mobilnya ditengah diantara mobil Harier king cobra dan di tempat Alexa dan Rehan berdiri, " "Awas kalian aku pastikan akan kembali lagi untuk menghabisi kalian semua," teriak Mona sigadis gila itu, matanya memandang penuh dendam kepada Bimo yang berhasil, melindungi Aleqxa dan Rehan dari tembakan anak buah Mona si gadis gila, semua orang2 king cobra akhirnya dengan cepat meninggalkan villa" karena salah satu anak buahnya sudah memberi kode untuk pergi karena polisi sudah mulai mendekat.

__ADS_1


Semua anak buah king cobra yang luka2 masuk kedalam mobil di bantu teman2 mereka dan pergi meninggalkan villa Wijaya, ada 2 orang yang sekarat dan kemudian ditembak sendiri oleh teman mereka agar mereka mati dan tidak mengalami kesakitan, lalu mereka pergi secepatnya meninggalkan villa Wijaya, Begitu juga anak buah Bimo segera pergi meninggalkan villa Wijaya, karena mereka tidak suka berurusan dengan polisi.


Sirine polisi yang terdengar masih jauh tak lamapun mendekat ,saat terjadi baku tembak beberpa warga melapor kepada polisi bahwa mereka mendengar tembakan dari arah villa Wijaya dan melihat beberapa mobil masuk ke Villa Wijaya, tapi mereka semua tidak berani keluar, dan sekarang banyak para warga yang mulai berani keluar dan berbondong2 menuju kediaman villa Wijaya, mereka sebelumnya tidak berani keluar karena takut terkena sasaran, tapi setelah mendengar sirene polisi mendekat merekapun berani keluar rumah dan mulai berjalan mendekat ke arah villa Wijaya, mereka juga ingin tahu apa yang terjadi di villa Wijaya yang paling terkenal kaya raya dengan bangunan yang paling luas dan megah di daerah itu.


__ADS_2