
Keesokan harinya Rehan dan Retno siap2 berangkat menuju rumah kediaman Ratih, Retno sangat bersemangat dengan perginya Rehan dan Aleqxa ke puncak karena itu akan membuat Rehan dan Aleqxa semakin dekat, Retno membawakan bekal makanan untuk Rehan dan Aleqxa tak lupa membawa baju hangat hasil rajutannya semalam yang langsung dicuci dan dikeringkan oleh Retno.
"Mam sudah siap belum , tanya Rehan sambil berjalan mendekati mamanya yang masih asik menyiapkan bekal buat Rehan dan Aleqxa ," iya Re sudah semua,ni bekal buat kamu nanti di puncak, harus dimakan ya sama Aleqxa, kata Retno kepada Rehan." iya Mam nanti Rehan makan , tapi kenapa banyak sekali bekalnya, kan Rehan ga nginep mam" kata Rehan kepada Retno.
"ga banyak cuman dikit kata mama"nya sambil memberikan semua bekal dan bawaan kepada Rehan, dan berjalan keluar menuju mobil yang sudah disiapkan Rehan.
Rehan memasukkan semua bawaannya ke dalam mobil, sementara Retno sudah duduk di dalam mobil , Rehan masuk ke dalam mobil , bik Tina membukakan pintu gerbang, " Selamat jalan Nyoya, Mas Rehan "kata bik Tina memberi salam.
"iya bik tolong jaga rumah ya" kata Retno.
Rehan membawa mobilnya menuju rumah kediaman Aleqxa beberapa menit kemudian mereka tiba dirumah supermewah seperti istana dengan harga ratusan milyar, Melihat kedatangan Rehan yang sudah sangat dikenal oleh para satpam dan ART dirumah Aleqxa, segera para satpam membukakan pintu tanpa Rehan harus meminta.
Rehan masuk kehalaman rumah tersebut,di halam rumah bayak terjajar mobil2 mewah milik keluarga Wijaya dengan harga milyaran, hanya mobil Aleqxa yang paling murah dengan harga hanya sekitar 500jt saja, karena Aleqxa memang tidak suka sesuatu yang terlalu menarik perhatian orang, walau pun begitu semua orangpun akan tertarik dengan sendirinya karena kecantikan hati dan tubuh yang indah milik Aleqxa.
__ADS_1
Jika dibandingkan dengan mobil dari keluarga Wijaya mobil Rehan seperti tidak ada artinya karena hanya seharga 200jtan, tapi Rehan lebih bangga menaiki mobilnya sendiri dibandingkan harus naik mobil Aleqxa atau mobil milik keluarga Aleqxa, karena walau harganya terbilang murah dibandingkan dengan mobil keluarga Aleqxa itu adalah mobil dari hasil jerih payah sendiri bukan pemberian, kado atau pinjaman. jadi setiap Aleqxa keluar dengan Rehan, pasti naik mobil Rehan karena Rehan tidak nyaman jika harus naik mobil Aleqxa.
Sementara di dalam Rumah keluarga Wijaya Ratih diberitahu oleh ART kalau Retno dan Rehan sudah datang, segera Ratih memanggil Aleqxa dan keluar menyambut kedatangan mereka, merekapun berpelukan seperti biasanya saat bertemu dan kemudian berjalan masuk kedalam rumah ke ruang keluarga.
" Aleqxa ini Tante Retno buatin baju hangat buat kamu nak, baru semalem Tante selesai mengerjakan ya dan langsung Tante cuci dan keringkan agar bisa kamu pakai hari ini" kata Retno dengan senyuman yang tulus sambil mengulurkan tangannya memberikan paper bag yang isinya baju hangat hasil rajutan Retno semalam.
Aleqxa segera membuka paper bag tersebut," bagus sekali Tante rajutan baju hangatnya dan sangat lembut, trimakasih Tante Retno" kata Aleqxa sambil memeluk Tante Retno." sama2 Aleqxa, Tante akan senang kalau kau mau memakinya" kata Retno kepada Aleqxa." pasti Aleqxa pakai Tante" jawab Aleqxa.
" Wah wah iri saya jeng Retno, kok Aleqxa aja yang dibuatin" seloroh Ratih sambil pura2 cemberut.Retno tersenyum dan menjawab Ratih" Sabar jeng buat jeng Ratih sudah menuju proses pembuatan , benang rajutnya sudah siap hhehee" jawab Retno sembari tertawa. dan semuanya pun ikut tertawa.
"iya Re, kemarin Aleqxa juga sudah bilang, kenapa tidak menginap saja nanggung amat kepuncak kok berangkat pagi pulang malam, kalian memang keliatannya perlu waktu buat refressing deh Tante lihat " kata Ratih sembari tersenyum.
Lalu Aleqxa dan Rehan berpamitan kepada Ratih dan Retno, mereka berpelukan untuk melepas kepergian anak2 mereka, sesungguhnya Ratih sendiri sangat berharap Aleqxa bisa mencintai Rehan karena Ratih juga sangat menyayangi Rehan dan berharap Rehanlah yang menjadi menantunya, karena Ratih sangat tau sifat Rehan, dia bisa menjadi pendamping Aleqxa yang baik yang bisa diharapkan untuk membangun dan mempertahankan kerajaan bisnisnya, karena pada akhirnya semua kekayaan keluarga Wijaya akan jatuh ke tangan anak tunggal mereka putri yang sangat mereka cintai Aleqxa Wijaya.
__ADS_1
" Daa mam, Tante teriak Aleqxa, dari dalam mobil" Daa Leqxa , Rehan hati2 mengemudinya, jaga Aleqxa baik2 " teriak Ratih dan Retno bersamaan, sesaat mereka melihat sampai mobil Rehan menghilang dari pandangan mereka , dan mereka kembali berjalan masuk ke dalam rumah.
" Jeng Ratih ngrepoti ga nih saya kalau disini seharian, kalau jeng Ratih ada kerjaan saya ditinggal saja ga papa kan ada banyak ART disini yang bisa nemenin saya jeng" kata Retno kepada Ratih.
Ga jeng hari ini saya juga ingin istirahat ga mikirin kerjaan dulu mau nemenin jeng dirumah atau nanti kita jalan2 ke mol jeng sudah lama kita ga ke mol , tapi biar rileks dan cantik saat ke mol kita spa dulu jeng, lalu Ratih membawa Retno ke ruang spa.
Disana ART sudah menyiapkan semua yang dibutuhkan oleh majikannya, ART dirumah Aleqxa semua sudah dilatih khusus, tanpa perlu memerintah, mereka sudah tau apa yang harus dilakukan ,mereka hanya mengamati majikannya mau kemana dan mau apa ,dan mereka segera menyiapkan nya.
Mereka ngobrol panjang lebar.
Retno bahagia sekali karena tidak kesepian dan ada lawan bicara yang bisa mengimbanginya.Retno adalah wanita yang sangat cerdas ,dimasa mudanya selalu mendapatkan juara dalam segala hal , hanya karena Retno berasal dari keluarga miskin dia tidak bisa mengembangkan bakat2 yang dimilikinya.
Rumah Ratih adalah rumah mewah dengan fasilitas komplit di dalamnya , ada ruang spa, ada ruangan yang dipenuhi alat2 salon yang super komplit sehingga tidak perlu pergi ke salon kalau mau dandan cantik, sudah ada ahli kecantikan pribadi yang kapanpun keluarga Wijaya membutuhkan siap 24 jam, ada ruangan buat nge gym dengan semua alat2 di dlmnya yang juga super komplit, ada juga lapangan basket, karena Aleqxa hobi basket, dan masih banyak ruangan2 lainnya.
__ADS_1
Sementara itu di jalan Rehan sedang mengemudikan mobilnya dengan santai, hatinya terasa tenang jika dekat dengan Aleqxa, satu hal kekuatan Rehan adalah dalam pengendalian diri, Rehan memiliki sifat yang sangat tenang seperti ayahnya, mungkin karena dia suka dengan seni beladiri taici yang menurun dari ayahnya yang gemar seni beladiri taici, setiap hari Rehan selalu meluangkan waktunya untuk berlatih taici wl hanya 15-30 menit apalagi disaat pikirannya sedang kacau .