
Rehan berdiri di balkon kamar itu, Rehan menikmati suasana kota Jakarta dari Ketinggian, di lihat nya seluruh kota Jakarta sejauh mata memandang, " Aleqxa jika saja kamu menikahi ku saat ini karena kamu mencintaiku dan bukan karena Mama, pastilah saat ini aku akan menjadi laki-laki yang paling bahagia di dunia ini", kata Rehan dalam hati sambil menatap langit yang sedikit mendung dan kelihatanya akan semakin gelap karena akan turun hujan.
Rehan menunggu Aleqxa keluar dari kamar mandi, karena Rehan ingin berbincang sebentar dengan Aleqxa sebelum pergi ke kamar Mama nya, Rehan berjalan mendekati meja makan, di atas meja makan sudah tersedia banyak sekali makanan , Rehan melihat ada ayam goreng kesukaan Aleqxa di ambil nya ayam goreng tersebut" sudah tidak hangat, biar aku hangatkan dulu saja sambil menunggu Aleqxa selesai mandi," kata Rehan dalam hati nya, lalu Rehan mengambil ayam goreng beserta piring nya dan di panaskan di dalam oven , sambil menunggu memanaskan ayam goreng Rehan membuat teh panas untuk Aleqxa, sebenarnya Aleqxa lebih suka dengan es teh , tapi karena cuaca sedang dingin Rehan membuatkan teh panas untuk Aleqxa dan dirinya sendiri, setelah selesai membuat teh panas lalu dipanaskan nya beberapa makanan yang lain yang Aleqxa sukai.
Di dalam kamar mandi Aleqxa tak berhenti memaki dirinya sendiri, karena sudah ceroboh main masuk kamar mandi ,tanpa berpikir ada Rehan di dalam kamar mandi, baru pertama kali ini Aleqxa melihat milik laki-laki yang sesungguhnya, biasanya Aleqxa hanya melihat di film saja, dan pemandangan yang baru saja Aleqxa lihat cukup membuat Aleqxa terbayang-bayang dan tidak bisa melupakan apa yang di lihat nya " kenapa aku terus memikirkan nya dan tak bisa hilang bayangan nya dari mata ku ini, milik mas Rehan bagus juga ternyata cukup panjang dan besar enak kali ya kalau di pegang, upps Aleqxa kamu mikir apa sich, aduuh kenapa jadi pikjor begini," kata Aleqxa pada diri nya sendiri, sambil menggeleng-gelengkan dan memukul kepala nya untuk menghilangkan bayangan milik Rehan yang terlihat indah di mata Aleqxa.
__ADS_1
" Aku harus bersikap bagaimana sama Mas Rehan sekarang ,apa pura-pura cuek saja seperti tidak terjadi apa-apa, malu sekali rasanya kalau ingat kejadian tadi," kata Aleqxa pada dirinya sendiri dan pipinya nya pun bersemu merah karena malu, " "huuff" gumam Aleqxa, dan Aleqxa pun masih saja berjalan mondar - mandir di dalam kamar mandi, sesungguhnya dia sudah selesai dengan ritual mandi nya, tapi Aleqxa masih menyiapkan dirinya agar tidak salah tingkah di depan Rehan nanti.
Beberapa saat kemudian Aleqxa keluar dari kamar mandi , mata Aleqxa langsung mencari keberadaan Rehan , dan Aleqxa pun melihat Rehan yang masih sibuk memanaskan makanan yang ada di meja makan, Rehan tersenyum saat melihat Aleqxa yang baru saja keluar dari kamar mandi dan saat ini sedang berjalan ke arah nya, di mata Rehan Aleqxa terlihat sangat cantik dan menggoda dengan balutan celana pendek sedikit di atas lutut dan kaos ketat berwarna biru muda dengan leher yang sedikit rendah sehingga terlihat belahan dada Aleqxa yang memang cukup besar padat berisi dan sangat indah bentuknya, yang membuat Rehan menelan saliva nya Rehan segera mengalihkan pandangannya ke makanan yang di pegang nya untuk menghilangkan pikiran jorok yang mulai menghantui pikiran nya, " Aleqxa sudah melihat milik ku tadi, apa dia menyukainya?" tanya Rehan kepada diri nya sendiri lagi dalam hati.
" Aleqxa kenapa setelah kamu menjadi istriku aku merasa kamu semakin cantik dan semakin menggoda hati ku untuk memilikimu seutuhnya, aku sudah terbiasa melihat tubuh mu yang sempurna, tapi aku masih bisa mengendalikan hati dan pikiran ku dengan baik, tapi kenapa sekarang aku merasa hati dan pikiranku jadi kacau saat melihat mu", kata Rehan dalam hati dan wajah nya mendadak berubah bersemu kemerahan, saat Aleqxa tepat ada di sebelahnya dan menyapa Rehan dengan suara yang terdengar sangat lembut di telinga Rehan.
__ADS_1
"Aleqxa kenapa sikap mu masih sama kepada ku , sama sekali tak berubah, bahkan setelah kejadian di kamar mandi tadi, untuk pertama kalinya kau melihat aku tanpa sehelai benangpun, kenapa kau terlihat biasa saja seperti tak terjadi apa-apa?" tanya Rehan dalam hati melihat Aleqxa yang sikap nya biasa saja tak berubah masih sama seperti biasanya, bahkan setelah Aleqxa melihat milik Rehan, apa di hati mu kamu masih menganggap ku kakakmu ?", kata Rehan dalam hati.
Mas Rehan tunggu Aleqxa keringkan rambut dulu ya, tapi kalau Mas Rehan sudah lapar makan duluan saja" ,kata Aleqxa sambil berjalan menuju cermin kemudian duduk di depan cermin dan mulai mengeringkan rambut nya dengan hair dryer . Rehan pun meletakkan piring yang ada di tangan nya dan melangkah kan kaki nya mendekati Aleqxa, Rehan berdiri tepat di belakang Aleqxa dan melihat wajah Aleqxa di cermin yang semakin kelihatan cantik dengan senyum Aleqxa yang mengembang saat melihat Rehan berdiri di belakang nya , Rehan mengambil hair dryer yang ada di tangan Aleqxa, " biar Mas Rehan bantu mengeringkan rambut mu Aleqxa", kata Rehan lembut dan mulai menggerakkan tangan nya untuk mengeringkan rambut Aleqxa yang lembut dan panjang dengan senyum bahagia karena Rehan merasa bisa memberikan perhatian dan kasih sayang nya untuk Aleqxa sebagai suami nya untuk pertama kali.
" Mas Rehan bagaimana kondisi Tante Retno?" tanya Aleqxa kepada Rehan," Tante," kata Rehan dalam hati sambil menatap wajah Aleqxa di cermin tanpa menjawab pertanyaan Aleqxa." Mas Rehan kok bengong sih, Tante Retno gimana kondisinya sekarang?" tanya Aleqxa lagi, kali ini Rehan pun menjawab pertanyaan Aleqxa ," kata Dr Arya kondisi Mama masih belum baik, Mama harus melakukan perawatan jadi mungkin Mama akan sedikit lebih lama di sini", kata Rehan sambil tangan nya bekerja mengeringkan rambut Aleqxa.
__ADS_1
Rehan menaruh hair dryer dan mengambil sisir yang ada di dekat cermin kemudian mulai menyisir rambut Aleqxa, " rambut mu sangat indah Aleqxa", kata Rehan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Aleqxa, " pasti indah lah Mas kan perawatan nya mahal hehehe", kata Aleqxa sambil tertawa kecil menunjuk kan deretan gigi putihnya yang berbaris sempurna menambah kecantikan Aleqxa.