
"Rehan panggil Retno saat sadar dari pingsan nya" , " Mama Rehan di sini apa yang Mama rasakan apa ada yang sakit?", kata Rehan sambil menatap mata Mama tercinta nya yang terlihat sangat sayu, " Mama baik-baik saja Rehan tidak usah mengkuatirkan Mama, dimana Aleqxa ?" tanya Retno kepada Rehan." Aleqxa sedang berganti baju dan istirahat Mama", jawab Rehan. " kamu juga harus istirahat Rehan, temani istrimu Aleqxa pasti membutuhkan mu, selalu ingat lah kata-kata Mama, perlakukan Aleqxa istri mu sebaik-baik nya sayangilah Aleqxa dengan tulus dan buatlah di selalu bahagia", kata Retno kepada Rehan.
__ADS_1
Saat itu masuklah Dr Arya dan suster yang akan menjaga Retno 24 jam " , Slamat siang Nyonya Retno, perkenalkan ini ke tiga suster yang akan menjaga Nyoya Retno 24 jam bergantian", kata Dr Arya kepada Retno, " Slamat siang Nyonya kami suster yang akan menjaga Nyoya", kata ketiga suster tersebut bersamaan sambil menganggukkan kepala mereka memperkenalkan diri mereka ." trimakasih Dr Arya trimkasih suster" , kata Retno pelan sambil tersenyum.
__ADS_1
" Rehan istirahatlah sudah ada suster di sini, Mama akan baik-baik saja, temani lah istrimu sekarang", kata Retno kepada Rehan," baik Ma, Rehan istirahat sebentar, Dr Arya, suster tolong jaga Mama saya dengan baik," kata Rehan kepada Dr Arya dan para suster. " pasti Rehan ", jawab Dr Arya. " siap Pak Rehan " jawab ketiga suster tersebut bersamaan, Rehan pun melangkah pergi keluar dari kamar setelah memeluk dan mencium kening Mama tersayang nya.
__ADS_1
Rehan bangkit dari duduk nya, lalu menuju lemari pakaian , diambil nya baju ganti yang sudah di sediakan untuk beberapa hari oleh pengurus rumah tangga keluarga Wijaya, lalu Rehan melangkah menuju ke kamar mandi, sesaat Rehan melihat ke arah Aleqxa dan tersenyum, lalu dia masuk dan menyegarkan dirinya, Rehan mengguyur kepala nya dengan air hangat dan pikiran nya pun terbang entah kemana, dan saat itu Aleqxa yang berada di ranjang perlahan membuka matanya , dan Aleqxa pun terbangun dari tidur nya," aku tertidur rupanya", kata Aleqxa dalam hati lalu Aleqxa melihat ke sekeliling ruangan, Aleqxa baru menyadari kalau kamar dan ranjang tempat dia berbaring sudah di hias begitu indah, dan Aleqxa melihat dirinya masih mengenakan baju pengantin dengan perlahan dia membuka bajunya sambil berjalan menuju lemari pakaian di lihatnya di situ ada tumpukan baju nya dan juga baju Rehan", aku sudah menjadi istri Mas Rehan sekarang, apa yang harus aku lakukan saat bersama nya nanti malam, aku sangat menyayangi Mas Rehan aku tidak mau sampai menyinggung atau menyakiti hati nya, tapi aku juga belum siap menjadi istri Mas Rehan seutuh nya karena aku belum bisa melupakan Bimo dari pikiran ku dan hati ku masih milik Bimo saat ini" , kata Aleqxa dalam hati dengan wajah yang terlihat sangat sedih, Aleqxa kemudian melepaskan baju pengantin nya dan melilitkan handuk di tubuhnya, setelah mengambil baju ganti Aleqxa berjalan menuju kamar mandi, di bukanya pintu kamar mandi dengan perlahan sehingga Rehan yang berdiri di bawah shower dan sedang mengguyur kepala dan seluruh tubuhnya dengan air hangat pun tidak mendengar pintu kamar mandi di buka oleh Aleqxa, " achhh" teriak Aleqxa cukup kencang saat Aleqxa masuk ke kamar mandi, Aleqxa melihat Rehan yang saat itu sedang mandi dan tidak mengenakan sehelai benangpun Aleqxa menutup mata nya dengan kedua tangannya, Rehan pun kaget mendengar teriakan Aleqxa yang sudah ada di dalam kamar mandi, Rehan segera mengambil handuk dan menutup bagian pinggang ke bawah dengan handuk, " maaf Mas Rehan, Aleqxa tidak tau kalau Mas Rehan ada di dalam kamar mandi", kata Aleqxa tergagap dengan kedua tangan yang masih menutup tangan nya, Aleqxa lupa kalau sekarang diri nya hanya mengenakan handuk berwarna putih yang hanya menutupi sebagian tubuh nya saja, Rehan sangat terpana melihat tubuh Aleqxa yang begitu indah dan sangat sempurna, Rehan adalah laki-laki normal dan wajar saja jika jiwa kelelakiannya muncul saat melihat tubuh Aleqxa yang tubuhnya hanya di balut handuk saja, apalagi sekarang Aleqxa sudah Syah menjadi istrinya dada Rehan serasa turun naik, Rehan mencoba mengendalikan diri nya sekuat tenaga agar tidak bertindak sesuatu yang akan membuat Aleqxa marah, " iya Aleqxa tidak apa-apa", mandilah aku sudah selesai", jawab Rehan setelah dia bisa mengendalikan diri nya sendiri, Rehan berjalan mendekati Aleqxa, dan menatap nya , perlahan Aleqxa membuka telapak tangan yang menutupi mata, dan Aleqxa melihat Rehan berdiri tepat di depan nya , dan hanya mengenakan handuk kecil yang menutupi bagian pinggang ke bawah, sebenarnya Aleqxa sudah sering melihat tubuh Rehan yang hanya berbalut handuk putih saat berenang bersama Rehan dan Aleqxa tidak merasakan apapun saat melihat nya, tapi sekarang entah kenapa dada Aleqxa serasa bergetar tak karuan melihat Rehan bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawah nya, Aleqxa mendongak kan kepalanya dan menatap mata Rehan dan Rehan pun menatap dalam mata istri tercintanya, dada Rehan pun berdetak kencang ingin sekali rasa nya saat ini Rehan memeluk dan mencium bibir Aleqxa yang kelihatan sangat menantang , bibir yang sangat indah, bibir yang sangat seksi berwarna pink dengan pipi Aleqxa yang mulai memerah karena Aleqxa sadar saat ini dia hanya mengenakan handuk saja di hadapan Rehan, dan Aleqxa merasa sangat malu di lihat oleh Rehan saat ini.
__ADS_1
Rehan pun segera membuang pikiran nya untuk mencium istri tercinta nya, dan segera melangkah keluar setelah menyuruh Aleqxa minggir karena berdiri tepat di depan pintu dan menghalangi jalan nya, Rehan tidak ingin berlama- lama karena dia tidak mau kalau diri nya menjadi kehilangan kendali, sedangkan Aleqxa masih mematung karena hati nya terasa aneh jantung nya berdetak kencang saat melihat tatapan Rehan, sesaat Aleqxa pun tersadar dan segera menutup pintu kamar mandi dan segera mengguyur kepala dan tubuh nya dengan air hangat saat ini pikiran Aleqxa pun melayang entah kemana di bawah guyuran air hangat.
__ADS_1