Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Pamit menikah


__ADS_3

Asisten Tante Irma membuka pintu kamar , dan keluarlah Aleqxa , Rehan dan Ratih di ikuti Tante Irma dari kamar mereka melangkah menuju kamar Retno, saat sampai di pintu kamar Bimo Aleqxa melihat ke arah Rehan dengan tatapan mata ke arah mata Rehan untuk meminta ijin masuk ke kamar Bimo, Rehan pun menganggukan kepalanya, " Aleqxa jangan lama-lama sebentar saja", kata Ratih kepada Aleqxa pelan saat melihat Aleqxa melangkah mendekati pintu kamar Bimo " iya Ma" jawab Aleqxa pelan, Aleqxa memegang gagang pintu kamar Bimo, dada nya mendadak berdetak kencang dan tubuhnya sedikit bergetar keringat dingin pun mulai keluar dari tubuh Aleqxa, dengan perlahan Aleqxa membuka pintu kamar Bimo setelah menarik nafas dalam-dalam dengan memejamkan matanya, Aleqxa mengumpulkan kekuatan nya untuk menemui Bimo sebelum menikah dengan Rehan, tanpa mengetuk pintu Aleqxa pun membuka pintu kamar Bimo dengan perlahan dan masuk ke dalam.

__ADS_1


Saat itu juga lift yang di dalamnya ada Pak Penghulu dan Sonya pun' terbuka dan keluarlah mereka di temani oleh salah seorang satpam, Sonya sangat terkejut karena dia melihat Rehan dan beberapa orang sedang berjalan ke arah nya ," Rehan " seru Sonya cukup cukup kencang karena saking terkejutnya melihat Rehan yang saat ini sedang berjalan menuju ke arahnya, " Pak Penghulu mereka adalah keluarga Wijaya" , kata satpam tersebut kepada Pak Penghulu.

__ADS_1


Rehan pun cukup terkejut melihat Sonya berada disitu" Sonya,kenapa dia bisa berada di sini", kata Rehan dalam hati, saat itu mereka sudah sampai di depan Lift , satpam tersebut langsung memperkenalkan Pak Penghulu kepada Ratih dan lain nya, " Nyonya Ratih beliau adalah Pak Penghulu", kata satpam kepada Ratih sambil menunjuk Pak Penghulu, Ratih pun tersenyum dan mempersilahkan Pak Penghulu mengikutinya, " mari Pak Penghulu silahkan ikuti kami di sana tempatnya" kata Ratih dengan sopan, " baik Bu" jawab Pak Penghulu. dan merekapun berjalan menuju kamar Retno.

__ADS_1


Sementara Aleqxa terkejut saat membuka pintu kamar Bimo, karena di dalam selain ada Bimo ada nenek dan saudara - saudara Bimo yang Aleqxa sudah cukup mengenalnya karena mereka adalah saudara-saudara Aldi sahabat baik Rehan, Aleqxa hanya diam menatap mereka, sementara nenek Bimo yang tidak tahu jalan ceritanya pun di buat bingung dengan sikap Aleqxa , " kamu Aleqxa bukan, mata nenek tidak salah lihat kan?" kata nenek Bimo kepada Aleqxa, " kenapa kamu ada di sini dan kenapa memakai baju pengantin? " sang nenek kembali bertanya, sementara Thalita yang tahu Aleqxa akan menikah walau dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya segera mendekati Sang nenek dan mengajak sang nenek keluar " ayo Nek kita keluar dulu biar kan Aleqxa berdua dengan Bimo" , kata Thalita pelan di telinga nenek nya , tapi tapi kenapa ? tanya sang nenek bingung," sudahlah kita keluar dulu Nek kata Thalita membujuk nenek nya yang masih saja bertahan tidak mau keluar, dengan lembut Thalita sedikit memaksa keluar neneknya, di ikuti oleh Rico mereka pun keluar dari kamar .

__ADS_1


Bimo menatap Aleqxa dengan dada yang berdetak kencang pikiran mulai melayang ke mana-mana, mata Bimo terus memandang tajam ke arah Aleqxa dengan hati nya yang mulai kacau , Aleqxa berjalan pelan mendekati Bimo, dan setelah sampai di dekat Bimo Aleqxa pun menatap mata Bimo mulut nya terasa sangat berat untuk berbicara kepada Bimo bahwa dia akan menikah dengan Rehan saat ini, Bimo memandang Aleqxa tangannya mulai menggenggam dengan lembut tangan Aleqxa, " kamu cantik sekali Aleqxa", kata Bimo dengan tersenyum memandang wajah cantik kekasih hati nya", Bimo Tante Retno sakit dia ada di kamar sebelah dan saat ini Papa dan Mama memintaku untuk menikah dengan Mas Rehan", kata Aleqxa dengan pelan dengan bibir nya yang bergetar dengan sekuat tenaga Aleqxa mengatakan semuanya kepada Bimo dengan menahan air matanya agar tidak keluar dari matanya karena dirinya tidak mau menangis di depan Bimo, " maaf kan aku Bimo", kata Aleqxa pelan , walau Bimo sudah tahu bahwa nantinya Aleqxa akan menikah dengan Rehan tapi tetap saja mendengar kata-kata Aleqxa barusan rasanya seperti tersambar petir, dada Bimo pun bergetar dan rasanya ingin meledak, dan dengan sekuat tenaga Bimo mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri sekejap Bimo memejamkan mata dan tangannya yang sedang menggenggam tangan Aleqxa pun semakin kuat menggenggam tangan Aleqxa, dan sesaat kemudian Bimo membuka matanya dan tersenyum, " Aku hanya ingin melihat mu bahagia Aleqxa tersenyumlah buat aku dan jangan menagis semoga kamu bahagia bersama Rehan Aleqxa " , kata Bimo sambil berusaha untuk berdiri dan kemudian memeluk Aleqxa kuat-kuat , air mata Bimo pun mulai mengalir di pipinya walau Bimo sudah sekuat tenaga menahan agar air matanya tidak jatuh tapi ternyata usaha Bimo pun sia-sia , air matanya pun mengalir cukup deras di pipi nya , begitu juga Aleqxa tak kuasa lagi menahan derasnya air mata yang dari tadi sudah ingin meluncur ke pipinya,tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka berdua sesaat hanya pelukan tidak ingin berpisah, sesaat kemudian Aleqxa tersadar bahwa dirinya sudah ditunggu di kamar Tante Retno, dengan perlahan Aleqxa melepaskan pelukannya, "Bimo aku menikah di kamar tempat Tante Retno di rawat di sebelah kamar ini , apa kamu mau menjadi saksi pernikahan ku", kata Aleqxa pelan sambil menatap dalam mata Bimo, " iya aku akan menjadi saksi pernikahan mu dengan Rehan Aleqxa", kata Bimo sambil tersenyum," boleh kah aku mencium mu sekali saja sebelum kau menjadi milik Rehan" , kata Bimo sambil menatap mata Aleqxa dan pandangan mata merekapun bersatu Aleqxa menjawab pertanyaan Bimo dengan mendekatkan bibirnya ke bibir Bimo, dan dengan lembut Bimo mengecup bibir Aleqxa yang merah merona, dan keduanya pun sesaat tenggelam dalam ciuman yang dalam , sesaat kemudian Bimo melepaskan ciumannya dan membisikkan kata-kata cinta untuk Aleqxa," aku mencintai mu Aleqxa sangat mencintai mu, berjanjilah kepada ku bahwa kamu akan bahagia bersama Rehan, karena kebahagian mu adalah kebahagian ku juga Aleqxa, dan Aleqxa pun menganggukkan kepalan nya perlahan sambil tersenyum menatap Bimo, setelah itu Aleqxa mengambil kursi roda dan menyuruh Bimo duduk di kursi tersebut, dan Aleqxa pun berjalan dengan perlahan keluar dari kamar sambil mendorong Bimo di kursi roda, karena luka Bimo masih basah dan masih sangat sakit untuk berjalan.

__ADS_1


__ADS_2