
" Jeng Retno kami semua istirahat dulu dan Jeng Retno juga harus cepat istirahat jangan terlalu banyak pikiran, agar Jeng Retno cepat sembuh, sekarang Rehan dan Aleqxa sudah menikah jadi Jeng Retno bisa lebih tenang karena keinginan mendiang suami Jeng Retno Mas Alan sudah terkabul sekarang, " kata Ratih kepada Retno sambil tersenyum. " Iya Jeng saya sudah tenang sekarang karena Rehan sudah bersama dengan Aleqxa ," kata Retno dengan tersenyum dan mengambil tangan Rehan dan tangan Aleqxa yang berdiri di samping ranjang nya , dan disatukannya kedua tangan mereka dan menepuk nya perlahan punggung tangan Aleqxa yang berada di genggaman Rehan, " trimakasih sekali lagi Mama ucapkan kepada mu Aleqxa ,karena sudah bersedia menikah dengan Rehan, tolong cintai Rehan dengan tulus, Tante serahkan Rehan kepada mu Aleqxa , tolong bahagiakan Rehan , dan kamu Rehan Mama mohon kepada mu sekali lagi bahagiakan Aleqxa wanita yang kau cintai ini, jadilah suami yang bisa menjadi panutan untuk istrimu, jagalah Aleqxa dan jadilah pelindung nya seumur hidup mu, kata Retno kepada Rehan dan Aleqxa, dan keduanya pun menganggukkan kepala mereka dan menjawab bersamaan, " iya Ma" lalu merekapun saling memandang dan tersenyum.
__ADS_1
Meraka semua akhirnya meninggalkan Retno di kamar di temani oleh suster yang berjaga 24 jam menunggu di dalam kamar Retno, " Rehan Mama bahagia akhirnya kau bisa menikah dengan wanita yang kau cintai, tapi masih ada satu beban berat yang Mama tanggung saat ini yang Mama masih takut untuk menceritakan kepada mu Rehan, karena Mama takut kasih sayang mu kepada Mama akan memudar, dan Mama tidak akan sanggup menerima itu, tapi Mama pasti akan memberitahu mu jika Mama sudah punya keberanian untuk mengatakannya dan jika memang sudah waktunya untuk memberitahu mu, maaf kan Mama Rehan jika sampai saat ini masih menyembunyikan semua kebenaran nya dari mu," kata Retno pada dirinya sendiri
__ADS_1
" Nyonya sudah waktu nya beristirahat, besuk pagi Nyoya Haris menjalankan pengobatan lagi, " kata Suster yang menjaga Retno dengan lembut dan sopan, kemudian membantu Retno berbaring di ranjang nya, " trimakasih suster", kata Retno , " sama-sama Nyoya ini sudah menjadi tugas saya untuk merawat dan menjaga Nyoya Retno" , kata Suster tersebut sambil tersenyum dan sedikit membungkuk kan badan nya memberi penghormatan untuk Retno, dengan wajah yang sangat sedih dan air mata yang menggenang di mata nya yang akhirnya pun jatuh dari sudut matanya tanpa bisa ditahan lagi.
__ADS_1
Sementara di luar Rehan dan Aleqxa hanya saling pandang mendengar kata-kata dari Alfin Wijaya, muka Rehan sedikit bersemu merah, " kenapa Om Alfin setelah jadi mertua usil Sekali ya, ngerjain gue terus", kata Rehan dalam hati, dan mereka pun berjalan kembali menuju kamar mereka, tidak ada kata-kata yang keluar dari keduanya, Rehan dan Aleqxa merasa agak canggung tidak seperti biasanya, gara-gara kata-kata dari Alfin Wijaya pikiran mereka tertuju kepada malam pertama yang sebentar lagi akan mereka lalui, baik Rehan maupun Aleqxa sama-sama bingung harus bagaimana bersikap nanti untuk pertama kalinya mereka akan tidur seranjang sebagai suami istri, setiba di depan pintu kamar mereka pun saling berpandangan,tidak ada yang membuka pintu kamar, karena dengan membuka pintu kamar maka mereka akan melihat ranjang pengantin yang sudah siap untuk mereka tempati, sedangkan mereka berdua sesungguhnya sama-sama belum siap untuk itu, Rehan menatap wajah cantik Aleqxa yang tiba-tiba berubah menjadi merah seperi kepiting rebus, " Aleqxa kenapa wajah mu jadi memerah seperti kepiting rebus" , goda Rehan mencoba mencairkan suasana yang sedikit terlihat agak tegang dan canggung, " Achh Mas Rehan sengaja godain Aleqxa ya," kata Aleqxa sambil memukul perut Rehan, dan pura - pura marah kepada Rehan.
__ADS_1
Rehan pun berusaha menghindar dengan membuka pintu kamar dan segera berjalan dengan cepat masuk kedalam kamar, sedangkan Aleqxa masih mengejar Rehan dan terus berusaha memukulnya, karena Rehan terus menghindar dan sedikit berlari sehingga pukulan Aleqxapun tidak kena dan membuat Aleqxa semakin ingin memukul Rehan, Rehan pun tidak mau kalah di berlari dan terus menangkis pukulan Aleqxa , mereka pun lupa akan ketegangan diantara mereka sekarang, dan berlarian kesana kemari seperti biasanya kalau mereka bercanda, Rehan berlari naik keatas ranjang dan kembali turun di ikuti Aleqxa lama-kelamaan Rehan tidak hanya menangkis serangan tapi juga memukul balik Aleqxa , " Aleqxa pun dengan sigap menangkis serangan Rehan , kamar pengantin pun dibuat mereka berantakan, di malam pertama bukan nya mereka melakukan kewajiban sebagai suami istri tapi malah saling bertanding ilmu beladiri, dua jam telah berlalu tapi mereka tidak berhenti juga, di pikiran mereka berdua kalau berhenti mereka harus melakukan kewajiban mereka sebagai suami dan istri, Rehan belum siap karena saat ini dia masih memikirkan kesehatan Mama nya juga karena dia tahu saat ini pasti Aleqxa juga belum siap karena pasti masih memikirkan Bimo yang masih sakit dan di rawat di kamar di lantai yang sama, sedang kan Aleqxa sendiri memang belum siap karena dia merasa tidak mungkin melayani Rehan dan melaksanakan kewajiban sebagai istri malam ini, sedangkan hati dan pikirannya saat ini masih tertuju kepada Bimo, waktu berlalu merekapun tak berhenti berlatih dan bertanding beladiri, keringat sudah membasahi mereka berdua , barang-barang juga sudah banyak yang pecah , ranjang untuk mereka tidurpun sudah hancur tidak seperti ranjang pengantin lagi, dan akhirnya pun mereka kelelahan dan berhenti, " Mas Rehan, Aleqxa sudah tak sanggup kata Aleqxa dan langsung roboh ditempat tidur karena sangat kelelahan begitu juga Rehan merasakan hal yang sama, Rehanpun roboh di atas ranjang di samping Aleqxa , merekapun saling pandang dan tersenyum , " kamu semakin hebat Aleqxa kata Rehan sambil mengacungi jempol dengan tangan kanan nya, " Mas Rehan juga tambah hebat, Aleqxa tidak akan pernah bisa mengalahkan Mas Rehan, " kata Aleqxa juga mengacungi Rehan dengan kedua jempol tangan nya, tak lama kemudian mereka pun tertidur karena kelelahan.
__ADS_1