
Rehan dan Aleqxa saling berpandangan di dalam kamar mandi, terdengar samar suara tawa Ratih diluar, wajah Aleqxa dan Rehan pun mulai memerah, ritual mandi bersama untuk pertama kali dalam kehidupan mereka berdua pun akan di mulai sebentar lagi , detak jantung keduanya pun kembali mulai berdetak kencang, kedua tangan Rehan pun mulai perlahan merangkul pinggang istri cantik tercintanya dan dengan perlahan membawa Aleqxa kebawah shower , Rehan mengulurkan tangannya membuka kran air panas dan air dingin dan mengaturnya hingga mendapatkan suhu air hangat yang pas untuk mereka mandi, air hangat pun membasahi tubuh mereka yang masih lengkap menggunakan pakaian mereka " sayang apa airnya sudah pas, kurang panas atau kurang dingin? ", kata Rehan sambil menatap dalam wajah Aleqxa sang istri tercinta yang masih saja memerah karena malu, " sudah Mas" jawab Aleqxa pelan sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum, cukup lama mereka hanya saling bertatap dan tersenyum dalam guyuran air hangat yang membasahi tubuh mereka," trimakasih Aleqxa " kata Rehan membuka keheningan sesaat diantara mereka sambil mengecup kening Aleqxa dan mempererat pelukannya, Aleqxa hanya diam menikmati pelukan sang suami, Aleqxa merasakan sungguh dalam hatinya kebahagiaan dan kedamaian dalam pelukan suaminya," Mas Rehan nyaman sekali rasanya ada di dalam pelukan mu saat ini, kenapa dulu tak pernah terlintas dipikiran ku menikah dengan mu dan berada dalam pelukan mu akan senyaman ini, kau sudah sering memeluk ku disaat aku sedih dan senang dan aku merasakan ketenangan, tapi setelah menjadi istrimu yang kurasakan lebih dari itu tidak hanya ketenangan tapi juga kehangatan dan kebahagiaan " kata Aleqxa dalam hatinya, dan Aleqxa pun mempererat pelukannya, Rehan membelai rambut Aleqxa dan mendongakkan kepala Aleqxa , apa yang di rasakan Aleqxa saat ini juga di rasakan oleh Rehan, senyuman Rehan pun selalu menghiasi wajahnya, Aleqxa hanya merasakan Mas Rehan nya saat ini benar-benar sangat mempesona, " Mas Rehan ternyata kamu sangat-sangat ganteng, selama ini aku tidak terlalu memperhatikan Mas Rehan, pantas saja semua teman-temanku naksir semua sama kamu Mas Rehan ," kata Aleqxa dalam hati , dan Aleqxa semakin mempererat pelukannya, Aleqxa tidak ingin Mas Rehan nya di ambil oleh teman-temanya, Rehan pun merasakan pelukan Aleqxa semakin lama semakin kuat " Aleqxa Mas Rehan bisa sesak nafas kalau kau peluk seperti ini, Mas Rehan janji tidak akan kemana-mana dan akan selalu di sisi mu tapi longgarkan sedikit pelukan mu sayang ," kata Rehan berbisik ditelinga Aleqxa dan kemudian tersenyum sambil mengedipkan matanya menggoda sang istri tercinta, dengan cepat Aleqxa melepaskan pelukannya karena malu dengan muka bersemu merah.
__ADS_1
" kenapa dilepaskan ? kan mas Rehan hanya minta di longgarkan" kata Rehan sambil kembali merengkuh tubuh indah istrinya dan di lingkarkan kembali kedua tangan istrinya di pinggangnya, melihat Aleqxa yang wajahnya semakin bersemu merah membuat Rehan pun semakin semangat menggoda Aleqxa, " Aleqxa kamu sangat cantik, dan setelah menjadi istri mas kamu semakin bertambah cantik, membuat mas Rehan.....menginginkan mu lagi sekarang sayang", kata Rehan pelan di telinga Aleqxa dan mencium dengan lembut telinga Aleqxa dan turun perlahan ke leher Aleqxa yang jenjang , membuat Aleqxa semakin merinding dan jantungnya semakin berdegup kencang, " Sayang tadi mas Rehan lihat kamu benar - benar menikmati suntikan senjata pusaka Mas Rehan lho gimana rasanya enak ga? tanya Rehan kembali sambil mengedipkan mata nya dan menempelkan senjata pusaka nya yang masih tersimpan dalam celana boxer nya yang sekarang sudah tegang dan mengeras kembali ke tubuh Aleqxa, dengan sengaja untuk menggoda istri tercintanya Rehan menggerakkan pinggulnya perlahan ke kanan ke kiri sambil tersenyum menggoda sang istri di genggamnya erat-erat kedua tangan Aleqxa dan dengan perlahan di angkat ke atas sambil tubuh Rehan perlahan mendorong tubuh Aleqxa ke didinding kamar mandi, detak jantung Aleqxa semakin memburu dengan perlakuan Rehan kepadanya," Aleqxa menikmati semua sentuhan yang Rehan berikan kepadanya, dan gerakan pinggul Rehan membuat Aleqxa jatuh sakit dalam bayangan kenikmatan yang diberikan Rehan dan membuat Aleqxa kembali membutuhkan pertolongan sang dokter cinta untuk kembali menyuntik kan suntikan kenikmatan untuk yang kesekian kalinya, dengan perlahan Rehan membuka seluruh pakaian yang menutupi tubuh istri tercintanya dan juga dirinya dengan sangat lembut kembali jari-jarinya bermain di seluruh bagian tubuh Aleqxa tanpa terkecuali, Rehan pun sangat menikmati ritual menjadi bayi kembali begitu juga Aleqxa pun dibuat sang bayi besar menikmati ritual menjadi ibu dari sang bayi besar dengan kenikmatan yang tiada tara di rasakan oleh Aleqxa karena Rehan menjadi bayi yang sangat baik begitu lembut saat menyusu dan dengan sangat lihai memainkan dua benda coklat di dua puncak gunung kembar milik Aleqxa baik dengan mulut dan lidahnya maupun dengan jari-jarinya, degup jantung kedua nya pun semakin memburu, dengan perlahan di angkatnya sebelah kiri kaki Aleqxa dan di sandarkan ke dinding , agar sang dokter cinta bisa dengan leluasa memberikan pertolongan untuk pasien nya yang saat ini sudah tidak kuat untuk menunggu lebih lama lagi untuk segera mendapatkan pertolongan, dengan cepat tapi sangat lembut sang dokter cinta segera menyuntikkan suntikan nya ke tubuh bagian bawah Aleqxa, di iringi dengan *******-******* kenikmatan mereka berdua pun akhirnya mengakhiri semua ritual nya setelah cairan kental keluar dari senjata pusaka milik Rehan dan tertanam dengan baik di rahim Aleqxa, dan setelah keduanya bersamaan mencapai puncak kenikmatan, Rehan memeluk Aleqxa dengan kuat , " trimakasih istriku tercinta" kata Rehan ditelinga Aleqxa, dan Aleqxa pun menjawab nya dengan memperkuat pelukan nya untuk sang suami tercinta.
__ADS_1
Rehan pun sudah selesai membersihkan dirinya dan sudah memakai handuk untuk menutupi tubuhnya, mereka pun segera keluar dari kamar mandi , mata mereka pun melihat ke seluruh ruangan, sudah bersih seperti semula tak ada tanda-tanda kalau sudah terjadi kehebohan semalam, Rehan dan Aleqxa tersenyum saat melihat makanan sudah terhidang di atas meja, " lapar" kata Rehan dan Aleqxa berbarengan, mereka pun tertawa bersama dan segera berpakaian , dan setelah selesai berpakaian mereka segera berlari menuju ke meja makan, panggilan alam genderang perang di perut mereka sudah berbunyi tanda harus segera di isi.
__ADS_1