
Rehan keluar dari kamarnya, dan berjalan menuju pintu keluar, " Mas Rehan mau kemana? tanya Aleqxa sambil berlari kecil mengejar Rehan yang hendak keluar rumah, " Mas Rehan mau ke cafe nya Aldi", kenapa Aleqxa, tanya Rehan kepada Aleqxa, "apa Aleqxa boleh ikut mas?" tanya Aleqxa kepada Rehan dengan menatap mata Rehan penuh harap, Rehan menatap wajah Aleqxa dan tersenyum ", cepat ganti baju mas tunggu di mobil", kata Rehan lalu membalikkan badan menuju pintu keluar dan segera masuk ke dalam mobil nya, sedangkan Aleqxa langsung berlari ke kamar dan mengganti bajunya, dan segera kembali berlari keluar dan masuk ke mobil Rehan, " Aleqxa sudah siap mas Rehan", kata Aleqxa sambil tersenyum manis melihat wajah Rehan yang datar", Rehan segera menginjak gas dan keluar dari rumah megah keluarga Wijaya, " Mas Rehan masih marah sama Aleqxa ya? " tanya Aleqxa kepda Rehan," sudahlah Leqxa tidak usah di bahas lagi, dalam hal ini kamu tidak salah apapun kamu,aku yang harusnya minta maaf ,kamu harus mengalami situasi seperti ini karena keluarga ku, karena untuk menjaga mamaku agar kondisinya tetap sehat, aku berterimakasih kepadamu Aleqxa, mungkin pernikahan kita hanya akan menjadi sebuah sandiwara yang akan berakhir jika saatnya tiba", kata Rehan tanpa ekspresi dan tatapan matanya tidak beralih tetap lurus ke depan fokus melihat jalanan.
Aleqxa hanya diam tanpa membuka suara mendengarkan kata-kata Rehan, hanya dalam hati Aleqxa bisa berkata-kata karena tidak sanggup dia ungkapkan saat ini di hadapan Rehan," sungguh Aleqxa sangat menyayangi mas Rehan dan tidak ingin hubungan kita jadi seperti ini mas, jadi dingin, Aleqxa ingin bisa memeluk mas Rehan seperti dulu tanpa beban , menceritakan semua yang terjadi dengan Aleqxa tanpa ada yang ditutupi, bisa menceritakan tentang perasaan Aleqxa yang baru jatuh cinta dan bahagia jika bersama Bimo, tapi sekarang Aleqxa tidak bisa menceritakan semua yang Aleqxa rasakan saat ini kepada mas Rehan, karena akan membuat mas Rehan sedih dan jadi bersikap dingin kepada Aleqxa, saat ini Aleqxa sangat sedih karena sikap Mas Rehan jadi dingin sama Aleqxa", kata Aleqxa dalam hati.
Perjalanan menuju cafe Aldi melewati apartemen Bimo, saat melewati apartemen Bimo, Aleqxa melihat apartemen Bimo sampai menengok kebelakang, dan dari sudut matanya Rehan mengetahui Aleqxa memperhatikan apartemen tersebut sampai menengok kebelakang dan Rehan berfikir mungkin kah itu apartemen Bimo, lalu Rehan bertanya kepada Aleqxa, " kenapa kamu melihat Apartemen itu sampai menengok kebelakang, apa ada yang kamu kenal tinggal di apartemen itu?" Aleqxa mendadak gugup tapi dia tidak bisa membohongi Rehan, dan mengaku kalau Bimo tinggal di apartemen itu ," itu apartemen Bimo mas ", kata Aleqxa sedikit gugup.
__ADS_1
Rehan menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya, dan saat di depan ada jalan memutar, Rehan langsung berbalik arah memutar menuju apartemen Bimo," mas Rehan kok putar balik balik kenapa", tanya Aleqxa sedikit bingung, " Rehan hanya diam dan tidak menjawab, tapi setelah sampai tepat di depan apartemen Bimo, Rehan keluar dari mobil dan membuka pintu dimana Aleqxa duduk, dan Aleqxa tambah bingung dengan sikap Rehan, Aleqxa hanya bisa memandang Rehan tanpa berani mengeluarkan kata-kata.
"Aleqxa keluarlah, temui Bimo, aku lihat kamu sangat cemas saat melihat ke arah apartemen Bimo, kalau ada masalah yang harus kamu selesaikan pergilah, nanti aku jemput setah aku pulang dari cafe", kata Rehan dengan lembut kepada Aleqxa, " tapi mas", kata Aleqxa ," sudahlah pergilah temui Bimo jika itu bisa membuatmu tenang, sambil memegang tangan Aleqxa dan membawanya keluar dari mobil," cepat pergi, setelah kamu masuk apartemen mas akan pergi dari sini" dan jaga dirimu baik-baik", kata Rehan sambil menatap mata Aleqxa dengan tajam.
Rehan menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, gas di injaknya sedalam mungkin, "Aleqxa" teriak Rehan kencang, menumpahkan rasa sakit di dalam hatinya.
__ADS_1
Sementara Aleqxa melangkahkan kakinya menuju apartemen mewah milik Bimo, Aleqxa berdiri di depan pintu apartemen Bimo, menimbang-nimbang apakah dia akan masuk atau tidak, akhirnya Aleqxa pun memutuskan untuk masuk dan memberi kejutan untuk Bimo, tanpa memberitahu dia sudah didepan pintu apartemen,lalu Aleqxa menekan tombol dan membuka pintu apartemen, semua lampu masih menyala terang, Aleqxa berjalan dengan hati-hati mencari keberadaan Bimo, suasana apartemen sangat sunyi, Aleqxa melihat ke balkon di mana dia makan malam bersama Bimo, dan di sana Aleqxa melihat Bimo tertidur dengan kepalanya berada atas meja, sedangkan semua makanan di meja masih utuh tak tersentuh, Aleqxa membelai rambut Bimo dan menundukkan kepalanya mengecup kening Bimo, "Aleqxa" Bimo membuka matanya perlahan dan melihat bayangan wajah Aleqxa di depannya, dan Bimo merasa itu hanya mimpi, Aleqxa tersenyum sambil membelai pipi Bimo,dan Bimo pun perlahan memegang tangan Aleqxa," bangun sayang", kata Aleqxa dengan penuh cinta, Bimo mulai sadar itu bukan mimpi cepat- cepat Bimo berusaha membuka matanya lebar-lebar dan mengangkat kepala, Bimo benar- benar melihat Aleqxa ada di depannya, dengan cepat direngkuhnya tubuh Aleqxa dan dipeluknya erat-erat, "sayang aku sangat merindukan mu , trimakasih akhirnya kamu mau datang", kata Bimo sambil tersenyum bahagia.
Bimo berdiri dari duduknya dan kembali memeluk Aleqxa erat-erat seakan tak ingin dilepaskan lagi, Bimo menangkup wajah Aleqxa dengan kedua tangannya," Aleqxa" kata Bimo lirih mata nya menatap dalam mata Aleqxa yang bening,Aleqxa pun membalas tatapan Bimo seakan menginginkan sesuatu, Bimo tersenyum penuh kasih sayang melihat tatapan Aleqxa, dan melihat bibir Aleqxa yang pink merekah mulai terbuka, dengan sangat lembut Bimo menyentuh bibir Aleqxa dengan ibu jarinya dan membelainya dengan lembut, Aleqxa pun mulai memejamkan matanya menikmati setiap belaian jari Bimo, sesaat kemudian Bimo mulai mendekatkan bibirnya dengan lembut ke bibir Aleqxa, yang sepertinya sudah tidak sabar ingin mendapatkan sentuhan bibir Bimo, memang satu minggu ini bersama Bimo membuat Aleqxa semakin tidak ingin jauh dari Bimo, sentuhan bibir Bimo seolah menjadi candu untuk Aleqxa, karena Aleqxa menginginkannya dan terus menginginkannya, bahkan di dalam mimpinya , Bimo lah yang menjadi bunga mimpinya pelukan , ciuman dan sentuhan Bimo selalu dirasakan dalam mimpi indahnya, begitupun dengan Bimo sentuhan bibir lembut Aleqxa mulai menjadi candunya, Bimo sangat menginginkannya setiap saat, sama dengan Aleqxa di dalam mimpi Bimo Aleqxa juga yang menjadi bunga dalam mimpi indahnya.
Bimo mulai mencium Aleqxa dengan lembut , dimainkan lidahnya di rongga mulut Aleqxa, dan Aleqxapun sangat menikmatinya, dan Aleqxa membalas setiap gerakan lidah Bimo yang bermain sangat lincah dan lembut disana, ciuman keduanya pun menjadi semakin panas dan seperti biasa Bimo lah yang berusaha untuk menghentikannya, Bimo menarik bibirnya dari bibir Aleqxa yang sepertinya masih sangat menginginkan ciuman itu terus berlanjut, tapi seperti yang sudah- sudah Bimo mengakhirinya saat adek kecilnya yang di bawah sana mulai berdemo membesar dan menegang dan ingin sekali dikeluarkan dari tempat persembunyiannya.
__ADS_1