Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Bimo bisa selamatkan


__ADS_3

"Rehan dua orang yang sudah menusuk Bimo, sudah ditangkap oleh pengawal kalian, dan saat ini sudah di serahkan di kantor polisi, pasti polisi sebentar lagi akan datang untuk meminta keterangan dari kalian", kata Alfin Wijaya kepada Rehan, dan belum Juga Alfin Wijaya berhenti bicara datanglah dua orang polisi menghampiri mereka, " Slamat malam Pak Alfin Wijaya, kami dari kepolisian ingin menanyakan tentang kejadian penusukan di depan apartemen Ascoott sekitar satu jam yang lalu kepada putri bapak yang saat itu ada di tempat kejadian bersama temannya dan korban penusukan", kata salah satu dari polisi tersebut , " silahkan Pak Polisi, ini adalah ke dua anak saya Rehan dan Aleqxa yang saat itu bersama dengan korban" ,kata Alfin Wijaya.


Sesaat kemudian kedua polisi itu pun bertanya kepada Rehan dan Aleqxa, dan mereka menjawab apa yang ditanyakan oleh kedua polisi itu pun tentang kejadian yang menimpa mereka dengan sejelas-jelasnya tanpa ada yang ditutupi dan terlewati, dan setelah kurang lebih 15 menit merekapun selesai dengan semua pertanyaan mereka dan kedua polisi itu pun pergi meninggalkan mereka setelah satu orang polisi datang untuk menjaga kamar Bimo.


Sudah dua jam berlalu tapi ruang operasi belum terbuka juga para dokter belum selesai mengerjakan tugasnya, Aleqxa ,Rehan dan Alfin Wijaya mulai cemas, akhirnya Alfin Wijaya mengambil HP nya dan menelephone seseorang di sebrang sana, untuk memberikan kabar tentang ke adaan Bimo.


Aleqxa dan Rehan mendengar semua pembicaraan Alfin Wijaya dengan seseorang di telephone, Aleqxa dan Rehan saling berpandangan, ternyata Alfin Wijaya sudah mengetahui siapa Bimo, dan kelihatan lebih mengenal Bimo dibanding dengan mereka berdua, dari percakapan yang didengar oleh Aleqxa dan Rehan yang sedang berbicara dengan Alfin Wijaya saat ini adalah Orang tua Bimo, setelah beberapa saat berbicara akhirnya Alfin Wijaya mengakhiri pembicaraannya.

__ADS_1


"Papa sudah tau siapa Bimo sebenarnya? tanya Aleqxa", sambil melihat wajah ayahnya penuh tanda tanya, " Papa tau semua tentang Bimo karena itu Papa melarang mu untuk tidak terlalu dekat dengan Bimo, karena itu akan membahayakan nyawa mu Aleqxa, dan jika mama mu tau siapa Bimo maka mama mu akan marah besar terhadap Papa dan kamu Aleqxa, jadi Papa harap kamu tidak lagi berhubungan dengan Bimo setelah ini", kata Alfin Wijaya dengan tegas kepada Aleqxa, sesaat Aleqxa ingin bertanya tentang Bimo kepada Papanya, tapi diurungkan niat nya karena melihat pintu ruang operasi terbuka.


Aleqxa segera mendekati dokter Fadli yang keluar dari ruang operasi " Dokter bagaimana keadaan Bimo sekarang, bagaimana dengan operasinya dokter? tanya Aleqxa kepada dokter Arya dengan perasaan cemas, " Alhamdulilah operasi Bimo berhasil dan sekarang Bimo sudah melewati masa krisis, beruntung kalian cepat membawanya kesini kalau terlambat sedikit saja nyawa Bimo tidak akan tertolong lagi", kata dokter Arya kepada Aleqxa dan Rehan.


Mendengar keterangan dokter Arya, Rehan Aleqxa dan Alfin Wijaya merasa lega, tak lama kemudian Bimo di bawa keluar dari ruang operasi dan di bawa ke kamar VVIP khusus , yaitu kamar yang hanya diperuntukkan oleh keluarga Wijaya, sebagai pemilik rumah sakit.


" Dokter Arya tolong rawat Bimo dengan baik, berikan dia perawat khusus yang terbaik di rumah sakit ini, saya ingin Bimo segera sembuh", kata Alfin Wijaya kepada dokter Arya, " baik Pak Alfin saya akan lakukan seperti yang Pak Alfin minta", jawab dokter Arya kepada Alfin Wijaya.

__ADS_1


" Aleqxa sebaiknya kita pulang, mama mu pasti akan cemas kalau mengetahui kita semua tidak ada dirumah" kata Alfin Wijaya kepada Aleqxa, " Papa Aleqxa mohon biarkan Aleqxa tinggal disini dulu sampai Bimo sadar", kata Aleqxa sambil menangkupkan kedua telapak tangannya memohon kepada Papanya untuk tinggal di rumah sakit sampai Bimo sadar. Alfin Wijaya berpikir sejenak lalu berkata kepada Aleqxa dan Rehan" baiklah kalian boleh tinggal disini sampai Bimo sadar , setelah Bimo sadar cepatlah pulang", kata Alfin Wijaya kepada mereka " Papa pulang duluan, Rehan tolong kamu jaga Aleqxa dengan baik" , kata Alfin Wijaya kepada Rehan, dan kemudian segera melangkah keluar dari kamar setelah memeluk putri kesayangan nya Aleqxa , Alfin Wijaya kembali pulang kerumah terlebih dahulu, di perjalanan pulang Alfin Wijaya memberitahu Ayah Bimo Erlando Hutama Putra tentang kondisi terakhir Bimo , dan Erlando pun merasa tenang setelah mendengar kabar dari Alfin Wijaya.


"Aleqxa maafin mas Rehan ya, jika tadi mas Rehan turun dari mobil saat jemput kamu, pasti semua ini tidak akan terjadi, Bimo tidak akan tertusuk belati ", kata Rehan dengan penuh penyesalan kepada Aleqxa. " mas Rehan kenapa berkata seperti itu, mas Rehan tidak salah apa-apa , jangan merasa bersalah atas kejadian ini mas " kata Aleqxa kepada Rehan, sambil menggenggam tangan Rehan.


" mas Rehan terimakasih sudah memberikan waktu untuk Aleqxa bertemu dengan Bimo, Aleqxa tau itu berat untuk mas Rehan, maafkan Aleqxa mas " kata Aleqxa kepada Rehan. " sudahlah Aleqxa kamu memiliki hidup mu sendiri, kamu masih sendiri sekarang, kamu masih bebas memilih, nikmatilah kehidupan mu dengan kebahagiaan , mas Rehan hanya ingin melihat mu bahagia" kata Rehan kepada Aleqxa sambil membelai kepala Aleqxa dan kemudian membawanya ke dalam pelukannya. Aleqxa merasa sangat nyaman dalam pelukan Rehan, Aleqxa merasa damai dan merasa terlindungi berada dalam pelukan Rehan.


Sesaat kemudian Bimo menggerak-gerakan ujung jarinya, dan Rehan pun langsung melepaskan Aleqxa dari dekapannya," Aleqxa Bimo menggerakkan jarinya, mungkin sebentar lagi dia akan sadar" kata Rehan kepada Aleqxa, dan Aleqxa pun segera mendekati Bimo, dan membelai kepala Bimo," Bimo bangunlah" ,kata Aleqxa pelan di telinga Bimo, dan Bimo pun mendengar semua yang diucapkan Aleqxa kepadanya , perlahan Bimo pun membuka matanya dan tersenyum melihat wajah Aleqxa yang tepat berada di atas wajahnya, Aleqxa pun tersenyum sangat bahagia melihat Bimo sudah sadarkan diri dan tersenyum saat melihatnya, tanpa sadar kalau Rehan ada di sampingnya, Aleqxa pun memeluk Bimo dan mencium nya dengan penuh cinta, Rehan yang melihatnya pun merasakan dadanya berdetak kencang, ada rasa sakit yang dirasakannya saat melihat Aleqxa mencium wajah Bimo tepat di hadapannya, dan Rehan pun membuang pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Sesaat Aleqxa pun sadar kalau Rehan ada di sampingnya, segera Aleqxa menarik wajahnya yang menempel di wajah Bimo, dan Aleqxa menjadi salah tingkah sendiri dihadapan Rehan dan Bimo.


__ADS_2