
Aleqxa berjalan dan mendekat ke sofa, lalu duduk diantara Rehan dan Bimo, sementara Rehan dan Bimo yang sedang asik nonton bola kompakan untuk pura2 tidak memperhatikan Aleqxa yang datang, sampai beberapa menit berlalu Rehan dan Bimo ngobrol tanpa melibatkan Aleqxa yang ada di tengah2 mereka, Aleqxa memandang Rehan dan Bimo bergantian, Aleqxa tau mereka sengaja menggidanya dengan tidak memperhatikannya, dengan cepat Aleqxa mengambil remote TV yang ada di meja dan langsung di ganti canelnya, serentak Rehan dan Bimo berteriak " Aleqxaaa" dan mereka mencoba mengambil remote yang ada di tangan Aleqxa , tapi Aleqxa dengan gesit menghindar, Rehan dan Bimo hanya mengincar tangan Aleqxa tak ada yang berniat untuk mendekap tubuh Aleqxa agar tidak bisa bergerak dan mudah mengambil remote, karena mereka menghormati Aleqxa dan baik Rehan maupun Bimo saling menjaga perasaan masing2, Aleqxa berdiri dan lari keluar" ambil nih remote kalau bisa," teriak Aleqxa , Bimo dan Rehan berpandangan dan akhirnya mengejar Aleqxa keluar , mereka seperti anak kecil lari berkejaran ditengah malam, Aleqxa menuju kolam renang dan saat Bimo dan Rehan sangat denganya untuk meraih remote yang ada ditangannya, Aleqxa dengan cepat mendorong tubuh Rehan dan Bimo hingga tercebur di kolam renang "byurr" "Aleqxaaa" teriak Rehan dan Bimo kembali bersamaan , Aleqxa tertawa2 kesenangan melihat kedua orang ya g sangat disayanginya itu tercebur ke kolam renang dan marah2, beberapa saat kemudian Bimo mendekat ke arah Aleqxa berdiri dan menarik Aleqxa masuk ke kolam , " byurrr" Achhh" teriak Aleqxa, Rehan dan Bimo tertawa dan akhirnya mereka melanjutkan pertengkaran kecil mereka dikolam renang ,dan berenang hingga subuh.
Keesokan harinya Rehan, Bimo dan Aleqxa masih tertidur dengan lelap jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi mereka masih tertidur lelap karena terlalu capek setelah kemarin bertempur melawan king cobra dan berenang hingga subuh, villa Aleqxa sudah kembali bersih seperti semula semalaman para pekerja yang puluhan jumlahnya langsung dikerahkan untuk membersihkan tempat kejadian dimana terjadi pertempuran antara Kubu Aleqxa dan kubu King Cobra.
Bik Atun yang dibantu ART yang masih muda2 yang cantik dan pintar, sudah selesai menyiapkan makan pagi untuk Aleqxa ,Rehan dan Bimo. ada standar yang cukup tinggi untuk menjadi ART dikeluarga Wijaya, karena mereka juga digaji cukup tinggi. Bik Atun melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi tapi mereka belum juga keluar dari kamar.
Beberapa saat kemudian Rehan,Bimo dan Aleqxa keluar dari kamar mereka dan langsung menuju meja makan, mereka sudah mandi dan sudah rapi, saat melihat mereka bertiga bik Atun langsung mendekat ke meja makan" Slamat pagi Nona Aleqxa , Mas Rehan , Mas Bimo" sapa bik Atun.
__ADS_1
" Slamat pagi bik" jawab mereka bertiga serempak. " Non Aleqxa apa menu yang tersedia sudah cukup atau ada yang ingin ditambahkan?" tanya bik Atun. Aleqxa melihat seluruh menu untuk makan pagi yang sudah disiapkan" saya rasa sudah cukup bik" kata Aleqxa. " baiklah Nona Aleqxa, Mas Rehan , Mas Bimo selamat menikmati makan pagi nya, saya permisi dulu" kata bik Atun lalu pergi meninggalkan meja makan.
Alexa , Rehan dan Bimo segera menyantap makanan yang dihidangkan perut mereka sudah berbunyi " kriuk kruk kruk " tanda sudah lapar, mereka menyantap sebagian besar makanan yang dihidangkan dengan saling bercerita tentang masa2 kecil mereka, Rehan menjadi tau lebih banyak tentang kehidupan Bimo, dan Bimopun menjadi tau lebih banyak tentang kehidupan Rehan dan Aleqxa.
Entah kenapa Rehan merasakan hatinya percaya kepada Bimo , dan semakin mengenal Bimo semakin Rehan percaya bahwa Bimo adalah orang yang baik dan bahwa Aleqxa akan bahagia jika hidup bersama Bimo, begitupula dengan Bimo , semakin dia mengenal Rehan , semakin Bimo percaya dan salut akan sifat Rehan yang begitu baik Bimo juga merasakan bahwa Aleqxa akan bahagia jika hidup bersama Rehan.
Bimo dan Rehan saling bertatapan mata ada sesuatu yang aneh yang dirasakan oleh Rehan dan Bimo saat mereka saling menatap tajam.
__ADS_1
"Aleqxa kita pulang siang ini yah , Mas Rehan ada kerjaan mendadak ,yang harus segera ditangani, nanti malam Mas Rehan harus ke Surabaya", kata Rehan.
Aleqxa memandang wajah Rehan" Iya Mas , ingat segera mengundurkan diri ya Mas , Aleqxa harap bulan ini Mas Rehan sudah bisa bergabung dengan Wijaya Group" kata Aleqxa dengan memandang tajam mata Rehan, tanpa senyum dengan raut muka mengintimidasi.Rehan tersenyum melihat Aleqxa yang terlihat galak, dicubitnya pipi kiri Aleqxa agak kencang sehingga Aleqxa menjerit"achhk sakit tau Mas" keluh Aleqxa manja,"ga pantes tau mukanya dibuat galak kayak gitu" kata Rehan dan kembali menarik pipi kanan dan kiri Aleqxa dan dibuat model senyum," nah gini batu pantes lucu" kata Rehan lagi.Aleqxa cuman pasrah dan diam saja sambil bibirnya manyun diperlakukan Rehan kaya anak TK, dan Bimo hanya tersenyum melihat candaan antar Aleqxa dan Rehan, Bimo bisa melihat seberapa dekat hubungam antara Aleqxa dan Rehan.
" Aleqxa , Rehan aku akan pulang duluan aku juga ada pekerjaan yang menunggu" kata Bimo kepada Aleqxa dan Rehan." mau pulang sekarang Bim? tanya Rehan." iya SMP" kata Bimo lagi, " apa itu SMP Bim?" tanya Aleqxa." sudah makan pulang" kata Bimo sambil tertawa dan langsung melahap makanannya lagi dengan cepat.
Beberapa saat kemudian Bimo sudah siap untuk pulang, Aleqxa dan Rehan mengantar sampai di lobby villa" hati2 dijalan Bimo" kata Rehan." Iya Re" jawab Bimo, sementara Aleqxa memandang Bimo dan Bimo pun memandang Aleqxa , ingin sekali rasanya Aleqxa memeluk Bimo begitu juga Bimo ingin sekali memeluk Aleqxa tapi ada Rehan disitu sehingga mereka hanya saling pandang, Rehan yang cukup memahami situasinya" baiklah aku masuk dulu yah kebelet nih" kata Rehan bohong agar dia bisa meninggalkan mereka berdua, Rehan berbalik dan langsung berjalan masuk ke dalam villa dan terus berjalan kebelkang menuju ke taman belakang Villa.
__ADS_1
Sementara Aleqxa dan Bimo merasa lega Rehan meninggalkan mereka, keduanya mendekat dan memeluk erat satu sama lain" Aku mencintaimu Aleqxa" kata Bimo sambil mengangkat dagu Aleqxa, tapi Aleqxa tidak menjawab dia hanya melihat dalam mata Bimo begitu juga Bimo melihat dalam mata Aleqxa, Aleqxa masih terlalu takut untuk mengatakan cinta sama Bimo karena dia sendiri tidak yakin bisa menikah dengan Bimo, Aleqxa selalu teringat janji ayahnya untuk menikah dengan Rehan dan juga teringat permintaan Tante Retno untuk segera menikah,Aleqxa takut akan melukai Bimo walaupun saat ini seandainya Aleqxa menikah dengan Rehan Bimo pasti akan sangat terluka walau Aleqxa tidak pernah mengatakan cinta. tapi sikap Aleqxa menunjukkan bahwa dia sangat mencintai Bimo dan Bimo tau itu.
Keduanya saling menatap menimbulkan sesuatu dalam diri mereka yang sekuat tenaga mereka tahan, dan Bimo mengecup kening Aleqxa" aku pulang duluan ya Xa, kamu jaga diri disini ya," kata Bimo dengan lembut, kemudian melepaskan pelukannya. dan kemudian melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobilnya.Aleqxa hanya menatap kepergian Bimo dengan senyum penuh cinta.