Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Keluarga Mahendra Jaya


__ADS_3

"Aleqxa kita pulang dulu,di sini sudah ada banyak orang yang menjaga, Bimo akan baik-baik saja kamu jangan terlalu kawatir", Iya Aleqxa pulanglah aku baik-baik saja", kata Bimo menyambung perkataan Rehan." Iya Aleqxa aku akan menjaga Bimo dengan baik sebentar lagi adik-adik ku juga akan datang jadi sudah banyak yang mengurus Bimo disini kamu pulanglah untuk istirahat jangan sampai kamu sakit karena kelelahan" ,kata Aldi kepada Aleqxa, " Iya Mas Aldi aku pulang ya , Bimo aku pulang " , jaga dirimu semoga cepat sembuh ya" , kata Aleqxa sambil menggenggam erat tangan Bimo, ingin rasanya Aleqxa memeluk Bimo dan mencium nya tapi ada Rehan dan Aldi di situ, Aleqxa masih merasa malu dan tidak enak untuk melakukannya di depan mereka terutama Rehan.


Rehan yang melihat sikap Aleqxa langsung berpamitan kepada Bimo dan Aldi, Rehan hanya ingin Aleqxa bebas mengungkapkan perasaannya tanpa beban karena memikirkan nya, " Bimo semoga cepat sembuh, aku pulang dulu ya, Aleqxa Mas Rehan tunggu di lobi ya", kata Rehan sambil melihat ke arah Aldi dan memberi tanda agar mengikutinya keluar dari kamar. Aldi pun mengerti akan situasi yang terjadi saat ini, segera Aldi berdiri dan mengikuti Rehan. " trimakasih Rehan" kata Bimo lirih.

__ADS_1


Setelah Rehan dan Aldi keluar , Aleqxa memandang Bimo dan tersenyum lalu Aleqxa memeluk Bimo dengan cukup erat" aduh" kata Bimo lirih" , Aleqxa segera melepaskan pelukannya saat mendengar Bimo mengeluh sakit," maaf sakit ya" kata Aleqxa sambil memandang wajah Bimo" iya sedikit ", jawab Bimo sambil tersenyum dan keduanya pun saling memandang serasa tidak ingin berpisah walau hanya sebentar " Bimo terimakasih ya sudah menyelamatkan aku" ,jika kamu tidak menyelamatkan ku pasti aku yang akan berbaring di sini saat ini", kata Aleqxa pelan, Bimo menggenggam tangan Aleqxa dengan lembut" buat aku nyawamu lebih penting dari nyawaku sendiri", aku tidak ingin terjadi hal yang buruk kepada mu Aleqxa " , kata Bimo sambil mengelus kepala Aleqxa, air mata Aleqxa mengalir dari sudut matanya , dia sangat bahagia mendengar kata-kata Bimo, " trimakasih Bimo untuk cintamu yang tulus kepada ku" ,kata Aleqxa sambil mendekat kan wajahnya ke wajah Bimo dan mencium kening Bimo dengan penuh kasih sayang, Bimo pun mencium kening Aleqxa degan penuh cinta, ciuman yang lembut dan penuh dengan kasih sayang sungguh membuat mereka merasakan sesuatu yang membuat hati mereka bahagia dan damai, Aleqxa menatap mata Bimo dalam begitupun Bimo menatap mata Aleqxa dalam-dalam Bimo pun lupa akan sakit di perutnya akibat tusukan belati. Bimo menyentuh leher Aleqxa dan membelainya dengan lembut membawa hati Aleqxa semakin melayang, Bimo tersenyum melihat bibir Aleqxa yang mulai membuka dan tatapan Aleqxa yang menginginkan sentuhan di bibirnya, Bimo pun mendekatkan bibirnya ke bibir Aleqxa dan menyentuh lembut bibir Aleqxa , ciuman hangat keduanya pun menyatu, " Achhh" teriak Bimo cukup kencang saat Aleqxa lupa akan perut Bimo yang sakit karena terbuai dengan ciuman Bimo , Aleqxa pun memeluk Bimo dengan kuat, sehingga menyebabkan Bimo kesakitan, dengan cepat Aleqxa melepas kan pelukan nya" Aleqxa segera berdiri dari ranjang" dan tersenyum kecil melihat Bimo kesakitan " maaf Bimo ga sengaja " kata Aleqxa sambil menangkupkan kedua tangannya, " Aku pulang ya" sambil berlari meninggalkan Bimo sebelum Bimo menjawab perkataan Aleqxa.


" Lama -lama bersama Bimo membuat aku tidak bisa berfikir dengan baik aku tidak bisa mengendalikan diri ku sendiri untuk tidak memeluk dan menciumnya" , kata Aleqxa dalam hati sambil terus berlari kecil menuju lobi rumah sakit, Aleqxa tidak Ingin lagi berdekatan dengan Bimo karena setiap berdekatan Aleqxa selalu saja menginginkan Bimo memeluk dan menciumnya ." bisa -bisa tidak jadi pulang dan malah menginap di rumah sakit kalau seperti ini terus" ,kata Aleqxa.

__ADS_1


Rehan dan Aldi melihat Aleqxa berlari-lari menuju ke arah mereka, " Aleqxa kamu ngapain lari-lari" ,tanya Rehan heran melihat sikap Aleqxa." emm ga ada apa-apa mas Rehan", jawab Aleqxa bingung sendiri dengan dirinya. ", Iya kenapa aku harus lari-lari ya, huuh gara-gara Bimo nih", kata Aleqxa dalam hati." Ayo Mas Rehan kita pulang", kata Aleqxa sambil menggandeng tangan Rehan dan menariknya pergi, " pulang dulu Al" ,pamit Rehan kepada Aldi sambil berjalan mengikuti Aleqxa, dan Aldi hanya tersenyum melihat tingkah Aleqxa , " kasian Rehan, kelihatannya Aleqxa sangat mencintai Bimo, apa yang akan terjadi di antara mereka bertiga nantinya", kata Aldi bertanya pada dirinya sendiri.


Setelah sampai di kamar Bimo, nenek Gayatri buru-buru mendekati Bimo setengah berlari,"'Bimo " teriak nenek Gayatri, " nenek hati-hati", teriak Talita pelan, tapi sang nenek tidak memperhatikan kata- kata Talita , Bimo tersenyum melihat kedatangan sang nenek beserta saudara-saudaranya ,setelah sampai di samping ranjang " , Bimo bagaimana keadaanmu?'' tanya sang nenek sambil mencium kening Bimo, " Bimo baik- baik saja Nek tidak usah kuatir" , Jawab Bimo pelan " , dasar kamu cucu penipu sudah tau perut tertusuk belati masih bilang tidak apa-apa", kata sang nenek ketus dan dengan sengaja menyenggol perut Bimo yang di perban " aduh Nek sakit", teriak Bimo, " itu hasil dari kamu menipu Nenek", kata sang nenek santai , sementara Rifan ,Rico dan Talita hanya tersenyum melihat kelakuan sang nenek yang cukup jail, " Bimo aku pulang dulu ya, biar Talita dan Rico yang menjaga kamu hari ini" kata Aldi kepada Bimo, " aku tidak perlu di jaga sudah ada suster di sini", kata Bimo sedikit sungkan karena jadi merepotkan saudara-saudaranya.

__ADS_1


" Bimo kau tak usah sungkan, kita bersaudara kewajiban kita untuk menjaga mu saat kau sakit seperti ini, nanti kita akan bergiliran menjagamu", kata Rifan kepada Bimo, " betul Bimo kita bersaudara sudah sewajarnya kita menjagamu" timpal Rico, " trimakasih kepada kalian semua yang sudah mau repot menjagaku" kata Bimo sambil tersenyum.


" Rifan, Talita Rico aku pulang, tolong jaga Bimo, " nenek mau ikut Aldi pulang ga? tanya Aldi kepada nenek tersayang nya? " Nenek baru saja datang sudah di ajak pulang, pulang saja sana sendiri", Jawab sang Nenek sewot mendengar Aldi mengajaknya pulang." Aldi hanya tersenyum melihat sikap sang nenek.

__ADS_1


__ADS_2