Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
kecupan pertama Rehan untuk Aleqxa


__ADS_3

"Aleqxa memandang Rehan yang sedang menyisir rambutnya di cermin, dada Aleqxa serasa berdetak kencang wajah Aleqxa berubah merah merona bibirnya yang indah pun tanpa sadar tak berhenti bergerak beberapa kali Aleqxa menggigit diri nya sendiri, Rehan adalah kakak nya selama ini dan berdekatan dengan Rehan seperti ini sudah biasa Aleqxa lakukan bersama Rehan dan Aleqxa tidak pernah merasakan dada nya berdetak kencang seperti ini, Aleqxa kembali terbayang kembali tubuh indah dan tongkat pusaka milik Rehan yang tanpa sengaja dia lihat sewaktu masuk ke kamar mandi, rasa malu Aleqxa belum hilang tapi Aleqxa berusaha sekuat tenaga untuk melawan rasa malu nya dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, tapi bayangan tongkat pusaka milik Rehan tidak mau menghilang juga, Aleqxa pun memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya agar bayangan itu menghilang dari kepalanya." Aleqxa jangan bergerak terus kepalanya nanti ga rapi-rapi dunk rambut nya" , kata Rehan sambil memegang kepala Aleqxa, " iya iya maaf Mas," jawab Aleqxa sedikit tergagap.


" Kamu kenapa Aleqxa, pusing ? " tanya Rehan kepada Aleqxa setelah selesai menyisir rambut Aleqxa." ga Mas ," jawab Aleqxa singkat. " ya sudah kita makan dulu Mas Rehan sudah lapar ," kata Rehan kepada Aleqxa, dan Aleqxa pun menganggukkan kepala tanda setuju dan berdiri dari kursi, Rehan memegang kedua bahu Aleqxa dari belakang dan mendorong Aleqxa berjalan ke meja makan, " ayo cepet Mas Rehan sudah kelaparan nich" ,kata Rehan sambil tertawa kecil, dan Aleqxa pun tersenyum, " suasana nya masih sama tak berubah, masih Mas Rehan ku yang dulu", kata Aleqxa dalam hati.

__ADS_1


Aleqxa duduk berhadapan dengan Rehan , mereka pun makan bersama di sore hari ini sambil membahas Mama nya Rehan, "trimkasih Aleqxa atas pengorbanan mu untuk Mama dengan mau menikahi ku, aku tahu kamu sesungguhnya berat melakukan saat ini, maafkan aku sudah membuat mu patah hati saat ini", kata Rehan sambil mengelus rambut Aleqxa , tapi sesaat kemudian mengoyak rambut Aleqxa hingga berantakan untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu sedih Rehan sengaja mengajak bercanda mengerjai Aleqxa." Mas Rehan berantakan dunk rambut Aleqxa," kata Aleqxa berteriak dan pura-pura cemberut memanyunkan bibir nya, dan itu malah membuat hati Rehan jadi dag Dig dug melihat bibir Aleqxa yang pink merona mengerucut di depan matanya malah seperti menantang Rehan untuk mencium nya, akhirnya pun Rehan mendekap mulut Aleqxa dengan kedua telapak tangan nya , " sudah jangan manyun begitu jelek," kata Rehan , Aleqxa pun meronta meminta di lepaskan dan sesat kemudian Rehan melepas dekapan tangannya pada mulut Aleqxa, tapi bukan nya berhenti untuk mengerucutkan bibir nya malahan Aleqxa semakin mengerucutkan bibirnya sambil memajukan wajah nya mendekat ke wajah Rehan, maksud hati Aleqxa hendak bercanda mengejek Rehan tapi Rehan malah di buat semakin tak bisa mengendalikan diri nya untuk mencium bibir Aleqxa yang hanya sekian cm jaraknya dari bibir nya, dengan reflek Rehan mengecup bibir indah Aleqxa, seakan ada aliran listrik menyengat tubuh keduanya, Aleqxapun di buat sangat kaget dan jantung Aleqxa pun berdebar sangat kencang membuat dadanya turun naik dan keringat dingin mengalir dari tubuhnya begitu juga yang di rasakan oleh Rehan tak jauh berbeda dengan apa yang di rasakan ya saat ini, begitu bibir Rehan mendarat di bibir Aleqxa, mata Aleqxapun membelalak melihat Rehan yang masih menempelkan bibirnya di bibir Aleqxa, sesaat Aleqxa mengingat ciuman pertamanya dengan Bimo, dirinya merasakan perasaan yang sama saat di cium oleh Rehan bahkan mungkin apa yang dirasakan Aleqxa lebih dahsyat karena Rehan hanya mengecup bibir Aleqxa saja bukan **********.


Setelah beberapa saat Rehan menarik bibirnya dari bibir Aleqxa, kedua mata mereka pun bersatu saling memandang," maaf Aleqxa Mas Rehan khilaf tidak bisa mengendalikan diri Mas untuk tidak mencium mu saat kamu mendekat kan bibir mu ke wajah Mas Rehan," kata Rehan pelan dan sedikit gagu sambil tangannya menggenggam erat kedua tangan Aleqxa," i i iya Mas maafin Aleqxa karena tanpa sengaja Aleqxa menggoda Mas Rehan dengan sikap Aleqxa tadi," kata Aleqxa ikutan gagu dan Aleqxa menjadi salah tingkah karenanya, saat ini Aleqxa merasa hati dan pikirannya menjadi kacau balau tak terkendali.

__ADS_1


Rehan melepas genggaman tangannya dan berdiri , Rehan pun menjadi salah tingkah," kebingungan harus berbicara apa lagi, akhirnya Rehan memutuskan untuk pergi ke kamar Mama nya ," Aleqxa Mas Rehan mau ke kamar Mama, apa kau mau ikut?" tanya Rehan kepada Aleqxa, " iya Mas Aleqxa ikut", jawab Aleqxa dengan cepat, lalu kedua nya pun berjalan keluar dari kamar Rehan berada di depan di ikuti oleh Aleqxa yang berada di belakang Rehan, karena Aleqxa masih kacau perasaan nya sehingga tidak berani mensejajarkan jalan nya dengan Rehan, Aleqxa hanya berani mengikuti Rehan dari belakang, begitu pula Rehan tidak berani menghentikan langkah nya untuk mensejajarkan langkahnya dengan Aleqxa.


" Aleqxa panggil Mama dunk , Tante Retno sekarang adalah Mama mertuamu , kenapa masih memanggil Tante," kata Ratih menegur Aleqxa saat mendengar Aleqxa masih memanggil "Tante" kepada Retno.

__ADS_1


" Iya maaf Ma" Aleqxa belum terbiasa, " maafin Aleqxa Mama Retno, Aleqxa masih belum terbiasa memanggil Mama jadi kelupaan terus ,"kata Aleqxa kepada Retno, dan Retno pun tersenyum sambil mengusap rambut Aleqxa, " tidak apa-apa Aleqxa lama-lama kamu pasti akan terbiasa, sama seperti hubungan mu dengan Rehan lama-lama kalian akan menjadi terbiasa ,selama ini kalian berhubungan sebagai kakak dan adik dan sekarang kalian adalah suami istri ,mungkin butuh sedikit waktu untuk kalian bisa menyesuaikan diri sebagai suami istri,' kata Retno dengan senyum mengembang di bibirnya.


" Rehan , Aleqxa biar Papa dan Mama yang menunggu Mama Retno, kalian kan pengantin baru jadi sebaik nya di kamar saja fokus kasih cucu buat kami, " kata Alfin Wijaya dengan santai sambil tersenyum menggoda Rehan dan Aleqxa, " Papa apaan sich malu-maluin tau," kata Aleqxa kepada Papa nya dengan muka memerah karena malu, begitu juga dengan Rehan wajahnya pun memerah tak menyangka mertua baru nya dengan santai berbicara tanpa basa-basi langsung tembak tanpa peringatan.

__ADS_1


__ADS_2