
Malam penuh bintang dan bulan bulat penuh terpancar indah menemani makan malam romantis Aleqxa dan Bimo , mereka saling bertatapan dengan penuh cinta, beberapa kali Bimo menyuapi Aleqxa, dan mencubit gemas hidung Aleqxa yang mancung terletak sempurna di wajahnya, "Aleqxa bagaimana keadaan Tante Retno , bagaimana kondisi kesehatannya sekarang?" tanya Bimo kepada Aleqxa , " saat ini Tante Retno baik-baik saja , aku berharap Tante bisa cepat sembuh dari sakitnya.
Bimo ada yang ingin aku katakan kepada mu , aku harap kamu tidak kecewa dan marah kepadaku, aku sangat bahagia bersamamu beberapa hari ini, dan sesungguhnya aku berharap bisa bersamamu selamanya tapi mungkin takdir berkata lain untuk diriku dan untuk hubungan kita, aku minta maaf kepada mu Bimo jika keputusanku ini menyakiti hati mu, bulan depan aku akan menikah dengan mas Rehan," kata Aleqxa sambil menundukkan wajah nya karena dia tidak kuasa jika harus melihat wajah sedih Bimo." Apa Aleqxa bulan depan kamu menikah", tanya Bimo dengan nada sangat terkejut mendengar pernyataan Aleqxa.
__ADS_1
Dengan wajah masih menunduk Aleqxa menjawab pertanyaan Bimo," iya Bimo aku akan menikah dengan mas Rehan bulan depan, "Bimo menangkup wajah Aleqxa dengan kedua telapak tangannya dan mengangkat wajah Aleqxa, ditatapnya mata gadis yang dicintainya dalam-dalam dilihat disana kesedihan dan kebimbangan "apa Tante Retno yang memaksamu segera menikahi Rehan" , tanya Bimo pelan dengan nada yang sangat sedih." tidak Tante Retno tidak pernah memaksaku, tapi Papa ku yang menginginkan kami segera menikah , aku tahu persis perasaan Papaku, hutang Budi kepada keluarga mas Rehan terlalu besar ,bahkan tidak akan bisa kami bayar walau aku menikah dengan mas Rehan , dan lagipula kedua orang tua ku juga sangat menyayangi Tante Retno, Papa hanya ingin melihat Tante Retno bahagia , dengan melihat aku dan mas Rehan menikah Papa dan Mama berharap akan membuat Tante Retno lebih bersemangat menjalani hidupnya , karena ada harapan menantikan cucu dari mas Rehan dan Aku, dengan menerima permintaan Papa dan Mama sebagai anak itu juga merupakan bakti ku kepada orang tua, dengan membuat mereka tenang dan bahagia karena bisa membalas sedikit hutang Budi mereka kepada keluarga mas Rehan, Bimo sejak aku diselamatkan mas Rehan dari kecelakaan itu aku merasa diriku ini memang sudah di takdir kan menjadi milik mas Rehan", kata Aleqxa pelan dan air mata nya pun tak kuasa lagi di bendung mengalir deras di pipinya yang kemerahan.
Bimo membawa Aleqxa ke dalam pelukannya ada rasa sedih kecewa di dalam hatinya, tapi apa yang dikatakan Aleqxa tidak bisa di bantah oleh nya, Bimo hanya berfikir jika dia dalam posisi Aleqxa sekarang, mungkin dia akan melakukan hal yang sama, lagipula Rehan adalah orang yang sangat baik , karena Bimo juga bisa merasakan betapa Rehan mencintai Aleqxa.Walau baru mengenal Rehan beberapa saat tapi pertemuan mereka di villa membuat Bimo sangat menaruh simpati kepada Rehan, dengan sikap dan kata-kata yang ditunjukkannya kepada Bimo waktu di villa.
__ADS_1
" Aleqxa Aku hanya ingin melihat Mu bahagia , dengan siapapun kamu menikah Aku hanya berharap kamu bahagia, Rehan adalah laki-laki yang baik asal Kamu mau mau merubah hati Mu untuk mencintainya, kamu pasti akan bahagia, Aku rela cinta Mu hilang dari Aku dan berpindah ke Rehan dengan begitu Kamu akan bahagia," kata Bimo dengan tulus kepada Aleqxa dan kembali memeluk Aleqxa dengan kuat serasa tidak ingin dilepasnya lagi, Aleqxa semakin menagis tak terkendali hati nya kacau balau, dia merasakan cinta Bimo begitu dalam kepadanya, untuk beberapa saat mereka hanya berpelukan dalam diam , dengan pikiran mereka masing-masing yang melayang entah kemana.
Aleqxa melingkarkan kedua tangannya di leher dan Bimo melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aleqxa , dan Aleqxa mendongakkan wajahnya," malam ini aku hanya ingin bersamamu, memikirkan mu dan menikmati malam yang indah dengan bahagia bersamamu Bimo," kata Aleqxa sambil menatap mata Bimo dengan penuh cinta. Dada Bimo serasa bergemuruh mendengar perkataan Aleqxa, dengan lembut Bimo menempelkan bibirnya ke kening Aleqxa," Aleqxa aku sungguh mencintaimu", Aleqxa pun menikmati ciuman bibir Bimo di keningnya,Aleqxa memejamkan matanya dan memeluk Bimo erat-erat dan Bimo pun melakukan hal yang sama, di bawah cahaya bulan dan bintang sepasang kekasih ini berpelukan serasa tak ingin dipisahkan lagi.
__ADS_1
Sesaat berlalu Aleqxa membuka matanya begitu juga dengan Bimo, pandangan merekapun bersatu, Aleqxa mendekatkan bibirnya ke bibir Bimo, dengan lembut Bimo pun menyentuhkan bibirnya ke bibir Aleqxa dan menciumnya dengan penuh cinta, Aleqxa sungguh menikmati semua ciuman yang Bimo berikan dibibirnya, begitupun Bimo sangat menikmati ciuman balasan dari Aleqxa lidah mereka saling bertautan, Bimo merasa dirinya akan lepas kendali jika semua ini diteruskan, karena adik kecilnya sudah mulai menegang di bawah sana, sedangkan Aleqxa sendiri juga sudah mulai terbawa dengan suasana romantis yang mereka ciptakan, dengan lembut Bimo menarik ciumannya dari bibir Aleqxa, dan tersenyum," Aleqxa sudah saatnya kamu pulang , aku sangat mencintaimu dan aku akan selalu menjagamu dalam keadaan apapun, " aku tidak mau menyesal nantinya jika suasana seperti ini terus berlanjut pertahanan ku pasti akan runtuh aku laki-laki normal Aleqxa, berhadapan denganmu dengan situasi seperti ini membuatku ingin melakukannya, dan aku pasti menyesal karena tidak bisa menjagamu.
Aleqxa tau apa arti kata-kata Bimo, sesungguhnya Aleqxapun sudah merasakan keinginan itu dalam dirinya Aleqxa juga wanita normal,berhadapan dengan orang yang dicintai dalam suasana seperti ini telah membangkitkan keinginannya untuk disentuh lebih dari ini oleh Bimo, dia hanya menunggu apa Bimo mampu melakukan itu terhadap dirinya saat ini, dan Aleqxa pun tersenyum bahagia karena dia tau sekarang Bimo benar-benar mencintainya dengan menjaganya sekuat tenaga.
__ADS_1