Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Cinta tulus Bimo


__ADS_3

Setelah kenyang memakan semua makanan yang dihidangkan di meja makan , Rehan dan Aleqxa pun segera pergi ke kamar Mama Retno, Rehan membuka pintu kamar dengan perlahan, dan mereka berdua masuk dengan senyum yang mengembang, Aleqxa memakai celana pendek warna putih dipadukan dengan kemeja model baby dol warna putih juga, sedangkan Rehan memakai celana pendek warna hitam dipadukan dengan kaos kerah warna putih, mereka berdua tampak sangat serasi , Rehan menggenggam tangan Aleqxa seolah tak ingin terlepas dari Aleqxa, Retno dan Ratih yang melihat mereka berdua begitu mesra pun tersenyum bahagia, begitu Rehan dan Aleqxa sampai di dekat mereka Ratih langsung membuka suara untuk menggoda anak dan menantunya itu "Jeng Retno kelihatannya sebentar lagi kita akan mendapatkan cucu dari mereka, jeng tau semalaman sampai siang ini mereka terus bekerja lembur membuatkan cucu untuk kita sampai kamar mereka seperti kapal pecah, Jeng Retno tau barang-barang saya yang ada dikamar itu yang harganya mahal-mahal banyak yang pecah, untung saja mereka bekerja membuatkan cucu buat kita, jadi saya tidak memarahi mereka dan tidak suruh mengganti rugi atas barang-barang yang sudah dipecahkan mereka berdua" kata Ratih sambil tertawa karena bahagia melihat Rehan dan Aleqxa yang wajah nya mendadak seperti kepiting rebus karena malu." Mama apa an sih ", teriak Aleqxa sambil memukul pelan lengan Mama nya, sedangkan Retno hanya tersenyum mendengar candaan sang besan

__ADS_1


" Slamat siang" , terdengar suara dr Arya mengucapkan salam saat membuka pintu kamar ," Slamat siang dr Arya " jawab semua orang yang ada di dalam kamar Retno, " Pernikahan kalian ternyata memang membawa dampak yang sangat baik untuk Nyonya Retno, sekarang Nyoya Retno jauh lebih semangat menjalani hidup nya, dan tekad untuk sembuh semakin besar, saat ini kondisi tubuh Nyonya Retno semakin membaik, untuk pengobatannya bisa dilanjutkan dengan rawat jalan, saya ijinkan jika hari ini akan di bawa pulang kerumah" , kata Dr Arya dengan senyum yang lebar" ,memang benar kalau ada pepatah " hati yang gembira adalah obat" segala macam penyakit akan bisa di obati dengan hati yang gembira, karena sesungguhnya segala macam penyakit dan obatnya berasal dari hati dan pikiran, " kata Dr Arya meneruskan semua kata-katanya , Dr Arya memang Dr yang cukup banyak bicara, sangat menyenangkan untuk di ajak ngobrol , dan dia juga sangat perhatian kepada semua pasien nya, sehingga banyak sekali pasien nya yang di buat jatuh cinta dengan Dr Arya karena perhatian dan kebaikannya, dan juga memang paras Dr Arya yang di bilang cukup ganteng dan awet muda di usia yang menginjak kepala 5.

__ADS_1


" Baiklah saya pamit untuk memeriksa pasien yang lain, Oh iya Aleqxa teman mu Bimo tadi pagi sudah pulang, kondisinya belum begitu baik tapi dia memaksa untuk pulang, tapi kamu tidak usah kawatir teman mu memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik dan dia sudah meminum obat-obatan yang terbaik agar luka nya lekas kering dan segera sembuh seperti semula" kata Dr Arya dan kemudian segera melangkah keluar kamar, Rehan dan Aleqxa saling berpandangan, ada kecemasan di wajah Aleqxa , Rehan tahu saat ini pasti Aleqxa sangat mencemaskan Bimo dan dari pandangan mata Aleqxa Rehan juga tahu saat ini Aleqxa sedang meminta ijinnya untuk menghubungi Bimo, Rehan pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, " telephone lah Bimo sayang , agar kamu tidak cemas lagi " kata Rehan pelan , Trimakasih Mas Rehan" jawab Aleqxa , segera Aleqxa melangkah keluar dari kamar dan setelah sampai di luar kamar Aleqxa segera menekan nomor hp Bimo, sementara itu Bimo yang berada di rumah sang nenek, sedang berada di dalam kamar nya dan sedang terbaring lemah memikirkan Aleqxa dengan wajah tak berdaya, karena yang dirasakan saat ini bukan saja sakit di tubuh nya tapi juga rasa sakit di hatinya karena telah kehilangan kekasih hati nya, Bimo merasa setengah nyawanya hilang dan serasa tidak mempunyai tujuan hidup lagi " Aleqxa apa kamu bahagia saat ini, apa kamu masih mengingatku saat ini" kata Bimo dalam hati dan air mata pun menetes dari kedua sudut mata nya, bunyi dering telephone nya pun membuat lamunan Bimo pudar, dilihatnya nama Aleqxa di sana, Bimo pun tersenyum cerah serasa menghirup udara segar saat melihat nama Aleqxa ada di layar Hp nya , dan sedang memanggil nya sekarang, segera Bimo mengangkat telephone Aleqxa " Hallo Aleqxa" kata Bimo dengan nada bahagia karena Aleqxa masih mau menghubungi nya, " Hallo Bimo bagaimana keadaan mu sekarang, aku berharap kamu baik-baik saja? kata Aleqxa dengan nada sedih, dalam hati nya dia masih sangat mencintai Bimo, walau sekarang sudah ada Rehan di harinya ,tapi rasa nya Aleqxa masih tidak rela melepaskan Bimo dari hati nya, " Aleqxa aku tidak apa-apa luka ku akan segera sembuh, aku sudah sering mendapatkan luka yang lebih serius dari ini, dan aku selalu bisa melewatinya dengan baik-baik saja, kamu tidak usah mengawatirkan aku," kata Bimo bahagia karena Aleqxa ternyata masih memperdulikan dan mengawatirkan dirinya, 'maaf kan aku Bimo aku tidak tau kalau kamu pulang pagi ini, maafkan aku karena tadi tidak mengangkat telephone mu", kata Aleqxa lagi dengan nada sangat menyesal karena tidak mengangkat telephone dari Bimo tadi pagi, karena Aleqxa sedang sibuk bermain dokter-dokter ran bersama Rehan.

__ADS_1


Aleqxa hanya bisa menghela nafas dalam- dalam mendengar semua perkataan Bimo yang begitu tulus mencintainya, membuat Aleqxa semakin tidak rela melepaskan cintanya kepada Bimo dari hatinya.

__ADS_1


__ADS_2