
Di depan kamar Retno sudah menunggu beberapa Dr yang sudah sangat dekat dengan keluarga Wijaya , mereka akan menjadi saksi pernikahan Rehan dan Aleqxa, Ratih mempersilahkan semua Dr itu masuk ke kamar Retno, mereka berdiri berjajar menunggu pernikahan Rehan dan Aleqxa di mulai, sedangkan Sonya yang masuk ke kamar Retno bersama dengan Rehan cukup kaget saat masuk ke kamar tersebut ternyata Tante Retno Mamanya Rehan yang berada di kamar tersebut, dengan suara pelan Sonya bertanya kepada Rehan, " Mama mu sakit Re?" Rehan hanya mengangguk kan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Sonya, Sementara Kalina dan Aldi juga kaget melihat Sonya masuk ke kamar Tante Retno bersama Rehan, mereka hanya bertanya-tanya dalam hati apa Rehan yang mengundang Sonya sehingga Sonya bisa berada di sini juga .
Retno yang belum tau rencana pernikahan Rehan dan Aleqxa pun dengan kebingungan bertanya kepada Ratih " Jeng Ratih sebenarnya ada apa ini, kenapa mereka semua ada di kamar ini dan kenapa jeng Ratih berpakaian seperti ini ?", kata Retno sambil berusaha bangun dari tidurnya dan mencoba duduk, badan nya sangat lemah sehingga untuk duduk saja Retno kesusahan,dengan cepat Rehan pun mendekat dan membantu Mama nya untuk duduk dan bersandar di ranjang , Retno melihat kearah Rehan dan memperhatikan Rehan, Retno bertambah bingung karena melihat Rehan berpakaian berbeda dengan yang tadi, sekarang Rehan memakai Jas berwarna hitam dengan kemeja putih padahal tadi Rehan hanya memakai kaos Krah berwarna putih," Jeng Ratih tolong jelaskan ada apa ini" kata Retno pelan bertanya kepada Ratih, dan Ratih pun tersenyum sambil menggenggam tangan Retno, " jeng Ratih mereka semua akan menjadi saksi pernikahan anak-anak kita menjadi saksi pernikahan Rehan dan Aleqxa, yang berdiri di situ itu adalah Pak Penghulu yang akan menikahkan Rehan dan Aleqxa Jeng", kata Ratih sambil menunjuk ke arah Pak Penghulu.
__ADS_1
" Apa menikah?" Rehan dan Aleqxa akan menikah sekarang di sini Jeng , tapi kenapa Jeng harus menikah di sini di rumah sakit, bukankah pernikahan Rehan dan Aleqxa masih dua minggu lagi, kata Retno sedikit berteriak karena kaget, tetapi tetap saja suaranya sangat pelan karena kondisinya yang sangat lemah, " Iya Jeng, kami melakukannya agar Jeng Retno semangat lagi, tidak ada bedanya menikah sekarang apa nanti Rehan dan Aleqxa pasti akan menikah jadi kami putuskan untuk menikah kan Rehan dan Aleqxa sekarang agar Jeng Retno bisa tenang dan ada semangat untuk hidup untuk bisa menggendong cucu jeng Retno dari Rehan dan Aleqxa , Insya Allah Rehan dan Aleqxa akan bisa segera memberi kita cucu, karena itu Jeng Retno harus semangat untuk hidup dan mau berobat ", kata Ratih sambil tersenyum dan menggenggam erat tangan Retno.
Retno memeluk Ratih dan menangis di sela-sela tangisnya Retno mengucapkan terimakasih kepada Ratih dan Alfin wijaya" ,terimakasih Jeng untuk perhatiannya, saya hanya merasa sudah dekat waktu nya, kondisi saya semakin lemah entah apa bisa bertahan sampai dua Minggu kedepan, terimakasih sekali Jeng Retno dan Mas Alfin mengijinkan Aleqxa dan Rehan menikah saat ini, saya mohon maaf sudah banyak merepotkan Jen Ratih dan mas Alfin" , kata Retno kepada Ratih dengan suara sangat pelan dan disertai air mata, Rehan yang mendengar semua kata- kata mama tersayang nya pun tak kuasa menhan tangis nya, air mata mengalir dari sudut matanya, dan seluruh orang yang berada di ruangan itu pun ikut menangis termasuk Sonya yang tidak tahu apa-apa, baru sekarang dia tahu Aleqxa bukan saudara Rehan dan Aleqxa ada anak dari keluarga Wijaya, Sonya menangis bukan hanya karena tahu Tante Retno sakit tapi juga karena Rehan akan menikah, Sonya merasakan dunia nya seakan runtuh mengetahui Rehan akan menikah saat ini.
__ADS_1
Retno tersenyum saat melihat Aleqxa, dan Aleqxa pun melangkah mendekat ke arah Tante Retno, " Tante Retno Aleqxa dan Mas Rehan akan menikah sekarang, Aleqxa hanya berharap Tante tetap semangat dan bisa pulih kembali, Aleqxa hanya ingin melihat Tante sehat dan Aleqxa mau Tante berjanji Tante mau berobat agar Tante cepat sembuh, maka Aleqxa akan menikahi Mas Rehan dengan ikhlas", kata Aleqxa kepada Tante Retno sambil memeluk Retno dengan erat" ,Aleqxa sangat menyayangi Tante, kalau Tante ingin lihat Aleqxa bahagia Tante harus lekas sembuh", kata Aleqxa kembali. " Tante juga sangat menyayangi kamu Aleqxa, trimkasih kalau kamu mau menikah dengan Rehan, Tante akan berjuang agar Tante bisa cepat sembuh , agar Tante bisa menggendong cucu Tante nanti", kata Retno bersemangat.
" Baiklah kita mulai acara pernikahannya kata Alfin Wijaya, dengan senyum bahagia melihat Aleqxa akan menikah dengan Rehan, memang dari awal Alfin Wijaya sangat menginginkan Rehan menjadi menantu nya , karena Afin Wijaya sangat tahu sifat Rehan , bukan hanya karena keluarga Rehan adalah dewa penolong keluarganya tetapi karena Alfin Wijaya memang sangat menyayangi Rehan seperti anak nya sendiri karena sifat Rehan yang sangat baik dan Rehan juga sangat pandai dan pekerja keras di mata Alfin Wijaya.
__ADS_1
" Papa bolehkah Bimo yang akan menjadi saksi pernikahan ku dengan mas Rehan kata Aleqxa kepada papa nya pelan, Alfin Wijaya memandang Aleqxa dan sebentar memandang Bimo yang ada di kursi Roda nya, dan sebentar kemudian kembali memandang Aleqxa dan menganggukkan kepala nya tanda setuju, Alfin Wijaya kemudian mendekati Pak Penghulu ," kedua pengantin sudah siap untuk dinikahkan kata Alfin Wijaya kepada Pak Penghulu," baik Pak Alfin kita akan segera menikah kan mereka", kata Pak Penghulu , dan Rehan serta Aleqxa pun berjalan dan duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk mereka, " siapa yang menjadi wali nikah dan saksi pihak pengantin pria dan pengantin wanita silahkan duduk di kursi yang sudah disiapkan, kita akan memulai acara pernikahan saudara Rehan dan saudari Aleqxa", kata Pak Penghulu.