
Aleqxa melepaskan pelukan Bimo dan segera merapikan diri nya ,Aleqxa tidak mau sampai terlihat acak-acakan oleh Rehan, karena Aleqxa tidak mau sampai Rehan berpikiran macam-macam tentang dirinya, selama ini hubungan Aleqxa dan Bimo masih dalam batasan normal, Bimo benar- benar menjaga Aleqxa dengan baik walaupun dia harus berjuang keras untuk itu, gadis yang di cintai nya dan diinginkannya ada dihadapannya, tapi dia tidak bisa melakukan lebih dari yang Bimo inginkan karena Aleqxa belum menikah dengannya dan mungkin tidak akan pernah menikah dengannya, karena saat ini gadis yang sangat dia cintai sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki lain, cinta Bimo benar-benar tulus untuk Aleqxa sehingga Bimo tidak pernah menyentuh Aleqxa lebih dari yang seharusnya, begitupun Aleqxa walaupun dia sangat mencintai Bimo, tapi dia tau diri nya adalah milik Rehan nanti nya jadi Aleqxa juga berusaha keras untuk menjaga dirinya Agara tidak jatuh karena cintanya, karena Rehan pasti akan kecewa jika Aleqxa melanggar kata-kata Rehan untuk menjaga dirinya, dan Aleqxa sungguh tidak mau membuat malaikat penolong keluarganya kecewa karenanya, tetapi Aleqxa dan Bimo tidak memungkiri hati mereka sangat ingin bersama setiap hari saat ini , sebelum Aleqxa menikah dan menjadi milik Rehan , sebelum Bimo tidak bisa lagi menyentuh Aleqxa walau hanya sekedar membelai rambut Aleqxa.
" Bimo aku pulang ya, besuk kita bertemu lagi, jemput aku di kampus yah", kata Aleqxa sambil mendekat kan wajah nya dan berjinjit mencium kening Bimo, kembali Bimo merengkuh badan Aleqxa di bawanya ke dalam pelukannya dan memeluknya erat-erat, " Aleqxa aku sangat mencintai mu" kata Bimo pelan di telinga Aleqxa, " aku juga mencintaimu Bimo" , kata Aleqxa membalas ungkapan cinta di hati Bimo, sesaat kemudian Bimo melepaskan pelukannya dan keduanya mulai berjalan menuju pintu keluar dan masuk ke dalam lift turun ke loby apartemen, di luar Rehan sudah menunggu di dalam mobilnya, saat melihat Aleqxa dan Bimo keluar Rehanpun menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum saat Bimo melihat ke arah nya.
Bimo dan Aleqxa sudah sampai di samping mobil Rehan , Bimo pun membukakan pintu mobil Rehan untuk Aleqxa, dan saat Aleqxa mau masuk ke dalam mobil entah dari mana tiba-tiba muncul dua orang membawa belati dengan cepat menuju ke arah Bimo dan Aleqxa, Rehan yang melihat gerakan mereka reflek berteriak dengan keras" awas Aleqxa Bimo di belakang kalian" , dan segera meloncat dari mobil berlari kearah Bimo dan Aleqxa, mendengar teriakan Rehan , Bimo segera berbalik badan dengan sigap memukul tangan laki-laki yang ingin menusuk Aleqxa , sehingga belati itupun terpental dari tangan laki-laki itu, sehingga Aleqxa selamat , tapi Bimo tidak sempat menangkis belati yang menuju kearahnya sendiri, sehingga belati itupun menancap diperut Bimo, " Bimo" teriak Rehan dan Aleqxa bersamaan, dan segera menopang tubuh Bimo yang hampir jatuh, kedua orang yang telah menusuk Bimo itupun segera melarikan diri, Rehanpun tidak menghiraukan mereka, karena pikirannya tertuju kepada Bimo, darah merah mengalir deras dari perut Bimo, entah kenapa dada Rehan terasa sakit melihat Bimo bersimbah darah dan tanpa disadari nya air mata mengalir dari sudut matanya, " Bimo" teriak Aleqxa dan tangis Aleqxa pun meledak.
Aleqxa memeluk tubuh Bimo dengan erat, " bertahanlah Bimo, kamu harus kuat, kamu harus bertahan untuk hidup" kata Rehan kepada Bimo, dan mata Bimo pun menatap dalam mata Rehan" entah kenapa ada perasaan damai di hati Bimo, saat Rehan berkata-kata kepadanya untuk menguatkannya, " Aleqxa lepaskan Bimo, masuklah ke dalam mobil, kita harus segera membawa Bimo ke rumah sakit" , Aleqxa pun segera melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam mobil, Rehan mengangkat tubuh Bimo yang sudah tak sadarkan diri, dan segera memasukkannya ke dalam mobilnya, dan segera menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan tinggi, saat itu ada polisi yang sedang berpatroli, melihat ada mobil yang berjalan dengan kecepatan melebihi aturan , mobil patroli itupun segera mengejar dan menyuruh menepi tapi Rehan sama sekali tidak mempedulikan mobil patroli polisi tersebut, yang Rehan pikirkan hanya bisa cepat sampai di rumah sakit agar Bimo segera dapat mendapat pertolongan, sehingga Rehan melarikan mobilnya semakin kencang, dan mobil patroli itu pun terus mengikuti mobil Rehan. Aleqxa pun memeluk Bimo dengan berlinang air mata" bertahanlah Bimo, jangan pergi meninggalkan ku, Jagan pergi Bimo aku mencintaimu, sangat mencintaimu" kata Aleqxa tak berhenti mengucapkan kata-kata itu.
__ADS_1
Sesaat kemudian mobil Rehan telah sampai di rumah sakit dan segera menuju ruang IGD, dan segera memangil perawat , kebetulan rumah sakit itu adalah rumah sakit yang sering Bimo datangi bersama keluarga Wijaya, para perawat dan dokter sudah banyak yang mengenal keluarga Wijaya dengan baik, merekapun tanpa banyak bertanya segera memberikan pertolongan kepada Bimo, kondisi Bimo cukup parah dan langsung di bawa keruang operasi.
Sedangkan mobil patroli yang mengikuti mobil Rehan pun pergi , setelah mengetahui keadaan yang sebenarnya mengapa Rehan membawa mobil dengan kecepatan tinggi, " Mas Rehan, Bimo mas" , kata Aleqxa kepada Rehan dan memeluk Rehan dengan kuat sambil menangis,
tak berapa lama Alfin Wijaya Papa Aleqxa pun datang, " Aleqxa , Rehan kalian baik-baik saja", tanya Alfin Wijaya sedikit cemas, " Papa " kata Aleqxa sedikit terkejut melihat kedatangan Papa nya, begitu juga Rehan yang tidak menyangka Alfin Wijaya akan datang.
" Aleqxa bagaimana ke adaan Bimo ?" tanya Alfin Wijaya kepada Aleqxa.
__ADS_1
" Papa" Aleqxa mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Papa nya, karena Aleqxa dikejutkan lagi dengan pertanyaan Papanya, " bagaimana ke adaan Bimo?" tanya Alfin Wijaya mengulangi pertanyaannya kepada sang anak, Aleqxa pun menjawab pertanyaan Papanya, " Bimo sedang dalam ruang operasi , sedang ditangani dokter, luka Bimo cukup parah karena belati menancap cukup dalam di perut Bimo" , kata Aleqxa kepada Papa nya sambil menangis.
" Sudahlah jangan menagis, berdoalah Aleqxa agar Bimo bisa diselamatkan" , kata Alfin Wijaya dengan lembut kepada anak semata wayangnya sambil membelai kepala Aleqxa yang bersandar di dadanya.
"Papa sudah mengetahui tentang Bimo?" tanya Aleqxa kepada sang Papa dengan sedikit rasa takut kalau Papanya menjadi marah dan kecewa kepadanya, Aleqxa mendongakkan kepalanya untuk melihat expresi wajah Papa tersayangnya.
" Iya , Papa sudah tau semua tentang Bimo, setelah Bimo sembuh kamu hanya boleh berteman dengannya tidak lebih" ,kata Alfin Wijaya" ,dengan tegas, sambil menatap mata anak gadisnya yang sangat dia cintai." maaf kan Papa Aleqxa, Rehan adalah laki-laki pilihan Papa , dia adalah yang terbaik untuk mu, bukan Bimo karena jika kau hidup bersama Bimo mau tidak mau hidup mu akan dikelilingi dengan bahaya, saat ini Bimo bisa menyelamatkan mu dengan mengorbankan dirinya , tapi lain kali apa bisa seberuntung ini" , kata Alfin Wijaya dalam hati, dan memeluk anak gadisnya dengan erat.
__ADS_1