Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Kepulangan Alfin Wijaya


__ADS_3

Setelah selesai membeli HP Aleqxa dan Rehan langsung pulang kerumah , Rehan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah Aleqxa, setelah beberapa menit akhirnya Rehan dan Aleqxa sampai di depan gerbang rumah Aleqxa yang megah, segera para penjaga membuka pintu gerbang,Rehan segera masuk ke dalam villa, Aleqxa melihat penjagaan dirumah sangat ketat dan orang yang berjaga hampir 3x lipat banyaknya dari sebelumnya tidak seperti biasanya, Aleqxa melihat Rehan" Mas Rehan apa papa tau kejadian di villa sehingga papa meningkatkan penjagaan di rumah?"tanya Aleqxa kepada Rehan.


" iya jawab Aleqxa , papa mu sudah pulang Aleqxa beliau menunggumu," jawab Rehan kepada Aleqxa.


"Papa"kata Aleqxa tersenyum bahagia sudah satu bulan lebih papanya tidak pulang karena sibuk mengurusi perluasan usahanya yang ada di luar negri. Rehan menghentikan mobilnya di depan lobby rumah, begitu berhenti, Aleqxa langsung turun dan berlari ke dalam rumah, "Papa teriak Aleqxa, walaupun sudah besar tapi sikap Aleqxa sama papa ya masih seperti anak kecil, karena dari kecil papanya sangat memanjakannya berbeda dengan mamanya yang selalu berusaha membuat Aleqxa mandiri, itu dilakukan mamanya agar Aleqxa tidak bertumbuh sebagai gadis manja yang tak bisa apa-apa.


Dari dalam rumah keluar Alwin Wijaya , Ratih Wijaya dan Retno ,mereka tersenyum melihat kedatangan Aleqxa, mereka bahagia melihat keadaan Aleqxa baik - baik saja walaupun ada kejadian yang sudah sangat membuat kuwatir di villa.Aleqxa langsung memeluk papa tercintanya dan disambut pelukan hangat dari papa tercintanya" Aleqxa kangen sama papa" kata Aleqxa" sambil mencium pipi papa tercintanya dan memeluk dengan erat. Ratih dan Retno melihat dengan tersenyum," Aleqxa masih sama ya jeng tidak berubah kalau sama papa ya sangat manja, seperti anak kecil" kata Retno kepada Ratih dengan tersenyum bahagia." iya jeng Aleqxa memang seperti itu sama papanya ga bisa berubah masih seperti anak TK aja" jawab Ratih diselingi tertawa kecil keduanya.


Rehan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Aleqxa, melihat tingkah Aleqxa Rehan tersenyum, Rehan melangkah mendekati mereka, dan mereka tersenyum melihat Rehan, " mama" Rehan memeluk mamanya, dan kemudian memeluk Ratih," Tante" setelah itu Alfin Wijaya mendekati Rehan dan memeluk Rehan, "Rehan trimakasih sudah menjaga Aleqxa dengan baik" , kata Alfin Wijaya kepada Rehan." sama2 Om Alfin ini sudah tugas Rehan sebagai kakak Aleqxa harus bisa menjaga Aleqxa" kata Rehan.


" kakak" kata Alfin, sambil memandang Rehan," kamu ini adalah calon menantuku , calon sumai Aleqxa bukan kakak Aleqxa ,ingat itu Rehan dan Om minta baik Aleqxa dan kamu Rehan tidak membuat papamu sedih disana" kata Alfin Wijaya dengan tegas dan menatap tajam mata Rehan dan Aleqxa bergantian.

__ADS_1


Rehan dan Aleqxa hanya diam dan saling pandang melihat Alfin Wijaya yang sangat tidak suka mendengar kata kakak meluncur dari mulut Rehan, begitupula dengan Ratih dan Retno mereka saling berpandangan melihat Alfin Wijaya yang kelihatan sekali tidak suka atas apa yang dikatakan Rehan.


" Kalian mandi dulu saja , setelah mandi kita ngobrol diruang tengah ya" kata Ratih kepada Aleqxa dan Rehan, dan merekapun pamit untuk membersihkan dan menyegarkan diri mereka, Rehan dan Aleqxa berjalan berdampingan mereka menuju kamar mereka masing2 , kamar Rehan memang sengaja di pilihkan oleh Alfin dan Ratih disamping kamar Aleqxa dan setiap kali Rehan datang ke rumah keluarga Wijaya ,Rehan selalu menempati kamar itu, Rehan sangat disayang oleh keluarga Wijaya mereka sudah menggap Rehan anak sendiri.


Rehan memasuki kamarnya dan segera mandi, ada beberapa baju baru yang sudah disiapkan untuk Rehan berganti pakaian dan baju-baju itu Ratih sendiri yang membelikan di butik langganannya.Rehan sendiri jarang sekali membeli baju karena sering sekali Ratih membawakan oleh2 baju untuk Rehan dan Retno jika datang kerumah Rehan.


Rehan memasuki bathtub yang sudah disiapkan untuknya, dia merebahkan dirinya di air hangat dan menenggelamkan kepalanya yang diberikan aroma terapi lavender, Rehan memejamkan matanya terbayang Aleqxa saat di villa bersama Bimo, Rehan melihat Aleqxa dan Bimo berciuman rasa hatinya begitu sakit , tapi Rehan berusaha untuk menerima semuanya, karena dia memang tidak bisa memaksa Aleqxa untuk mencintainya,"Aleqxa andai kau bisa mencintai Mas Rehan" kata Rehan pelan sekali sambil menarik nafas dalam, "Bimo kau sangat beruntung bisa dicintai oleh Aleqxa" kata Rehan berbicara pada dirinya sendiri, " siapa kau sebenarnya kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh dalam hatiku saat aku menatap matamu," semoga kau benar2 orang baik yang bisa membahagiakan Aleqxa",kata Rehan pelan.


Sementara di kamarnya Aleqxa masih sibuk membalas WA dari Bimo,


Aleqxa : " Sudah Bim baru saja sampai"

__ADS_1


Bimo : " Syukurlah kalau sudah sampai, cepat mandi dan istirahat ya sayang"


Aleqxa : " iya Bim, aku mandi dulu ya, byee"


Bimo : " iya Aleqxa sayang", byee see u tomorrow :)


Setelah membalas pesan dari Bimo Aleqxa masuk ke dalam kamar mandi, dan membenamkan dirinya ke dalam bathtub, Aleqxa merasa tak akan ada jalan untuk dia bersama Bimo, dengan melihat sikap papanya Alfin Wijaya tadi ,sudah pasti papanya tidak akan merestui hubungannya dengan Bimo, menikah dengan Rehan bukanlah hal Aleqxa inginkan" Aleqxa ingin menikah dengan orang yang dia cintai, tapi Aleqxa juga sangat menyayangi papanya dan tidak ingin mengecewakan hati orang yang sangat dicintai dan berjasa dalam hidupnya." Maafkan Aleqxa papa, Aleqxa mencintai Bimo , Aleqxa ingin menikah dengan Bimo , bukan Mas Rehan" teriak Aleqxa dalam hati.


" Mas Rehan maafin Aleqxa kalau tidak bisa mencintai Mas Rehan seperti Mas Rehan mencintai Aleqxa" tangis Aleqxa rasanya hatinya sesak sekali dan pikiran di kepalanya terasa sangat penuh, Aleqxa serasa ingin teriak kencang agar hati dan pikirannya lega.


Diruang tengah Alfin, Ratih, Retno sudah berkumpul, begitu juga Rehan sudah keluar dari kamarnya dan mendekat ke arah mereka," duduk lah disini Re" kata Alfin Wijaya saat Rehan sudah dekat, Alfin Wijaya menyuruh Rehan untuk duduk dekat dengan dirinya," Rehan apa kau sudah membatalkan kepergian mu ke Surabaya malam ini?" tanya Alfin Wijaya," sudah Om ,Rehan sudah batalkan ,besuk pagi jam 9 Rehan baru berangkat ke Surabaya, Rehan mau selesaikan kerjaan Rehan dulu yang tertunda di perusahaan yang lama Om" sebelum Rehan keluar", kata Rehan kepada Alfin Wijaya.

__ADS_1


"Rehan kamu mau keluar dari kerjaan? " tanya Retno dengan nada kaget mendengar Rehan akan keluar dari pekerjaannya." iya mah" jawab Rehan", 'kenapa Re kau keluar dari pekerjaanmu?" tanya mama Rehantasa dengan sedikit kawatir karena takut Rehan ada masalah di tempat kerjanya," mama tidak usah kawatir Rehan baik2 saja di tempat kerja Ma, hanya saja Rehan ingin menerima tawaram Om Alfin untuk bergabung diperusahaan Wijaya", kata Rehan dengan tersenyum kepada Mama tercintanya, dan disambut rasa kaget tapi bahagia oleh Ratih dan Retno ," benarkah kamu menerima tawaran Om untuk bergabung di perusahaan Wijaya Re" tanya Ratih dengan semangat kepada Rehan." iya Tante Rehan serius menerima tawaran Om dan Tante" jawab Rehan sambil menatap Ratih dengan senyumannya dan menggagukkan kepalanya, Ratih berdiri dari duduknya dan memeluk Rehan karena bahagia mendengar Rehan mau bergabung di perusahaan Wijaya , karena sudah lama Alfin dan Ratih meminta tapi Rehan menolaknya.


" Ma , kok Aleqxa ga Keluar2 ya?" tanya Alfin kepada Ratih." biar Rehan yang panggil Om" jawab Rehan cepat dan langsung berdiri dan berjalan menuju kamar Aleqxa.


__ADS_2