Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Bimo berkunjung ke villa


__ADS_3

"Bimo" gumam Aleqxa, saat melihat mobil berwarna hitam terparkir di sebrang jalan di depan pintu gerbang villa Wijaya, seorang penjaga menghampiri Aleqxa , " Nona Aleqxa maaf beberapa menit yang lalu mobil hitam itu berhenti disitu, apa harus saya suruh pergi dari situ non? tanya seorang penjaga kepada Aleqxa, " jangan Pak dia teman saya , tolong buka gerbangnya biarkan dia masuk" kata Aleqxa kepada penjaga tersebut."oh baik Non Aleqxa, maaf saya tidak tau kalau itu teman non Aleqxa" Kata si penjaga tersebut, dan langsung berlari memberitahu temannya untuk membuka pintu gerbang," masuklah Bim" kata Aleqxa di telephone dan dari sebrang Bimo membalas dengan membuka kaca mobilnya dan nelihat kearah Aleqxa sambil tersenyum, lalu membawa mobilnya masuk ke halaman villa Wijaya.


Bimo turun dari mobilnya, dan Aleqxa sudah berdiri disamping pintu mobil ,Bimo menatap wajah Aleqxa dengan mata penuh kerinduan, Bimo tersenyum di balas dengan senyuman oleh Aleqxa," Aku merindukanmu Aleqxa" kata Bimo pelan,Aleqxa hanya membalas dengan senyuman " yuks kita masuk Bimo, " kata Aleqxa mengajak Bimo masuk ke dalam Villa , mereka berjalan dan beriringan dan masuk kedalam villa , saat itu Rehan hanya melihat dari jauh dari tempat dia berdiri, ada sedikit perasaan cemburu melihat Aleqxa bersama laki2 lain , tapi dengan segera perasaan itu Rehan hilangkan dari hatinya, " Kamu berhak berteman dengan siapapun Aleqxa, dan juga berhak bahagia bersama laki2 manapun, aku harap Bimo memang benar2 yang terbaik buat kamu dan bisa menjagamu," gumam Rehan pelan, lalu dia kembali ke gazebo yang ada di taman belakang untuk bermeditasi kembali menenangkan hati dan pikirannya.


di ruang tamu Aleqxa memberi kode kepada semua ART untuk meninggalkan ruangan, dan beberapa ART yang berjaga2 untuk menyiapkan segala kebutuhan Aleqxa saat ada di villa itupun pergi meninggalkan ruangan,dan kemudian Aleqxa mempersilahkan Bimo duduk, " duduk lah Bimo" kata Aleqxa, lalu Aleqxa duduk di sofa disamping Bimo, " kamu kok bisa tahu villa ku ada disini" Aleqxa bertanya dengan sedikit bingung karena Aleqxa tidak pernah memberitahu Bimo dimana lokasi Villanya, " Bimo tersenyum," hal yang sangat mudah untuk mencari villa dimana keluarga Wijaya tinggal" kata Bimo." Aleqxa yang mendengar jawabab Bimo hanya manyun dan menganguk2 kan kepalanya."

__ADS_1


Aleqxa , beberapa anggota king cobra ada disekitar sini aku takut kalau mereka sampai berani menyerang dengan terang2 an ke villa ini, aku dengar salah satu anak ketua mereka yang bernama Mona itu sedikit "agak kurang waras "dan sangat kejam ," kata Bimo.


Villa ini dibuat papa dengan pengamanan yang cukup bisa diandalkan Bimo, diseluruh Villa ini di pasang cctv, dan tembok listrik, saat ini aku sudah suruh nyalakan jadi mereka tidak akan bisa masuk melewati tembok hanya satu jalan lewat pintu gerbang, di depan gerbang sudah ada 5 penjaga aku rasa sudah cukup, mereka juga dibekali senjata api, dan akan digunakan bila memang benar2 diperlukan, Aku rasa villa ini akan aman dari gangguan mereka Bimo, kamu tidak usah mengkuatirkan aku" kata Aleqxa dengan senyum manjanya" membuat suasana yang dingin menjadi hangat dengan melihat senyuman Aleqxa, mereka mengobrol kesana kemari membicarakan saat mereka masih kecil , saat mereka bermain bersama tanpa terasa sudah 1 jam lebih mereka mengobrol.


"Aleqxa villa sebesar ini ga ada persediaan air ya, sampai tenggoraknku kering ga ada air yang mengalir " kata Bimo menyindir Aleqxa yang sedari tadi hanya mengajaknya ngobrol tanpa jeda dan tanpa disuguhi apapun bahkan air minum untuk membasahi tenggorakan pun tak ada, Aleqxa tertawa terbahak2 mendengar sindiran Bimo, " hahahaha maaf maaf tunggu yah aku ambilin air minum, kata Aleqxa sambil berdiri dan kemudian berjalan kearah dapur dan mengambil sendiri minuman untuk Bimo.

__ADS_1


Aleqxa meletakkan secangkir kopi hitam dan Air mineral ke atas meja kemudian melangkah mendekati Bimo dengan maksud untuk duduk disebelah Bimo tapi, kakinya tanpa sadar kesangkut kaki meja," aaaa" teriak Aleqxa pelan dan sebelum tubuhnya jatuh membentur tubuhnya, Bimo dengan cepat menangkap tubuh Aleqxa yang jatuh kearahnya, tapi tetap saja posisi jatuhnya bikin Bimo yang seorang laki2 normal membuat sesuatu yang tersembunyi di dalam sana menegang, "Aleqxa tepat diatas badannya dan merekapun saling bertatapan cukup lama ada sesuatu yang muncul dalam diri mereka namun dengan sekuat hati mereka tahan, tangan Bimo memeluk pinggang Aleqxa sedangkan tangan Aleqxa berada di di bahu Bimo, jarak wajah mereka hang sekian cm , Bimo pun dengan perlahan menyentuhkan hidungnya ke hidung Aleqxa, seketika dada Aleqxa serasa bedetak kencang naik turun membuat dua bukit kembar pun ikut bergoyang dan Bimo bisa merasakan sentuhan dua bukit kembar Aleqxa yang naik turun, dengan perlahan Bimo mencium bibir Aleqxa, sesaat keduanya berciuman dengan perasaan tang sangat dalam, tapi Aleqxa segera sadar dan melepaskan ciuman mereka, Aleqxa segera bangkit dan berdiri kemudian melangkah menuju ke taman belakang, Aleqxa ingat mimpinya tadi sore, dia tidak mau itu menjadi kenyataan, Aleqxa ingin melihat Rehan dan memastikan Rehan masih ada di gazebo di taman, dan Aleqxa merasa lega karena masih melihat Rehan yang ternyata masih ada di gazebo dan masih meditasi.


Bimo yang bingung dengan sikap Aleqxapun mengikuti langkah Aleqxa yang tadi tergesa2 melangkah,Bimo pun melihat Rehan di sana, "Aleqxa apa kau takut Rehan melihat kita sedang...."Bimo menggantung ucapannya",Aleqxa melihat kearah Bimo, sebentar lalu berjalan kembali keruang tamu diikuti Bimo, dan kembali duduk di sofa di ikuti Bimo yang duduk di sampingnya.


Mas Rehan adalah orang yang sangat berarti untukku, setelah dulu kita berpisah, Mas Rehanlah yang menggantikan kamu menemaniku bermain, dan keluarga Mas Rehan adalah bagaikan Dewa penolong bagi keluargaku keluarga Wijaya, di dalam saat2 kritis kami membutuhkan pertolongan merekalah yang selalu ada untuk kami dan menolong kami,

__ADS_1


"Ayahnya sudah menyelamatkan nyawa kami sekeluarga saat , dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri, beberapa kali ayahnya mas Rehan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan nyawa papa, dia juga yang mendonorkan ginjalnya untuk mama, dan Mas Rehan sendiri dia kebetulan melewati jalan tol yang sama dimana saat itu aku kecelakaan karena ditabrak oleh mobil yang pengemudinya sedang mabuk, dia yang mendonorkan darahnya kepadaku saat aku kritis karena kehilangan banyak darah di mana saat itu seluruh persendian darah dirumah sakit dan di PMI kebetulan kosong semua, keluarga Mas Rehan memang sepertinya sudah ditakdirkan menjadi dewa penolong untuk keluargaku Bim, " kata Aleqxa menceritakan beberapa kejadian dimana keluarganya di tolong oleh keluarga Rehan.


Bimo mendengarkan dengan seksama cerita Aleqxa, " dan kami sesungguhnya sudah di jodohkan", dek dek dek jantung Bimo berdetak mendengar kalimat terakhir.


__ADS_2