
"Apa!! kalian sudah dijodohkan? " tanya Bimo dengan suara sedikit tinggi karena cukup kaget mendengar kata2 Aleqxa bahwa mereka sudah di jodohkan.
"Iya, Aku dan Mas Rehan memang sudah dijodohkan" jawab Aleqxa dengan pelan, matanya memandang mata Bimo dengan perasaan yang dalam " Mas Rehan orang yang berhati mulia, sungguh dia sangat menyayangiku, maaf Bimo sejujurnya aku ingin bilang mungkin jika hatiku bisa memilih aku akan memilih Mas Rehan yang ada dalam hatiku ini, tapi aku tidak tau kenapa , aku tidak bisa mencintai Mas Rehan lebih dari seorang kakak, mungkin karena dari kecil aku menganggapnya kakakku sendiri, dan aku sangat bangga dengannya, bayak teman2 ku yang menyukainya mengejar2 Mas Rehan dan itu membuat aku bangga karena memiliki seorang kakak yang ganteng disukai banyak wanita dan berhati mulia.
Bimo menatap dalam mata Aleqxa yang berkaca2 , di dalam mata itu Bimo mengetahui bahwa Aleqxa sangat menyayangi Rehan," mungkinkan sesungguhnya Aleqxa mencintai Rehan tapi dia tidak menyadarinya", kata Bimo dalam hati.
" Aleqxa apakah dihatimu ada aku, apakah kamu mencintaiku?," tanya Bimo dengan suara yang lembut kepada Aleqxa sambil menggenggam erat tangan Aleqxa, dan menatap dalam bola mata indah milik Aleqxa mencari sebuah kejujuran disana,
" iya aku mencintamu Bimo" jawab Aleqxa pelan, dari dulu aku selalu menunggumu saat2 awal kita berpisah dulu aku selalu menagis karena ingin bertemu denganmu, aku ingin bermain bersamamu, tapi mama selalu menjawab Bimo sudah pergi jauh dan tidak akan kembali jangan pernah bertanya tentang Bimo lagi,dan akhirnya aku hanya diam dan tak pernah bertanya lagi tentangmu , tapi kamu selalu hadir dalam mimpiku tiap malam, aku tak pernah melupakanmu, dan saat bertemu denganmu aku sungguh merasakan kebahagian yang belum pernah aku rasakan sebelumnya" kata Aleqxa dengan pelan dan Aleqxapun tak sanggup membendung air matanya sehingga mengalir deras dari sudut matanya. Bimo pun ikut larut dalam suasana haru air mata pun mengalir dari sudut matanya, Bimo memeluk Aleqxa dengan erat , aku juga sangat merindukanmu, aku tak pernah melupakanmu Aleqxa ,kamupun selalu menghiasi mimpi2 ku setiap malam, aku ingin mencarimu, tapi aku benar2 tidak tau harus mencari kemana.
__ADS_1
Tanpa disadari mereka, Rehan yang sudah selesai dengan meditasinya, masuk ke dalam villa , dan saat melewati ruang tamu Rehan melihat Aleqxa dan Bimo sedang berpelukan dan menagis, Rehan mendengar semua perkataan Aleqxa bahwa dia tidak bisa mencintai Rehan tapi hanya menyayanginya sebagai seorang kakak, walaupun Aleqxa sudah pernah mengatakannya , tapi tetap saja hati Rehan masih sangat sakit jika harus mendengar semua itu, tapi Rehan juga bahagia jika akhirnya Aleqxa bisa menemukan orang yang dinanti2kannya selama ini, " berbahagialah Aleqxa jangan memikirkan aku" kata Rehan dalam hati.
Dan Rehanpun berlalu pergi keluar dari villa dia menuju gerbang dan keluar untuk berjalan2 diluar menetralkan pikiran dan hatinya,
suasana di jalan cukup sepi, karena hari sudah menunjukkan pukul 9 malam, Rehan berjalan pelan2 ingin menuju jalan besar dimana banyak orang berjualan, tapi baru beberapa puluh meter dari villa perasaan Rehan tidak enak, dia mengkawatirkan Aleqxa,Rehan ingin mengurungkan niatnya untuk pergi, dan berbalik hendak menuju ke arah villa untuk kembali ke villa , baru beberapa langkah Rehan melangkah datang mendekatlah sebuah mobil dan langsung menghalangi jalan Rehan ,
"Hai kamu ikutlah kami baik2 ,dan kami tidak akan melukaimu," kata seorang pria berbaju hitam yang dipipinya ada tompel berwarna hitam,
Rehan hanya diam saja , saat ini pikirannya hanya tertuju ke Aleqxa, Rehan ingin segera berlari menuju ke villa, karena Rehan hanya diam saja orang2 king cobra segera mendekat dan hendak menangkapnya tapi Rehan menghindar, akhirnya terjadi perkelahian antara Rehan dan mereka berlima, Rehan hanya berusaha untuk segera melepaskan diri dari mereka.
__ADS_1
Sementara di villa, saat itu Aleqxa dan Bimo mencari2 Rehan, mereka mencari di sekitar kebun bunga tapi tidak ada, Aleqxa masuk ke kamar Rehan tapi juga kosong dan akhirnya Aleqxa dan Bimo berjalan kearah gerbang dan bertanya kepada para penjaga apakah mereka melihat Rehan," Apa kalian melihat Mas Rehan? tanya Aleqxa." Mas Rehan tadi keluar Non , kearah jalan raya" jawab seorang penjaga, Aleqxa mendadak cemas dengan Rehan karena sendirian diluar sana walau Aleqxa tau Rehan mahir berkelahi, tapi Aleqxa tetap saja kuatir karena ada king cobra di luar sana.
"Bimo kita cari Mas Rehan" aku takut terjadi apa2 dengan Mas Rehan" seru Aleqxa dan langsung berjalan keluar, para penjaga dengan cepat membuka pintu gerbang, saat itu diluar gerbang ada seorang wanita hamil sedang berjalan dengan perlahan bersama seorang laki2, wanita itu merintih kesakitan sambil memegangi perutnya,Aleqxa pun mendekati mereka , " Bu mau kemana malam malam begini apa ibu ini mau lahiran pak ? " tanya Aleqxa kepada bapak2 yang memegangi badan si ibu , ia neng istri saya mau melahirkan, ini mau ke bidan yang terdekat dari sini neng," jawab si bapak ."kenapa bapak ga telephone saja panggil bidannya kenapa malah istrinya di ajak jalan pak kan kasian?" tanya Aleqxa ." kita ga punya Hp neng" jawab si bapak, " ya sudah pak biar diantar pakai mobil kasian istrinya kalau jalan ibu keliatannya sudah kesakitan sekali " kata Aleqxa.
Bimo yang ada di sebelah Aleqxa, sedikit curiga dan mengawasi dengan seksama ibu hamil dan suaminya itu, Aleqxa memanggil penjaga dan menyuruh mengambil mobil dan mengantarkan si ibu, karena Aleqxa harus mencari Rehan , jadi Aleqxa menyuruh penjaganya yang mengantarnya" Pak tolong Anter ibu ini ke bidan dan tunggu sampai semua prosesnya selesai, bantu dia apapun yang mereka butuhkan" kata Aleqxa.
" Bu silahkan naik ke mobil biar penjaga villa saya yang mengantar ibu" kata Aleqxa dengan lembut" si ibu menoleh berpandangan mata dengan suaminya, mereka seperti memberi tanda satu sama lain dengan matanya, tiba2 si ibu yang ada di dekat Aleqxa, menyerang Aleqxa dengan cepat ,Bimo yang sejak tadi waspadapun berteriak memperingati Aleqxa, " Aleqxa awas" teriak Bimo, tapi si ibu memukul dada Aleqxa dengan sangat cepat dan kuat, Aleqxa yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan dari si ibu hamilpun terkena pukulan si ibu dan mundur beberapa langkah dari tempat dia berdiri dan memegangi dadanya yang terasa cukup sakit akibat pukulan si ibu, sedangkan Bimo dengan sigap menghindari serangan si bapak yang saat itu menyerang Bimo dengan Belati, dan Bimo juga menendang pistol yang diambil si ibu dari balik bajunya yang sedang diarahkan ke Aleqxa, "Nona Aleqxa " teriak para penjaga dan langsung berhamburan lari menyerang si ibu hamil dan bapak itu.
Entah dari mana datangnya tiba2 sekitar 15 orang pria berbaju serba hitam datang berhamburan menyerang Aleqxa , Bimo dan para penjaga.
__ADS_1