
"Yoga seriuslah, apa caranya agar aku dan Aleqxa bisa lepas dari King Cobra" kata Rehan di sela-sela pertengkaran kecil antara Yoga Dirgantara dan Monik Harta Sanjaya",
Aku serius Rehan dengan ideku tadi, tidak ada cara lain selain itu, dan kalau kau tidak mau, berarti kau harus selalu bersiap diri ,setiap saat, untuk menghadapi King Cobra , karena setiap saat mereka bisa menyerang mu, jaringan mereka cukup kuat, beruntung Aleqxa adalah seorang anak dari keluarga kaya raya yang bisa membayar banyak pengawal untuk menjaga mereka, kalau tidak saat ini pasti kalian sudah habis oleh mereka, aku hanya bisa membantu untuk memberikan mu informasi di setiap gerakan mereka, aku bisa menggunakan anak buah ku untuk mendapatkan semua informasi tentang mereka.
' oh iya aku masih ada ide lain , tapi aku rasa kamu pasti akan menolak Re ," Kata Yoga Dirgantara dengan serius kepada Rehan, " apa ide lain mu itu? aku harap bukan ide gila seperti yang tadi," kata Rehan." Aldi kita perlu pindah tempat yang lebih private untuk membahas ini" kata Yoga sambil memandang Aldi, dan Aldi pun tau maksud dari Yoga, " ikuti aku" kata Aldi kepada Yoga dan yang lainnya," ehh apa kamu yakin gadis cerewet ini ikut juga" ,kata Yoga dengan memandang tajam ke arah Monik, kata Yoga kepada Aldi, " iya yakin biarpun dia super cerewet tapi Monik bisa diandalkan kata Aldi dengan tegas", Monik pun tersenyum penuh kemenangan mendengar kata-kata Aldi dan mengejek Yoga dengan menjulurkan lidahnya kepada Yoga, dan Yoga pun hanya geleng -geleng kepala melihat kelakuan Monik yang masih seperti anak kecil, merekapun tanpa berdebat lagi mengikuti Aldi keruangan khusus yang kedap suara, dengan cukup serius Yoga mengutarakan semua ide yang ada di kepalanya saat ini kepada Rehan yang di dengar oleh Aldi Kalina dan Monik, dan menjelaskan semua strategi yang harus dikerjakan oleh Rehan, Aldi dan juga dirinya sendiri beserta anak-anak buahnya." sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui" kata Yoga setelah menyelesaikan semua idenya yang ada di kepalanya, dan buat Rehan ide ini tidak kalah gila nya dengan ide Yoga Dirgantara sebelumnya, karena sama saja Rehan harus menghadapai Mona.
"Bagaimana Rehan, apa kau setuju?'" kata Yoga Dirgantara bertanya kepada Rehan, dengan berharap Rehan setuju akan idenya"," Rehan aku akan bersamamu" , kata Aldi, bersama Yoga kita akan menyamar menjadi pengawal pribadimu, jadi kau tak perlu terlalu kuatir akan dirimu", kata Aldi kepada Rehan," baiklah aku akan pikirkan dulu, aku tidak kuatir akan yang lain , aku hanya kuatir karena harus menghadapi Mona, aku juga harus memberitahu Aleqxa dan keluarga ku terlebih dahulu untuk rencana ini, karena ini cukup berbahaya," kata Rehan.
__ADS_1
"Baiklah kita akhiri dulu pembicaraan kita, aku akan mengabari kalian nanti untuk rencana ini, jadi kita jalankan apa tidak, bagaimanapun juga aku harus mempersiapkan diriku untuk menghadapi si Mona jika rencana ini kita jalankan, baiklah trimakasih untuk kalian semua, terutama kau Yoga terimakasih sudah meluangkan waktumu yang cukup sibuk untuk bertemu denganku , dan sebelumnya aku juga mengucapkan terimakasih banyak untuk bantuan mu," kata Rehan kepada Yoda Dirgantara, " jangan sungkan Rehan, kita menghadapi musuh yang sama sekarang" , jawab Yoga dengan tersenyum.
" Aku pulang duluan ya, " kata Rehan sambil berdiri dan mengulurkan kepalan tangannya kepada Yoga dan Aldi, "Kalina dan Monik tolong kamu antar pulang ya Al, jangan biarkan mereka pulang sendiri," kata Rehan kepada Aldi.
" siap" jawab Aldi. Rehan pun keluar dari ruangan menuju pintu keluar cafe, dilihatnya sekilas orang2 yang sedikit mencurigakan, Rehanpun terus berjalan menuju tempat parkir dan masuk kedalam mobilnya, setelah masuk kedalam mobil Rehan membuka WA dan mengirim pesan kepada Aldi yang masih di dalam ruangan pribadi Aldi, " Aldi hati2 ada beberapa orang yang mencurigakan di cafe mu, tolong jaga Kalina dan Monik baik-baik" , kata Rehan di dalam pesan WA nya, setelah itu Rehan mengirim pesan kepada Aleqxa, " 10 menit lagi aku sampai di apartemen, bersiaplah keluar, aku menunggu mu di luar" kata Rehan di dalam pesan WA nya, dan kemudian segera menginjak gas dengan kecepatan cukup tinggi menuju apartemen Bimo.
"Monik sebaiknya kau pulang di temani Yoga, ini sudah tengah malam, Kalina biar aku yang antar,"kata Aldi kepada Monik ," tidak perlu aku berani pulang sendiri,"kata Monik sambil menatap acuh Yoga, " lagian siapa juga yang mau nganterin kamu , wanita super cerewet", kata Yoga mengejek Monik." Yoga tolong antar pulang Monik ya , demi aku lah" kata Aldi lagi kepada Yoga," iya aku mengerti , aku akan ikuti dari belakang saja, sampai anak cerewet ini sampai dirumahnya, jangan kuatir akan kupastikan keselamatannya demi kamu, hanya demi kamu Aldi", kata Yoga lagi menegaskan kan kata-katanya, sambil melihat Monik.
__ADS_1
" Monik kali ini ikuti kata-kataku jangan banyak protes " kata Aldi lagi kepada Monik yang mulutnya sudah mulai membuka untuk protes tapi Aldi buru-buru memotongnya."
" Baiklah kalau hanya mengikuti dari belakang silahkan, yang penting aku tidak satu mobil dengan laki-laki gila ini, " kata Monik ketus, dan Yoga hanya diam saja mendengar kata-kata Monik, karena pikirnya percuma juga berdebat dengan wanita cerewet seperti Monik , ga bakalan menang juga, hanya dapat cape mulut, dasar bibir ga bisa diam kalau hanya sendirian pasti sudah aku habisin itu bibir, ku *****-***** sampai habis biar berhenti berkicau", kata Yoga dalam hati, " ehh kok aku malah mikir sampai kesana " gumam Yoga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri, sedangkan Aldi dan Kalina dari tadi hanya diam memperhatikan tingkah Yoga dan Monik, yang tidak biasanya seperti ini, kelihatannya Yoga tertarik dengan Monik " bisik Kalina pelan di telinga Aldi , " Heem " jawab Aldi sambil menganggukkan kepala.
" Ya sudah Mas Aldi , Mbk Kalina aku pulang ya" , kata Monik dan segera berdiri dari duduknya dan memeluk Kalina, kemudian segera keluar dari ruangan ," aku pulang Al" kata Yoga ikut berdiri dan memeluk Aldi , salah satu teman baik Yoga Dirgantara, dan segera berjalan mengikuti Monik, mereka pun keluar dari cafe menuju ke mobil masing- masing , setelah masuk mobil Monik segera menginjak gas , di tengah malam dengan kondisi jalan yang cukup lengang Monik mengendari mobil nya dengan kecepatan tinggi, sementara Yoga mengikutinya dari belakang," berani juga si biang cerewet ini ", gumam Yoga melihat Monik mengendarai mobilnya dengan cepat.
Sementara di apartemen Bimo, Aleqxa segera mengambil HP nya yang di letakkan di atas meja, setelah mendengar bunyi tanda pesan di hp nya, Aleqxa membuka pesan dari Rehan dan membacanya," Bimo mas Rehan sebentar lagi datang, dia akan menungguku di luar, aku harus bersiap-siap turun" kata Aleqxa kepada Bimo, " iya , ayo aku antar turun" kata Bimo pasrah serasa tidak rela kalau Aleqxa akan pulang meninggalkan nya sendirian lagi di apartemen.
__ADS_1