
"Aleqxa ,Tante minta maaf ya , karena pasti kamu merasa seperti dipaksa untuk menikah dengan permintaan tante ini" kata Retno dengan memeluk Aleqxa. "Iya Tante tidak apa2 mohon maaf Aleqxa tidak bisa menjawab sekarang, Aleqxa harus memikirkannya dulu Tante" jawab Aleqxa dengan lembut dan membalas pelukan wanita yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri.
Rehan memandang Aleqxa, melihat setiap perubahan di wajah Aleqxa ,Rehan tau saat ini hati wanita yang dicintainya sedang tidak menentu dan pikirannya pasti sedang kacau," mungkin aku harus mengajak Aleqxa besuk jalan2 agar hati dan pikirannya bisa tenang" besuk aku akan ambil cuti saja" kata Rehan dalam hatinya.
"Jeng Retno kami pamit pulang dulu ya, tak terasa waktu cepat berlalu" kata Ratih berpamitan untuk pulang setelah beberapa jam berkunjung di rumah Retno.
"Iya Jeng Ratih, sering2 lah kesini, saya kesepian jeng di rumah sendirian tiap hari hanya ada bik Tina yang menemani, Rehan sering pulang malam, anak ini seperti gila kerja, kalau sudah kerja sampai tak tau waktu ", kata Retno kepada Ratih.
"Iya jeng saya akan sering datang kesini, kalau nanti saya sudah lepas sama sekali tidak mengurusi urusan kantor pasti saya akan banyak waktu menemani jeng Retno, sekarang masih menunggu Aleqxa lulus kuliah ,baru Aleqxa yang akan menangani semua urusan kantor yang ada disini sementara belum bisa benar-benar saya lepas karena masih belum ada orang yang tepat, coba saja kalau Rehan mau bekerja di perusahaan saya, pasti sekarang saya sudah bebas dari urusan kantor" kata Ratih sambil melihat Rehan. Sambil mereka berjalan menuju pintu keluar rumah.
Sedangkan Rehan hanya tersenyum mendengar kata2 Ratih, " Aleqxa besuk kamu kuliah jam berapa, rencana aku mau cuti, aku ingin mengajakmu jalan2 aku sedikit membutuhkan ketenangan dan kamu kelihatannya juga perlu Aleqxa, apa kamu mau menemaniku"? tanya Rehan kepada Aleqxa.
Aleqxa menatap Rehan" kebetulan besuk aku tidak ada kuliah mas, kita ke puncak aja yah mas , Aleqxa sudah kangen Villa yang di puncak sudah hampir lebih dari satu tahun semenjak kecelakaan Aleqxa tidak kesana" jawab Aleqxa kepada Rehan.
__ADS_1
" Oke Leqxa besuk mas jemput pagi2 aja yah biar tidak kena macet, jadi kita bisa pulang lebih cepat" kata Rehan pada Aleqxa." oke Mas Rehan" jawab Aleqxa. " Oiya Leqxa besuk Mas Rehan ajak mama ke rumah aja ya biar ga kesepian dirumah, nanti tolong bilang Tante Ratih kalau besuk Mas Rehan ajak mama kesana" kata Rehan kepada Aleqxa. " iya Mas Rehan" jawab Aleqxa.
Didalam perjalanan pulang Aleqxa menceritakan kepada mamanya perihal sakitnya Tante Retno" Mam tadi Mas Rehan cerita ke Aleqxa kalau Tante Retno" mulut Aleqxa tertahan terasa berat sekali mengatakan kalau Tante Retno mengidap kanker hati stadium 3 .
" Tante Retno kenapa Aleqxa?" tanya Ratih penasaran karena sikap Aleqxa yang menggantung ucapannya dan raut mukanya berubah sangat sedih," Tante Retno mengidap kanker stadium 3 mam" lanjut Aleqxa dengan suara pelan dan air mata menetes dipipi Aleqxa. "
"apa kanker stadium 3"Ratih sangat kaget mendengar jawaban Aleqxa, kenapa tadi Tante Retno tidak cerita sama mama, kapan mereka tau kalau Tante Retno mengidap kanker stadium 3?" tanya Ratih dengan suara cemas dan sedih dan air mata mengalir di pipi dari sudut matanya, Ratih sangat menyayangi sahabat yang sudah dianggap saudara sendiri oleh Ratih.
" Mama akan bawa Tante Ratih berobat ke Dr yang terbaik di negri ini jika perlu mama akan bawa ke luar negri Leqxa" kata Ratih.
Malam harinya Rehan masuk ke kamar Retno, tok tok tok " mah Rehan boleh masuk?" tanya Rehan dari luar kamar sambil mengetok pintu, " masuk aja Re" jawab Retno.
Saat masuk kamar Rehan melihat mamanya masih asyik dengan rajutannya, Retno memang hobi merajut , hampir semua baju hangat Rehan mamanya yang membuatkan, dari Rehan lahir sampai saat ini , mamanyalah yang membuatkan baju hangat untuk Rehan, sehingga Rehan jarang sekali membeli baju hangat , Rehan naik keranjang mendekati mamanya dan memeluk dengan penuh kasih sayang "tumben masuk ke kamar mama jam segini " kamu baru ga ada kerjaan, biasanya sibuk di depan laptop " kata Retno tanpa mengalihkan pandangannya pada rajutannya, " Sedang merajut apa mam ?" tanya Rehan dengan lembut tanpa melepaskan pelukannya. "Buat baju hangat buat Aleqxa ni sudah hampir jadi, sudah lama mama tidak membuatkan Aleqxa baju hangat" kata Retno sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Rehan melihat mamanya begitu menyayangi Aleqxa, bagaimana nanti perasaan mama kalau tau kenyataannya Aleqxa tidak mencintai dirinya dan menikah dengan orang lain, mama bisa shock berat, pikiran Rehan terus berputar tentang apa yang akan terjadi jika mamanya tau perjodohan ini tidak akan menjadi kenyataan.Rehan sangat sedih mengetahui Aleqxa mencintai orang lain, tapi yang membuat Rehan jauh lebih sedih dan sangat kuatir lagi karena dia harus melihat mamanya merasakan kekecewaan , apalagi kondisi mamanya tidak sehat.
" kamu kenapa Re" diam saja dari tadi apa yang kamu pikirkan ?" mama lihat dari tadi cuman lihatin mama" tapi pikiranmu entah kemana" kata Retno sambil mengusap kepala anak tunggalnya yang sangat disayanginya,
Rehan tersadar dari lamunannya yang sedang membayangkan apa yang akan terjadi pada mamanya jika tau Aleqxa jatuh cinta dengan laki2 lain dan tidak jadi menikah dengan dirinya.
Rehan tersenyum," ga mam besuk pagi2 banget Rehan mau ajak kerumah Tante Ratih, karena Rehan sama Aleqxa mau kepuncak" kata Rehan pada mamanya." lho emangnya kamu ga kerja Re?" tanya Retno kepada Rehan. " Rehan ambil cuti 2 hari mam ,Rehan baru capek kerja ingin menenangkan pikiran dulu biar ga mikirin kerjaan terus mam" jawab Rehan kepada mamanya.
" kamu sedang ga ada masalah dinkantor kan Re?" tanya Retno kepada Rehan." tidak ada mam Rehan hanya baru cape kerja saja pengen kepuncak lihat perkebunan yang ada disana biar pikiran lebih segar aja mam." jawab Rehan kepada mamanya.
" syukurlah kalau gitu " ya udah mama selesaikan rajutan mama dulu biar besuk bisa dibawa buat oleh2 Aleqxa," kata Retno antusias. " Iya Mam tapi cepet selesaikan dan cepat istrhata ya mam ,jangan kecapean inget kata dr jangan cape2 , kata Rehan memperingatkan mamanya.
'Iya Re paling 30 menit lagi selesai, kamu juga cepat tidur Re biar ga ngantuk besuk kalau nyetir" kata Retno ." Siap mamaku sayang, sambil mengecup kening mamanya dan beranjak keluar dari kamar Ratih.
__ADS_1