
Setelah membersihkan muka mereka agar tidak terlihat oleh kedua mama mereka Rehan dan Aleqxa segera keluar dari kamar, menuju keruang makan, mereka melihat Ratih dan Retno sedang terlibat percakapan yang kelihatanya cukup serius, saat mereka melihat Reha dan Aleqxa sudah mendekat mereka mengganti topik pembicaraan mereka.
" Ayo Aleqxa kita makan dulu " seru Tante Retno saat Aleqxa dan Rehan sudah dekat denagn mereka. " Iya Tante " jawab Aleqxa dengan senyum yang ditujukan untuk Retno.
Rehan duduk di dekat Ratih sedangkan Aleqxa duduk di dekat Retno, " Leqxa kapan kamu lulus kuliah ?" tanya Tante Retno kepada Aleqxa. " Awal tahun depan Insya Allah sudah lulus Tante", jawab Aleqxa .
"Aleqxa Tante sudah ga sabar melihat kalian menikah, biar Tante bisa cepet punya cucu, Tante pengen banget gendong cucu dari pernikahan Rehan dan kamu Aleqxa, sebelum Tante.....Retno tidak melanjutkan perkataannya" Retno tersenyum dan bergantian melihat Aleqxa dan Rehan.
Kata2 Retno bagai petir menyambar di telinga Rehan dan Aleqxa terutama Aleqxa, mendengar kata2 Retno dada Aleqxa berdetak kencang dan mendadak badannya terasa lemas sekali, pandangan matanya tertuju pada Rehan yang juga langsung menatapnya ,sementara Ratih yang menyadari putrinya sudah jatuh cinta dengan laki2 lain hanya diam saja memandang mereka bergantian Retno ,Rehan, Aleqxa karena Ratih tak tau harus berbuat dan berkata apa.
Retno bagaikan soudaranya sendiri yang sangat Ratih sayangi ,Ratih tidak ingin membuat Retno kecewa kalau sampai tau Aleqxa mencintai laki2 lain, karena Retno memang sangat berharap Aleqxa menjadi menantunya karena kasih sayang Retno sangat besar untuk Aleqxa seperti anak sendiri. dan Ratih juga tau kalau Retno sakit2 an, karena Retno tampak lebih tua dari umurnya karena penyakitnya, Retno juga mempunyai gangguan di jantungnya, tapi untuk penyakit terbaru kanker hati yang sudah stadium 3 Ratih tidak mengetahuinya, karena baru kemarin Retno di vonis dr kalau kanker stadium 3 dan Retno belum/tidak ingin menceritakan penyakitnya kepada Ratih karena tidak mau melihat Ratih ikut sedih, di depan Ratih , Retno tersenyum bahagia tidak ingin memperlihatkan kesedihan dan kekuwatirannya akan hidupnya yang di vonis dr tidak lama lagi.
__ADS_1
"Aleqxa boleh ga Tante Retno meminta tolong" tanya Retno kepada Aleqxa dengan lembut," Minta tolong apa Tante?, Aleqxa pasti akan menolong Tante kalau Aleqxa bisa, Tante sudah banyak sekali menolong keluarga Aleqxa selama ini, jawab Aleqxa sambil menggenggam tangan Tante Retno.
Retno tersenyum dan membelai rambut Aleqxa," trimakasih sayang" tapi kita makan dulu ya , setelah itu Tante akan katakan permintaan tolong Tante kepada Aleqxa" kata Retno dengan lembut kepada Aleqxa .
Lalu mereka mulai makan apa yang sudah di sajikan Retno, tapi suasana makan kali ini sangat menegangkan bagi Aleqxa dan juga Rehan, semua makan dengan tersenyum diselingi pembicaraan ringan tentang berbagai hal karena Ratih dan Retno sama2 suka bicara dan kalau bicara suka nglantur kemana2, sedangkan Rehan dan Aleqxa hanya menjadi pendengar dan menjawab saat di tanya, Aleqxa dan Rehanpun sering tidak konsen menyimak pembicaraan mereka, sehingga saat si tanya sering salah jawab karena mereka sibuk memikirkan masalah mereka masing2 terutama Aleqxa yang sudah was2 menanti permintaan tolong Tante Retno.
"kalian ini kenapa yah ? Aleqxa ,Rehan dari tadi diajak ngomong ga nyambung ,ditanyain apa jawabnya apa" kata Tante Retno bingung melihat Aleqxa dan Rehan siang ini kompakan ga nyambung kalau diajak bicara." Maaf Tante Retno" kata jawab Aleqxa. " Maaf Mama" jawab Rehan.
Beberapa saat kemudian acara makan siang selesai kemudian mereka berjalan menuju taman dibelakang rumah yang sangat asri walau tidak luas tapi taman di rumah Rehan tertata sangat rapi dan indah dan dipenuhi bunga anggrek warna ungu kesukaan Tante Retno,dan juga ada kolam ikan sekitar 2m panjangnya yang berisi ikan koi yang sudah cukup besar besar, ikan koi kesukaan Rehan.
Di taman kecil itu ada kursi dan meja bundar dari kayu yang di cat warna coklat tua , mereka duduk sambil menikmati indahnya bunga anggrek dan ikan koi tersebut.
__ADS_1
" Aleqxa, maukah kamu menikah dengan Rehan bulan ini, Tante sudah tidak sabar menunggu sampai tahun depan".kata Tante Retno pelan berbisik ditelinga Aleqxa tapi masih bisa di dengar oleh Ratih dan Rehan, Bagai petir menyambar disiang bolong Rehan dan Aleqxa sama2 kaget sampai Aleqxa yang sedang berdiri melihat-lihat bunga anggrek terlonjak dan terpeleset, Rehan dengan cepat menyambut tubuh Aleqxa yang posisi jatuhnya kearah dirinya, karena tidak seimbang Rehan malah ikutan jatuh tertimpa badan Aleqxa, dengan posisi Rehan di bawah dan Aleqxa yang ada di atasnya dan wajah keudanya yang berhadapan dan tangan Rehan memeluk erat badan Aleqxa, saat mata bertemu mata dalam keadaan seperti ini, jantung Rehan berdetak sangat kencang begitupun Aleqxa, mereka hanya bertatapan dan tidak segera bangun, Ratih dan Retno yang tadinya berteriak kaget memangil nama Aleqxa pun hanya bisa melihat mereka berdua dan tersenyum.
Setelah beberapa saat Ratih dan Retno sama2 berteriak" cepat bangun, Rehan Aleqxa" sambil keduanya tertwa bahagia. "apa mau dinikahkan sekarang juga biar bisa langsung lanjut nanti malam di kamar berdua" kata Ratih menggoda Rehan dan Aleqxa.
Dengan cepat Aleqxa bangun dari atas tubuh Rehan, dan Rehan pun bangun setelah Aleqxa tidak ada diatas tubuhnya lagi, keduanya saling berpandangan sedikit canggung " maaf Leqxa" kata Rehan berbarengan dengan Aleqxa yang juga minta maaf pada Rehan" maaf mas Rehan".
"Emm kompak banget nih dah sehati ya berati permohonan Tante untuk menikahnya dipercepat bulan depan di terima ya Leqxa" kata Tante Retno sambil tersenyum bahagia. Bagaimana jeng Ratih setuju kan?" tanya Retno kepada Ratih. " kalau saya terserah mereka berdua saja jeng Retno kapanpun saya dan papanya Aleqxa pasti setuju saja" jawab Ratih dengan senyuman.
Sementara Aleqxa hanya memandang bergantian antara Retno Ratih dan Rehan dia benar-benar bingung harus menjawab apa.
Rehan yang tau perasaan Aleqxa, kemudian membantu Aleqxa menjawab pertanyaan mamanya," Mama jangan buru2 seperti ini biar Aleqxa selesai kuliah dulu, dan memikirkannya lagi ,karena menikah bukan hal yang main2 mama.
__ADS_1
"Rehan tapi mama takut mama tidak bisa melihat kalian menikah kalau menunggu Aleqxa lulus kuliah" mendadak wajah Retno menjadi murung dan sangat sedih. Rehan mendekat dan memeluk mamanya," Mama akan selalu sehat dan berumur panjang akan bisa melihat Rehan menikah dan mama akan melihat cucu2 mama nanti, jangan berpikiran terlalu jauh hidup dan mati ada ditangan Tuhan" Rehan mencium kening mamanya setelah selesai berbicara untuk menguatkan hati mamanya.