
Rehan menggenggam tangan Aleqxa, sesungguhnya Rehan sedikit kuatir kepada Aleqxa saat ini, dia melihat orang2 yang mengepungnya dan Aleqxa seperti sekumpulan geng mafia dari penampilannya, kalau hanya dengan berkelahi tangan kosong menghadapi 6 orang yang ada di hadapannya Rehan sama sekali tidak kuatir karena Aleqxa juga seorang ahli beladiri, yang mereka kuatirkan jika mereka membawa senjata api.
Sedangkan disalah satu mobil mewah yang mengikuti mobil Rehan , adalah Bimo yang sesungguhnya dari saat dilampu merah, Bimo sudah melihat Aleqxa ,saat Aleqxa turun dari mobil untuk menolong anak kecil tersebut, tapi saat Bimo keluar dari mobil dan ingin menghampiri Aleqxa ,Rehan sudah membawa Aleqxa masuk kedalam mobil karena kejadian yang begitu cepat dan jarak yang agak jauh antara mobil Rehan yang ada di depan dan mobil Bimo yang ada dibelakang, Bimo seketika bertanya2 dalam hatinya siapa Laki2 yang bersama kekasih pujaan hatinya itu.
Bimo mengikuti mobil yang dinaiki Aleqxa, karena ingin tahu Aleqxa mau pergi kemana bersama laki2 yang dilihatnya, dan juga karena Bimo kuwatir karena mobil mewah tersebut mengikutinya dan beberapa saat kemudian ada mobil lain mengikuti juga, Bimo hanya melihat dalam mobilnya dan tidak keluar ,dia mengamati situasi yang kemungkinan akan terjadi , sebelumnya Bimo sudah memberitahu anak buahnya untuk mengikutinya untuk berjaga2, Bimo melihat sticker yang tertempel di mobil Pajero sport tersebut Bimo mengenal sticker yang ditempel di tersebut adalah stiker berlogo ular cobra, itu adalah logo kelompok geng mafia king cobra, geng mafia yang cukup kuat dinegri ini. Rasa kuatir Bimo semakin kuat karena mereka pasti membawa senjata api.
Dan dia tau jika saat ini membantu Aleqxa taruhanya dia akan bermusuhan dengan geng mafia, yang selama ini Bimo hindari, karena Bimo tidak ingin berurusan dengan para mafia, cukup sudah kedua orang tuanya saja yang berjalan di jalan kehidupan sebagai mafia.Bimo sama sekali tidak ingin terjun kedalamnya, tapi keadaan lah yang sering membuat Bimo harus ikut terjun kedalamnya selama ini.
Sementara itu wanita sombong itu yang bernama Mona Handoko yang usianya kira2 baru 26 tahun itu sudah berada di hadapan Aleqxa dan Rehan, dia berkata dengan sombongnya kepada Rehan dan Aleqxa," Hei kalian, berani mencari gara2 denganku, kau wanita miskin sekarang cepat minta maaf padaku berlututlah didepanku dan minta maaflah maka aku akan mengampuni kalian, dan kamu pria tampan" Mona menunjuk Rehan jadilah pelayanku maka temanmu ini akan kulepaskan" kata Mona si wanita sombong itu, karena saat melihat Rehan dari dekat dia begitu kagum dengan tubuh atletis Rehan dan wajah tampan Rehan yang membuat Mona serasa ingin menelannya.
Rehan dan Aleqxa saling pandang mereka bingung dan tidak percaya ada wanita segila ini di dunia ini, dalam hati mereka menertawakan Mona si wanita sombong gila itu, " dengan suara sangat pelan Rehan berkata kepada Aleqxa , " tidak usah didengarkan kata wanita gila ini, kita cukup diam saja melihat apa yang akan mereka lakukan , tetaplah waspada lexqa" kata Rehan kepada Aleqxa dengan sangt pelan, yang di balas anggukan kepala Aleqxa.
__ADS_1
Karena Rehan dan Aleqxa hanya diam saja, tanpa menjawab perkataannya,dan hanya tersenyum kecil disudut bibir mereka itu membuat Mona sangat emosi," kalian benar2 kurang ajar, habisi mereka" perintah Mona kepada para pria berbaju hitam Itu, dan dengan cepat enam pria berbaju hitam langsung mengepung Rehan dan Aleqxa dan menyerang mereka berdua , dengan sangat tenang Rehan menangkis setiap tendangan dan pukulan mereka tanpa membalas pukulan mereka, beda dengan Aleqxa karena dari tadi dia sudah emosi Aleqxa menghajar siapapun yang menyerangnya , sementara Bimo keluar dari mobilnya dan mendekat untuk melihat apa dia perlu ikut membantu saat ini apa tidak , melihat Rehan dan Aleqxa di atas angin Bimo akhirnya hanya menjadi penonton saja, "siapa Laki2 yang bersama Aleqxa , dia sangat tenang dan sangat lihai menangkis setiap serangan orang2 itu" kata Bimo dalam hati.
Melihat anak buahnya dihajar habis oleh Aleqxa, Mona jadi semakin emosi dia berjalan menuju mobil nya dan mengambil senjata api miliknya dan mengarahkannya kepada Aleqxa, melihat hal itu Bimo dengan cepat mendekati Mona dan berusaha merebut pistol tersebut, dan Dor Dor..akhirnya pistol tersebut meletus dengan mengarah ke atas karena Bimo memegang tangan Mona si gadis sombong dan mengarahkannya ke atas agar jika ada tembakan tidak mengenai siapapun, semua mata langsung memandang kearah Bimo dan Mona si gadis sombong itu, dan saat itulah dari jauh terdengarlah bunyi sirene polisi, mendengar bunyi sirine polisi Mona dengan cepat melepaskan tangannya yang masih dipegang oleh Bimo dan masuk ke dalam mobilnya lalu menginjak gas dan melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi begitu juga dengan anak buahnya mereka segera berlari masuk ke dalam mobil Pajero tersebut dan melarikan mobilnya dengan cepat mengikuti majikan wanitanya itu.
Aleqxa cukup terkejut dengan kehadiran Bimo disitu, " Bimo" kata Aleqxa pelan tapi masih bisa didengar oleh telinga Rehan yang sangat kuat pendengarannya.
Rehan menatap tajam ke arah Bimo yang berjalan mendekat menghampiri Aleqxa, saat itu Bram dan anak buahnya pun sampai, Bram langsung keluar dari mobil dan menghampiri Rehan.
Kemudian Bram melihat kearah Aleqxa dan Bimo, " siapa mereka Re?" tanya Bram kepada Rehan.
"yang wanita itu adalah Aleqxa dia adalah" sejenak Rehan diam melihat kearah Aleqxa dan Bimo dengan tatap yang tajam,dan kemudian melanjutkan bicaranya " wanita itu adikku dan laki2 itu temannya" jawab Rehan kepada Bram.
__ADS_1
Mendengar jawaban Rehan ,Bimo sedikit bingung karena seingat dia Aleqxa tidak mempunyai kakak"oh mungkin kakak sepupu Aleqxa" kata Bimo dalam hati.
Sedangkan Aleqxa merasa dadanya sakit saat mendengar Rehan berkata dia adalah adiknya, Leqxa merasa sedih memikirkan perasaan Rehan saat ini, entah kenapa Aleqxa tidak bisa lepas memikirkan perasan Rehan, Aleqxa selalu merasa bersalah sudah menyakiti hati Rehan dengan mencintai laki2 lain.Aleqxa tidak mengerti dan dibuat bingung dengan perasaanya sendiri.
Bram mendekati Bimo dan Aleqxa, Bram melihat Bimo dengan tatatapan mata yang tajam karena Bram merasa pernah melihat dan mengenal wajah Bimo, " Apa kalian mengenal orang2 tadi " tanya Bram kepada Bimo dan Aleqxa.
Bimo dan Aleqxa saling berpandangan, dan mereka sama2 menggelengkan kepala mereka," kami tidak tau siapa mereka" kata Bimo kepada Bram. Bimo sengaja tidak memberitahukan siapa mereka karena kalau dia memberitahukannya Bram pasti curiga kenapa Bimo bisa mengenal mereka.
Bram kembali berbicara kepada Rehan, " Re kenapa kalian bisa berurusan dengan mereka?" tanya Bram kepada Rehan. " Tadi waktu kami di lampu merah kami......( Rehan kemudian menceritakan semua kejadian dilampu merah tanpa ada yang terlewat kepada Bram) " Begitulah ceritanya Bram dan tadi aku sempat mengamati mobil yang dipakai anak buah wanita itu, di bagian pintu sebelah kiri ada sticker berlogo King Cobra, kelihatannya mereka seperti sekumpulan geng kata Rehan.
"King Cobra" itu geng mafia yang cukup kuat dinegri ini Re, kalian harus benar2 berhati2 menghadapi mereka, aku rasa mereka akan mencari kalian, wanita itu sering di panggil lady Mona, dia terkenal sangat kejam", kata Bram kepada Rehan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Bram, Rehan menjadi sedikit cemas dengan Aleqxa, Rehan memandang Aleqxa dengan pandangan penuh kasih sayang yang tulus, yang bisa dirasakan oleh Aleqxa saat mata mereka bertemu.