
Rehan masuk ke ruangannya, dia membuka laptopnya dan segera membuka email nya, Rehan kemudian mengirimkan surat pengunduran dirinya yang sudah dia tulis tadi malam yang ditujukan ke bagian HRD, segera sesaat setelah Rehan mengirimkan email surat pengunduran dirinya , salah seorang staf bagian HRD menelepon Rehan untuk mengkonfirmasi surat pengunduran diri Rehan.
" Pak Rehan benarkah anda ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini", tanya Pak Danang bagian HRD yang mengurusi pengunduran diri karyawan, " iya Pak Danang seperti dalam surat pengunduran diri yang saya kirimkan, tolong diproses segera sehingga bulan depan saya bisa pergi dari sini dengan baik2" , jawab Rehan kepada Pak Danang." Pak Rehan kenapa mengundurkan diri , saat ini posisi bapak saat sangat bagus sebentar lagi bapak akan dipromosikan menjadi wakil direktur , bapak akan menjadi wakil ibu Sonya, dan ibu Sonya sendiri yang mengajukan promosi Pak Rehan ke pihak manajemen perusahaan" kata Pak Danang panjang lebar, dia ingin menahan Rehan di perusahaan tersebut, karena dia tau hanya Rehan yang bisa menangani Big Bos nya yang galak itu, Sonya terkenal galak dan sedikit kejam ke pada para anak buahnya, kata2 nya tidak bisa di bantah oleh siapapun kecuali Rehan, dalam 3 bulan menjadi pimpinan di perusahaan Sonya sudah memecat 4 orang karena tidak melakukan perintahnya dengan baik.
" Pak Rehan mohon dipertimbangkan , bagaimana nasib kita kalau tidak ada Pak Rehan, hanya Pak Rehan yang bisa mengendalikan Ibu Sonya, jika ada Pak Rehan ibu Sonya bisa bersikap lebih manusiawi ,tapi kalau tidak ada, Ibu Sonya hanya marah2 setiap hari, siapapun yang mendekat pasti kena makian Pak Rehan, dua hari ini Pak Rehan cuti dan kami tidak tau Pak Rehan pergi kemana, kami bagian HRD tidak ada satupun yang terlewat kena damprat ibu Sonya, saat cuti Ibu Sonya datang kerumah Pak Rehan, tapi Pak Rehan tidak ada , dan penunggu di rumah Pak Rehan juga m tidak mau mengatakan Pak Rehan pergi kemana , dan itu membuat Ibu Sonya murka dan kami semua terkena dampaknya.
__ADS_1
" Makanya Pak Danang saya harus cepat pergi dari sini agar yang lain tidak terkena akibat dari perbuatan saya, mohon segera di proses surat pengunduran diri saya, terimakasih Pak Danang saya akan pergi ke Surabaya dan saat ini saya sedang menyiapkan berkas yang mau di bawa , saya akhiri dulu pembicaraan kita ya Pak ," kata Rehan dan sesaat kemudian menaruh gagang telphone ke tempatnya.
Rehan berjalan keruangan Kalina, dan mendekatinya " Kalina kamu siap-siap ikut saya ke Surabaya ya, kata Rehan, " apa saya ikut Pak Rehan ke Surabaya, kata Kalina sedikit berteriak karena cukup shock mendengar kata-kata Rehan yang mengajaknya ke Surabaya dengan mendadak, " iya ga usah kaget begitu, cepat kamu siap-siap masih ada waktu, pakaian gantimu minta saja orang rumah untuk menyiapkannya, nanti biar di ambil oleh driver" kata Rehan tegas", dan Kalina pun tidak bisa membantah," gila ngapain ngajak gue, mana si bos galak ikut ke Surabaya lagi, malas banget aku Re" ,kata Kalina pelan tapi masih bisa di dengar Rehan dengan jelas, Rehan tersenyum dan berkata dengan santai" tolongin aku kali ini Kalina, aku tidak mau ada masalah dengan Sonya nanti disana, kalau kamu ikut kamu bisa menemani dia, kamu tau kan hanya kamu yang bisa bantu aku sekarang ini", kata Rehan pelan di telinga Kalina." Huff " Kalina menarik nafas panjang, dan Rehanpun melangkah meninggalkan Kalina.
Kalina adalah salah satu sahabat Rehan yang paling dekat dengan Rehan, Kalina adalah teman semasa kuliah Rehan,dan pacar Kalina adalah Aldi sahabat Rehan semasa SMP hingga saat ini mereka masih bersahabat baik. Kalina bisa kenal dengan Aldi pacar nya karena dikenalkan oleh Rehan saat Kalina mengerjakan tugas kuliah bersama di rumah Rehan, dia bertemu dengan Aldi sahabat Rehan yang saat itu datang kerumah, dan akhirnya mereka dekat dan memutuskan untuk pacaran.
__ADS_1
Sesaat kemudian Sonya datang, Sonya cukup kaget dengan keberadaan Kalina disitu, " Kalina kenapa kamu ada disini? " tanya Sonya dengan nada tidak senang, setelah dia sampai di lobby dan melihat Kalina juga ada disitu, "Iya Bu Sonya, saya akan ikut ke Surabaya, jawab Kalina singkat , Sonya melihat ke arah Rehan," dengan cepat Rehan menjawab tatapan mata Sonya, " Iya Bu Sonya saya suruh Kalina ikut karena di sana nanti pasti saya akan sangat sibuk, jadi tidak bisa menemani Bu Sonya setiap saat, biar Kalina yang menemani Bu Sonya dan mengurus semua keperluan pribadi Bu Sonya", kata Rehan menjelaskan kenapa dia mengajak Kalina , karena sebelumnya Kalina tidak ada dalam daftar untuk pergi ke Surabaya, "Sonya menarik nafas dalam-dalam rasanya dia ingin marah-marah kepada Kalina , tapi dia tahan karena ada Rehan disitu, Sonya segera melangkah dan keluar dari lobby lalu masuk ke dalam mobil, Rehan dan ke tiga anak buahnya saling berpandangan dan mereka segera menyusul Sonya masuk ke dalam Mobil, sesaat kemudian mobil segera meluncur meninggalkan perusahaan menuju bandara.
Sekitar 30 menit kemudian mobil mereka sampai di Bandara, dan langsung menuju ke jet pribadi milik Sonya, mereka menempati tempat duduk yang sudah diatur oleh asisten Sonya, Rehan di tempatkan di samping Sonya dan lainnya di belakangnya, sesaat kemudian jet pribadi milik Sonya pun segera terbang meninggalkan Jakarta menuju ke Surabaya, dan sesaat kemudian para pramugari menyajikan makan siang untuk mereka.
"Rehan apa kamu suka menu makan siangnya , aku sendiri yang memilih menu makan siangnya khusus untuk kamu Rehan" ,kata Sonya kepada Rehan dengan diiringi senyum manisnya." Sonya mengambil sepotong daging dan mengarahkan ke mulut Rehan, "coba ini Rehan ,ini sangat enak di masak khusu oleh koki terkenal yang aku sewa khusus melayani perjalanan kita siang ini , aku menyewanya agar bisa memasak makanan kesukaanmu Rehan", kata Sonya lagi untuk membuat Rehan terkesan akan perhatian dirinya kepada Rehan, tapi Rehan hanya tersenyum dan tidak menerima suapan daging dari Sonya," maaf Bu Sonya saya bisa makan sendiri, saya tidak nyaman jika dilihat yang lain" , kata Rehan pelan tapi sangat tegas, akhirnya Sonya menarik lagi potongan daging yang akan di suapkannya untuk Rehan dan memakannya sendiri dengan kesal, tapi Sonya hanya diam dan tidak memaksa Rehan dan juga tidak berani marah karena takut Rehan akan marah padanya dan tidak mau duduk dekat lagi dengannya.
__ADS_1
Akhirnya diperjalanan mereka hanya berdiam diri saja tanpa bercakap-cakap karena setelah menyelesaikan makan siangnya dengan cepat ,Rehan sibuk dengan laptopnya dan Sonya tidak berani mengganggunya, Sonya hanya bisa melihat Rehan bekerja disampingnya, mata Sonya tak pernah lepas dari Rehan, dan itu membuat Rehan sangat risih, tapi Rehan pura-pura tidak melihat kalau Sonya terus memperhatikannya, dan Rehan tetap sibuk dengan laptopnya tanpa melihat Sonya yang ada disampingnya sedikitpun.