
Keesokan harinya Alfin Wijaya pagi-pagi sudah berangkat ke Thailand karena semalam Alfin Wijaya mendapat telephone dari orang kepercayaan nya di Thailand bahwa ada masalah yang cukup serius di sana dan Alfin Wijaya di harapkan segera datang ke Thailand, tanpa sempat berpamitan dengan Rehan dan Aleqxa karena tidak mau mengganggu pengantin baru yang pasti saat ini masih tidur pulas karena kecapean semalam Alfin Wijaya pun berangkat ke Thailand setelah berpamitan kepada Retno Mama nya Rehan.
Setelah kepergian Alfin Wijaya , Ratih pun berjalan ke kamar Rehan dan Aleqxa , ART yang berjaga 24 jam di depan pintu kamar Rehan pun mengangguk kan kepala mereka memberi hormat untuk Nyonya mereka ," Slamat pagi Nyoya Ratih, sapa ART tersebut, " Slamat pagi , apa Rehan dan Aleqxa sudah bangun?" tanya Ratih kepada ART tersebut, " belum ada tanda- tanda kalau mereka sudah bangun Nyoya", jawab ART tersebut," baiklah kalau nanti mereka sudah bangun cepat kasih tau saya ya," kata Ratih sambil berjalan kembali ke kamar Retno, " siap Nyonya , jawab ART sambil membungkuk dan menganggukkan kepalanya, walau Ratih sudah berlalu pergi meninggalkan nya menuju ke kamar Retno.
__ADS_1
" Retno tersenyum melihat Ratih kembali menemui nya, " Jeng saya baik-baik saja, tidak usah repot-repot menunggu saya disini, saya jadi sungkan bener lho Jeng dengan di tungguin seperti ini sama Jeng Ratih, 24 jam Jeng berada di rumah sakit bagaimana aktifitas Jeng Ratih yang lain, lagian di sini sudah ada suster saya rasa sudah cukup Jeng Ratih, kata Retno kepada Ratih." Jeng Retno sudah seperti saudara saya sendiri apalagi sekarang kira benar-benar sudah bersatu menjadi keluarga besar, kita akan menjadi nenek dari cucu yang sama yang akan di berikan oleh Rehan dan Aleqxa, semoga Tuhan segera mengabulkan doa kita Jeng, untuk kita bisa melihat cucu kita dan menggendong nya, makanya Jeng Retno harus bersemangat untuk sembuh," kata Ratih dengan tersenyum dan memeluk bahu Retno. ' iya Jeng semoga Tuhan mengabulkan doa kita untuk bisa cepat menggendong cucu dari Rehan dan Aleqxa, trimkasih sekali saya ucapkan Jeng kalau sudah memberikan Aleqxa untuk Rehan, sedangkan Jeng tahu Aleqxa tidak mencintai Rehan apa Jeng tidak takut kalau Aleqxa tidak akan bahagia bersama Rehan?" tanya Retno dengan wajah sedih. Ratih tersenyum mendengar pertanyaan Retno barusan ", Jeng Retno saya sangat menyayangi Aleqxa jika saya tidak yakin Aleqxa akan bahagia dengan Rehan , saya tidak akan menikahkan Aleqxa, saya bisa merasakan sesungguhnya Aleqxa mencintai Rehan , tetapi Aleqxa tidak menyadari itu karena dalam hati dan pikirannya hanya tertuju kepada Bimo teman masa kecil nya, jika Aleqxa membuka hati nya sedikit saja untuk mencintai Rehan maka Aleqxa akan menyadari kalau dia sesungguh nya sangat mencintai Rehan, sejak kecil setelah kejadian itu hanya Rehan laki-laki satu-satu nya yang bisa dekat dengan Aleqxa dan Rehan sudah menjadi bagian dari hidup nya mungkin saat ini Aleqxa merasa dia menyayangi Rehan hanya sebatas kakak , tapi seiring waktu berlalu Aleqxa pasti akan menyadari kalau dia menyayangi Rehan lebih dari sekedar kakak, apalagi sekarang mereka sudah menikah, itu akan membuat Aleqxa lebih cepat mengetahui bagaimana perasaan sesungguh nya kepada Rehan, jadi Jeng Retno tidak usah terlalu kuatir mengenai hal itu, saya sangat yakin Aleqxa akan bahagia bersama Rehan", kata Ratih dengan senyum mengembang, Amien Amien Jeng," saya harap yang di rasakan Jeng semuanya benar," Kata Retno lega sedikit lega.
Sementara di kamar Rehan dan Aleqxa yang semalaman kelelahan karena bertarung, tanpa mereka sadari posisi tidur mereka berhimpitan tepat nya sich Rehan di jadikan guling sama Aleqxa, Rehan dipeluk Aleqxa dari samping tangannya melingkar di dada bidang Rehan sedangkan kakinya ada di atas perut Rehat, " perlahan Aleqxa membuka mata nya, terlihat bayangan wajah Rehan yang masih tertidur lelap, Aleqxa membuka mata nya lebar-lebar dan berteriak dengan cukup kencang, Mas Rehaaann! apa yang kamu lakukan disini? teriak Aleqxa panik dan langsung melihat tubuh nya , Aleqxa merasa lega karena pakaian nya masih utuh menempel di tubuhnya, sedangkan Rehan langsung duduk terbangun mendengar teriakan Aleqxa, masih setengah sadar Rehan berusaha membuka mata nya lebar-lebar, tapi ingatan Rehan masih sangat baik, dia sama sekali tidak lupa atas kejadian tadi malam, begitupun Aleqxa pun sudah ingat dengan kejadian semalam walau sempat lupa kalau Rehan sudah menjadi suaminya.
__ADS_1
Sesaat Aleqxa sadar dari lamunannya tentang Bimo, " maaf kan aku Mas Rehan kalau aku belum bisa melupakan semua kenangan indah ku dengan Bimo, aku tak bisa melupakan apa yang sudah aku lakukan dengan Bimo, pelukan dan ciuman Bimo masih terus terbayang di mataku, dipikiran ku, maafkan aku Mas Rehan kalau saat ini baik sadar atau tidak sesungguh nya aku sudah selingkuh dari kamu, aku sekarang istri mu tapi hati ku saat ini masih milik Bimo Mas," kata Aleqxa pada diri nya sendiri, dan air mata pun menetes mengalir deras dari sudut matanya.
Sementara Rehan yang masih tertidur di ranjang pun perlahan mulai membuka mata nya, Rehan melihat ke seluruh ruangan, semuanya berantakan, " gila kenapa bisa sampai berantakan seperti ini, apa yang akan dipikirkan Mama Ratih dan para ART kalau melihat semua ini, bisa-bisa mereka mengira aku dan Aleqxa maen habis-habisan semalaman, " kata Rehan sambil memukul jidat nya sendiri dengan muka yang memerah karena malu, kenapa juga semalam aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, meladeni Aleqxa sampai berantakan semua seperti ini, " gerutu Rehan pada dirinya sendiri.
__ADS_1