
Setelah beberapa saat Aleqxa pun berhasil menenangkan Sonya, dan Sonya pun sudah mulai tenang, semua mata yang ada di ruangan tersebut memandang Sonya yang telah menagis dan di peluk oleh Rehan dan Aleqxa, hanya Aldi dan Kalina yang tau kenapa Sonya sampai menagis seperti itu, dan yang lainnya bertanya-tanya dalam hati kenapa Sonya memeluk Rehan dan bisa menagis seperti itu , sedangkan Aleqxa juga ikut memeluk Sonya, Sonya akhirnya melepaskan pelukan nya " terimakasih Aleqxa kamu sudah mengijinkan aku memeluk Rehan", mulai sekarang aku akan benar-benar melepaskan Rehan dari hati ku, aku hanya ingin menjadi sahabat kalian sekarang" ,kata Sonya kepada Aleqxa dan Aleqxapun tersenyum kepada Sonya dan kembali memeluk Sonya, " aku akan bahagia jika sahabat ku bertambah satu" kata Aleqxa kepada Sonya," trimakasih Aleqxa" ,kata Sonya kepada Aleqxa.
" Aku pamit pulang Rehan , semoga Tante Retno cepat sembuh" kata Sonya kepada Rehan ," trimakasih Sonya untuk doa nya, jaga dirimu" ,kata Rehan kepada Sonya. dan Sonya pun berjalan menyapa semua orang yang ada di ruangan itu, saat melewati Bimo Sonya tiba-tiba terpeleset karena ada sedikit air di lantai " Achh teriak Sonya pelan", hampir saja Sonya terjatuh ke lantai tapi dengan sigap Rico yang ada di samping Bimo menangkap tubuh Sonya, dan tatapan kedua nya pun bersatu, sesaat Rico sedikit terpaku melihat wajah Sonya yang kelihatan sangat cantik di mata nya, memang sedari tadi Rico sudah memperhatikan Sonya saat pertama kali melihat Sonya di kamar Retno, ada rasa tertarik di hati Rico saat melihat Sonya." trimakasih" kata Sonya kepada Rico, dan Rico hanya menganggukkan kepala pelan sambil terus menatap Sonya tanpa melepaskan pelukannya " tolong bisa lepaskan pelukan nya ", kata Sonya sedikit tergagap karena malu. Rico pun buru-buru melepaskan pelukannya " maaf" kata Rico gagap karena merasa malu banyak orang yang melihatnya.
Sang Nenek pun langsung memukul bahu Rico , dasar bisa-bisanya kamu cari-cari kesempatan Rico" , kata sang nenek sambil tersenyum menggoda Rico, " Nenek" Rico pun menggelengkan kepalanya memberi tanda nenek nya agar tidak usil mengerjai dirinya di saat seperti ini, dan Nenek pun tidak meneruskan nya karena kondisi memang tidak memungkinkan, Nenek Dena pun melihat Sonya dan tersenyum" ,jaga diri ku nak hati-hati di jalan ", kata Nenek Dena kepada Sonya, " Terimakasih Nek" , kata Sonya dan kemudian segera pergi dari tempat itu, sesaat sempat Sonya memandang ke arah Rico dan tersenyum, Rico pun membalas nya dengan senyuman yang paling manis, pandangan Rico tak lepas dari Sonya sampai Sonya menghilang masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Rehan pun kemudian berjalan mendekati Bimo, " trimakasih Bimo sudah mau datang dan menjadi saksi di pernikahan kami", kata Rehan kepada Bimo dengan tulus. Bimo pun berdiri dari kursi roda nya dan mengulurkan tangan nya kepada Rehan dan Rehan pun menyambut uluran tangan Bimo", Selamat untuk pernikahan kalian, semoga kalian selalu bahagia", kata Bimo kepada Rehan dan kemudian memeluk Rehan " Tolong jaga dan bahagiakan Aleqxa Rehan", kata Bimo kembali kepada Rehan,. " pasti aku akan melakukan nya Bimo jangan kuatir", jawab Rehan dan sesaat keduanya pun berpandangan dan tersenyum " , maaf kan aku Bimo karena sudah menjadi penghalang untuk cinta kalian" ,kata Rehan dalam hati. Bimo pun mengulurkan tangan nya kepada Aleqxa dan segera Aleqxa menyambut uluran tangan Bimo, Selamat Aleqxa untuk pernikahan mu sekarang kamu sudah menjadi istri Rehan semoga kamu bahagia bersama Rehan" , kata Bimo dengan tulus , dan Bimo melihat ke arah Rehan mata nya menatap Rehan seolah meminta ijin untuk memeluk Aleqxa, dan Rehan pun mengerti arti tatapan Bimo , Rehan pun mengangguk kan kepalanya pelan. Bimo pun mendekat dan memeluk Aleqxa dan Aleqxa pun membalas pelukan Bimo jantung merekapun berpacu dengan kencang ,sesaat mereka berpelukan tanpa mengucapkan kata-kata dan Bimo pun melepaskan pelukan nya dan tersenyum kepada Aleqxa, dan Aleqxa pun tersenyum , kemudian Bimo segera berpamitan untuk kembali ke kamar Bimo rasa nya ingin berteriak sekencang-kencangnya hati nya sangat kacau saat ini tapi Bimo dengan sekuat tenaga mengendalikan diri nya.
Nenek , Talita dan Rico pun memberikan ucapan kepada Rehan dan Aleqxa setelah itu mereka berpamitan untuk kembali ke kamar Bimo, dan Rico pun segera mendorong kursi Roda Bimo, Rehan dan Aleqxa melihat kepergian mereka sampai mereka menghilang masuk ke dalam kamar.
"Rehan Aleqxa sebaik nya kalian istirahat dulu biar suster yang berjaga 24 jam menunggu Jeng Retno, kamu dan Aleqxa harus jaga kesehatan menjaga kondisi tubuh kalian agar kalian cepat di karuniai momongan" ,kata Alfin Wijaya kepada Aleqxa dan Rehan." Iya Pa ,Rehan mau tunggu mama dulu siuman dulu baru Rehan istirahat, Aleqxa istirahatlah dulu nanti mas Rehan menyusul", kata Rehan kepada Aleqxa, " baik Mas Rehan , Aleqxa berganti pakaian dulu nanti Aleqxa kesini lagi menemani Tante Ratih", jawab Aleqxa .
__ADS_1
" Dr Arya kami istirahat dulu" , kata Alfin Wijaya kepada Dr Arya, " Silahkan Tuan Wijaya " , jawab Dr Arya, lalu Alfin Wijaya dan Ratih pun keluar kamar bersama dengan Aleqxa , menuju kamar mereka , di lantai itu ada 2 kamar yang di desain selayaknya kamar hotel bintang lima, sengaja di buat seperti itu agar keluarga Wijaya tidak usah repot-repot pulang kerumah untuk istirahat ataupun berganti pakaian saat berada di rumah sakit, " Aleqxa kamu tempati kamar yang paling ujung , Mama dan Papa di kamar ini", kata Ratih kepada Aleqxa ," iya Ma" jawab Aleqxa.
Alfin dan Ratih pun masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, sedangkan Aleqxa berjalan pelan-pelan menuju kamar nya, sesampainya di depan pintu kamar dengan perlahan Aleqxa membuka pintu kamar, rasa lelah yang amat sangat menguasai tubuhnya saat ini, lelah hati dan lelah pikiran membuat tubuhnya ikut kelelahan, Aleqxa berjalan masuk kedalam kamar dengan wajah menunduk pikiran nya terbang entah ke mana , Aleqxa sama sekali tidak memperhatikan suasana kamar yang sudah di rubah menjadi kamar pengantin banyak bunga bertaburan di lantai kamar juga di ranjang tempat Aleqxa membaringkan tubuh nya, Aleqxa sama sekali tidak memperhatikan ranjang yang sudah di hiasi begitu indah sebagai ranjang pengantin, karena pikiran Aleqxa sedang mengembara entah kemana , Aleqxa berusaha membuka baju nya tapi di rasakan matanya begitu mengantuk dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya, tubuh yang sangat kelelahan membawa Aleqxa ke dalam tidur nyenyak nya yang di penuhi dengan mimpi indah bersama Bimo.
Note: mohon bantuan nya untuk para reader yang baik hati untuk meluangkan sedikit waktunya untuk like , komen dan vote agar karya author bisa dilihat dan di nikmati oleh lebih banyak reader sehingga author juga semakin semangat untuk update tiap hari, terimakasih
__ADS_1