Maafkan Aku Selingkuh

Maafkan Aku Selingkuh
Retno Pulang kerumah


__ADS_3

"Mas Rehan maafkan aku, jika saat ini Bimo masih ada di dalam hati ku" kata Aleqxa dalam hati dan dari sudut mata nya mengalir buliran air mata yang tak bisa lagi dibendungnya, mendengarkan semua perkataan Bimo membuat hati nya benar-benar menjadi kacau, Aleqxa benar-benar merasa sangat kesulitan untuk melepas Bimo dari hati nya, setelah pagi yang indah yang sudah dilalui dengan Rehan membuat Aleqxa merasa terpesona dan jatuh cinta dengan suami nya yang selama ini telah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri, tapi dia juga merasakan perasaan yang sama dengan Bimo dan perasaan itu masih mengikat kuat di hati nya walau sekarang Aleqxa sudah memiliki Rehan.


Pintu kamar Retno terbuka dilihat nya ketiga orang yang sangat Aleqxa sayangi keluar dari kamar, dan sudah bersiap-siap untuk pulang, Aleqxa berusaha untuk tersenyum saat melihat mereka, tapi raut muka Aleqxa yang terlihat sedih masih terlihat oleh mereka bertiga walau Aleqxa berusaha dengan sangat merubah raut mukanya agar tidak terlihat oleh mereka bertiga kalau saat ini hati nya sedang kacau, Retno yang tidak tau apa-apa tentang masalah Aleqxa dan Bimo pun bertanya-tanya dalam hati nya kenapa Aleqxa terlihat sedih setelah menelephone teman nya Bimo.


Disepanjang perjalanan pulang Aleqxa hanya terdiam, pikirannya melayang entah kemana, Rehan yang berusaha mengajak bicara dari tadi juga hanya di jawab sepatah dua patah kata tanpa ekspresi seakan pikiran Aleqxa benar - benar pergi dari tubuh nya, kata-kata Bimo saat ini benar-benar mempengaruhi hati dan pikiran Aleqxa, sedangkan Retno dan Ratih yang duduk di belakang hanya bisa memperhatikan saja.

__ADS_1


Tak lama pun mereka telah sampai di rumah super megah kediaman keluarga Wijaya, para penjaga segera memberi hormat saat mobil majikan mereka melewati mereka, begitu tiba di loby rumah Rehan segera menghentikan mobil nya dan turun untuk membantu Mama nya, mereka pun masuk ke rumah dan langsung masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat setelah membantu Retno beristirahat di kamarnya.


Rehan masuk ke kamar Aleqxa, sekarang kamar Aleqxa juga sudah menjadi kamarnya setelah mereka menikah, Rehan melihat Aleqxa yang duduk di sofa sambil termenung, setelah menelephone Bimo sikap Aleqxa mendadak berubah kepada Rehan, dan Rehan sangat menyadari hal itu, dengan perlahan Rehan mendekati Aleqxa dan duduk di samping nya, " Aleqxa kamu kenapa? setelah menelephone Bimo mendadak kamu jadi pendiam, apa yang terjadi sama Bimo ? apa kamu mengkawatirkan nya? tanya Rehan kepada Aleqxa dengan lembut, " Aleqxa mengangkat wajah nya dan menatap wajah Rehan ," Mas Rehan maafkan aku, saat ini aku benar-benar tidak bisa melepaskan Bimo dari hati dan pikiran ku", kata Aleqxa dalam hati, dan air mata pun menetes dari sudut pipi nya , ada perasaan bersalah dari hatinya, Aleqxa merasa bersalah kepada Rehan dan Bimo, karena saat ini Aleqxa merasa mengkhianati cinta Rehan dan cinta Bimo untuk nya, saat ini di hati Aleqxa ada dua cinta yang tak ingin dia lepaskan.


Aleqxa pun mempererat pelukan nya, saat mendengar kata-kata Rehan, hati dan pikiran nya pun semakin tak menentu, dua orang yang saat ini di cintai nya benar-benar membuat Aleqxa semakin mencintai mereka berdua, karena baik Rehan mau pun Bimo benar-benar tulus mencintai Aleqxa sehingga membuat Aleqxa tidak ingin melepaskan salah satu cinta dari mereka berdua, seandainya bisa Aleqxa ingin memiliki dua-dua nya, tetapi memang Aleqxa tetap harus melepaskan salah satu dari cinta nya, dan Bimo lah yang harus di lepaskan nya, karena saat ini Aleqxa telah menikah dengan Rehan, tapi untuk saat ini Aleqxa benar-benar belum rela melepaskan cinta nya kepada Bimo, " aku harus berjuang untuk melupakan mu Bimo" kata Aleqxa dalam hati.

__ADS_1


Dan semua kenangan Aleqxa bersama Bimo pun kembali muncul di ingatan Aleqxa dari awal Aleqxa bertemu Bimo sewaktu makan di kantin kampus, kenangan saat di villa di mana pertama kali Bimo mencium nya dan juga detik-detik dimana Bimo tertusuk belati saat berusaha melindunginya, semua kenangan indah bersama Bimo masih terbayang nyata di matanya, pernikahan nya dengan Rehan saat ini terlalu cepat dan hati nya benar-benar belum siap untuk melepaskan Bimo.


Rehan memeluk Aleqxa untuk memberikan ketenangan kepada Aleqxa yang saat ini hati dan pikiran nya sedang kacau, Rehan hanya diam saja tanpa mengucapkan kata-kata membiarkan Aleqxa untuk menenangkan diri dalam pelukannya, sampai Aleqxa pun lelah menangis dan tertidur di peluk kan Rehan, setelah hampir tiga jam berlalu.


Dengan hati-hati Rehan mengangkat Aleqxa ke tempat tidur , dilihatnya wajah istrinya yang masih terlihat sedih dan mata yang sedikit bengkak karena terlalu lama menangis, di ambilnya selimut kesayangan Aleqxa lalu di selimuti lah tubuh istri tercintanya, Rehan membungkuk kan badannya dan mencium kening Alexa, dan saat itu terdengarlah dari bibir Aleqxa menyebut nama Bimo walau sangat pelan Rehan masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas ," Bimo maaf kan aku" , dan kata- kata itu terus terulang dari bibir Aleqxa, Rehan menatap wajah istri nya dan menarik nafas panjang," Aleqxa Mas Rehan minta maaf, ternyata dengan menikahi Mas Rehan membuat kamu merasa bersalah kepada Bimo, dan membuat mu menjadi sedih seperti ini," kata Rehan pelan kepada Aleqxa yang sudah tertidur lelap, Rehan pun kembali membungkuk kan badan nya dan mencium kembali kening Aleqxa, dan kemudian berdiri dari ranjang tempat Aleqxa terbaring dan berjalan menuju kamar mandi, Rehan merasa hatinya serasa sesak dan pikirannya terasa penuh, Rehan pun melangkah ke dalam kamar mandi dan berdiri di bawah shower, tanpa membuka bajunya Rehan menyiram kepalanya dengan air hangat, Rehan memejamkan matanya di bawah guyuran air hangat mencoba untuk membuang semua pikiran yang membuat nya tidak tenang , " Aleqxa maafin Mas Rehan, tanpa sengaja Mas Rehan sudah membuat mu sedih seperti ini, " kata Rehan kepada diri nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2