Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
PENGENALAN TOKOH


__ADS_3

Andini adalah seorang wanita yang cantik,anggun,penuh perhatian. Andini tipe wanita yang mengagungkan Cinta dan rasa. Hati nya mudah tersentuh dengan kata - kata romantis dalam puisi - puisi cinta. Andini adalah seorang istri yang penuh perhatian dan kasih sayang terhadap suaminya.


Erlangga adalah laki-laki yang tidak banyak bicara, serius, tetapi penuh kasih sayang. Erlangga tampan, berkaca mata, berkulit putih seperti Andini. Erlangga suami yang bertanggung jawab terhadap istri dan keluarga besarnya.


Malik adalah laki-laki yang mengutamakan penampilan dan fisik. Menyukai kegiatan gym dan pembentukan badan. Malik pandai membuat dan merangkai kata cinta dalam puisinya. Malik tipe laki-laki yang romantis dan lucu.



Konspirasi Hati ( Permainan Hati Andini)


Rentang dunia mengurungku


Meluap emosi buta kan nafsu


Lingkari batas hasrat kuasa


Tak peduli merongrong jiwa


Seribu alasan dalih keadaan


Paksa kehendak oleh tuntutan


Walau tak lahir kenistaan

__ADS_1


Namun tak juga ada kebenaran


Berat hidup melangkah salah


Beban bertambah nafsu menggila


Coba ku sekah keinginan dunia


Menolak kuasa hasrat membuta


Tak mau diam berhenti di sini


Melingkar di jalan yang terkotori


Namun naluri mengisyaratkan agar menghindar


Dari konspirasi dan kepalsuan



Kasihan sekali! Memang benar! Aku tiada sadar. Rindu ini ternyata kesasar.


Bodoh! Karena menikmati rindu yang tiada pasti. Berita tentang nya yang selalu di nantikan. Padahal nyatanya tiada dia mengerti. Di sini ada hati - hati sepenuh hati.

__ADS_1


Ter pasung jiwa terkurung. Terkungkung dalam dunia yang bikin bingung. Dilema ini menjadi konspirasi mengeksekusi. Membunuh mimpi tak bertepi. Aku limbung, terhuyung jatuh ter surung. Berusaha bangun tergesa.- gesa. Terseret arus dunia fana. Hingga lupa pada ke Esa an Yang Maha Segala.


Rasamu,rasaku, rasa kita. Bukan rasa dia juga mereka. Terlebih yang hobby mencibir, mem bully dengan bahasa bibir. Tak tahu mungkin dia. Bahwa ini adalah takdir. Takdir yang membuat aku tersingkir, terusir dari hati yang fakir. Fakir akan kasih sayang, cinta kasih.


Karena kamu, aku merasakan pahitnya gelombang rasa. Karena kamu aku belajar sabar. Karena kamu aku pernah menunggu. Karena kamu aku berusaha bisa ikhlas. Karena kamu pula aku mengerti segala sesuatu yang bukan untuk ku sampai kapanpun tidak pernah jadi milik ku. Sekeras apapun aku berusaha. Jika hanya seorang yang berjuang maka di akhir jalan tidak akan ada kita. Karena berjalan menyusuri menuju kita butuh dua pasang kaki. Butuh sepasang hati. Butuh dua jiwa. Butuh dua pikiran yang menyatu untuk membuktikan tujuan dari kita.


Bukan aku sendiri dengan sepasang kaki. Satu hati, satu jiwa, satu pikiran yang entah pasangannya di mana. Di sini aku. Sekarang kini. Mulai bisa membuka mata. Mulai bisa berfikir, mulai bisa ikhlas melepaskan hati dari rasa yang hanya diliputi kebodohan Maya.


Untuk kamu yang pernah di sini. Di hati ini. Terimakasih untuk semua rasa yang pernah tercipta. Rasa sayang yang tiada terbalas. Rasa rindu yang selalu menunggu. Rasa sedih kala di tinggalkan. Rasa penasaran dalam pencarian. Rasa ikhlas yang akhirnya kudapatkan. Maaf aku pamit! Jaga dirimu dalam baik. Doakan aku segera lupa. Pada kenangan - kenangan dalam angan yang tiada mungkin jadi kenyataan.



Isi suara Erlangga.


Aku jadi sedih! Bolehkah aku menangis? Menangisi kepedihan ini. Kekecewaan karena kamu dengan sengaja membuat luka menganga di hati.


Tapi aku tipe orang yang mau menerima teh manis walaupun sebenarnya aku menginginkan kopi. Aku bisa menerima keberadaan kamu disisi aku, walaupun aku menginginkan yang lain dari kamu. Aku tidak ingin serakah dengan kemauan aku. Aku bisa bahagia walaupun tanpa kamu dan hati mu. Aku bisa bergembira walaupun aku seorang diri meratapi kesedihan ku.


Aku bersyukur, ada Tuhan ku yang selalu menemani aku. Aku hanya ingin DIA tidak akan meninggalkan aku dalam kesunyian perasaan ku. Karena aku tahu. Semua yang ada di angan ku adalah kebodohan aku sebagai manusia yang tidak bersyukur dan berbudi.


Jadi? Seperti halnya tanaman. Jangan lagi disiram dan di pupuk lagi rasa cinta yang tidak akan mungkin.


Kembalilah menuang teh manis bersama - sama dengan pasangan yang menemani kamu selama ini. Bersama dialah, dia mengetahui segala kekurangan dan kelemahan kamu.

__ADS_1


__ADS_2