Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
KEROMANTISAN ANDINI ERLANGGA


__ADS_3

Aku tahu. Kamu dalam kerinduan terpendam. Kamu dalam gejolak rasa kangen tanpa mampu terungkap kan. Kamu terkekang dalam ketakutan mu untuk berkata. Kamu terpenjara, tersekat dalam jeruji keangkuhan. Hanya rasa sesak mu kian membuncah. Hanya rasa khayalan mu yang bisa kau ukir. Dengan menatap wajah - wajah ku dalam gambaran angan pikir. Apakah kamu tidak cukup berani berkata. Apakah kamu tidak cukup kekuatan mengungkapkan perasaan rasa. Kalau kamu ingin menjumpai ku? Kalau kamu ingin kan aku hadir nyata dalam tiap mimpimu. Dalam dekapan bahu mu yang kekar. Dalam rengkuhan dada mu yang bidang. Dalam cengkraman tangan mu yang kokoh. Dalam kata - kata sopan mu yang penuh kharisma. Dalam auramu yang menghipnotis rasa. Dalam hembusan nafas mu berbau khas tembakau yang berciri. Aku pun masih di kuasai rasa. Tapi aku ingin membenamkan semua. Tapi aku ingin mengubur semua. Tapi aku ingin menyudahi semua. Agar semua hilang tanpa jejak ada tidaknya kamu. Agar aku kembali dalam kehidupan ku yang nyata. Agar aku kembali dalam kehidupanku yang sesungguhnya. Tanpa terganggu oleh bayangan mu yang merongrong kalbuku. Agar aku tidak lagi gila dan menggilai mu.


" Andini!" panggil Erlangga membuyarkan lamunan Andini yang duduk berhadapan di meja restoran di pusat pembelanjaan.


" Eh?? Iya sayang!" sahut Andini gelagapan.


" Kamu melamun kan siapa? Aku loh di sini di depan kamu? Apa yang sedang engkau pikirkan?" tanya Erlangga berusaha meneliti wajah Andini yang terlihat muram dan sedih.


" Tidak ada! Mungkin aku sudah cukup lelah hari ini." jawab Andini.


" Jadi? Mau pulang atau nonton film action kesukaan kamu?" tanya Erlangga.


" Hem...Hem lihat film dong. Bukankah nanti di dalam aku bisa bersandar di bahu kamu." ucap Andini sambil tersenyum.


" Hehehe. Awas yah kalau nanti tidur." sahut Erlangga sambil mencolek hidung mancung Andini.


" Bukankah ada kamu. Kalau aku tertidur, kamu lah yang akan menjagaku dan membangun kan aku, sayang." ucap Andini.

__ADS_1


" Ais! Sejak kapan kamu mulai pandai merayu, Andini?" tanya Erlangga.


" Sejak, aku mulai takut kehilanganmu Mas!" ucap Andini.


" Oh begitu! Aku selalu setia ketika di kantor kok. Gadis - gadis di kantor tidak secantik istriku ini." kata Erlangga menggoda dan menoel pipi chubby Andini.


" Tapi ketika nanti Mas di temukan dengan gadis yang lebih cantik dibanding aku, apakah kamu nanti akan tergoda?" tanya Andini.


" Tergantung!" jawab Erlangga yang membuat Andini mengernyitkan dahinya.


" Maksudnya? Kamu akan berpaling dariku Mas?" tanya Andini lagi.


" Astaga!" sahut Andini sambil cemberut dengan bibirnya manyun kedepan beberapa sentimeter.


Erlangga terkekeh melihat reaksi Andini yang cemberut cemburu buta dan tidak jelas itu.


" Sejak kapan kamu mulai cemburuan,sayang? Kamu jadi tambah imut kalau begitu loh!" kata Erlangga menggoda.

__ADS_1


" Tidak lucu!" sahut Andini mencubit pinggang Erlangga.


" Aww sakit sayang!"kata Erlangga.


" Seperti nya,pulang dari nonton aku bakal memberi hukuman kamu deh!" ucap Erlangga sambil tersenyum.


Kembali Andini mengerutkan dahinya.


" Hukuman apaan?" tanya Andini sambil menatap wajah tampan Erlangga.


" Haruskah aku jelaskan Andini, sayang?" ujar Erlangga.


" Ih nakal!" sahut Andini kembali mencubit pinggang Erlangga.


" Andini! Sakit sayang!" teriak kecil Erlangga yang tertahan karena kwatir orang - orang akan memperhatikan kegaduhan mereka.


" Kamu mau berapa ronde mas? Aku masih sangat sanggup membuat kamu terkapar tidak bisa berjalan." ucap Andini Sambil terkekeh geli.

__ADS_1


" Bener nih. Aku suka tantangan kamu, sayang. Aku tunggu dan sangat siap dengan pelayanan kamu nanti." kata Erlangga dengan senyuman nakalnya.


__ADS_2