Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
DI AIR TERJUN


__ADS_3

Tumbuhlah dengan semangat baru. Menggapai satu titik dan fokus. Tujuan itu harus terwujud sesuai angan mu. Jangan patahkan yang berkorban semangat itu. Walaupun melewati jalan terjal menghunus kaki mu. Jangan patahkan lagi sebelum semua tumbuh. Karena kaki - kaki kecil ini masih ingin melangkah menuju hatimu walaupun sudah tertusuk duri - duri di telapak kaki ini. Biarkan merah darah ini menjadi saksi kesakitan ini. Menapaki tangga - tangga yang menjulang tinggi. Mewujudkan impian mimpi yang belum terselesaikan dalam realitas kehidupan ini.



Lakukan lah apa yang hendak kau inginkan! Jangan ragu - ragu untuk melangkah. Jika itu benar menurut suara hatimu. Ataukah kamu harus mengikuti naluri mu. Kalaupun masih dalam ketakutan mu untuk memutuskan panggilan itu. Tutuplah matamu dan berjalanlah. Dan bangunlah dari lamunan mu yang panjang serta mimpi - mimpi yang menenggelamkan diri mu dalam dunia khayalan.


Tidaklah pernah habis dunia sampai ke ujung batasnya. Batasan itu jika ada, hanya kita yang mampu mendobrak nya. Supaya mimpi - mimpi indah mu menjadi nyata. Tidaklah berhenti hingga hatimu membeku karena letih menanti kenyataan yang semu.


Kembalilah berputar dan pulanglah kepadaku. Berputar arah lah kembali ke tujuanku. Meraih tanganku dan peluk erat lah aku. Mewujudkan impian indah bersamaku. Tetapkan hatimu dan mendekat lah dengan ku. Akan aku sambut engkau dengan hangatnya dekapan itu karena aku ada dan bisa memelukmu.


Wanita ku! Apa yang engkau inginkan sekarang? Aku sudah ada di sini menemanimu. Menghantarkan dan menemani kamu dalam tidur lelap mu. Apa yang engkau cari dari perjumpaan ini. Aku sudah di sini bersama kamu. Tempat kamu di sini. Hati kamu di sini bersama aku. Apa yang engkau ragukan lagi. Tidak perlu banyak alasan karena salah atau benar itu. Hati mu masih kuat menyuarakan namaku. Tetaplah disini wanitaku. Mengarungi dermaga lautan indah bersamaku.


" Andini!" panggil Malik sambil meraih tangan Andini lalu menggenggam nya erat.


" Malik!" sahut Andini pelan.

__ADS_1


" Kamu senang berada di sini?" tanya Malik sambil mulai menatap manik mata yang indah milik Andini.


" Aku senang. Pemandangan di air terjun ini bikin hati adem. Apalagi ada kamu disini. Tempat apapun akan terasa indah di mata aku." ucap Andini Sambil tersenyum.


" Hehehe." Malik terkekeh dan makin memainkan jari - jari lentik tangan Andini yang Malik genggam.


" Kamu ingin sate kelinci gak?" tanya Malik akhirnya.


" Enak gak?" tanya Andini.


" Hem rasanya seperti daging ayam. Iyah tidak jauh dari daging ayam. Enak kok!" jawab Malik.


" Kamu jadi malas makan kalau ada aku, Andini. Jangan begitu dong, nanti kamu sakit. Akhirnya aku juga ikut sakit." ujar Malik.


" Kenapa kamu bisa ikut sakit, Malik?" tanya Andini.

__ADS_1


" Karena wanitaku sakit, aku pasti ikut merasakan kesakitan itu." sahut Malik sambil tersenyum geli dengan kata - kata nya sendiri.


" Hehehe. Kita ini seperti anak muda yang lagi pacaran yah." kata Andini sambil tersenyum dan menunduk malu.


" Lebih tepatnya, kita adalah sepasang kekasih yang lagi dimabuk cinta. Kita dalam melepaskan kerinduan yang sudah sekian lama terpendam." ucap Malik sambil menatap kosong ke depan.


Mereka sedang menikmati pemandangan dan panorama di tempat wisata air terjun yang sudah terkenal itu. Cuaca yang dingin menjadikan mereka larut dalam suasana keromantisan seperti sepasang anak muda yang sedang memadu kasih.


" Kita kembali ke Semarang atau gimana, Malik?" tanya Andini pelan.


" Kamu ingin nya gimana? Aku ngikut saja. Kalau kamu masih betah lama-lama disini kita bisa menginap di hotel dekat sini. Besok baru kita lanjutkan jalan-jalan nya ke kota." usul Malik.


" Suasana disini sangat nyaman dan tenang. Aku ingin bermalam disini menikmati cuaca dingin bersama kamu, Malik. Tapi.. apakah kamu mau?" ucap Andini Sambil tersenyum dan menatap Malik dengan perhatian nya yang tulus.


" Tentu saja aku sangat senang jika menemani kami dimana pun tempatnya. Jangan kwatir, aku tidak akan berlaku kurang ajar dengan kamu. Bagiku kamu adalah mahkota aku,yang harus aku jaga." ucap Malik dengan tatapan redup dan bersahaja.

__ADS_1


Andini menatap lekat wajah laki-laki di samping nya. Andini seperti tidak percaya. Masih adakah sosok laki-laki seperti ini yang tidak mengutamakan hasrat dan nafsunya. Padahal jelas-jelas, dia adalah laki-laki normal yang penuh dengan gejolak nya.


" Terimakasih banyak, Malik." sahut Andini seraya mengeratkan genggaman tangan nya yang sudah dari tadi dalam genggaman Malik. Kepalanya di sandarkan di bahu Malik. Rasanya Andini seperti berteduh dalam payung kedamaian. Ketenangan itu didapatnya ketika bersandar dalam bahu kuat milik Malik.


__ADS_2